DPP PDIP Tunjuk Wahdi Siradjuddin Sebagai Bakal Calon Wali Kota Metro

METRO, GSC. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menerbitkan surat penugasan kepada Wali Kota Petahana, Wahdi Siradjuddin sebagai bakal calon Wali Kota Metro dari PDI Perjuangan pada Pilkada 2024.

Surat penugasan tersebut diserahkan Ketua DPC PDIP Metro Anna Morinda kepada Balon Wali Kota Wahdi Siradjuddin disaksikan Ketua Bappilu PDIP Lampung Umar Ahmad di Kantor DPC PDI Perjuangan Metro, Sabtu (29/6).

Dalam surat tugas yang ditandatangi oleh Prananda Prabowo dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto itu, Wahdi diminta untuk melaksanakan konsolidasi pemenangan Pilkada 2024 dengan DPD, DPC, PAC, ranting, anak ranting dan seluruh elemen PDI di Kota Metro dalam waktu dua minggu setelah surat tugas diterbitkan.

Kemudian, menyiapkan koalisi partai pendukung sesuai syarat pendaftaran pasangan calon Wali Kota Metro dan Wakil Wali Kota di KPU Metro. Terakhir Wahdi bersama DPD dan DPC PDIP membuat pemetaan politik untuk pemenangan pilkada 2024.

Usai penyerahan surat tugas tersebut, Wahdi mengaku akan segera menindaklanjuti ketiga instruksi DPP PDIP yang ada dalam surat tugas tersebut.

Selain berkoordinasi dengan DPD, DPC dan seluruh kader PDIP di Metro, pihaknya juga akan melakukan komunikasi politik dengan partai politik lainya. Terlebih, ia sudah mendapat satu rekemondasi dari Partai NasDem dan surat tugas dari Demokrat.

“Ada tiga tugas yang harus saya lakukan sesuai surat tugas dari DPP PDIP itu. Konsolidasi ke DPD PDIP hingga ke tingkat bawah termasuk juga ke parpol lain akan kita lakukan. Lalu juga pemetaan untuk pemenangan nanti,” katanya.

Untuk bakal calon wakil, Wahdi mengaku masih membuka diri bagi siapapun yang ingin berjuang bersama dirinya di Pilkada 2024 ini. Dimana, tidak menutup kemungkinan ia akan berpasangan dengan kader dari PDIP atau dari parpol lain.

“Dalam surat tugas tadi sudah jelas, saya diminta untuk mencari wakil tapi tidak ditentukan. Saya terbuka kepada siapapun juga, komunikasi juga kita terus lakukan dengan parpol yang lain karena koalisi itu paling penting,” ucapnya.

“Termasuk komunikasi dengan PDIP Metro kita juga lakukan. Bisa saja nanti dari PDIP wakilnya, apalagi banyak kader PDIP Metro yang bagus,” imbuhnya.

Wahdi menuturkan, pihaknya ingin Balon wakil yang akan mendampinginya nanti mau berjuang bersama membangun Kota Metro dan lebih mengedepankan kepentingan masyarakat dibanding kelompok atau golongan.

“Alangkah baiknya antara kepala daerah dan wakil kepala daerah itu bersama beriringan untuk memajukan Kota Metro. Dan yang paling penting itu kepentingan full untuk masyarakat bukan kelompok atau golongan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Bappilu PDIP Lampung, Umar Ahmad mengatakan, surat tugas ini merupakan salah satu syarat dikeluarkanya rekemondasi dari DPP.

“Surat tugas ini bersifat dua arah ya, untuk pak Wahdi dan juga kader PDIP. Stuktur partai diminta untuk mengkonsolidasikan seluruh kekuatan pak Wahdi di Metro ini,” paparnya.

“Surat ini juga merupakan simbol penilaian dari PDIP tentang kinerja pak Wahdi selama memimpin Metro. Karena itu kita ingin mempersembahkan kepada beliau yang kedua kalinya. Tentunya untuk kemajuan Kota Metro,” imbuh dia.

Sementara untuk Balon wakil, dalam surat tugas tersebut DPP memang menyerahkan sepenuhnya kepada Balon Wali Kota Wahdi dan nantinya yang akan menentukan adalah DPP PDIP.

Namun, pihaknya berharap agar Balon Wali Kota Wahdi nantinya memilih kader PDIP Metro untuk menjadi bakal calon wakil wali kota.

“Saya kira dalam koalisi itu parpol boleh menyampikan harapan-harapanya. Begitu juga dengan kita, agar kerjasama yang lebih erat lagi tentu kita ingin kader PDIP Metro ini bisa mendampingi pak Wahdi,” ucapnya.

“Tapi keputusannya itu kewenangan ada di DPP. Ini hanya harapan dari semua kader,” tandasnya.
(ADV)

Pemkot Metro Berhasil Meraih Penghargaan Swasti Saba Kabupaten Kota Sehat

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Kabupaten Kota Sehat dan juga Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 2024.

Penghargaan Swasti Saba merupakan penghargaan yang diberikan setiap dua tahun sekali oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan kepada kabupaten/kota yang berhasil menyelenggarakan program sembilan tatanan yang menjadi domain dalam program Kabupaten/Kota Sehat (KKS).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, Eko Hendro mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen dan implementasi aksi setiap Provinsi/Kabupaten/Kota dan masyarakat yang terus meningkat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, nyaman dan sehat secara holistik dan berkelanjutan.

“Penyelenggaraannya bertujuan untuk mendorong terwujudnya kondisi kabupaten/kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dari 15 kabupaten kota di Provinsi Lampung, Kota Metro merupakan satu-satunya kota yang menerima penghargaan ini.

“Dan penghargaan langsung diterima oleh bapak Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin,” jelasnya.

Eko menuturkan, untuk menjamin semua masyarakat mendapat pelayanan kesehatan, Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin dibantu Ketua PKK Silfia Naharani Wahdi juga menggagas program homecare yang menjadikan metro sebagai kota sehat.

“Program homecare atau tilik warga ini sangat membantu ratusan kepala keluarga di Kota Metro. Jadi lansia atau warga yang kurang mampu mendapatkan layanan homecare ini,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, Pemkot Metro juga mulai gerakan STBM lima pilar, mengoptimalkan Puskesmas, Posyandu dan lainya. Hal ini, untuk mewujudkan Metro sebagai kota sehat.

“Pemkot Metro juga mendukung gerakan sekolah sehat di SMP Ahmad Dahlan yang pernah meraih juara pertama sekolah dengan pangan dan jajanaan aman,” terangnya.

Eko mengajak masyarakat di Bumi Sai Wawai dan semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan swasti saba untuk mewujudkan gemerlang.
(ADV)

Pemkot Metro Menargetkan Penyelesaian 10 Ruas Jalan Strategis di Bumi Sai Wawai Sampai Bulan Agustus 2024

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menargetkan 10 ruas jalan strategis di Bumi Sai Wawai akan diselesaikan pada awal Agustus 2024 mendatang.

Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengatakan, beberapa ruas jalan telah dilakukan perbaikan secara langsung. Terlebih ruas jalan kota yang dilalui kendaraan berat.

“Dari hasil laporan 10 ruas jalan strategis yang sudah selesai diperbaiki ada 4 ruas jalan. Kemudian, ruas jalan lainnya sudah dalam proses pengerjaan. Insyaallah di awal Agustus sudah selesai semua dan masyarakat bisa menikmati itu,” kata dia, Rabu, 19 Juni 2024.

Dia menambahkan, untuk memudahkan tranportasi, tentunya pemerintah telah meningkatkan mutu kualitas pembangunan diantara menggunakan rigid beton di beberapa ruas jalan yang ada.

“Memang, untuk pembangunan jalan secara rigid beton ini memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Sehingga, kita akan semaksimal mungkin melakukan pembangunan itu. Pada tahun 2023 lalu kita sudah selesaikan dan di tahun ini akan kami maksimalkan kembali,” tambahnya.

Dia menyebut, meskipun rigid beton dibangun sesuai prioritas, pihaknya juga akan memperhatikan prioritas jalan lainnya.

“Rigid beton itu hasilnya sangat bagus, apalagi dikerjakan sesuai dengan dokumen yang ada. Dengan ketebalan hampir 40 centimeter, maka akan mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa awet,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro, Robby Kurniawan Saputra mengungkapkan, di tahun 2024 ini ada 3 ruas jalan di diperbaiki menggunakan metode rigid beton.

“Ada 3 ruas jalan utama yang kami rigid beton. Itu ada Jalan WR Supratman, Jalan Kacapiring, dan Jalan Sultan Syahrir. Itu merupakan 10 jalan strategis yang ditangani oleh pemerintah,” kata dia.

Dia menjelaskan, meskipun memerlukan anggaran yang cukup besar. Pihaknya berani menjamin hasil mutu dan kualitas jalan tersebut.

“Bisa kita ilustrasi kan. Dengan anggaran Rp 200 juta kita hanya mendapatkan hasil dengan panjang 50 meter lebar 6 meter dan ketebalan 37 centimeter. Tapi, insyaallah itu akan sangat berkualitas,” jelasnya.

“Rigid beton itu harga satuannya mahal, maka pemerintah menerapkan di ruas-ruas jalan tertentu dan secara selektif. Kalau untuk jalan lingkungan tentu kita lakukan metode lain lagi dan ini sudah dilakukan beberapa kajian,” pungkasnya. (ADV)

Walikota Metro Minta OPD Untuk Terus Memberikan Pelayanan Yang Terbaik Kepada Masyarakat

METRO, GSC. Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dibawah kepemimpinan Wali Kota Wahdi Siradjuddin yang menekankan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat mulai membuahkan hasil.

Salah satunya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Metro. OPD tersebut terus memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat setempat dan berhasil meraih berbagai penghargaan baik tingkat nasional maupun Provinsi Lampung.

Kepala Disdukcapil Metro, Ika Pusparini Anindita Jayasinga mengatakan, terhitung sejak Februari 2024, Disdukcapil Kota Metro mendapatkan pencapaian terbaik kedua Kartu Identitas Anak (KIA) secara nasional.

“Sejak Februari 2024, kita meraih pencapaian KIA terbaik kedua secara nasional. Selain itu, kita juga mendapatkan penghargaan dan reward dari Gubernur Lampung sebagai penilaian kinerja pelayanan publik dengan prestasi sangat baik se-Provinsi Lampung,” kata dia saat diwawancarai, Rabu (19/6).

Selain kedua prestasi itu, lanjut dia, Disdukcapil Metro juga mendapatkan penghargaan pelayanan publik terbaik dari Ombudsman Republik Indonesia dengan predikat satu-satunya di Provinsi Lampung, yaitu zona hijau dengan kategori nilai tinggi.

“Jadi, untuk penghargaan pelayanan publik terbaik diperoleh dari dua Puskesmas, Disdukcapil, Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), dan Dinas Sosial. Penghargaan tersebut, diterima langsung oleh pak Wali Kota dari Ombudsman RI,” terangnya.

Ika menjelaskan, guna mendekatkan diri kepada masyarakat terkait dengan pelayanan publik, dsdukcapil Metro membuat berbagai inovasi program kerja.

Inovasi tersebut yaitu bernama Masa Purnabakti Dokumen Kependudukan Langsung Jadi (Masdi). Melalui inovasi ini setelah Aparatur Sipil Negara (ASN) pensiun, selain mereka menerima Surat Keputusan (SK) pensiun, mereka juga langsung menerima perubahan identitas pekerjaan di Kartu Tanda Penduduk, dan Kartu Keluarga sebagai pensiunan.

“Untuk Masdi ini, kita sudah melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Metro,” jelasnya.

“Kemudian, inovasi kami berikutnya yaitu Penerbitan Pelayanan Dokumen (Pepadu) berupa pembuatan KIA dan Akte Kelahiran Anak. Kami bekerjasama dengan anak-anak panti, bidan, rumah sakit bersalin, yang kami lakukan secara jemput bola. Jadi, setelah anak lahir, anak tersebut langsung mendapatkan Akte Kelahiran, KIA, dan penambahan anak pada Kartu Keluarga,” imbuhnya.

Selain itu, ia menyampaikan, pihaknya juga mempunyai inovasi yang diberi nama Idaman (Sistem Dukcapil Mandiri), dan Pelayanan N3/M3 (Nyesak, Nyesung, Ngettak)/(Mencari, Menjemput, Mengantar).

“Jadi, untuk penyandang disabilitas dan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) itu tidak perlu mereka datang ke kantor Disdukcapil. Tetapi, kami dari dinas yang langsung datang menemuinya, untuk melakukan perekaman dokumen kependudukan. Pada prinsipnya, bagi masyarakat Kota Metro yang tidak bisa hadir ke kantor Disdukcapil untuk melengkapi dokumen kependudukan, karena terkendala dengan fisik, kami akan melakukan perekaman dengan cara jemput bola,” ujarnya.

“Kemudian, bagi masyarakat Kota Metro yang meninggal dunia. Apabila ada pamong yang melaporkan bahwasanya ada warganya yang meninggal dunia, dan persyaratannya sudah terpenuhi, kami akan hadir untuk menyerahkan akte kematiannya,” tandasnya.
(ADV)

Wahdi Sirajuddin Sembelih Tiga Sapi dan Dua Ekor Kambing Pada Idul Adha 10 Dzulhijjah Tahun 1445 H

METRO, GSC. Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin melakukan penyembelihan hewan kurban miliknya yakni tiga sapi dan dua ekor kambing yang dilaksanakan di Taman Metro Indonesia Indah (TMII), Selasa (18/6).

Tak hanya itu, wali kota juga ikut melakukan iuran kurban bersama warga di sejumlah masjid yang ada di Kota Metro. Hasil dari iuran tersebut tujuh ekor sapi kurban.

“Iya hari ini saya menyembelih hewan kurban di TMII, ada tiga ekor sapi dan dua kambing. Tadi juga saya menyembelih tujuh sapi. Dan panitia disini sudah mendata siapa saja yang akan diberikan daging kurban ini,” kata Wahdi.

Dikatakanya, nantinya daging kurban ini tidak hanya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi kepada warga sekitar termasuk juga warga yang beragama lain.

“Boleh itu, inilah maknanya kita saling berbagi, menghormati dan silaturahmi. Dengan begini akan semakin mempererat tali persaudaraan kita,” ucapnya.

“Dengan kerukunan, kekompakan dan kebersamaan maka kita bisa bersama-bersama untuk membangun Kota Metro ini lebih baik lagi,” imbuhnya.

Wahdi menambahkan, Pemkot Metro melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) sudah menyiagakan tim pemantau hewan kurban di Bumi Sai Wawai.

Hal ini untuk mengantisipasi jika hewan kurban tidak sehat atau terjangkit peyakit seperti penyakit cacing hati bisa langsung ditangani.

“Sudah ada tim itu, DKP3 sudah keliling mantau hewan kurban itu. Mereka nanti melihat apakah hewan kurban layak dikonsumsi atau tidak termasuk kalau ada cacing hati. Termasuk hewan kurban saya ini juga nanti diperiksa,” tandasnya.
(ADV)

Walikota Metro Mengimbau Masyarakat di Bumi Sai Wawai Untuk Menjaga Ukhuwah Islamiyyah dan Silaturahim Lintas Agama

METRO, GSC. Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin menyebut antusias masyarakat ikut serta dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah meningkat, berbanding lurus dengan peningkatan jumlah hewan kurban di kota setempat.

“Kurban kita ini Alhamdulillah lebih besar dari kurban sebelumnya. Total seluruhnya itu bisa 4 ribuan. Kalau tahun kemarin, itu kan totalnya 3300 sampai 3400 ekor. Artinya, tahun ini tingkat kesadaran masyarakat untuk ikut serta berkurban itu cukup tinggi ya,” kata Wahdi usai mengikuti salat Ied di Lapangan Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Senin, 17/6/2024.

Menurutnya, hikmah Hari Raya Qurban bagi umat Islam adalah sebagai sarana merawat tali silaturahim. Bahkan, persaudaraan kepada non muslim sekalipun.

“Jadu, kurban itu ketika kita lakukan, itu bisa dinikmati bahkan bukan hanya untuk umat muslim saja, tapi yang non muslim juga boleh menerimanya,” tuturnya.

“Artinya apa? Artinya manusia yang diciptakan Allah bersuku-suku, berbangsa-bangsa, berbeda-beda, tetapi terbentuk tali silaturahmi. Maka jagalah,” sambungnya.

Mengutip Quran Surat An Nisa Ayat 1, Wali Kota Metro mengimbau masyarakat di Bumi Sai Wawai untuk menjaga ukhuwah Islamiyyah dan silaturahim lintas agama. Sebab, lanjut Wahdi, silaturahim merupakan fondasi dalam upaya pembangunan daerah.

“Wattaqullaahalladzii tasaa aluunabihii wal arhaama innallaaha kaana ‘alaykum raqiiban. Yakin deh, jaga silaturahim yang baik, maka pembangunan di kota Metro Saya yakin juga akan baik,” tandasnya.
(ADV)

Kegiatan Peringatan Hari Jadi Kota Metro ke-87 tahun 2024, Pemkot Metro Lakukan Kegiatan Manjau Sunat

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melaksanakan Manjau Besunat atau kunjungan pihak keluarga kepada walimatul khitan di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Sabtu (8/6).

Manjau adalah salah satu tradisi turun temurun dalam masyarakat Lampung warisan nenek moyang yang hingga kini masih kental dan terus dilestarikan.

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin mengatakan, acara Manjau Sunat ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kota Metro ke-87 tahun 2024 dan bagian dari kegiatan Festival Putri Nuban.

“Ini rangkaian Hari Jadi Kota Metro ke-87 dan yang harus kita lestarikan adalah Festival Putri Nuban. Begitupun dengan Manjau Sunat ini tradisi turun temurun dalam masyarakat Lampung yang harus kita lestarikan,” katanya.

Dia menjelaskan, kegiatan Manjau Sunat ini dilaksanakan selain untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi Lampung yang didalamnya juga terdapat nilai silaturahmi antar keluarga dan juga masyarakat.

“Kegiatan ini memiliki nilai-nilai tersendiri bagi masyarakat Lampung, karena itu harus terus dijaga dan juga dilestarikan,” jelasnya.

Wahdi menambahkan, Kota Metro merupakan bagian dari Provinsi Lampung yang memiliki adat, budaya dan tradisi yang harus dipertahankan.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung yang artinya seseorang sudah sepatutnya mengikuti atau menghormati adat istiadat yang berlaku di tempat tinggalnya,” tuturnya.

“Hari ini kita hidup di Kota Metro dan disini ada adat, budaya tradisi yang harus kita pertahankan,” tandasnya.
(ADV)

TP PKK Kota Metro Melaksanakan Program Home Care Kunjungi Uwais Pengidam Penyakit Global Delayed AMC CTEV Bilateral

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui TP PKK melaksanakan program home care atau pemeriksaan kesehatan kepada Uwais Qarni (2) warga RT 027 RW 06, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Jumat (7/6).

Uwais diketahui mengidap penyakit langka yaitu Global Delayed AMC CTEV Bilateral, dimana terjadi kekakuan otot, dan tendon bagian dalam kaki.

Dalam kunjungan ini, selain melakukan pemeriksaan kesehatan, Ketua TP PKK Silfia Naharani Wahdi juga memberikan bantuan untuk biaya pengobatan Uwais.

“Hari ini saya didampingi Direktur RSUD A Yani, Dinkes, Puskesmas, camat, lurah dan juga para kader PKK melakukan pemeriksaan kesehatan kepada Uwais. Ini memang sudah rutin kita laksanakan,” kata Silfia usai home care.

Dia menjelaskan, Pemkot Metro melalui Dinkes, Puskesmas dan juga kader PKK sudah beberapa kali melaksanakan program home care ini kepada Uwais.

“Sudah sering kita laksanakan pemerksaan kesehatan ke adik kita Uwais ini. Ketika Uwais lahir juga saya sudah pernah kesini, kemudian juga sudah pernah kita berikan bantuan juga,” jelasnya.

“Diluar itu dari Dinkes dan Puskesmas juga sering lakukan home care ke Uwais ini. Dalam sebulan bisa kita lakukan satu sampai tiga kali home care, itu sejak tahun 2021,” imbuhnya.

Silfia menambahkan, Pemkot Metro akan terus berupaya untuk memberikan perhatian kepada semua masyarakat utamanya yang kurang mampu.

“Salah satu bentuk perhatian pemerintah ya ini melalui home care. Begitupun dengan adek kita Uwais ini, kita selalu berikan layanan kesehatan,” tambahnya.

Ibu Uwais, Upik Apriyani mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Metro yang telah semaksimal mungkin memberikan layanan kesehatan dam bantuan kesehatan kepada anaknya.

“Terimakasih kepada bapak Wali Kota, ibu Ketua PKK, Dinkes dan juga Puskesmas sudah memberikan fasilitas kesehatan dan membantu Uwais sehingga bisa berobat ke Solo untuk yang kedua kalinya,” ucapnya.

Upik menjelaskan, Uwais memang sejak lahir mengidap penyakit langka ini yang membuat pertumbuhan anaknya tersebut terganggu.

“Seharusnya di usia sekarang, dia sudah bisa berjalan dengan baik. Namun saat ini masih merangkak,” terangnya.

Sebelumnya, tambah dia, Uwais sudah beberapa kali menjalani pengobatan di RSUD A Yani Metro, lalu kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Soeharso, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

“Ini nanti untuk yang kedua kalinya dibawa ke RS di Solo. Pas kesana yang pertama juga dibantu sama bapak Wali Kota dan sekarang juga dibantu lagi,” tandasnya.
(ADV)

Walikota Wahdi Sirajuddin Katakan Pembangunan di Kota Metro Ini Sudah Sangat Baik, Begitu Juga Dengan Kualitas SDM-nya

METRO, GSC. Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin menyebutkan tantangan pembangunan kota kedepan akan semakin berat karena perkembangan tekonologi dan pertumbuhan penduduk. Karena itu perlu perencanaan pembangunan yang matang dan detail.

Wahdi menjelaskan, diperkirakan 70 persen penduduk akan berada di perkotaan sampai dengan tahun 2045. Ditambah lagi sebagaian besar penduduk berada pada usia produktif.

“Karena itu perlu tata kelola kota yang baik agar hal ini tidak menimbulkan permasalahan kedepanya. Bonus demografi harus dimanfaatkan secara maksimal dengan merealisasikan pemerataan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan,” kata dia, Selasa (4/6).

“Pembangunan di Kota Metro ini sudah sangat baik, begitu juga dengan kualitas SDM-nya. Jadi dengan perencanaan yang matang didukung dengan peran serta masyarakat saya yakin Metro bisa menghadapi itu semua dan menjadi kota yang lebih maju,” imbuhnya.

Dikatakanya, pembangunan kota yang baik juga harus ramah akan disabilitas kemudian ramah akan pejalan kaki, pesepeda dan lainya. Karena itulah, pihaknya berupaya membuat kota yang inklusif, friendly dan juga liveable.

“Banyak yang sudah kita bangun, mulai dari trotoar yang ramah pejalan kaki, pesepeda kemudian pembangunan gedung yang ramah akan disabilitas,” paparnya.

Tak hanya itu, Kota Metro juga terus memperhatikan para lansia maupun menyiapkan generasi emas yakni melalui program unggulan Jaringan Masyarakat Peduli Anak Ibu (JAMAPAI).

Dimana, JAMAPAI yang lebih mengedepankan gotong royong dari pemerintah, PKK, kader kesehatan, camat, lurah, RT/RW maupun masyarakat.

“JAMAPAI yang didalamnya terdapat berbagai program seperti home care atau pemeriksaan kesehatan untuk lansia, warga kurang mampu yang sakit dan juga stunting,” tutupnya.

“Melalui program JAMAPAI ini juga kita pantau ibu hamil, anak-anak di Posyandu untuk memastikan baik para ibu maupun anak-anak di Metro terkucupi kebutuhan gizinya. Agar nanti menjadi generasi emas Metro cemerlang (Gemerlang),” tandasnya.
(ADV)

Sekda Kota Metro Pastikan Anggaran FPN Telah Tersedia dan Sepenuhnya Dikelola Oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Masing-Masing

METRO, GSC. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo membantah tidak teralokasinya anggaran Festival Putri Nuban (FPN) dalam rangka peringatan hari jadi Kota Metro ke-87.

Bangkit menjelaskan, anggaran FPN telah tersedia dan sepenuhnya dikelola oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Dia membenarkan bahwa kegiatan pesta rakyat di Samber Park sepenuhnya dikelola pihak ketiga.

“Anggarannya sudah disiapkan di masing-masing dinas yang melaksanakan kegiatan. Tapi untuk anggaran yang di lapangan samber itu tidak kita anggarkan dengan harapan ada warga atau pengusaha yang mampu untuk mengelola lapangan samber,” kata dia saat dikonfirmasi awak Media diruang kerjanya, Rabu (5/6).

Dikatakanya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran dalam setiap rangkaian kegiatan FPN yang dikelola oleh sejumlah OPD seperti contohnya di Disdikbud Kota Metro, Pemkot telah menggelontorkan anggaran untuk tradisi kesenian.

“Pemerintah Kota Metro menganggarkan dalam rangkaian acara festival putri Nuban. Nanti pada tanggal 8 sampai dengan tanggal 12 akan diakomodir oleh dinas pendidikan dan kebudayaan. Di sana ada Festival Putri Nuban dengan menampilkan tradisi kesenian berbagai macam etnis,” jelasnya

Selain Disdikbud, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) telah digelontorkan anggaran untuk sejumlah rangkaian kegiatan FPN.

“Kemudian nanti tanggal 22 Juni akan diadakan pawai festival budaya yang dilaksanakan pada malam minggu, dan ini kita coba malam hari di bawah penanganan Disporapar, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada di Kota Metro,” paparnya.

“Ada dari tokoh adat yang nantinya akan ditampilkan melalui majelis penyimbang adat lampung. Kemudian ada juga dari masing-masing kecamatan dan kelurahan yang akan tampil dengan bercorak masing-masing keunggulannya. Nantinya juga ada komunitas komunitas yang ikut pawai pada tanggal 22 Juni,” tambahnya.

Bangkit menuturkan, anggaran yang tidak disediakan oleh pemerintah ialah rangkaian kegiatan pesta rakyat di Samber Park. Sehingga Pemkot menunjuk Event Organizer (EO) CV Sapusodo untuk mengelolanya.

“Tentunya dengan mempersiapkan panggung berikut alat-alat keseniannya kemudian ada tenda dan kursi yang mana ini yang dibantu oleh pihak penyelenggara yang sudah ditunjuk beberapa waktu lalu, dan sekarang sudah dipersiapkan,” ungkapnya.

“Kita tidak ada anggaran dan tidak menganggarkan di lapangan samber, tetapi acaranya kita siapkan. Dan bantuan dari pihak penyelenggara adalah lampu, alat musik, tenda, kursi serta semua sarana dan prasarananya,” imbuhnya.

Dia menerangkan kembali peran EO dalam mensukseskan rangkaian event FPN di Samber Park. Sekda berharap kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.

“Jadi kita tegaskan bahwa pemerintah sudah mengalokasikan anggaran pelaksanaan rangkaian kegiatan Festival Putri Nuban melalui OPD masing-masing, untuk besaran anggarannya ada di masing-masing dinas. Kemudian EO hanya bertanggungjawab untuk memfasilitasi penyelenggaraan di samber park,” bebernya.

“Harapan pak wali kota melalui sekertaris daerah agar acara tersebut bisa berjalan kondusif dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Kota Metro. Kemarin sudah ada pemberitaan yang menyampaikan bahwa perputaran ekonomi di situ sudah banyak, dan itu mendukung perekonomian di Kota Metro,” tandasnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan FPN dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Kota Metro. Ia juga mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat dan dunia usaha cukup tinggi dalam event di samber park.

“Saya sampaikan terkait apa yang menjadi perbincangan hari ini yang intinya adalah pemerintah Kota Metro sesuai dengan arahan bapak Wali Kota Metro, agenda gelaran hari jadi Kota Metro bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ucapnya.

“Di situ masyarakat bisa terlibat semua, hari ini di lapangan sudah ada beberapa partisipan yang mengisi mulai dari perguruan tinggi, Bank dan OPD serta masyarakat yang tergabung dalam usaha kuliner. Harapan pak wali adalah bisa terorganisir dengan baik, kondusif dan bisa dinikmati oleh seluruh warga Kota Metro,” sambungnya.
(ADV)

Translate »