Silfia Naharani Pendidikan Usia Dini Sebagai Pijakan Awal Bagi Anak

METRO, GSC. Bunda PAUD Kota Metro, Silfia Naharani memaparkan urgensi pendidikan usia dini bagi anak-anak, sebagai pijakan awal bagi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan, selaras dengan visi Kota Metro, “Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya”.

Menurut Silfia, pendidikan usia dini adalah langkah awal bagi anak dalam dunia pendidikan dan titik awal perjalanannya kelak, dalam berkembang dan berperan di masyarakat, bangsa, negara, dan juga dunia.

“Sebagai pijakan pertama, pengalaman belajar anak di PAUD menjadi sangat penting dikarenakan segala aspek pembelajaran yang didapat akan sangat mudah diserap dan diterapkan dalam sifat dan kebiasaan para anak-anak kita, sehingga kita sebagai orang tua dan pendidik harus dapat memberikan upaya terbaik dalam proses tersebut,” kata Silfia dalam kegiatan sosialisasi “Ayo Sekolah” bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro, di aula Kecamatan Metro Timur, Selasa, 21/11/2023.

Silfia juga menyampaikan, peran orang tua sangat besar dalam proses pendidikan anak dan kemitraan satuan PAUD dengan wali murid, adalah kunci terciptanya kesinambungan dalam kegiatan bermain dan penanaman nilai pendidikan yang dikenalkan.

Dia menyebut program Ayo Sekolah merupakan yang pertama di Provinsi Lampung, bahkan di Indonesia. Hal itu dilakukan dengan harapan, tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan baik.

“Program ini dilakukan, bagaimana kita mengajak anak-anak yang sudah saatnya mengenal sekolah, terutama PAUD sudah harus keluar dari gendongan ibunya, kemudian, dikenalkan ke lingkungan PAUD. Karena di sana mengajari mereka untuk tumbuh kembangnya, terutama perkembangan anak, motorik dan sensorik nya harus dibantu dan pasti kalau di PAUD itu guru-gurunya juga sudah terlatih dengan baik, harapannya anak-anak juga tumbuh kembangnya maksimal,” jelasnya.

“Jika repot, ya itu harus disadari oleh orang tua, karena ini investasi yang luar biasa. Kan berharapnya anak lebih baik dari mereka,” lanjutnya.

Masyarakat diimbau untuk menyadari dan peduli terhadap urgensi pendidikan anak di usia dini, ketimbang mengurungkannya dengan pertimbangan biaya. Menurut Silfia, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Metro tengah menggodok persoalan tersebut, guna menemukan titik terang.

“Jadi, sekarang saatnya berubah. Mindset orang tua harus berubah, apalagi di Pemkot Metro mengajak anak-anak sekolah. Untuk biaya dan sebaginya sedang diobservasi, dan kita data, penyebab orang tua tidak mau memasukkan anaknya ke PAUD, apakah karena kurang biaya atau memang ada faktor lain,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Metro, Suwandi mengajak masyarakat di Bumi Sai Wawai sebagai orang tua, agar lebih mementingkan pendidikan anak di selah kesibukan masing-masing. Pemerintah juga bakal mengupayakan operasional pendidikan usia dini bagi orang tua yang kurang mampu.

“Pendidikan usia dini harus disadari oleh orang tua, karena pada saat usia 3 sampai 6 tahun merupakan masa emas, seperti motorik, sensorik dan sosialisasi kepada sesamanya, sehingga mempengaruhi tumbuh kembangnya,” tandasnya.
(ADV)

Disporapar Kota Metro Sucses Lakukan Kegiatan Metro Sport Tourism Untuk Yang ke-3 Kalinya

METRO, GSC. Masyarakat Kota Metro sangat antusias mengikuti Kegiatan Metro Sport Tourism (MST) di Lapangan Iringmulyo Kecamatan Metro Timur Kota Metro, Minggu (19/11/2023).

Kegiatan yang dilakukaan ketiga kali ini sukses dilakukan Dinas Kepemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro. Berbagai kegiatan mulai dari senam sehat, pentas seni, cek kesehatan, perlombaan dan juga pengembangan UMKM semuanya terlihat berjalan dengan baik.

MST ini merupakan salah satu upaya Pemkot Metro untuk meningkatkan perekonomian warga lewat sektor olahraga maupun pariwisata.

“Iya dalam kegiatan MST ini banyak yang ditampilkan seperti olarhaga, budaya dan lainya. Jadi melalui kegiatan ini salah satu bukti bahwa pembangunan di Metro ini bukan hanya infrastruktur, perekonomian, tetapi juga SDM, budaya dan pariwisata,” kata Wahdi usai pembukaan.

Ia menjelaskan, dalam MST ini banyak yang ditampilkan kesenian tradisional, pengenalan produk UMKM lokal, pengecekan kesehatan gratis dan layanan Disdukcapil juga ikut serta meriahkan kegiatan MST tersebut. Selain itu beberapa olahraga tradisional dan olahraga umum juga masuk dalam kegiatan ini.

Sementaara itu, kegiatan MST ini kali ketiga dilakukan Pemerintah Kota Metro, terlihat untuk partisipasi masyarakatnya sangat bagus. Dimana sudah terlihat di kecamatan menampilkan keunggulan masing-masing baik dari produk lokalnya dan seni budaya yang ada di kecamatan tersebut.

”Kecamatan masing-masing bisa menujukan keunggulanya masing-masing. Kegiatan ini juga salah satu upaya promosi dan mengenlakan Kota Metro di kanca Nasional,” ucapnya.

Ia mengimbau camat, lurah maupun OPD untuk memberikan dukungan dalam pelaksanaan MST ini. Sebab, kegiatan ini memiliki banyak manfaat untuk masyarakat dimana salah satunya yakni peningkatan ekonomi.

“Lurah juga harus dukung penuh, kemudian yang lain juga. Kalau tidak nanti kena potong TPP-nya. Karena kegiatan ini untuk masyarakat dan kita adalah pelayan masyarakat. Jadi kalau ada yang tidak terlibat potong saja TPP-nya,” tandasnya.

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Dinas Disporapar Tri Hendriyanto mengucapkan banyak terimakasih kepada semuanya yang terlibat di dalam kegiatan MST.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada semua tim, mudah-mudahan di kegiatan yang sama nanti di kecamatan lainya bisa kembali meriah seperti ini,” pungkasnya.
(ADV)

282 Pelajar Jenjang SD/MI dan 157 Pelajar SMP/ MTs Kota Metro Meriahkan Pentas Jama- Pai

METRO, GSC. Sebanyak 438 peserta didik tingkat SD dan SMP di Bumi Sai Wawai mengikuti Pentas Jama-Pai yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Metro.

Data yang dihimpun Lampung Post, pada pagelaran tersebut diikuti oleh 282 pelajar jenjang SD/MI dan 157 peserta jenjang SMP/MTS.

Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengatakan, para Pentas Jama-Pai ini mengedepankan pendidikan agama Islam yang konteksnya bisa menjaring potensi yang dimiliki oleh para siswa-siswi dalam penguasa Tartil Quran, pidato dakwah, cerdas cermat dan lainnya.

“Tentu, ini juga merupakan investasi besar dalam membangun sumber daya manusia (SDM) dengan menggali potensi yang dimiliki sejak dini,” kata dia, Jumat, 17 November 2023.

Kegiatan yang berlangsung di GSG SMP Negeri 1 Metro tersebut diharapkan bisa menjadi agenda tahunan dalam menjaring pelajaran berprestasi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro, Suwandi mengatakan, ada empat perlombaan yang digelar pada Pentas Jama-Pai tahun ini.

“Tahun ini masih empat perlombaan, tapi tidak menutup kemungkinan di tahun kedepan bisa ditambah lagi perlombaannya. Supaya dapat memberikan kesempatan dan membuka potensi lain yang dimiliki,” kata dia.

“Pada Pentas Jama-Pai ini juga telah diikuti oleh beberapa pondok pesantren, yang kita ketahui saat ini pondok pesantren sudah menerapkan pendidikan formal semua. Jadi, bisa ikut lomba,” pungkasnya.
(ADV)

Walikota Metro Melantik 24 Pejabat Administrator, 54 Pengawas dan 11 Pejabat Fungsional

METRO, GSC. Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin melantik 89 aparatur sipil negara (ASN) yang terdiri dari 24 pejabat administrator, 54 pengawas dan 11 pejabat fungsional di Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai, Jumat.

Wahdi mengatakan, pelantikan ini merupakan bagian dari pola pembinaan karir ASN sekaligus meningkatan kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan juga pejabat yang baru saja dilantik.

“Ini merupakan kebutuhan organisasi, sekaligus penyegaran. Selain itu, pelantikan ini untuk pembinaan karir ASN dan untuk meningkatkan kinerja Pemkot Metro,” kata dia usai pelantikan.

Dikatakanya, pelantikan ini dilaksanakan dengan tetap mengacu pada evaluasi kinerja para pejabat tersebut serta didasarkan pada kebutuhan organisasi untuk menjawab berbagai tantangan kedepan.

“Tentu dalam melakukan penempatan ini kami juga perlu beberapa pertimbangan. Karena kami takut salah dalam menempatkan pejabat. Dan tentu pimpinan juga akan memantau kinerja,” ucapnya.

Wahdi berpesan kepada ASN yang baru saja dilantik untuk meningkatkan kinerja, kompetensi, menjaga harmonisasi dan juga memahami tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).

“Kemudian kreativitas dan inovasi bapak dan ibu sekalian yang kita butuhkan. Jadi bekerjalah dengan baik, kompetensi ditingkatkan dan jaga loyalitas,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini masih banyak pekerjaan yang pelru dilakukan pemerintah maupun di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Apalagi, kedepan teknologi semakin akan semakin berkembang.

“Karena itu dalam bekerja harus adaptif, karena teknologi juga semakin berkembang. Yang saya ingin tekankan yaitu terbentuknya ASN berakhlak, yang mana didalamnya adab akuntability, ability, kompetensi dan adaptif,” tandas nya.
(ADV)

Sebanyak 151 Penghargaan Diraih Pemkot Metro Sejak 2021 Hingga 2023

METRO, GSC. Sejak kepemimpinan Wali Kota Wahdi Siradjuddin, Kota Metro telah menorehkan banyak prestasi baik ditingkat daerah, provinsi maupun nasional. Terhitung, sejak tahun 2021 sampai 2023 kota berjuluk Bumi Sai Wawai ini sudah mendapatkan total 151 penghargaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Metro, Subehi mengatakan, tiga tahun era kepemimpinan Wali Kota Wahdi, Metro berhasil memboyong berbagai macam penghargaan. Dimana, mayoritas penghargaan tersebut berasal dari bidang kesehatan.

“Ya, jadi selama Pak Wahdi menjadi Wali Kota Metro, dari 2021 sampai November 2023 ini itu banyak sekali penghargaan yang diraih ya. Jumlah seluruhnya itu kurang lebih 151 penghargaan, baik di tingkat nasional pun daerah. Dari itu semua, bidang kesehatan jadi salah satu bidang yang mendominasi capaian tersebut,” kata Subehi, Selasa (14/11).

Ia menjelaskan, sesuai arahan Wali Kota Wahdi, kendati sudah meraih banyak prestasi, peningkatan kinerja maupun inovasi akan terus dilakukan oleh pemerintah. Ini, tentunya untuk kemajuan Bumi Sai Wawai yang lebih baik yang tentunya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Semua penghargaan itu masuk dalam database Dinas Kominfo juga. Yang jelas, kita sama-sama berharap untuk kemajuan daerah yang lebih baik ya. Mengutip kalimat Pak Wali, prestasi itu jangan dijadikan alasan untuk berpuas diri, tapi untuk dijadikan tolak ukur melakukan inovasi yang lebih baik lagi,” tukasnya.

Berdasarkan dari Diskominfo, tercatat pada tahun 2021 Metro meraih sebanyak 38 penghargaan, 20 diantaranya tingkat nasional, 18 di tingkat provinsi.

Kemudian, dibidang kesehatan, Bumi Sai Wawai berhasil memboyong sembilan penghargaan tingkat nasional, antara lain Penghargaan Pencapaian Realisasi Tertinggi APBD dan Penanganan Covid-19 dari Kemendagri pada Agustus 2021.

Lalu, penghargaan atas terrcapainya Universal Health Coverage (UHC) dengan Persentase Kepesertaan JKN di Atas 95 persen BPJS Kesehatan, penghargaan sebagai Kepala Daerah Terbaik se-Lampung Dalam Strategi dan Tata Kelola Pandemi Covid-19 dalam PPKM Mikro dan Capaian Vaksin Tertinggi dari Kapolri.

Selanjutnya, enam penghargaan dari Kemenkes RI pada Oktober dan November 2021 untuk dua Penghargaan STBM Berkelanjutan dan empat Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Dokter, Ahli Teknologi Lab Medik, Bidan dan Perawat atas nama dr Ria Putriono, Surtini, Trimawati dan Andini Atmini.

Untuk tingkat Provinsi Lampung, Metro meraih empat penghargaan bidang kesehatan, yakni empat Juara I Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Dokter, Ahli Teknologi Lab Medik, Bidan dan Perawat atas nama dr Ria Putriono, Surtini, Trimawati dan Andini Atmini yang diberikan oleh Dinkes Provinsi Lampung.

Pada tahun 2022, Metro meraih 56 penghargaan dimana 16 untuk tingkat nasional dan 40 di tingkat Provinsi Lampung. Dibidang kesehatan, Bumi Sai Wawai berhasil memboyong lima penghargaan tingkat nasional, antara lain Penghargaan Kepada Wali Kota Metro Sebagai Kepala Daerah Pembina BLUD dalam BMUD Rumah Sakit Award dari Kemendagri.

Serta empat penghargaan dari Kemenkes RI yakni Deklarasi 5 pilar STBM, lalu Penghargaan STBM dalam Penerapan 5 Pilar Sebagai Kabupaten/Kota Penerapan 5 Pilar STBM pada Upaya Percepatan Implementasi 5 Pilar STBM.

Kemudian, penghargaan STBM Berkelanjutan pada Upaya Mobilisasi Masyarakat untuk Terlibat Dalam Mempertahankan Layanan Sanitasi Berbasis Masyarakat Berkelanjutan dan juga oenghargaan STBM Berkelanjutan sebagai kabupaten/kota Terbaik Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Berkelanjutan Kategori Supply Creation pada Upaya Inovasi Mempertahankan Kondisi SBS dan Pengembangan 5 Pilar STBM.

Ditahun yang sama, pada bidang kesehatan Kota Metro raih 10 penghargaan tingkat Provinsi Lampung, yakni penghargaan kepada Wali Kota Metro sebagai Kepala Daerah Berprestasi Dalam Inovasi Bidang Kesehatan di Provinsi Lampung, UBL Award Bidang Penggerak Kesehatan Keluarga.

Selain itu, sembilan penghargaan dari Dinkes Provinsi Lampung, yakni Penilaian kapasitas Sistem Informasi Kesehatan (SIK) dan delapan penghargaan untuk Juara I Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Bidan Rumah Sakit Pemerintah Daerah untuk Dianawati, Juara I Kesehatan Lingkungan kepada Nurvita, Juara II ATLM untuk Kanti Rahayu, Juara II Ahli Gizi kepada Dewi Nurhayu, Juara I Dokter Gigi atas nama dr Herman Fadli Harahap, Juara II Dokter Umum untuk dr Finalita Wulandari, Juara I Rumah Sakit Pemerintah Daerah pada Nurdiyanto dan juga Juara I Kefarmasian atas nama Meria Susi.

Terakhir, sampai dengan 25 Oktober 2023, Metro meraih sebanyak 47 penghargaan, 25 untuk tingkat nasional dan 22 di tingkat Provinsi Lampung. Di bidang kesehatan, Bumi Sai Wawai berhasil memboyong 4 penghargaan tingkat nasional, antara lain, diraihnya Akreditasi Paripurna RSUD Ahmad Yani, dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan penghargaan sebagai Kota Bebas Frambusia dari Kemenkes RI.

Kemudian, Penghargaan UHC dari BPJS Kesehatan
dan Kemendagri, serta Penghargaan Daerah Pilot Project Implementasi Dashboard e-Monev Kawasan Tanpa Rokok (E-KTR) dari Kemenkes RI.

Selanjutnya, bidang kesehatan kembali meraih enam penghargaan di tingkat Provinsi Lampung pada 2023, antara lain terbaik II pada kategori Kabupaten/Kota dengan Pencapaian Percepatan Penurunan Stunting dengan tingkat Penurunan Prevalensi Stunting Tertinggi Berdasarkan SSGI 2022
dari BKKBN Perwakilan Provinsi Lampung.

Penghargaan Siger Stunting Kategori Utama dari Pemprov Lampung. Lalu, Terbaik III Pendampingan Keluarga Beresiko Stunting se-Provinsi Lampung dalam Sukseskan Program Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Lampung dari BKKBN Perwakilan Provinsi Lampung. Serta Terbaik II Pelaksanaan Audit Kasus Stunting (AKS) Semester I dari BKKBN Perwakilan Provinsi Lampung.

Penghargaan Sebagai Kabupaten/Kota Terbaik Capaian Implementasi KTR dari Dinkes Lampung, serta penghargaan atas diraihnya status Kota Metro sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Lampung yang mencapai 100 persen capaian indikator posyandu aktif, dari Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI.
(ADV)

Pemkot Metro Berhasil Memboyong 18 Penghargaan Tingkat Provinsi Lampung dan 20 Penghargaan Untuk Tingkat Nasional Sepanjang Tahun 2021

METRO, GSC. Sepanjang 2021, Kota Metro berhasil mendapatkan total sebanyak 38 penghargaan di tingkat Nasional dan daerah Provinsi Lampung. Masa itu merupakan tahun awal kepemimpinan Wahdi Siradjuddin sebagai kepala daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Metro, Subehi mengonfirmasi hal tersebut. Menurut dia, begitu banyak potensi Bumi Sai Wawai yang bisa dieksplorasi jika dikelola dengan baik.

“Jadi, di tahun pertama Pak Wali Kota Wahdi ini, 7l. Tentu potensi-potensi itu akan optimal, di bawah tata kelola dan manajemen yang baik ya,” kata Subehi saat dikonfirmasi, Senin, 13/11/2023.

“Seperti halnya Pak Wali Kota. Tentu kita semua berharap yang terbaik, berupaya mengembangkan potensi-potensi daerah supaya bisa lebih baik lagi ya,” tukasnya.

Dihimpun dari data Dinas Kominfo Kota Metro, di tingkat nasional, Kota Metro tercatat memboyong sebanyak 20 penghargaan, yakni 1 penghargaan dari BKKBN RI pada Februari 2021 untuk Juara II Tingkat Nasional Lomba Covering Jingle BKKBN “Berencana itu Keren”. Kemudian, 1 penghargaan dari BKKBN RI pada Juli 2021 untuk Nominasi 10 besar, Hari Puncak Penghargaan Lomba Video TikTok “Ajang Kespro Kawula Muda” Tingkat Nasional.

Lalu, satu penghargaan dari Kemendagri pada Agustus 2021 untuk Pencapaian realisasi tertinggi APBD dan penanganan covid-19 dan satu Piagam Penghargaan Unit Kerja Pelayanan Publik Berprestasi Madya Tingkat Nasional dalam
Lomba Abdi Bhakti Tani Tingkat Nasional
Kementerian Pertanian RI, September 2021.

Dua penghargaan dari Kemenag RI pada Oktober 2021 untuk Juara 3 Tahfidzil Qur’an 1 Juz Putra dan Peringkat 9 Tilawah Anak-anak Putri dalam rangka Seleksi Tilawatil Qur’an Ke-26 Tingkat Nasional Tahun 2021.

Kemudian, 6 penghargaan dari Kemenkes RI pada Oktober dan November 2021, Penghargaan STBM Berkelanjutan 2021, Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Dokter atas nama Dokter Ria Putriono, Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Ahli Teknologi Lab Medic atas nama Surtini, Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Bidan atas nama Trimawati dan Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Perawat atas nama Andin Atmini.

Sebanyak 2 penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, November 2021 yakni Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Peringkat Madya dan Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Pratama.

Pada Desember 2021, Kota Metro raih Penghargaan atas tercapainya UHC dengan persentase kepesertaan JKN di atas 95% dari BPJS Kesehatan. Penghargaan sebagai Kepala Daerah Terbaik se-Lampung, dalam Strategi dan Tata Kelola Pandemi Covid-19 dalam PPKM Mikro dan Capaian Vaksin Tertinggi dari Kapolri dan Penghargaan atas Prestasi sebagai Unit Kerja Pelayanan Berpredikat Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kemenpan-RB.

Juga penghargaan sebagai Pelopor Perubahan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Lingkungan Pemerintah Kota Metro, dalam hal ini untuk Maria Fitri Jayasinga, dari Kemenpan-RB pada Desember 2021.

Serta penghargaan untu Juara Favorite Lomba Puskeswan Tingkat Nasional
dari Kementerian Pertanian RI pada Desember 2021.

Sedangkan, di tingkat daerah Provinsi Lampung tercatat sebanyak 18 penghargaan untuk Bumi Sai Wawai yakni, 1 Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Terbaik Kota se-Provinsi Lampung, dan masuk nominasi tingkat nasional Perwakilan Provinsi Lampung tahun 2021, dari Bappeda Provinsi Lampung, Maret 2021.

Kemudian, 1 Penghargaan RPH Kota Metro sebagai Unit Usaha Rumah Potong Hewan (RUMINANSIA) bersertifikat RPHR-187204-006, dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, 2021 dan 1 Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi Terhadap Standar Pelayanan Publik, sesuai Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik dan Hasil Penilaian Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung Nomor B/555/PC.02-09/XII/2021 dari Wali Kota Metro. Penghargaan diterima dari Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, pada 2021.

Lalu, 2 medali dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung pada April dan Juli 2021, untuk Juara 2 dan 3, Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2021 dan 4 medali dari Dinkes Provinsi Lampung pada Juli 2021, untuk emapat Juara 1 Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Dokter, Ahli Teknologi Lab Medik, Bidan dan Perawat, atas nama dr Ria Putriono, Surtini, Trimawati dam Andini Atmini.

Juara 1 Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Provinsi Lampung, dalam rangka Hari Pangan se-Dunia ke-41, DKP3 Provinsi Lampung, Oktober 2021. Kemudian, 4 medali dari DPD LASQI Provinsi Lampung untuk Juara 3 Remaja Putra, Juara 3 Dewasa Putri, Juara Harapan 1 Grup Qasidah dan Juara 2 Dewasa Putra Bintang Vokalis Lomba LASQI tingkat Provinsi Lampung.

Serta 4 medali dari Pemprov Lampung pada November dan Desember 2021 untuk Juara 1 Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Lampung, Juara 1 Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Lampung yang kembali diraih Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan, Juara 2 Lomba Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Pondok Pesantren dan Peringkat 4 MTQ ke 48 tingkat Provinsi Lampung.
(ADV)

Pemkot Metro Gelar Jalan Sehat Ceria Sambut HKN ke-59 Tahun 2023

METRO, GSC. Peringati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 tahun 2023, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggelar berbagai kegiatan. Puncak acara berlangsung di depan Rumah Dinas Wali Kota Metro, Minggu, 12/11/2023.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, diketahui rangkaian acara dimulai dengan dilepasnya ratusan peserta Jalan Sehat Ceria oleh Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin yang didampingi Wakil Wali Kota Metro, Qomaru Zaman. Peserta kegiatan kesehatan itu diikuti oleh seluruh Nakes Rumah Sakit Pemerintah maupun Rumah Sakit Swasta, Puskesmas, Apotek, Klinik Kesehatan, Organisasi Profesi Kesehatan dan segenap masyarakat.

Kemudian, acara dilanjut dengan peninjauan pemeriksaan kesehatan Posbindu PTM oleh Puskesmas, donor darah oleh PMI Metro, serta layanan screening fungsi pendengaran anak TK/PAUD oleh Dokter Spesialis THT di TK Pertiwi Teladan dan lomba yel-yel HKN.

Wahdi Siradjuddin mengatakan, Kemenkes RI saat ini tengah melakukan transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada 6 pilar, untuk wujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, produktif dan berkeadilan.

“Enam pilar itu diantaranya yakni, Kemenkes terus berupaya mengintegrasi dan merevitalisasi pelayanan kesehatan primer, termasuk standar jaringan, standar layanan, serta digitalisasi sistem pelaporan. Integrasi pelayanan kesehatan akan terlihat mulai dari pelayanan di Puskesmas, hingga tingkat desa. Serta akan melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan swasta,” kata Wahdi.

“Kemudian, pilar ke 2, transformasi layanan rujukan yang bertujuan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat. Pada pilar ini, kita memperkuat sisi supply melalui peningkatan kapasitas infrastruktur dan kompetensi SDM dalam menyediakan layanan kesehatan, sehingga layanan rujukan tersedia dan dapat diakses di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota, salah satunya di Kota Metro ini, dan masih ada beberapa pilar lagi yang nanti akan dijabarkan,” lanjutnya.

Wahdi juga menjelaskan implementasi enam pilar tersebut diharap dapat mentransformasikan sistem kesehatan lndonesia dan juga dunia, yakni sistem kesehatan yang tangguh terhadap krisis kesehatan, termasuk pandemi.

Wali Kota Metro yang notabene merupakan dokter bergelar konsultan itu berharap, kegiatan seperti itu akan mampu menumbuhkan guyub gotong-royong antarnakes, serta meningkatkan kesadaran, pengetahuan, kewaspadaan tentang isu kesehatan dan mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.

“Adapun tujuan terselenggaranya kegiatan seperti ini tak lain juga untuk wadah silaturahmi antar-Fasyankes se-Kota Metro dan menumbuhkan semangat persatuan sesama tenaga kesehatan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada RS Swasta serta Organisasi Profesi Kesehatan yang telah berpartisipasi dalam menyehatkan masyarakat khususnya warga Kota Metro,” tukasnya.

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut, Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Wali Kota Metro, para Asisten Setda Kota Metro, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Metro, para Kepala Bagian Setda Kota Metro, Kepala BPJS Kota Metro, Direktur UPTD RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro, Direktur UPTD RSUD Sumbersari Bantul Metro, Direktur RS Swasta se-Kota Metro, Kepala UPTD Puskesmas se-Kota Metro, Ketua TP PKK Kota Metro, Ketua GOW Kota Metro, Ketua DWP Kota Metro, Ketua Organisasi Profesi se-Kota Metro, Pimpinan Klinik se-Kota Metro, Pimpinan Apotek se-Kota Metro, Pimpinan Toko Obat se-Kota Metro, Pimpinan Institusi Pendidikan Kesehatan se-Kota Metro dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kesehatan se-Kota Metro.
(ADV)

Pemkot Metro Telah Membentuk TPK Sebanyak Ratusan Tim Untuk Percepatan Penurunan Stunting di Kota Metro Tahun 2023

METRO, GSC. Rapat Koordinasi Penguatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Beresiko Stunting dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kota Metro tahun 2023 digelar di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, Selasa, 7/11/2023. Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin sebut sivitas akademika punya peran penting.

Menurut Wahdi, kampus merupakan tempatnya sivitas akademika, di mana dalam hal pencegahan stunting itu diperlukan peranan kaum akademisi sebagai salah satu subjek dari konsep multi pihak, atau pentahelix.

“Alasan khusus kenapa kegiatan hari ini dilaksanakan di kampus, karena salah satu tugas kampus itu bersama ya. Saya sampaikan dalam pentahelix nya ya begitu. Akademisi kan saya kira penting sekali dalam hal semacam ini,” kata Wahdi.

“Saya sampaikan tadi, karena ada guru besar di sini, ada doktor juga ya, kita posisikan di sini Tri Dharma Perguruan Tinggi-nya itu ya. Tri Dharma Perguruan Tinggi itu kan begitu, pendidikan, penelitian dan pengabdian,” lanjutnya.

Diketahui, dalam rangka mendukung upaya tercapainya percepatan penurunan angka prevalensi stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro telah membentuk TPK sebanyak ratusan tim, yang mana telah dikuatkan dengan terbitnya Surat Keputusan Wali Kota Metro Nomor : 184/KPTS/D.8/2022 tentang Penetapan Tim Pendamping Keluarga berisiko Stunting dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting.

TPK sendiri beranggotakan Bidan, Kader PKK dan Kader KB. Dalam hal ini, Pemkot Metro bersama lintas sektor terkait, senantiasa berkomitmen kuat dan memberikan perhatian serius terhadap isu tersebut, terutama agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

“Sama seperti kita mau menciptakan sesuatu, maka yang menciptakan itu harus baik. Kemudian juga fungsi yang ke dua menjaga wanita hamil. Jadi, saya kira kita ini punya paket lengkap ya dan memang itu sudah dikenal nasional. Misalnya Maternal Early Warning Score System atau MEWSS, yang saya buat itu, itu sudah bisa diambil di Playstore. Jadi, itu semua harus digunakan dengan baik oleh TPK,” papar Wahdi.

“Termasuk pencegahan stunting, karena itu kan proses ya. Tidak kemudian serta-merta terkena stunting, tidak. Itu mulai dari remaja, kemudian pernikahannya dulu, diberi edukasi bahwa nikah tepat waktu reproduksinya bagus, di waktu hamil dan saat proses persalinan itu dijaga dengan baik,” urainya.

Kepala Daerah yang notabenenya merupakan dokter bergelar konsultan itu menyebut, tujuan kegiatan itu diinisiasi merupakan suatu tindakan konkret sebagai wujud komitmen pemerintah, dalam upaya mengurangi angka prevalensi stunting di Bumi Sai Wawai.

“Tentu kita semua bertujuan untuk hal-hal yang baik, dalam hal ini menjaga stunting ya. Jadi, stunting itu adalah kejadian kronis yang terjadi akibat kurang gizi kronis. Pemkot Metro dalam hal pencegahan stunting ini akan terus secara konsisten tidak akan berhenti sampai Indonesia emas 2037,” tandasnya.
(ADV)

Ketua DPC GRANAT Metro Sosialisasikan Tentang Bahaya P4GN Kepada Pengurus DPACK Metro

METRO, GSC. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Granat Metro gelar sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) kepada Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dan Dewan Pimpinan Anak Cabang Khusus (DPACK) sekota Metro, Jum’at, 3 November 2023.

Ketua DPC Granat Kota Metro, Wahdi Siradjuddin mengatakan, harapannya dengan bekal pemahaman tentang P4GN bagi anggota Granat di DPAC-DPACK, kita dapat berguna bagi warga sekitar, terutama di tempat kita tinggal agar terhindar dari dampak buruk narkotika.

“Dengan berbekap pengetahuan P4GN, harapannya para anggota bisa lebih peka soal dampak bahaya narkotika di lingkungan sekitar dan memberi pemahaman pada generasi muda lainnya agar terhindar dari pengaruh narkotika,” kata Wahdi.

Wahdi juga mengatakan, bagi para peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini ke depannya mampu mengedukasi, minimal orang-orang di lingkaran keluarga dan saudara tentang bahaya narkotika.

“Dengan bekal tentang P4GN, harapannya peserta bisa mengimplementasikannya minimal dimulai dari orang-orang terdekat. Ya, dimulai dari pemahaman tentang bahaya narkotika,” tuturnya.

Wahdi menjelaskan, peredaran narkotika hari ini sangat masif, bahkan hingga pada hal-hal yang sulit terjangkau bagi orang tua dan keluarg.

“Banyak ditemui kasus penyebaran narkotika lewat jajanan anak-anak seperti permen. Hal itu sangat sulit terjangkau dari pantauan orang tua. Narkotika sangat mengancam sekali bagi masa depan anak. Maka paling tidak kita harus membuka mata lebar-lebar dan paling tidak bisa mengidentifikasi ciri-ciri pengguna narkoba, supaya kita tahu langkah apa yang harus diambil ketika ada orang dekat kita sudah terjangkit narkotika,” ujar Wahdi.

Saya tekankan, lanjut Wahdi, upaya antisipasi pencegahan tidak selesai hanya di lingkungan keluarga dan saudara, tapi membutuhkan jangkauan yang lebih luas, misal sekolahan.

“Maka saya tekankan bagi para guru di sekolah agar lebih cermat dalam memantau para siswanya. Bekal pengetahuan tentang P4GN perlu dipahami sebagai bentuk edukasi dan antisipasi penyebaran narkotika di lingkungan sekolah,” pungkas Wahdi.
(ADV)

Ikuti Raimuna Daerah IV 2023, Kwarcab Pramuka Kota Metro Kirim 96 Pramuka Penegak dan Pandega

METRO, GSC. Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro mengirimkan 96 anggota Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengikuti Raimuna Daerah IV tahun 2023 di Kota Bandarlampung.Keberangkatan kontingen Raimuna tersebut dilepas Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, Senin (31-10-2023).

Dalam sambutanya, Qomaru mengatakan, Gerakan Pramukan memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan mental dan karakter generasi muda, khsusnya di Kota Metro.

“Pramuka juga sebagai wadah memupuk persahabatan dan persaudaraan dan nilai-nilai kepedulian sosial kepada generasi muda sebagai penerus pembangunan bangsa,” kata Qomaru.

Dia berharap, melalui Raimuna Daerah, anggota Pramuka Kota Metro banyak mendapatkan pengetahuan sebagai bekal meningkatkan peran aktif dalam mendukung program pembangunan.

“Kegiatan ini juga akan menjadi pengalaman untuk kalian beradaptasi dengan masalah-masalah apa saja yang ada dan bisa menjadi bekal masa depan, juga peran aktif dalam mendukung program pembangunan,” terangnya.

Dia juga berpesan, kepada kontingen Raimuna tersebut agar selalu menjaga nama baik Kota Metro. “Jaga kekompakan, tanamakan semangat persaudaraan dan kebersamaan. Selalu nama jaga nama baik Kota Metro,” pintanya.

“Kepada pembina serta pendamping agar senantiasa mengawasi dan membina serta mengarahkan peserta kontingen untuk menjaga kedisiplinan dan mematuhi segala peraturan yan berlaku,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Suwandi mengatakan, Raimuna ini ada sarana edukasi bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega atau jejang SMA/Sederajat dan Mahasiswa.

“Kegiatan ini juga kita sesuaikan dengan kurikulum merdeka dalam rangka pembentukan karakter anak, profil pelajar Pancasila, dan semua kegiatan edukatif serta inovatif dan kreatif dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang lebih baik lagi,” terangnya.
(ADV)

Translate »