Basuki Rahmat Putra (BRP), Menargetkan Pembangunan Tanggul Pantai Tahap Awal Selesai Akhir Tahun 2021
LAMSEL, GSC – Update Rajabasa,
Pada tanggal 22 Desember 2018, peristiwa tsunami yang disebabkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung, Indonesia. Sedikitnya 426 orang tewas dan 7.202 terluka.
Maka dari itu pemerintah pusat melalui kementerian PUPR membangun tanggul pantai pemecah ombak dengan ketinggian tanggul 4 meter dari permukaan air laut. Pembangunan tanggul tersebut terletak di area pesisir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.
Selasa 10 Agustus 2021.
Guna pembangunan tanggul tersebut, untuk mengatasi abrasi disebabkan terkikisnya daratan karna naiknya permukaan air Laut, dan mengatasi bencana seperti tsunami yang terjadi pada tahun 2018 lalu.
Ketika awak media mengkonfirmasi salah satu pelaksanaan lapangan dari PT Basuki Rahmat Putra ( BRP) Tambunan mengatakan, Bapak Presiden RI Jokowi Dodo kunjungan tahun 2018 lalu, permintaan dari warga Kecamatan Rajabasa, agar di buatkan tanggul pemecah ombak, maka pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) langsung merencanakan pembangunan tersebut dan terealisasikan di awal tahun 2021.”Tungkasnya”.
Lanjut mengatakan kontraktor dari PT Basuki Rahmat Putra ( BRP ) pun mengerjakan tanggul pantai tahap awal tersebut, dari Desa Rajabasa sampai dengan Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan sepanjang 2,2 km dengan ketinggian Tanggul 4 meter sampai saat ini masih melakukan pembangunan dan sebagian melakukan pengerjaan finising. Ditargetkan pembangunan tanggul pantai pemecah ombak ditahap awal tersebut selesai akhir tahun 2021 dan tahap selanjutnya dikerjakan tahun 2022,” pungkasnya”.
Salah satu warga desa Sukaraja yang enggan disebutkan namanya mengatakan dengan adanya pembangunan tanggul pantai pemecah ombak sangat membantu sekali, dengan adanya tanggul tersebut mudahan-mudahan bisa bermanfaat mengatasi Abrasi naiknya permukaan air laut dan bisa melindungi rumah warga dari gelombang pasang air laut tersebut.
GSC/ ROZI
