Ketua DPRD Kota Metro Reses Tinjau Aspirasi Masyarakat

METRO, GSC. Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, menggelar agenda reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santun namun penuh semangat ini bertujuan, menampung berbagai keluhan warga yang nantinya akan diteruskan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai bahan penyusunan program prioritas.

Dalam reses tersebut, dua persoalan klasik kembali mendominasi keluhan masyarakat yakni, infrastruktur jalan yang rusak dan penanganan banjir yang belum maksimal. Warga menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan di lingkungan mereka masih dalam kondisi memprihatinkan, sementara sistem drainase yang buruk, dan kebiasaan membuang sampah sembarangan, kerap menyebabkan genangan air saat hujan deras.

“Semua yang disampaikan warga akan kami bawa ke pemerintah daerah. Ini menjadi masukan berharga untuk menyusun skala prioritas pembangunan ke depan,” ujar Ria Hartini. Selasa 12/5/2026.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal agar keluhan-keluhan tersebut tidak berhenti di meja rapat, tetapi benar-benar mendapat tindak lanjut yang nyata.

Meski optimistis, Ria Hartini juga secara blak-blakan menyampaikan kondisi riil keuangan daerah saat ini. Ia meminta masyarakat untuk bersabar karena Pemerintah Kota Metro tengah mengalami keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

“Kami mohon kesabaran masyarakat. Anggaran kita saat ini sangat terbatas karena adanya efisiensi dari pusat. Tapi kami akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengurai persoalan yang ada, sedikit demi sedikit,” jelasnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Ria Hartini berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD. Ia berharap, sinergi antara legislatif dan eksekutif tetap terjaga demi percepatan pembangunan Kota Metro.(ADV)

Hardiknas 2026 di Metro: 2.168 Guru Membatik Massal, Wali Kota Angkat “Iqro” dan “Nyeruit Jejamo”

METRO, GSC. Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Metro berlangsung meriah dan sarat makna. Bertempat di area terbuka yang dipadati ribuan pendidik, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, meluncurkan festival membatik shibori massal sekaligus mengenalkan tradisi makan bersama khas daerah, “Nyeruit Jejamo” .

Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, serta seluruh jajaran instansi vertikal ini menjadi simbol gerakan kolektif mewujudkan “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Momen paling spektakuler adalah ketika 2.168 guru se-Kota Metro serentak melakukan kegiatan membatik shibori. Ribuan tangan kreatif ini menorehkan warna di atas kain, menjadikannya sebagai bentuk dedikasi dan pengabdian tenaga pendidik.

Wali Kota Bambang Iman Santoso menekankan bahwa peringatan Hardiknas tidak boleh menjadi seremonial belaka. Ia mengajak seluruh guru untuk naik level: dari sekadar tenaga pengajar menjadi sosok penginspirasi.

“Festival membatik ini bukan sekadar membuat kain jadi indah. Ini simbol bahwa guru adalah ‘pewarna’ peradaban. Mereka membentuk karakter, menorehkan ilmu, dan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbudaya,” Kata Bambang.

Ia kemudian mengkaitkan dengan filosofi dalam Al-Qur’an, surat Al-Alaq ayat 1: Iqro bismirobbikalladzi kholaq. “Saya ingat ayat itu. Ini perpaduan antara membaca dan meyakini keyakinan kepada Sang Maha Kuasa. Ini sesuai dengan visi kita: Metro sebagai Kota Pendidikan, Kota Cerdas,” ujarnya.

Walikota memberikan perspektif menarik tentang makna “membaca”. Menurutnya, membaca tidak hanya terbatas pada teks buku, tetapi juga membaca alam semesta.

“Membaca bukan hanya membaca buku atau tulisan, tetapi juga membaca alam semesta. Itu membuat diri kita benar-benar bertambah pengetahuan,” paparnya.

Ia mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa moral hanya melahirkan keangkuhan, sementara kebaikan tanpa pengetahuan hanya melahirkan kebodohan. Maka, ia merumuskan cita-cita pendidikan: melahirkan generasi yang “pinter sing bener, bener sing pinter” (pintar yang benar, benar yang pintar).

“Yang kita harapkan adalah anak didik yang benar dan pintar. Bukan hanya benar tetapi tidak pintar, atau pintar tetapi tidak benar. Yang komplit: benar dan pintar, pintar dan benar,” tandasnya.

Uniknya, peringatan Hardiknas kali juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan tradisi “Nyeruit Jejamo” kepada khalayak luas. Tradisi makan bersama ini merupakan upaya membangun kebersamaan dan gotong royong, karakter yang ingin ditanamkan kepada peserta didik.

Peringatan Hardiknas di Metro menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dirayakan dalam warna, kebersamaan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. (ADV)

Puskesmas Surabaya Kecamatan Padang Ratu Memperkuat Peran Posyandu Sebagai Pelayanan Kesehatan Masyarakat

LAMPUNG TENGAH, GSC. Untuk memperkuat peran posyandu sebagai pelayanan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Seputih Surabaya mengadakan kegiatan Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Mendukung Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular(PTM) di posyandu.

Yang mana bertujuan untuk memperkuat kapasitas kader posyandu agar dapat melakukan deteksi dini kepada masyarakat terkait penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Melalui pelatihan ini, para kader mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai cara pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, serta pemahaman mengenai faktor risiko dan pencegahan PTM.

Kepala Puskesmas seputih Surabaya dr Indah Dwi Pratiwi pada sambutannya menyampaikan bahwa pemberdayaan kader kesehatan merupakan langkah strategis dalam mendukung upaya promotif dan preventif di tingkat masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kader kesehatan semakin berdaya dan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di wilayah masing-masing. Puskesmas seputih surabaya berkomitmen untuk terus mendampingi dan memperkuat jejaring posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas ungkapnya.
ADV.

dr Indah Dwi Pratiwi Bergerak Mengatasi Demam Berdarah Dengan Program Jumpa Besanmu

LAMPUNG TENGAH, GSC. Dalam rangka Pembinaan Kesehatannn dan Pengendalian Demam Berdarah (DBD), Kepala Puskesmas Surabaya, kecamatan Padang ratu, Kabupaten Lampung Tengah, dr Indah Dwi Pratiwi , bergerak mengatasi demam berdarah dengan program inovasi yang diberi nama Jumpa Besanmu.

Program InovasiJumpa Besanmu ini digagas dr Indah Dwi Pratiwi dengan tujuan memberikan pelayanan dan pengendalian penyakit menular, yang mana tujuan umumnya dapat menurunkan angka kesakitan penyakit demam berdarah diwilayah kerja puskesmas surabaya.

Disamping itu juga dr Indah Dwi Pratiwi, menegaskan bahayanya penyakit demam berdarah dapat menelan korban jiwa apa bila telat dalam penangananya, dr Indah juga mengatakan tujuann khusus program inovative Jumpa Besanmu ini mencakup 3 aspek.

A, Masyarakat membudayakan pemberantasan sarang nyamuk

B, Masyarakat bebas dari penyakit DBD.

C, Masyarakat aktiv dalam pencegahan penyakit DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk dilingkungan tempat tinggalnya.

Adapun sasaran kegiatan inovasi jumpa besan di atur pada hari jumat pagi melakukan pemberantasan sarang nyamuk yang mana meliputi semua kalangan masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas surabaya.

Penerapan dan pelaksanaan inovasi jumpa besanmu yang dilaksanakan meliputi,

1, Gotongroyong membersihkan lingkungan masing-masing atau lingkunngan sekitar.

2, Melaksanakan 3M ( Menguras, Menutup dan Mengubur)

3, Menaburkan bubuk abate pada genangan air yang sulit untuk dibersihkan atau dikuras.

Pada dasarnya dr Indah Dwi Pratiwi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit DBD di lingkungan kerja UPTD Puskesmas Surabaya.
ADV.

Plt) Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah, memimpin Rapat Pembahasan Program Kerja Tim Literasi Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026.

LAMPUNG TENGAH, GSC. Pelaksana Tugas (Plt) Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, memimpin Rapat Pembahasan Program Kerja Tim Literasi Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026 yang bertempat di Ruang Rapat Rumah Dinas Wakil Bupati Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (28/01/2026).

Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lampung Tengah sekaligus Pembina Literasi, Candra Puasati, Ketua Harian Bambang Setiawan, Wakil Ketua Harian Prima Astuti, Sekretaris Ina Murata, serta seluruh jajaran Pengurus Tim Literasi Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam sambutannya, Plt Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Tim Literasi yang telah hadir untuk bersama-sama membahas dan menyusun program kerja tahun 2026. Lebih lanjut, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri menegaskan bahwa keberadaan Tim Literasi diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam memotivasi serta meningkatkan minat baca siswa dan masyarakat secara luas.

Kita semua menginginkan dengan adanya Tim Literasi ini dapat memotivasi dan meningkatkan minat baca siswa serta minat baca masyarakat. Kita mengetahui bahwa membaca adalah jendela untuk melihat dunia. Dengan membaca, kita dapat menambah pengetahuan, wawasan, dan informasi, baik melalui media cetak maupun digital, sehingga literasi digital juga perlu terus kita tingkatkan,” tambahnya.

Ia juga berharap agar program kerja yang telah disusun nantinya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan budaya literasi di Kabupaten Lampung Tengah.

Saya berharap dengan tersusunnya program kerja Tim Literasi ini dapat kita laksanakan secara optimal sehingga tujuan dan harapan kita bersama dapat tercapai. Selain itu, saya juga mengajak seluruh Tim Literasi untuk senantiasa menjaga kekompakan dan kebersamaan. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam berorganisasi, namun komunikasi dan koordinasi harus tetap kita jaga,” pungkasnya.

Melalui rapat ini, diharapkan Tim Literasi Kabupaten Lampung Tengah dapat menjadi wadah yang bermanfaat dan berkelanjutan dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi di tengah masyarakat.
ADV.

Ketua Perwosi Lampung Tengah Pimpin Rapat Program Kerja 2026.

LAMPUNG TENGAH, GSC. Ketua Umum Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, memimpin Rapat Pembahasan Program Kerja Pengurus Perwosi Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Rumah Dinas Wakil Bupati Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (28/01/2026).

Rapat ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lampung Tengah yang juga Penasehat Perwosi Candra Puasati, Ketua Harian Perwosi Sri Nuryana, Sekretaris Perwosi Ari Puspa Dewi, serta seluruh jajaran Pengurus Perwosi Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Perwosi Kabupaten Lampung Tengah Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam pembahasan program kerja Perwosi Tahun 2026. Lebih lanjut, ia berharap setiap bidang di Perwosi mampu menyusun program-program unggulan yang dapat meningkatkan mutu olahraga wanita di Kabupaten Lampung Tengah. Menurutnya, keberadaan Perwosi diharapkan tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, tetapi juga mampu memotivasi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk hidup sehat dan aktif.

Kita semua menginginkan Perwosi ini dapat menjadi wadah yang memotivasi dan meningkatkan kesehatan serta kesegaran jasmani. Selain itu, Perwosi juga diharapkan memberikan manfaat yang luas dalam peningkatan kualitas SDM, prestasi olahraga, serta meningkatkan peran wanita dalam bidang olahraga,” tambahnya.

Ni Ketut Dewi Nadi juga menekankan pentingnya pelaksanaan program kerja yang telah disusun agar dapat berjalan secara optimal dan mencapai tujuan bersama. Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan, kebersamaan, serta menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dalam menjalankan roda organisasi.

Saya berharap dengan tersusunnya program kerja Perwosi ini dapat kita laksanakan sebaik-baiknya. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam berorganisasi, namun yang terpenting adalah bagaimana kita terus berkomunikasi dan berkoordinasi demi kemajuan Perwosi,” pungkasnya.

Melalui rapat ini, diharapkan Program Kerja Perwosi Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026 dapat menjadi landasan strategis dalam pengembangan olahraga wanita serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Lampung Tengah.
ADV.

Pasca Pengukuhan, DPC PMKM Prima Lampung Tengah Bahas Program Kerja 2026.

LAMPUNG TENGAH, GSC. Setelah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKM Prima Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri bersama jajaran pengurus langsung menggelar Rapat Pembahasan Program Kerja Tahun 2026. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Beguwai Jejamo Wawai (BJW), Komplek Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah, Kamis (29/01/2026).

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan serta menyelaraskan program kerja DPC PMKM Prima Kabupaten Lampung Tengah ke depan, khususnya dalam upaya penguatan peran pengusaha mikro, kecil, dan menengah (PMKM) agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Kegiatan rapat dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lampung Tengah Candra Puasati, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Lampung Tengah Sri Wahyuningsih, serta seluruh jajaran pengurus DPC PMKM Prima Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam arahannya, Ketua DPC PMKM Prima Kabupaten Lampung Tengah Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri menekankan pentingnya sinergi antar pengurus serta kolaborasi dengan perangkat daerah terkait agar program kerja yang disusun dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi para pelaku PMKM di Lampung Tengah.

Ia juga berharap melalui rapat ini, DPC PMKM Prima mampu menghasilkan program-program strategis yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Rapat berlangsung dengan lancar dan diisi dengan diskusi aktif serta masukan dari seluruh peserta guna menyempurnakan rencana program kerja DPC PMKM Prima Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026.
ADV.

Plt. Bupati I Komang Koheri Resmi Mengukuhkan Pengurus DPC APJI Lampung Tengah.

LAMPUNG TENGAH, GSC. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Lampung Tengah I Komang Koheri, secara resmi mengukuhkan Ni Ketut Dewi Nadi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kabupaten Lampung Tengah beserta jajaran pengurus Periode 2026–2031. Kegiatan pengukuhan tersebut berlangsung di Ruang Beguwai Jejamo Wawai (BJW), Komplek Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah, Kamis (29/01/2026).

Pengukuhan ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lampung Tengah Candra Puasati, DPD APJI Provinsi Lampung, Plt Kepala Dinas PMPTSP Sri Wahyuningsih, Kepala Dinas Perindustrian Veny Libriyanto, Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Josi Harnos, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Yos Devera, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga M. Abdi Hans, Kepala Dinas PP & PA Nuliana, Plt Kaban Kesbangpol Muhammad Arnez, Ketua Forum Camat Lampung Tengah Dahrif Ansori, serta undangan terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPC APJI Kabupaten Lampung Tengah Ni Ketut Dewi Nadi menyampaikan harapan besar agar APJI dapat menjadi organisasi yang mampu menjembatani dan memajukan para pengusaha jasaboga di Kabupaten Lampung Tengah.
“APJI diharapkan dapat menaungi dan memberdayakan para pelaku usaha jasaboga, baik industri rumahan, rumah makan, gerai makanan, katering, produksi kue, dan usaha sejenis lainnya. Selain itu, APJI juga diharapkan mampu memberikan fasilitas pendampingan, termasuk konsultasi hukum dan kebutuhan lain yang dibutuhkan oleh para pengusaha,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ni Ketut Dewi Nadi juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Daerah serta masyarakat agar APJI terus maju dan berkembang di Kabupaten Lampung Tengah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin APJI. Mari kita bergandeng tangan dan bekerja bersama, karena tidak ada yang sulit jika kita solid,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri dalam sambutannya menegaskan bahwa Asosiasi Pengusaha Jasaboga merupakan organisasi profesi yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, keberadaan para pelaku usaha jasaboga tidak hanya berkontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal, tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung berbagai kegiatan pemerintahan, sosial, keagamaan, dan budaya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menyadari sepenuhnya bahwa kemajuan sektor usaha, termasuk jasaboga, memerlukan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif, kompetitif, serta berorientasi pada peningkatan pelayanan dan keamanan kualitas pangan,” ujar Plt Bupati.

Plt Bupati juga berharap DPC APJI Kabupaten Lampung Tengah dapat menjadi wadah komunikasi, pembinaan, dan pengembangan kapasitas para anggotanya, serta mampu menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Daerah dalam rangka mendukung program pembangunan kemandirian dan memperkuat ekonomi masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah.
ADV.

Pemkab Lampung Tengah Gelar Rakor Pra-Musrenbang Tematik Stunting 2026

LAMPUNG TENGAH, GSC. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah menggelar rakor Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) Tematik Stunting, Jum,at (30/1/2026). Yang berlangsung diruang BJW komplek rumah Dinas Bupati Lampung Tengah.

Pemkab Lampung Tengah Gelar Rakor Pra-Musrenbang Tematik Stunting 2026.
Dipost Oleh: Admin – 30 Januari 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah menggelar rakor Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) Tematik Stunting, Jum,at (30/1/2026). Yang berlangsung diruang BJW komplek rumah Dinas Bupati Lampung Tengah.

Kegiatan Pra-Musrenbang Tematik Stunting dibuka secara resmi oleh Asisten pemerintahan dan kesra Candra Puasati. Yang dihadiri oleh Kepala Perangkat Daerah Camat se-Lampung Tengah dan Dinas terkait.

Dalam berbagai hal, Candra Puasati menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan usulan program pembangunan. Serta memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lampung Tengah.

Melalui Pra-Musrenbang ini, diharapkan dapat dirumuskan usulan program dan kegiatan yang tepat sasaran, terintegrasi dan berkelanjutan. Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi antara Pemerintah, Tenaga Kesehatan, Desa dan Masyarakat agar intervensi yang dilakukan benar-benar efektif,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, pembahasan berbagai permasalahan di lapangan, serta penyusunan rencana tindak lanjut program penanganan stunting 20 lokus di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2026.

Melalui kegiatan ini diharapkan program-program yang disepakati dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Lampung Tengah.
ADV.

Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Bakti Sosial Disabilitas Mental di Ponpes Jolo Sutro.

LAMPUNG TENGAH, GSC. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menghadiri kegiatan bhakti sosial bagi penyandang disabilitas mental yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Jolo Sutro, Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, pada Jum’at (30/1/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah Ari Nugraha Mukti, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Lampung Tengah Indra Gandi, perwakilan Baznas Lampung Tengah, serta Camat Terbanggi Besar.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati I Komang Koheri menyampaikan bahwa kegiatan bhakti sosial ini akan menjadi program rutin Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah sebagai bentuk kehadiran nyata pemerintah dan negara di tengah masyarakat, khususnya bagi warga penyandang disabilitas mental.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab pemerintah agar kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas mental. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu pondok pesantren dalam mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Plt. Bupati.

Melalui kegiatan bhakti sosial ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam memberikan perhatian, perlindungan, serta pendampingan yang berkelanjutan bagi penyandang disabilitas mental.
ADV.

Translate »