Hadirkan Kepala Kejaksaan Negeri, Pemkot Metro Menggelar Penyuluhan Hukum Terpadu

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggelar penyuluhan hukum terpadu, dengan menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Kegiatan ini dilakukan sebagai antisipasi kenakalan remaja, dan mengkampanyekan pencegahan kekerasan dilingkungan sekolah.

Penyuluhan hukum terpadu berisi materi seputar pemenuhan hak, dan kepastian hukum setiap masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi bentuk kekerasan, termasuk tindakan perundangan di lingkungan sekolah.

Walikota Metro Wahdi Siradjuddin menyampaikan, sosialisasi bertujuan memberikan kesadaran, dan pemahaman terkait sejumlah aturan dan sanksi.

“Terkait kenakalan remaja, kira sudah bekerjasama dengan forkopimda, untuk melakukan tindakan preventif, untuk menciptakan suasana kondusif di Kota Metro,” Kata Wahdi Siradjuddin, Kamis 21/9/2023.

Walikota Metro juga meminta masyarakat untuk melek hukum, dan mendukung tercapainya situasi Kamtibmas yang kondusif di lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah.

“Tujuan dari acara ini ya agar hak hak pelajar anak itu terpenuhi, anak itukan salah satu investasi masyarakat depan, jadi kita wajib memberikan hak dan perlindungan, serta kepastian hukum bagi mereka, dengan harapan Kota Metro ini, menjadi kota yang nyaman, kondusif dan jauh dari tindak kekerasan, terkhusus kepada anak anak.” Tandasnya.
(ADV)

Ketua Umum KONI Prov. Lampung Arinal Djunaidi Katakan Perlunya Kolaborasi Antara Pemerintah Daerah Dengan KONI, Untuk Meningkatkan Potensi dan Kualitas Atlet Yang Ada

METRO, GSC. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) Metro bersinergi mengembangkan potensi atlet berprestasi.

Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, sekaligus Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan, pengembangan potensi setiap daerah pada dasarnya berbeda-beda. Oleh sebab itu, perlu kolaborasi antara pemerintah daerah dengan KONI, untuk meningkatkan potensi dan kualitas atlet yang ada.

“Untuk meningkatkan kualitas atlet itu tergantung KONI Metro, tergantung Wali Kota dan tergantung Ketua DPRD nya. Kemampuan Ketua KONI Metro dalam mengajukan usulan agar Wali Kota bisa melihat kemampuan dia dari sisi anggaran,” kata Arinal, usai melantik Pengurus KONI Metro periode 2023-2026 di Wisma Haji Al Khairiyah, Jumat, 8/9/2023.

“Dengan segala keterbatasan, KONI dan pemerintah daerah harus lebih produktif dan mampu menjalankan tugas dengan efisien, serta tetap menunjukkan prestasi yang baik. Tidak mungkin semua cabang olahraga harus dijadikan juara, oleh karena itu lah pembinaan yang kami lakukan dari provinsi agar potensi-potensi yang sudah tumbuh di masing-masing kabupaten-kota dapat ditingkatkan pembinaannya,” sambungnya.

Arinal berharap, pemerintah daerah dapat memfasilitasi infrastruktur peningkatan pembinaan para atlet di kota setempat. Kendati demikian, lanjutnya, harus juga memperhatikan sumber daya manusia, dalam hal ini pelatihan guna meningkatkan kualitasnya.

Tempat yang sama, Ketua KONI Kota Metro, Ampian Bustami mengakui pihaknya mengalami kendala pendanaan, terkait peningkatan kualitas dan pembinaan atlet. Lebih lanjut, dia menyebut bahwa anggaran yang ada tidak dapat mengakomodir kebutuhan seluruh atlet di setiap cabang olahraga (cabor).

“Seluruh cabor kita ada 33, selama ini kita masalah pendanaan terkendala. Anggaran pembinaan untuk cabor itu, sesuai dengan prestasinya. Anggaran yang dikelola KONI saat ini Rp600 juta, dan itu masih sangat kurang, karena idealnya Rp2,5 miliar. Untuk itu, kami minta nanti usulan pada Pemerintah Daerah Kota Metro, termasuk DPRD agar kita dapat di-support,” bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Metro, Wahdi mengatakan, pihaknya bakal melakukan pembahasan lebih lanjut, soal usulan peningkatan anggaran pembinaan KONI Metro.

“Prosesnya ada, nanti akan dibahas di banggar. Itu harus dibahas dong bersama DPRD. Sesuai dengan kita, kan prestasinya juara 2 kemarin maka mudah-mudahan sesuai anggaran akan ditingkatkan, sumber daya manusia ya,” tandasnya.
(ADV)

Kota Metro Mendapatkan Penghargaan Nominasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2023

METRO, GSC. Walikota Metro dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG (K), menghadiri undangan Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2023 yang bertemakan “Memperkuat Sinergi dan Inovasi Untuk Stabilisasi Harga Menuju Ketahanan Pangan Nasional yang Berkelanjutan”. Berlangsung di istana Presiden, kamis (31/08/2023).

Kota Metro mendapatkan penghargaan nominasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/ Kota berkinerja terbaik kawasan Sumatera berdasarkan keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 304 Tahun 2023.

Ketercapaian ini diperoleh dari upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Metro dalam mengendalikan inflasi yaitu dengan melakukan operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor, bekerjasama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, dan melakukan kegiatan menanam.

Walikota Metro berterimakasih kepada seluruh stakeholder dan forkopimda yang telah bersama-sama menjaga inflasi di Kota Metro. “Terimakasih kepada semua pihak, organisasi perangkat daerah, forkopimda terutama TPID Kota Metro, yang telah berkolaborasi menjaga inflasi di Kota Metro,” kata Wahdi.

Bersama Bank Indonesia, Rakornas ini bertujuan untuk menguatkan sinergi dan inovasi pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah guna menjaga stabilitas harga agar tercapainya sasaran inflasi nasional.

Dalam laporan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa penurunan inflasi ini didapatkan dari adanya kegiatan pengendalian inflasi, yang disukseskan dengan menggerakkan Pemerintah Daerah untuk menekan gerakan pengendalian inflasi pangan.

“Gerakan ini menjadi salah satu kesuksesan kita dalam mengendalikan inflasi, kami sangat yakin tahun depan inflasi akan dapat dikendalikan, melalui kegiatan koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Daerah,” beber Perry.

Di kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sekaligus serta ketua tim pengendalian inflasi pusat menyampaikan, bahwa laju inflasi Indonesia yang terjaga merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara pemerintah, baik pusat daerah, dengan Bank Indonesia.

“Tercatat, inflasi domestik pada Juli 2023 berada pada tingkat 3,08 persen secara tahunan. Airlangga mengatakan, realisasi inflasi di 19 daerah berada di bawah tingkat inflasi nasional,” katanya.

Airlangga juga mengatakan pemerintah akan terus mengupayakan langkah pengendalian inflasi, terutama melalui empat kebijakan, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, yang juga disertai dengan kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.

“Pemerintah juga mengupayakan penguatan cadangan pangan, utamanya beras dan stabilisasi pasokan dan harga pangan. Adapun, pemerintah telah memberikan bantuan beras sejak Maret hingga Juni untuk 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dengan rincian 10 kg per KPM. Tentunya program ini akan dilanjutkan dan kami mohon arahan Presiden Joko Widodo,” katanya.

Diakhir acara Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa hanya di Indonesia penanganan inflasi dilakukan secara sistematis, tak hanya secara moneter lewat bank sentral tapi juga dengan kebijakan fiskal hingga pantauan di lapangan. Bahkan ia mengklaim hanya Indonesia yang memiliki tim pengendali inflasi.

“Pengendalian inflasi merupakan kunci dari ekonomi suatu negara. Sebab, percuma jika pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tapi inflasi tembus di atas 9 persen,” tegas Presiden.

Angka inflasi Indonesia jauh lebih rendah ketimbang sejumlah negara di dunia termasuk Argentina. Hal itu didukung oleh sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan inflasi.

“Inflasi sangat terkendali di angka 3,08 persen di Juli 2023, ini sebuah angka yang sangat baik sekali,” lanjut Jokowi.
(ADV)

Silfia Naharani Menyambangi Kediaman Seorang Pelajar Yang Nyaris Putus Sekolah

METRO, GSC. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Metro, Silfia Naharani menyambangi kediaman seorang pelajar yang nyaris putus sekolah, dan hanya tinggal bersama neneknya yang berstatus janda lansia di Jalan Sumbawa V, Kelurahan Ganjarasri, Kecamatan Metro Barat.

Silfia Naharani mengatakan, kedatangannya ke kediaman Ibu Ngatirah dan Panji Noviyanto itu bertujuan untuk mengetahui dengan pasti, bagaimana kondisi keduanya.

“Ya, jadi saya ke sini, bersama dengan Bu Ace Yuliawati, kami memastikan kondisinya, karena mereka ini dikabarkan belum pernah menerima bantuan dari pemerintah,” kata Silfia, Selasa, 29/8/2023.

Selain memastikan kondisi Ngatirah dan Panji secara langsung, Ketua TP-PKK Kota Metro juga memberikan bingkisan sebagai buah tangan.

Mengenai kondisi Ngatirah. Wanita berusia 70 tahun itu terlihat tampil sederhana, menyambut kedatangan isteri Wali Kota Metro dengan senyum simpul dan ekspresi wajah yang tampak begitu ramah. Meski statusnya sudah tak lagi bersuami, Ngatirah tetap terlihat energik dan bersemangat mengais rezeki demi memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama dengan cucunya, Panji Noviyanto, remaja laki-laki berusia 13 tahun.

Sementara itu, status Panji sendiri tidak kalah menyedihkan dibandingkan neneknya. Dia harus tinggal berdua dengan neneknya lantaran ibu kandungnya telah wafat sejak 2015 silam, sedangkan ayahnya pergi meninggalkannya begitu saja sejak Panji usia balita, dan sampai saat ini tak pernah sekalipun datang, meski hanya sekadar menjenguknya.

Malang tak bisa ditolak, untung tak dapat diraih. Kepahitan hidup yang Panji alami bak gayung bersambut. Musababnya, beberapa waktu lalu Panji nyaris saja putus sekolah dikarenakan tidak mampu melunasi biaya pendidikannya di salah satu sekolah swasta di Kota Metro.

Salah seorang kerabat Panji, Abid Bisara mengaku sedih dengan kondisi sosial ekonomi adik sepupunya itu. Akibat dari ditolaknya Panji untuk meneruskan pendidikan di sekolah sebelumnya, dia harus tinggal kelas.

“Ya sedih lah, itu adik saya. Dia harus tinggal kelas, karena sekolah sebelumnya enggan membinanya, dengan alasan Panji itu memiliki kepribadian yang bodoh dalam pelajaran. Panji juga sempat terhambat untuk masuk ke sekolah yang baru, akibat dapodik tertahan di sekolahnya yang lama, karena memang ada persoalan biaya yang belum terselesaikan,” kata Abid.

“Saudara-saudaranya sudah berupaya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, lewat Kepala Dinas Pendidikan dan Kabid Pendidikan agar mendapatkan penangguhan biaya. Tapi ya sampai satu bulan ini, belum ada bantuan dan kejelasan juga dari dinas terkait,” sambungnya.

Mengingat kondisi Panji yang hanya tinggal berdua dengan neneknya, Ngatirah yang berstatus janda lansia tersebut, Abid berharap Pemkot Metro dapat ikut serta dan turut andil memberikan solusi atas permasalahan tersebut.

“Ya mengingat Panji dan neneknya dalam kondisi yang serba kekurangan, saya harap pemerintah bisa turun tangan lah. Kami keluarganya yang ada ini, juga tidak bisa berbuat banyak dengan keterbatasan kami,” keluhnya.

“Untung saja beberapa hari lalu itu ada donatur yang membantu, sehingga anak yatim itu akhirnya bisa kembali sekolah, meski harus kembali mengulang di kelas VII,” tandasnya.(ADV)

Pemkot Metro Memberikan Penghargaan Kepada Sebanyak 21 Kader Posyandu Aktif

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro memberikan penghargaan kepada sebanyak 21 kader posyandu aktif, yang telah mengabdi lebih dari dari 40 tahun. Penyerahan penghargaan itu diberikan di akhir kegiatan Jambore Kader dan Penggerakan
Posyandu Aktif Tingkat Kota Metro Tahun
2023 di Taman Metro Indonesia Indah (TMII), Selasa, 29/8/2023.

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin mengatakan, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah terhadap pengabdian tanpa pamrih dari para kader posyandu yang telah memasuki umur lanjut usia.

“Kadang kala perhatian kita luput, ternyata mereka ini ada yang sudah mengabdi sebagai kader posyandu selama 40 tahun, mengabdi sebagai kader pembangunan dalam bidang kesehatan. Ini adalah upaya, bagaimana kita mengapresiasi para kader posyandu yang Alhamdulillah, kader posyandu ini sudah mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun, dan ini membuktikan adanya suatu pemberdayaan,” kata Wahdi.

Dijelaskannya, apresiasi selain penghargaan yang diberikan oleh Pemkot Metro yakni berupa insentif tambahan. Kendati demikian, hal itu diakui Wali Kota Metro tidak seberapa dibandingkan jasa para kader dalam sumbangsih terhadap pembangunan.

“Apresiasi yang telah kami berikan dalam bentuk insentif sebesar 100 persen dari yang sebelumnya itu, terbilang masih kecil, masih malu lah. Dulu itu insentif mereka hanya Rp50 ribu lo dan itu diberikan setelah 4 tahun, meski sebenarnya mereka juga tidak pernah menuntut pamrih. Tapi, pada tahun 2001 kita naikkan jadi Rp100 ribu dan mereka tetap menerimanya secara sukarela, dan itulah yang mesti kita apresiasi hari ini,” tuturnya.

Wahdi berharap, ke depan, hal itu akan tetap berlanjut dan konsisten terhadap seluruh kader dari sebanyak 158 posyandu yang ada di Bumi Sai Wawai.

“Angan kami, ke depannya dari 158 posyandu yang ada di Kota Metro, itu butuh perhatian yang lebih. Tentu kami berharap perhatian itu akan terus berkelanjutan dan tentunya disesuaikan dengan kemampuan Pemkot Metro. Saya kira, konsep yang utama adalah bagaimana pemberdayaan masyarakat itu hadir di posyandu dan berkelanjutan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Metro, Eko Hendro Saputro menjelaskan pentingnya peran kader posyandu terhadap pembangunan daerah, khususnya di bidang kesehatan.

“Kegiatan ini digelar dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para kader di Kota Metro. Karena apa? Karena kader itu adalah garda terdepan pembangunan kesehatan. Bayangkan saja, apabila Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kota Metro tidak memiliki kader, tidak ada bantuan dari mereka, maka langkah sulitnya, program-program yang sudah disusun ini sulit untuk disosialisasikan,” jelasnya.

“Oleh karena itu partisipasi dari masyarakat itu sangat penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan masyarakat yang optimal,” tandasnya.
(ADV)

Staf Ahli Bidang Kemasyarakat dan SDM, Silfia Naharani Mengapresiasi Atas Terselenggaranya Kegiatan HUT ke-46 SMPN 2 Metro

METRO, GSC. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Silfia Naharani Wahdi, menghadiri HUT Ke-46 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Metro, dan Gebyar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasilan (P5), di halaman sekolah setempat, Jum’at 25/08/2023.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bidang Kemasyarakat dan SDM, Silfia Naharani mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan semarak HUT ke-46 SMPN 2 Metro, Dimana sekolah tersebut sudah banyak mencetak siswa berprestasi, salah satunya juara 1 Taekwondo Putri tingkat Nasional Kemenpora, serta juara 1 kreativitas tari, cabang musik tradisional tingkat FLS2N Kota Metro.

”Semoga pelaksanaan rangkaian peringatan hari ulang tahun SMPN 2 Metro Ke-46 diharapkan dapat menjadi wahana yang positif bagi pembinaan kreativitas serta pengembangan prestasi siswa pada umumnya. Banyak Prestasi yang sudah diraih sejauh ini, hingga tingkat Nasional, tentu ini sejalan dengan visi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan, sehat, sejahtera dan berbudaya. Saya berharap SMPN 2 Metro dapat terus mencetak siswa berprestasi untuk Negeri, khususnya Kota Metro.” Kata Silfia.

Dikatakannya lagi, pembelajaran Implementasi Kuriulum Merdeka mengalokasikan 20 sampai 30 persen jam pembelajaran untuk penguatan karakter.

“Bahwa pembelajaran siswa dengan Kurikulum Merdeka ini harus berbasis pada proyek, dari 100 jam pembelajaran itu di alokasikan 20 sampai 30 persen penguatan karakter, sehingga harapannya pelajar kita ini betul betul terbentuk menjadi profilnya Pancasila.

Gebyar P5 sudah diamanahkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) agar semua anak harus didorong untuk menghargai perbedaan yang ada, bukan hanya anak berkebutuhan khusus, tetapi perbedaan itu dari latar belakang sosial, budaya, suku agama sehingga anak terbentuk karakter dan mempunyai akhlak mulia.” Ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Metro, Martati menyampaikan sudah 46 tahun sekolah ini hadir mewarnai dunia pendidikan di Kota Metro dengan berbagai prestasi.

“Berbagai prestasi sudah diraih, pada tahun 2023 ini SMP Negeri 2 Metro telah memberikan kontribusi untuk kota ini dengan juara, diantaranya Kejuaraan Taekwondo putri tingkat nasional Kemenpora, juara 1 kreativitas tari, cabang musik tradisional tingkat FLS2N Kota Metro,” papar Maryati.

Beliau juga mengatakan bahwa kegiatan P5 ini bertujuan agar tetap membentuk karakter murid sebagai pelajar pancasila akan semakin kuat.

“P5 ini bagian yang tak terpisahkan pada Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) serta mewujudkan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai nilai pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, BerkeBhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.” Ucapnya.

Kepala Sekolah Negeri 2 Kota Metro juga mengapresiasi, para alumni yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, dengan memberikan santunan kepada para siswa kurang mampu, serta fasilitas kelas belajar siswa.

“Pastinya kita berterima kasih kepada semua yang sudah ikut serta dalam acara ini, terlebih para alumni SMPN 2 Metro yang sempat hadir, dan memberikan bantuan kepada para siswa.” Tandasnya.
(ADV)

Kota Metro dan Kabupaten Brebes Menjalin Kerjasama Dalam Upaya Pengembangan Pasar Bawang Merah

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, Lampung dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah menjajaki upaya kerjasama pengembangan komoditas bawang merah, sebagai langkah memenuhi pasar konsumsi masyarakat.

Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan usai panen bawang merah Kelompok Tani (Poktan) Ganjarasri, Kecamatan Metro Barat.

Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin memastikan kerja sama antardaerah itu bakal terus berlanjut, menindaklanjuti program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Strategi itu menjadi langkah mengantisipasi kelangkaan, sekaligus solusi mengantisipasi harga bawang yang kerap berfluktuasi.

“Iya, apa yang tadi sudah disampaikan bahwa kerjasama ini tentu akan berlanjut. Kerja sama daerah tentu juga dalam pengendalian inflasi daerah ya. Saya kira, intinya bagaimana kita menjamin ketersediaan itu,” kata Wahdi, Kamis, 24/8/2023.

Kabupaten Brebes sendiri menjadi sentra penghasil bawang merah terbesar di Indonesia. Tahun 2022, kabupten yang berada di Jawa Tengah ini menyumbang 18,5 persen produksi bawang merah nasional.

Potensi itu diharapakan dapat menciptakan kerjasama menguntungkan, termasuk menjamin ketersediaan barang hingga pemasaran.

Ketua Gapoktan Ganjarasri, Wanto menjelaskan, jangka waktu mulai dari proses penanaman bawang merah hingga masa panen itu berkisar 65 hari, belum termasuk masa mengolah lahan tanam. Sedangkan, lanjutnya, di Kota Metro sendiri permintaan pasar terhadap bawang merah cukup tinggi.

“Proses untuk penanaman ini kan umur bawang merah itu kan 65 hari. Kemudian, untuk masa panen dari mulai nol, pengolahan lahan itu kurang lebih 3 bulan. Karena, setelah panen itu kita ada masa penjemuran, kemudian perogolan bawang merah,” jelasnya.

“Jadi, untuk umur itu bisa 60 sampai 65 hari. Alhamdulillah, untuk pasarnya kalau di Metro itu sangat mudah sekali. Karena banyak pedagang yang dari Metro yang ngambil ke sini dan memang kurang pasokan untuk kebutuhan bawang merah,” tandasnya.
(ADV)

Pemkot Metro Percepat Peningkatan Kualitas Infrastruktur Sapras Penunjang Produktivitas Pertanian

METRO, GSC. Walikota Metro meninjau hasil pembangunan saluran irigasi areal persawahan dan Jalan Usaha Tani di wilayah Kelurahan Sumbersari Bantul, Kecamatan Metro Selatan. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas hasil panen menghadapi dampak gelombang iklim el nino.

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro terus mengebut peningkatan kualitas infrastruktur pada sejumlah sarana dan prasarana penunjang produktivitas pertanian.

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin usai meninjau sejumlah titik hasil pembangunan saluran irigasi dan Jalan Usaha Tani di Kelurahan Sumbersari Bantul, Kecamatan Metro Selatan.

“Pemerintah dalam menghadapi masalah yang akan muncul, itu tetap akan kita upayakan ya, salah satunya juga di sini kan ada lahan pertanian kita. Ya, kita hari ini meninjau beberapa pembangunan yang dilakukan oleh Pokmas ya,” kata Wahdi saat diwawancarai awak media, didampingi Asisten I, Yeri Ehwan dan Camat Metro Selatan, Fajar Riatama, Selasa, 22/8/2023.

Wahdi menyebut, pembangunan irigasi yang melintas di sekitar areal persawahan bertujuan memastikan distribusi air dapat mengaliri tanaman yang mengandalkan pasokan irigasi teknis. Sementara, Jalan Usaha Tani dibangun untuk mempermudah akses penunjang aktivitas petani, termasuk mengakut hasil panen.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi fenomena iklim el nino, dapat menimbulkan perubahan cuaca yang biasanya kerap berdampak terhadap intensitas curah hujan, sehingga dapat menimbulkan kekeringan.

“Jadu, dalam tinjauan tadi tentu juga kita melihat, ada beberapa drainase. Kemudian, jalan usaha tani yang dikerjakan oleh kelompok masyarakat juga. Maka itu, LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) itu makanya saya minta betul-betul dikerjakan dengan baik,” tandasnya.
(ADV)

DPRD Kota Metro Telah Menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Metro Kota Literasi.

METRO, GSC. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro telah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Metro Kota Literasi.

Raperda tentang Metro Kota Literasi tersebut disusun untuk menguatkan literasi di lingkungan masyarakat. Dimana, dengan menguatkan daya baca yang tinggi bisa menciptakan kualitas SDM yang baik.

Ketua Bapemperda DPRD Kota Metro, Yulianto mengatakan, untuk menguatkan literasi di lingkungan masyarakat tidak lah mudah. Perlu adanya aturan khusus sehingga bisa melakukan penekanan aturan tersebut.

“Untuk meningkatkan itu, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Rendahnya literasi merupakan persoalan yang terjadi di beberapa sekolah. Maka, perlu adanya gerakan literasi. Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) maka kami membuat turunan Raperda Metro Kota Literasi,” kata dia saat rapat Paripurna Istimewa, Senin, 14 Agustus 2023.

Dia menambahkan, Raperda tersebut juga dapat meningkatkan mutu pendidikan di Bumi Sai Wawai. Terlebih, disaat kemajuan teknologi yang saat ini berkembang.

“Kota literasi merupakan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks ini perlu di lakukan kegiatan yang bersifat partisipasi yang melibatkan keluarga dan masyarakat. Literasi tidak hanya dipahami sebagai membaca dan menulis, sekarang dikembangkan dengan berbagai fungsi dan keterampilan hidup,” kata dia.

“Literasi juga dimaknai untuk mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya peningkatan kualitas hidupnya. Pemkot Metro sebenarnya sudah menggalakan itu, melalui hari kunjung perpustakaan dan ngobrol seputar literasi (Ngopi),” lanjutnya.

Sejauh ini, lanjutnya, sebagai ikhtiar minimnya akses literasi di masyarakat, maka, DPRD Kota Metro berinisiatif membentuk produk hukum untuk melakukan penekanan tersebut.

“Dapat melakukan pencapaian sebagai Kota Literasi sebagai empat dimensi. Diantaranya dimensi kecakapan, dimensi dorongan, dimensi akses dan dimensi budaya,” kata dia.

“Melalui program tersebut menjadi landasan hukum yang kuat, untuk meningkatkan literasi di daerah dapat di terima masyarakat. Untuk mencapai masyarakat unggul dan mencipta Metro Kota Literasi,” pungkasnya.
( ADV )

Pemkot Metro Gelar Ramah Tamah dan Tatap Muka Dengan Pahlawan/ Keluarga Pahlawan Dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI Ke-78

METRO, GSC. Dalam kesempatan ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro melakukan ramah tamah dengan anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Metro.
Tampak hadir anggota Forkopimda yang diantaranya Ketua DPRD Kota Metro, Kapolres Metro, Kasdim 0411/KM, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan Agama, serta Kepala Pengadilan Negeri.

Kegiatan ini diselenggarakan setelah upacara peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Negara Secara Virtual Dalam Rangka HUT ke-78 RI.

Perwakilan Angkatan 45 TNI/Polri Dewan Harian Cabang Suwarji, S.H dalam sambutannya menyampaikan, momentum peringatan kemerdekaan ke-78 RI ini dapat mengingat kembali para pejuang memperjuangkan kemerdekaan Negara Indonesia.

“Kita sebagai pewaris Negeri Indonesia harus terus berjuang terutama warisan perjuangan dari pejuang terdahulu. Warisan itu diberikan dalam bentuk ideologi bangsa,” katanya.

Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan secara simbolis dari Pemerintah Kota Metro kepada para pejuang sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota Metro dari perjuangan yang telah dilakukan.

Sementara itu, Wali Kota Metro dr.Wahdi Siradjuddin,SpOG (K), MH menyampaikan bahwa untuk mewujudkan rasa bangga kita kepada para pejuang untuk bangsa dan negara yang kita cintai, serta untuk mengenang kembali jasa para pahlawan dan menanamkan kembali pentingnya arti nilai-nilai kepahlawan khususnya bagi generasi muda penerus bangsa.

“Dengan adanya silaturrahmi ini, diharapkan hubungan antara para pejuang dengan generasi muda penerus bangsa dapat terjalin dengan baik serta harmonis, sehingga kita bangsa Indonesia bisa bersatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika yang diterapkan dalam hati sanubari masing-masing”,ucap Wahdi.

Lanjutnya, melihat semangat pemerintah dan masyarakat kita mendapatkan penghargaan lurah yang membawa nama baik Kota Metro.

“Saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya dan setulus-tulusnya kepada Pemerintah dan masyarakat semuanya yang telah mendukung program dari Pemerintah serta ikut membangun Kota Metro ini, ” lanjut Wahdi.

Tutupnya, perjuangan generasi yang akan datang merupakan perjuangan yang sangat susah. Dari itu kita harus dapat mempertahankan kemerdekaan dan membangun kebersamaan untuk menciptakan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan.
(ADV)

Translate »