Wahdi Siradjuddin Mengatakan, Program Bawa KTP Dilayani (BKD) Yang Sudah Diberlakukan Pemkot Metro Dari 2021

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro berupaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saat ini, melalui program BKD masyarakat hanya perlu membawa KTP sudah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin mengatakan, program Bawa KTP Dilayani (BKD) yang sudah diberlakukan Pemkot Metro dari 2021 ini merupakan komitmen pemerintah dalam melayani masyarakat.

“Pokoknya dalam pelayanan itu tidak boleh ada keterlambatan. Awal, itu dulu orang kalau berobat di Kota Metro itu kan harus bawa KTP, sudah gitu masih disuruh fotokopi lagi. Kemudian setelah ada program BKD (Bawa KTP Dilayani) pada awal 2021 di saat pandemi itu, dibuatlah cukup bawa KTP. Kalau sekarang tidak perlu lagi,” kata dia usai hadiri musrenbang di Kelurahan Ganjarasri, Kecamatan Metro Barat, Senin (5/2)

“Sekarang tidak perlu pakai KTP kok ya. Karena kalau memang betul dia adalah masyarakat Kota Metro, kan memang sudah ada datanya, tinggal diklik saja namanya kan iya, sudah,” sambungnya.

Pemkot Metro berkomitmen memberi pelayanan terbaik dengan waktu yang cepat. Soal administrasi yang terkadang menjadi kendala, sebisa mungkin dikondisikan agar lebih ringkas, mengingat kebutuhan akan layanan kesehatan yang kadangkala cukup mendesak.

“Karena kita ini kan butuh percepatan pelayanan. Jangan sampai administrasinya terlalu lama menunggu. Jadi, waktu tunggunya yang dipercepat, dipermudah. Tadi saya tanya ke masyarakat apakah sekarang ini kalau mau berobat ke Puskesmas itu harus bawa KTP? Masyarakat bilang nggak perlu, apalagi fotokopi,” tandasnya.
(ADV)

Walikota Metro Katakan Pembangunan Daerah Bisa Dibangun Oleh Masyarakat, Asalkan Tetap Menyesuaikan Dengan Regulasi

METRO, GSC. Wali Kota Metro mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Melalui musrenbang, diharap setiap upaya yang dilakukan dalam membangun, akan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin mengatakan, pembangunan daerah bisa saja dibangun oleh masyarakat, asalkan tetap menyesuaikan dengan regulasi yang ada. Sebab, hal itu memang telah dijamin oleh ayat-ayat konstitusi.

“Bisa nggak pembangunan dilakukan oleh masyarakat melalui swakelola? Tentu bisa.
Misalnya Pokmas, itu contoh bahwa tidak semuanya harus dibangun langsung oleh pemerintah, bisa juga masyarakat yang membangun. Tapi tetap harus sesuai aturan dan itulah saya kira yang paling penting,” kata Wahdi, usai membuka musrenbang di Kelurahan Margodadi, Kecamatan Metro Selatan, Jumat, 2/2/2024.

Dari data yang digali awak media, diketahui aturan mengenai partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah termaktub dalam Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Pasal 28 C Ayat (3). Dalam regulasi tersebut dijelaskan bahwa setiap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakatlah yang nantinya akan merasakan dampaknya, baik positif maupun negatif.

Oleh sebab itu, seluruh proses pembangunan mulai dari tahap perencanaan, pemanfaatan, sampai pengawasan memerlukan peran aktif masyarakat sebagai kontrol sosial, dijamin oleh ayat-ayat konstitusi dan citizen partisipation is citizen power.

Selain mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan, Wahdi juga mengingatkan dinas teknis terkait untuk mematangkan perencanaannya. Sebab, hasil pembangunan tidak boleh tumpang tindih dengan regulasi yang mengaturnya.

“Maka pembangunan tentu membutuhkan perencanaan, iya anggaran juga dan prioritas. Nah yang paling penting sebenarnya proses pelaksanaan, kalau proses pelaksanaannya baik, semuanya tidak ada hambatan, maka pembangunan akan berjalan dengan baik. Tentu juga sesuai yang diinginkan masyarakat, public interest namanya. Lalu teknokratik, berdasarkan data yang disampaikan masyarakat melalui lurahnya atau camatnya dan terus naik ke atas begitu. Maka dirembukkan di situ,” jelasnya.

“Selanjutnya, setelah dilihat dan dikaji, barulah diketahui, oh begitu data-datanya, begitu aturan-aturannya. Apakah aturannya ada tabrakan atau tidak, harus diketahui melalui pengkajian. Karena nggak boleh membangun, dengan aturan yang tumpang tindih,” tandasnya.
(ADV)

Walikota Metro Hadiri Musrembang Di Kelurahan Sumbersari Metro Selatan

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro berkomitmen memastikan pembangunan di berbagai sektor dilaksanakan dengan perencanaan yang baik agar hasilnya bisa dirasakan masyarakat setempat.

Hal ini, dikatakan Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin saat menghadiri musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Sumbersari, Metro Selatan, Kamis (1/2).

“Dengan perencanaan yang baik, tentu hasil pembangunanya juga akan baik. Dan itu yang diinginkan oleh masyarakat. Karena itu pemerintah terus berkomitmen melakukan perencanaan yang baik dalam setiap pembangunan,” katanya.

Dikatakanya, selain pembangunan yang baik, pemerintah juga berupaya untuk mengakomodir usulan masyarakat di Kota Metro. Salah satunya, yakni melalui Musrenbang yang dilaksanakan setiap tahun.

Kendati demikian, lanjut Wahdi, tidak semua usulan masyarakat bisa terakomodir. Sebab, dari hasil Musrenbang ini akan terlebih dahulu dipilih mana usulan pembangunan yang lebih priotitas.

“Tidak semua usulan bisa terpenuhi, kenapa? Karena kita harus ada keseimbangan dan kesetaraan. Kota Metro ini ada 22 kelurahan dan tidak mungkin semuanya bisa kita penuhi. Maka di sinilah masyarakat berembuk, di musrenbang ini,” katanya lagi.

“Musrenbang ini kan adalah suatu musyawarah, tetapi kan ada pra Musrenbangnya. Dan disinilah akan muncul yang namanya skala prioritas. Saya kira masyarakat itu harus betul-betul juga merasakan pembangunan ya. Kalau masyarakat belum merasakan pembangunan, artinya pembangunan belum selesai, belum direalisasikan dengan baik,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sejumlah aspek yang menjadi fokus dalam musrenbang tingkat kelurahan di Sumbersari, yakni bidang sosial budaya, ekonomi dan infrastruktur.

“Intinya, pemerintah sangat mengapresiasi peran serta masyarakat terhadap pembangunan. Tanpa ada peranan masyarakat, maka pemerintah juga tidak mungkin dapat menjalankan pemerintahan dengan baik,” tandasnya.
(ADV)

Disdikbud Kota Metro Membentuk Satuan Tugas (Satgas) monitoring Antisipasi Perundungan di sekolah

METRO, GSC. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro akan membentuk satuan tugas (Satgas) monitoring antisipasi perundungan di sekolah. Hal ini, untuk mencegah terjadinya perundungan dilingkungan sekolah.

Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan satgas tersebut. Pemerintah juga akan melakukan sejumlah upaya dengan menggencarkan penyuluhan dan sosialisasi di Bumi Sai Wawai.

“Hal-hal yang harus disampaikan, penguatan pada quality personal atau personal quality tenaga pendidik. Kita tidak mungkin menanamkan suri tauladan yang baik, kalau tidak dimulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu,” kata Wahdi dalam sambutannya pada
kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru SD dan Kepala Sekolah tentang Kesehatan tahun 2024, di Hotel Grand Sekuntum Kota Metro, Rabu (31/1).

Wahdi juga mengingatkan pihak sekolah tak abai dalam menunaikan hak siswa memperoleh kesempatan yang sama dalam KBM.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Metro, Suwandi meminta tenaga pendidik dapat mengindentifikasi metode pembelajaran yang ideal sebagai solusi menciptakan proses KBM yang efektif dan efesien. Langkah itu bertujuan mengantisipasi kekerasan terhadap guru maupun siswa di lingkungan sekolah.

“Kita berupaya memberikan perlindungan terhadap guru ya. Karena profesi guru ini kan belakangan ini juga riskan ya, dalam menjalankan tugasnya. Di sisi lain, kan ada Undang-undang Perlindungan Anak. Kita berupaya tidak ada perundungan terhadap anak, maka guru juga harus dilindungi dalam menjalankan tugas tugasnya,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi guru diharapakan menjadi bekal penyelenggaraan sekolah ramah dan layak anak. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya tindakan kekerasan fisik dan pemberian hukuman melampaui batas kewajaran, serta penanggulangan kasus intoleransi.

“Untuk itu, kami dengan melibatkan seluruh jajaran melakukan kegiatan-kegiatan pembinaan peserta didik, termasuk guru-guru supaya punya kompetensi yang baik,” tandasnya.
(ADV)

Silfia Naharani Menyalurka Bantuan Program Beras Cadangan Pangan Pemerintah CPP

METRO, GSC. Staf Ahli I Walikota Metro, Silfia Naharani menyalurkan bantuan program beras cadangan pangan pemerintah (CPP) kepada masyarakat di Bumi Sai Wawai yang disalurkan secara bertahap.

Silfia Naharani menjelaskan, penyaluran beras CPP di Kota Metro diberikan kepada 8.825 keluarga penerima manfaat (KPM). Dimana, total beras yang disalurkan sebanyak 88.250 kg yang didistribusikan hingga Juni 2024.

“Untuk hari ini kita salurkan lima kelurahan di Kecamatan Metro Pusat, yakni Kelurahan Metro sebanyak 768 KK, Kelurahan Imopuro 419 KK, Hadimulyo Barat 818 KK, Hadimulyo Timur 647 KK dan Kelurahan Yosomulyo sebanyak 485 KK,” kata Silfi, Selasa (30/1).

Ia menjelaskan, pemberian bantuan beras CPP ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen dari pemerintah yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan bantuan beras 10 kg/bulan ini bisa membantu masyarakat kita dalam menghadapi naiknya harga bahan pokok termasuk beras,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Silfia, pemberian bantuan pangan ini juga sebagai bentuk pencegahan terhadap kerawanan pangan, kemiskinan, stunting, gizi buruk, keadaan darurat dan juga untuk melindungi produsen serta konsumen sekaligus pengendalian dampak yang ditimbulkan dari inflasi.

Pemerintah juga mengingatkan agar pendistribusian dilakukan dengan transparansi. Masyarakat dihimbau untuk melaporkan apabila terdapat ketidaksesuaian atau penyimpangan dalam proses penyaluran bantuan.

“Program penyaluran cadangan beras ini diharapkan dapat memberikan bantuan konkret kepada masyarakat Kota Metro dalam menghadapi tantangan pangan dan membantu memperkuat ketahanan pangan di daerah,” tambahnya.
(ADV)

Walikota Metro Terima Kunjungan Danrem 043 Gatam

METRO, GSC. Komandan Komando Resor Militer (Korem) 043/Gatam (Garuda Hitam), Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin menemui Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin di Rumah Dinas Wali Kota setempat, Jumat (26/1).

Dalam pertemuan tersebut, beberapa hal yang menjadi pembahasan diantaranya terkait ketahanan pangan, SDM dan pengamanan Pemilu 2024 ini.

Danrem menyebut pihaknya telah menyiapkan 3500 prajurit TNI untuk membantu mengamankan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 di Provinsi Lampung.

“Kita untuk pengamanan Pemilu sudah kolaborasi dengan Polri dan pihak terkait lainya dan alhamdulillah sudah siap. Kemudian sekitar 3500 prajurit kita juga sudah siap mengamankan Pemilu,” katanya.

Dia menjelaskan, hingga saat ini suasana di Lampung masih cukup aman dan kondusif. Selain itu, beberapa kegiatan kampanye calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) di Lampung ini juga berjalan lancar.

“Iya kalau kita pantau beberapa bulan ini di Lampung tidak ada masalah. Ada beberapa kunjungan paslon disini juga tidak ada masalah, aman-aman saja,” jelasnya.

Brigjen Iwan menuturkan, titik rawan di Provinsi Lampung yang perlu diwaspadai yakni di wilayah padat penduduk, termasuk Kota Metro, Namun berdasarkan pantauan kondisinya saat ini masih kondusif.

“Kalau kita lihat wilayah yang rawan itu otomatis yang padat penduduk ya. Tapi selama ini aman-aman saja, ya insyallah sampai nanti pelaksanaan tetap aman. Kita siap, pasukan kita siap, polisi juga siap. Intinya kita standby semua untuk mengamankan Pemilu,” imbuhnya.

Danrem menjelaskan, kunjungan ke Kota Metro ini untuk membahas tentang ketahanan pangan, dan sumberdaya manusia. Dimana pada 100 tahun Indonesia merdeka, masyarakat sudah benar-benar dapat mandiri.

“Kami berharap 100 Kemerdekaan Indonesia, di 2045 kita dapat benar benar mandiri, kita juga mendapatkan informasi dari kepala ketahanan pangan nasional, tahun ini pemerintah merencanakan membeli beras keluar sekitar tiga juta ton, atau sekitar 30 miliar rupiah, Nah apa bila kita bisa memproduksi sendiri, anggaran itu bisa diberikan ke masyarakat, itukan luar biasa, tinggal anak muda sekarang ini mau gak bertani, tetapi Alhamdulillah, untuk Lampung ini hasil tani kita sudah surplus, dan harapan nya kita swasembada pangan kita bisa berjaya seperti dulu,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin menjelaskan, Pemkot Metro terus berkomitmen untuk mewujudkan ketahanan pangan. Salah satunya, dengan melindungi sawah produktif dari alihfungsi lahan yang diatur dalam Perda LP2B.

“LP2B kita 1657 hektare yang harus kita pertahankan. Kemudian produktifitas panen kita juga 35.000 ton gabah pertahun sedangkan kebutuhan kita 15.000 ton. Jadi kita surplus,” jelasnya.
ADV.

Sekda Kota Metro Hadiri Acara Wisuda STISIPOL Dharma Wacana

METRO, GSC. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Dharma Wacana Metro gelar wisuda mahasiswa di Aula Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai, Rabu (24/1).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo yang hadir dalam kegiatan ini mengatakan, wisuda tentunya tidak semata dipandang dari aspek legalitasnya. Ini juga dapat dijadikan sebagai pembuktian yang memberikan nilai tambah terhadap catatan prestasi Civitas Dharma Wacana Metro hingga tahun 2024 ini

“Wisuda juga merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan bagi para wisudawan dan wisudawati juga seluruh keluarga. Karena ternyata usaha dan jerih payah yang dilakukan selama ini telah membuahkan hasil, yakni pengakuan untuk menyandang gelar keahlian sesuai dengan disiplin ilmunya,” kata Bangkit.

Menurut dia, wisuda dapat dijadikan sebagai haluan dan pijakan bagi para wisudawan dan wisudawati yang telah dikukuhkan dan menyandang gelar sarjana.

“Pertama, hendaknya adik-adik, para wisudawan dan wisudawati sekalian, dapat menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan kebenaran sesuai hakikat ilmu pengetahuan. Yang Kedua, kelak para wisudawan dan juga wisudawati, harus mampu mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan selama diperkuliahan, terutama untuk kemajuan Kota Metro, bangsa dan Negara. Dan yang terakhir adalah, bagaimana menjaga keluhuran martabat dan nama baik almamater,” paparnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua STISIPOL dan Dosen Dharma Wacana Metro yang telah berdedikasi dan berkerja keras serta mendidik mahasiswa dengan baik selama ini.

“Atas nama Pemerintah Kota Metro, sekali lagi kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas dan kerja keras selama ini, yang telah mendidik, mengajar dan membimbing serta mengantarkan para mahasiswa, sampai dengan menyelesaikan pendidikannya dan diwisuda pada hari ini,” pungkasnya.
(ADV)

Harumkan Nama Kota Metro Siswa SMA dan SMP Kartikatama Metro Berhasil Membawa Pulang Enam Medali

METRO, GSC. Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kartikatama berhasil menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Kota Metro di kejuaraan tinju Gubernur Cup se-Sumbagsel bulan Desember lalu.

Tergabung di Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kota Metro, siswa serta siswi SMA dan SMP Kartikatama Metro berhasil membawa pulang enam medali dari total 23 medali yang diraih atlet tinju Metro.

Keenam medali tersebut diraih oleh Satrio Jonatan Pratama medali perak tinju kelas 60 kg senior, medali emas diraih oleh M .Novan Apriyansyah kls 45 kg junior dan Bayu Aji Pratama kls 54 kg senior pemula medali emas. Ketiganya merupakan siswa SMA Kartikatama.

Kemudian, ketiga medali lainya disumbangkan oleh siswa SMP Kartikatama yaitu Alviano Setiawan kls 48 kg junior medali emas, Adilla Rezta Nandiansyah medali emas kls 67 kg junior dan M. Rafa Al-Akbar Destoro medali perunggu kls 57 kg junior.

Kepala SMA Kartikatama Metro, Tugirah mengaku bangga atas prestasi yang sudah diraih baik oleh siswa SMA maupun SMP Kartikatama Metro.

Ia juga berterimakasih kepada SSB, pelatih, orang tua siswa dan juga Pemerintah Kota (Pemkot) Metro yang telah melatih, mendukung dan memfasilitasi dalam kejuaraan ini.

“Tentu saya sebagai kepala sekolah sangat bangga sekali ya, apalagi ini membawa nama Kota Metro juga. Saya juga mengucapkan terimakasih untuk SSB, pelatih, orang tua siswa dan juga Pemkot Metro,” ucapnya.

Ia menjelaskan, salah satu siswa SMA Kartikatama yakni Novan bukan hanya meraih medali emas tetapi juga dinobatkan sebagai petinju harapan kategori junior di kejuaraan tersebut.

“Tentu kita sangat mendukung kegiatan siswa selagi sangat positif. Apalagi kegiatan ini, karena bagus agar mereka tidak terpapar ke hal negatif,” terangnya.

Ia berharap, kedepan semakin banyak prestasi yang bisa diraih siswanya. Ini untuk mengharumkan nama sekolah dan juga Kota Metro, Pungkas tugirah.
(ADV)

Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kota Metro Meraih 8 Mendali Emas, 6 Perak dan 9 Perunggu

METRO, GSC. Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin menyambut para atlet dari di Pelataran Ruang Kerja Wali Kota setempat,Jumat (05/01/2023).

Dalam kesempatan tersebut,Wahdi mengaku sangat bangga kepada para atlet yang berhasil meraih juara di ajang Gubernur Lampung Cup I.

” Terus terang saya bangga atas kemenangan-kemenangan yang didapatkan. Saya berharap kepada semuanya jangan berhenti di sini saja,dan saya berharap kedepannya pelatih-pelatih atau adik-adik ini dapat memenangkan kejuaraan-kejuaraan yang selanjutnya nanti,” ungkap Wahdi.

Dengan prestasi yang telah ditorehkan, harapannya dapat mengharumkan nama Kota Metro ke ajang nasional maupun internasional.

” Semoga momentum kejuaraan ini dapat sebagai perbaikan, penyempurnaan dan evaluasi keolahragaan yang telah mengangkat prestasi pembinaan olahraga, khususnya di Kota Metro ini dan Pertina dapat membawa para atletnya ke ajang yang lebih tinggi lagi,” ucapnya.

Kemudian, Wahdi menyerahkan bantuan dana untuk sarana dan prasarana para atlet tersebut.

Ketua Pertina Kota Metro, Raden Sarmada, mengatakan dengan diraihnya kemenangan pada ajang bergengsi tersebut merupakan kerja keras dalam membina para atlet tinju yang ada di Bumi Sai Wawai.

“Ini merupakan capaian yang luar biasa, dengan usia yang belum genap tiga tahun ini kami berhasil mencetak para atlet tinju yang hebat dan sportif. Terlebih, ini merupakan ajang besar pertama yang diselenggarakan di Lampung,” paparnya.

Raden Sarmanda juga menyampaikan bahwa,kegiatan ini merupakan satu langkah untuk membantu mengarahkan para remaja di Kota Metro untuk melakukan hal yang positif disaat kenakalan remaja sedang merajalela.
Untuk diketahui, Di bawah binaan Pertina Kota Metro, Sasana MBC telah membawa 23 atlet tinju pada ajang bergengsi se-Sumbagsel yang berlangsung di PKOR Wayhalim pada 12-16 Desember lalu.

Selain membawa 8 medali emas, MBC juga meraih 6 medali perak dan 9 medali perunggu,serta mendapatkan penghargaan juara umum kategori junior dan salah satu petinjunya menjadi atlet terfavorit di ajang Gubernur Lampung Cup I itu.
(ADV)

Pemkot Metro Menggelar Refleksi Akhir Tahun 2023

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggelar refleksi akhir tahun 2023 yang merupakan suatu proses akuntabilitas dan transparansi kinerja sesuai dengan visi dan misi Presiden Republik Indonesia di Gedung Sesaat Agung Bumi Sai Wawai Kota Metro, Jumat (29/12).

Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kegiatan transparansi dari pelaksanaan pembangunan Kota Metro yang disampaikan ke masyarakat dan menjadi cermin untuk melakukan evaluasi terhadap capaian pembangunan di tahun 2021-2023 sehingga dapat dilakukan perbaikan secara berkelanjutan dimasa mendatang.

Selain itu, Refleksi Akhir Tahun juga merupakan momen berharga untuk bersyukur atas apa yang telah dicapai selama ini oleh Pemerintah Kota Metro.

“Tidak terasa sejak kami dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro pada tanggal 26 Februari 2021, sudah hampir tiga tahun menempuh perjalanan membangun Kota Metro dengan visi Kota Metro tahun 2021-2026 yaitu Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya,”tuturnya.

Kemudian, dituangkan dalam lima misi pembangunan, yaitu mewujudkan kualitas pendidikan dan kebudayaan yang berdaya saing di tingkat nasional dan global dengan menjunjung tinggi nilai keagamaan, mewujudkan masyarakat sehat jasmani, rohani dan sehat secara sosial, meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur fisik secara efektif, efisien, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan.

“Serta meningkatkan masyarakat produktif, berdaya saing dalam bidang teknologi, inovasi dan ekonomi kreatif dan mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik dalam (Good Governance),” ujarnya.

Meski awal kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Metro sempat diwarnai dengan adanya Pandemi COVID-19 yang mulai melanda, menjadi salah satu tantangan tersendiri baginya untuk mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Tahun 2021-2026.

“Selain itu kondisi infrastruktur jalan provinsi dan kota yang mengalami kerusakan dan tantangan mempengaruhi mobilitas juga menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Alhamdulillah berkat kolaborasi semua pihak, penanganan dan pengendalian Pandemi COVID-19 melalui penerapan PPKM dapat dilakukan secara maksimal sehingga kehidupan masyarakat berangsur membaik pasca pandemi COVID-19,”bebernya.

Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya pertumbuhan ekonomi dari 2,91 persen di tahun 2021 yang sebelumnya menjadi 4,51 persen di tahun 2022, dimana pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 sempat mengalami kontraksi di angka -1,79 persen akibat dampak dari COVID-19.

Wahdi menurutkan, dalam merealisasikan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro Tahun 2021-2026 telah dirumuskan 14 Indikator Kinerja Utama dan juga ke dalam sembilan program prioritas Pembangunan yang ditetapkan dalam RPJMD 2021-2026.

“Dimana dari 14 indikator kinerja utama tersebut terdapat 11 indikator tahun yang sudah melampaui target yang ditetapkan di tahun 2023 yaitu Indeks Pembangunan Manusia sebesar 79,85, Angka Harapan Lama Sekolah mencapai 14,77 tahun, persentase peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)sebesar 102,22 persen, Angka Harapan Hidup mencapai 75,34 tahun, Persentase PPKS yang ditangani dan persentase penduduk miskin yang menurun mencapai 7,28 persen,” tuturnya.

“Lalu persentase kenaikan penduduk yang bekerja sebesar 4,8 persen, pertumbuhan investasi 3,5 persen, Nilai Reformasi Birokrasi 65,51, Nilai SAKIP 68,48, dan OpiniWTP dari BPK atas Pengelolaan Keuangan Daerah,” imbuhnya.

Wahdi juga membeberkan dalan Pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas di Kota Metro untuk mewujudkan Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang) perlu dilakukan secara komprehensif yang diperkuat dengan gerakan JAMA-PAI atau Jaringan Masyarakat Peduli Anak Ibu yang didasarkan pada siklus kehidupan manusia atau Continuum of Care Across the LifeCycle.

Pemerintah Kota Metro juga melakukan penguatan di sektor ekonomi untuk membangkitkan Kota Metro dari Pandemi COVID-19 melalui berbagai program berbasis masyarakat seperti Metro Bangga Beli (MB2), Metro Creative Hub, Sentra Kreatif Kota Metro (SEKAM),Bantuan Sapras Pertanian, Program Agroceria, penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM, Fasilitasi Pelaku UMKM dan juga pegendalian inflasi.

“Pembangunan infrastruktur seperti jalan, drainase, lampu jalan, jaringan internet dan berbagai fasilitas publik lainnya yang mendukung akses pelayanan juga menjadi prioritas untuk memperkuat pembangunan di berbagai sektor. Selain itu, perbaikan juga kita lakukan terhadap tata kelola pemerintahan juga terus menerus dilakukan untuk mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik (GoodGovernance), Terhormat, dan Bermartabat,” jelasnya.

Semua capaian pembangunan tersebut, menurut Wahdi merupakan hasil kerja keras yang dilakukan secara terencana dengan bersinergi antara Pemerintah Kota Metro, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Wali Kota Metro juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Forkopimda, Dunia Usaha, Perbankan, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat, komunitas, pers dan media massa serta seluruh komponen masyarakat yang senantiasa mendukung dan terlibat aktif dalam pembangunan di Kota Metro.

“Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Gubernur Lampung yang telah mendukung pembangunan di Kota Metro melalui peningkatan infrastruktur, diantaranya pembangunan jembatan PGRI yang tembus ke Yosodadi, Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Budi Utomo,” tandasnya.
(ADV)

Translate »