DPRD Kota Metro Gelar Rapat Paripurna Membahas Hari Jadi Kota Metro ke- 87

METRO, GSC. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro menggelar rapat paripurna yang memperingati hari jadi Kota Metro ke 87 yang berlangsung di ruang sidang DPRD setempat Minggu, (09/06/ 2024).

Ketua DPRD Metro Tondi Muammar Gaddafi Nasution mengatakan bahwa berdasarkan peraturan daerah nomor 11 tahun 2002 tanggal 9 Juni diperingati oleh pemerintah daerah dan seluruh masyarakat menjadi hari jadi Kota Metro.

Selanjutnya, kata dia sejak dibentuknya 9 Juni 1937 sampai tahun 2024 Metro sudah berusia 87 tahun.

Untuk sebuah kota yang akan terus membangun dan mengembangkan potensi daerahnya, tentu membutuhkan dan partisipasi dari semua komponen masyarakat.
Ia juga menyampaikan perjalanan ke depan masih diwarnai dengan bermacam-macam tantangan, maka memerlukan kerjasama dengan semua pihak.

“Dengan memperingati hari jadi ke-87 Kota Metro perjalanan ke depan akan masih diwarnai dengan bermacam-macam tantangan, kendala, hambatan juga berbagai harapan masyarakat yang akan kita hadapi,” ucapnya.

Dia menambahkan perlunya komunikasi koordinasi dan kerjasama yang dinamis antara eksekutif, legislatif serta seluruh lapisan masyarakat yang ada di kota Metro.

Saya berharap momentum ini sebagai bahan evaluasi diri terhadap apa yang sudah kita lakukan dan apa yang akan kita capai. Seiring dengan aspirasi masyarakat yang senantiasa berkembang,” ungkapnya.

Sementara itu Asisten Administrasi Umum, Pemprov Lampung, Senen Mustakim, perwakilan Gubernur Lampung saat membacakan sambutan tertulis gubernur, menyampaikan ucapan selamat dan dirgahayu kepada Kota Metro .

“Jadikan hari ini untuk terus berjuang dan berkarya, mengukir sejarah untuk masyarakat Kota Metro yang selama 87 tahun ini telah menjadi saksi sejarah yang cukup panjang terhadap pembangunan Metro,” ucapnya.

Senen Mustakim juga mengatakan, patut kita syukuri adalah pembangunan di Kota Metro dari waktu ke waktu terus mengalami kemajuan yang signifikan. Maka dapat menggambarkan berapa besarnya potensi kondisi Kota Metro yang kaya dan beragam dapat menjadi landasan kuat.

Untuk itu terus jaga dan lestarikan warisan budaya sosial dan ekonomi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan bagi identitas Kota Metro,” tambahnya.

Kemudian juga, ia menegaskan bahwa Gubernur menjanjikan akan terus berkomitmen mendukung memperjuangkan membangun Kota Metro, agar terus maju dan berkembang berdasarkan potensi serta harapan semua pihak.

Walikota Metro Wahdi Sirajuddin dalam kesempatannya juga mengatakan memasukinya usia 87 tahun, maka Kota Metro akan memasuki masa emas 100 tahun di tahun 2037, dengan melihat apa pencapaian yang sudah dicapai semestinya Kota Metro memiliki andil dan mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia emas 2045 yaitu Indonesia sebagai negara Nusantara berdaulat maju dan berkelanjutan.Kita lihat pencapaian selama 87 tahun pula, Kota Metro telah menunjukan sebagai Kota yang layak diperhitungkan di tingkat provinsi maupun nasional atas prestasi-prestasi yang telah diraih, baik prestasi dalam pelaksanaan pembangunan maupun prestasi anak bangsa, putra daerah.

Sedangkan melalui perspektif pembangunan, Alhamdullillah, Kota Metro termasuk dalam kategori sebagai Kota yang berhasil dan dan mendapat pengakuan secara nasional”, pungkasnya (ADV)

DPRD Metro Menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi Terhadap Laporan Keterangan LKPJ

METRO, GSC. DPRD Metro menggelar rapat paripurna penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Metro tahun anggaran 2023 di Gedung DPRD setempat, Rabu (3/7/2024).

Rekomendasi tersebut berdasarkan hasil pembahasan Panitia Khusus atau Pansus LKPj dengan OPD di lingkungan Pemkot Metro.

Turut hadir Wakil Wali Kota Qomaru beserta jajaran Forkopimda setempat.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kota Metro Tondi Muammar Gaddafi Nasution merupakan tindaklanjut sekigus evaluasi terkait program dan kebijakan yang dijalankan pemerintah selama satu tahun belakangan.

Hasil pembahasan, DPRD Metro berisi 12 Rekomendasi atas LKPJ Walikota Metro tahun 2023.

Hal itu disampaikan juru bicara panitia khusus, atau pansus DPRD Metro, Ancilla Hernani.

Rekomendasi DPRD Metro atas Laporan Keterangan Pertanggung jawaban Walikota Metro Tahun Anggaran 2023 diantaranya sebagai berikut menyakut Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, Bidang PU dan Penataan Ruang, Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Bidang Perhubungan, Bidang UMKM.

Selanjutnya, Bidang Pariwisata dan Olahraga, Bidang Ketertiban Umum, Bidang Sosial, Bidang Lingkungan Hidup, Urusan Penunjang Fungsi Perencanaan, Urusan Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Urusan Kepegawaian.

Beberapa program unggulan Pemerintah Kota Metro oleh OPD terkait agar lebih maksimal dan profesional dalam mewujudkan visi dan misi Kota Metro.

Selain itu, catatan pengelolaan anggaran juga mesti dioptimalkan Mengingat Keterbatasan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kota Metro guna menyelesaikan permasalahan pembangunan yang sesuai dengan harapan masyarakat.

Pemkot Metro juga diminta terus intens berkomunikasi baik dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Diakhir Rapat Paripurna, Ketua DPRD Metro Tondi Muammar Gaddafi Nasution secara resmi menyerahkan Naskah Rekomendasi DPRD Metro kepada Walikota Metro Wahdi. (ADV)

Bupati Lampung Tengah Mengatakan Pentingnya Peran Serta Dinas PKPPCK Dalam Mengurangi Rumah Tidak Layak Huni

LAMPUNG TENGAH, GSC. Tenaga Fasilitator Lapangan merupakan tenaga yang dipersiapkan secara khusus untuk menjadi fasilitator atau pendamping bagi masyarakat, dalam pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat seperti salah satunya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pentingnya ilmu yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Pelatihan Pembinaan Fasilitator Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) taman ceri glompong Bandarjaya, Kamis (27/07/2024).

Acara diawali dengan laporan penyelenggaraan kegiatan yang dilaporkan langsung oleh Kepala Bidang Perumahan Bu Novida Asri Dewi, ST., MT, dengan mengundang 39 Kampung/ Keluraha dan 21 Kecamatan, yang ada di Kabupaten Lampung Tengah.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab. Lampung Tengah Bapak Veni Libriyanto, S.T., M.T., yang dalam sambutannya diwakili oleh Sekertaris Dinas PKPPCK M. Abdi Hans, S.IP., M.H., mengatakan agar peserta pelatihan dapat mengerti dan memahami dengan seksama materi yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan RTLHL tahun 2024 agar dapat berjalan dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, untuk mendapatkan tenaga fasilitator yang berkualitas agar dapat melaksanakan tugas dengan baik untuk memverifikasi, identifikas keswadayaan, rembuk warga, pelaksanaan serta monitoring dan pengawasan.

Mengingat himbauan Bapak Bupati Lampung Tengah Hi, Musa Ahmad, S. Sos., M.M., pentingnya peran serta Pemerintah Daerah dalam mengurangi angka rumah tidak layak huni yang berada di Kabupaten Lampung Tengah ini.

Saya juga berharap peserta tenaga fasilitator mengikuti kegiatan dengan penuh atensi dan berperan aktif, dalam sesi diskusi maupun simulasi dan dapat mengaplikasikan dalam tugas dilapangan nanti,” kata M. Abdi Hans, S.IP., M.H.

Alokasi dana APBD Kabupaten Lampung Tengah tahun 2024 ini untuk kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni dengan luas 10 hektar sebesar Rp 2.625.000.000 dengan penerima sebanyak 150 penerima bantuan yang tersebar di kabupaten Lampung Tengah, telah terealisasi perbaikan RTLH.

“Masih perlu kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk menuntaskan penanganan program Peningkatan Kualitas (PK) RTLH di Kabupaten Lampung Tengah ini,” ucapnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2024, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Lampung Tengah dalam program penanganan PK RTLH, melaksanakan bantuan sebanyak 150 penerima bantuan.., Tutupnya.
Red.

Walikota Metro Mengatakan Dalam Mengatasi Permasalahan Banjir di Jalan Imam Bonjol Perlu Perencanaan Yang Matang

METRO, GSC. Walikota Metro, Wahdi Sirajuddin bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata ruang (DPUTR) yang di wakilkan oleh Sektetaris dan jajaran, serta kepala Dinas Kominfo meninjau perbaikan infrastruktur jalan dan drainase di Jalan Imam Bonjol, Jalan WR Supratman dan Jalan Kaca Piring.

“Kita tadi memantau ke Jalan Imam Bonjol melihat sistem drainase untuk mengatasi banjir yang sering terjadi. Kita melakukan pelebaran dulu karena sistem drainase sebelah satu sisi itu sudah tertutup, kemudian sebelah sisinya lagi kita lebarin,” kata Wahdi usai tinjauan, Senin (29/7).

Dikatakanya, dalam mengatasi permasalahan banjir di Jalan Imam Bonjol perlu perencanaan yang matang. Sebab, selama ini penyebab banjir di jalan tersebut akibat air tidak bisa masuk ke saluran pembuangan.

Untuk itu, perlu adanya perencanaan agar sistem drainase di jalan tersebut bisa terintegrasi dengan saluran pembuangan. Sehingga ketika hujan turun, air tersebut bisa langsung menuju saluran pembuangan.

“Untuk pembangunan drenase terintegrasi, tetapi untuk membangun tersebut tidak bisa cepat karena sistem drainase integrasi yaitu membangun sistem yang hulu hilir dari titik buangnya dimana,” paparnya.

Wahdi menjelaskan, dalam pembangunan infrastruktur, Pemkot Metro tidak hanya membangun jalan tetapi juga sistem drainase dan juga trotoarnya.

“Kalau kita membangun jalan notabenennya jika kualitasnnya tidak bagus percuma sia-sia, membangun jalan harus terintegrasi. Mulai dari trotoarnya, sistem drainasenya itu harus terintegrasi,” ungkapnya.

“Kalau masyakarat tidak bergotong-royong makanya banyak tadi sistem drainase tertutup, masyarakat harus kontrol jalan dari mulai proses perbaikan jalan dan yang melintasi jalan itu,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, pembangunan jalan juga harus disesuaikan dengan beban kendaraan yang melintas di jalan tersebut.

“Seperti di Jalan WR Supratman tadi kita membangun 27 cm ketebalan dengan lantai dasar 10 cm, karena yang lewat disitu kapasitas paling sekitar 40 ton,” ujar Wahdi.

Dia mencontohkan, pembangunan Jalan Kaca Piring di Kelurahan Ganjarasri, Metro Barat. Dimana, perbaikan jalan tersebut mempunyai sistem integrasi yang baik dan juga memperhitungkan mobilitas jalan yang tinggi dan kendaraan muatan besar.

“Karena disini kita lihat banyak sekali mobil-mobil truk muatan besar, saya lihat pengerjaan nya cukup baik dan saya berharap jalan jalan yg lain nya seperti ini.dan perlu di ketahui
Disini banyak gudang,” Ya jalan nya harus di Rigit. tandasnya.
ADV.

Pendapatan Perkapita Kota Metro Tahun 2025-2045 di Targetkan Capai 72,05 Juta Pertahun

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menargetkan pada tahun 2025 sampai tahun 2045 pendapatan perkapita kota setempat naik dari 49,32 juta menjadi 72,05 juta pertahun.

Hal ini dikatakan Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin dalam jawabanya atas pandangan umum fraksi DPRD Metro saat rapat paripurna tentang Raperda RPJPD Kota Metro tahun 2025-2045, Jumat (26/7).

Wahdi mengatakan, peningkatan pendapatan per kapita tersebut terdiri dari produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Metro, produksi perikanan berjumlah 250,73 ton per tahun dan kontribusi PDRB industri pengolahan 15,54 persen.

“Peningkatan pendapatan per kapita itu akan dicapai melalui upaya pembangunan antara lain pembangunan infrastuktur, dukungan sektor UMKM, peningkatan investasi daerah, pembangunan SDM dan lainya,” katanya.

Dia menjelaskan, pada tahun 2023 ini bersarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pendapatan per kapita Kota Metro sebesar Rp.45.236.830. Nilai ini merupakan nilai PDRB Kota Metro yang dihitung atas dasar harga berlaku (ADHB) setiap tahun.

“Sedangkan nilai Rp.29.907.123 merupakan nilai PDRB yang dihitung atas dasar harga konstan (ADHK) serta faktor yang mempengaruhi perkembangan harga barang dan jasa,” jelasnya.

Selain itu, dalam pengentasan kemiskinan dan ketimpangan tahun 2025-2045, Pemkot Metro memproyeksikan tingkat kemiskinan di Bumi Sai Wawai juga turun menjadi 2 persen, lalu rasio gini (indeks) atau kesenjangan pendapatan antar penduduk sebesar 0,202 sampai 0,197.

“Kemudian kontribusi PDRB Kota Metro terhadap PDRB Provinsi Lampung sebesar 2,50 persen,” ucapnya.

Wahdi menuturkan, dalam RPJPD Kota Metro tahun 2005-2025 angka kemiskinan di Bumi Sai Wawai pada tahun 2025 yang ditargetkan sebesar 8,47 persen. Namun pada tahun 2023 ini persentase penduduk miskin telah mencapai angka 7,28 persen.

“Angka ini menunjukkan bahwa capaian pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemkot Metro sudah lebih rendah daripada pemerintah pusat maupun provinsi,” paparnya.

Tal hanya itu, kedepan Pemkot ingin agar kepemimpinan dan pengaruh di dunia internasional Kota Metro meningkat yang ditunjukkan dengan meningkatnya indeks daya saing daerah menjadi 4,940.

“Dan pada tahun 2045 indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Metro di kisaran 83,51 sampai 85,13. Selain itu kita juga ingin emisi gas rumah kaca (GRK) Metro pada tahun 2045 turun hingga 93,17 persen,” terangnya.
(ADV)

Paripurna DPRD Kota Metro Bahas Tiga Agenda, Ini Penjelasannya

METRO, GSC. Ketua DPRD Kota Metro, Tondi Muammar Gaddafi Nasution, S.T. memimpin rapat Paripurna di gedung Dewan setempat Senin, (13/5/2024), dalam sambutannya Ketua DPRD ini mengatakan bahwa rangkaian kegiatan rapat hari ini akan disampaikan oleh Wali Kota Metro dan ditanggapi oleh fraksi-fraksi DPRD Metro.
“Pada kesempatan ini terdapat 3 agenda yakni, pertama pandangan umum fraksi-fraksi atas penyampaian Raperda tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol. Kedua jawaban Wali Kota terhadap pandangan umum fraksi-fraksi atas Raperda tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, sekaligus pendapat Wali Kota Raperda tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan serta Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Untuk yang ketiga jawaban atau tanggapan fraksi-fraksi terhadap pendapat Wali Kota Metro,” jelas Tondi.

Sementara, Wali Kota Metro, Wahdi Sirajudjuddin mengatakan terdapat 2 Raperda Inisiatif DPRD Kota Metro dan satu Usul Pemerintah Daerah yang menjadi bahan utama rapat hari ini.

Dia mengatakan bahwa paripurna kali ini membahas tiga agenda, pertama Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Atas Penyampaian LKPJ Wali Kota Metro Tahun 2023, dan jawaban Wali Kota Metro Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi yang dilaksanakan di Ruang Sidang DPRD Kota Metro.

pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapat menumbuhkan usaha-usaha yang mampu mensejahterakan masyarakat Kota Metro.

Ditempat yang sama, Perwakilan fraksi-fraksi, Yulianto memberikan pandangan terhadap Raperda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, yang mana kewenangan pemerintah daerah ini merupakan upaya pengendalian dan pengawasan terhadap peredaran dan penjualan minuman beralkohol, serta pengawasan terhadap minuman beralkohol.

“Hal ini jangan hanya dibatasi dalam konteks distribusi di pasaran saja, melainkan harus bisa menyentuh sampai pada proses produksi,” katanya.

Selanjutnya, Yulianto memberikan tanggapan terhadap pendapat Wali Kota Metro terkait Raperda yang sudah disampaikan sebelumnya.

“Kami atas nama fraksi-fraksi DPRD Kota Metro menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota yang telah menyambut baik Raperda inisiatif tersebut. Tentunya hal tersebut menunjukkan keinginan dan pemahaman yang sama terkait Raperda yang dapat membawa kemajuan bagi Kota Metro,” tutupnya.

Paripurna kali ini diikuti Perwakilan fraksi-fraksi DPRD Kota Metro meliputi dari Partai Golkar, PDIP, PKS , Nasdem, Demokrat, dan Amanat Bangsa. (Adv)

Dispusarda Kota Metro Mengatakan Wali Kota Metro Wahdi Sirajuddin, Minat Budaya Baca di Bumi Sai Wawai Tertinggi di Provinsi Lampung

METRO, GSC. Dimasa Kepemimpinan pemerintahan Wali Kota Metro Wahdi Sirajuddin, minat budaya baca di Bumi Sai Wawai tertinggi di Provinsi Lampung. Hal tersebut diklaim lantaran terjadinya indeks literasi pembangunan masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) Kota Metro, Komaruddin mengatakan, capaian tersebut didapatkan dari 7 indikator penilaian yang membuat Metro sebagai kota dengan literasi tertinggi di Lampung.

“Alhamdulillah Metro ini tertinggi di Provinsi Lampung. Jadi, ada 7 indikator diantara pemerataan layanan perpustakaan, ketercukupan koleksi, ketercukupan tenaga perpustakaan, dan kunjungan masyarakat. Kemudian, penunjang lainnya seperti Perpustakaan liber SMP berstandar Nasional, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perpustakaan dan keanggunan perpustakaan,” kata dia, Selasa, 23 Juli 2024.

Dia menjelaskan, untuk di Dispusarda juga kini telah memiliki koleksi sebanyak 2.400 e-book dan 20.159 buku fisik.

“Ditambah lagi, setiap tahun kita ada peningkatan sebagai perputaran buku ya. Baik itu yang rusak dan buku yang harus di upgrade mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.

Selain ketersediaan buku yang memadai, pojok baca digital (Pocadi) juga termasuk proses pengembangan perpustakaan yang disediakan di outdoor atau luar ruangan.

“Memang, Pocadi ditempatkan diantara Taman Merdeka dan masjid Taqwa Metro sejak 2019 lalu. Ini bisa diakses seluruh masyarakat dengan fasilitas WiFi gratis,” ungkapnya.
(ADV)

Pemkot Metro Bersama OJK, PT Astra dan Bank Lampung Memberikan Edukasi Tentang Literasi Keuangan dan Asuransi Mikro

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Astra dan Bank Lampung memberikan edukasi tentang literasi keuangan sekaligus asuransi mikro kepada kader Posyandu di kota setempat.

Edukasi literasi keuangan dan asuransi mikro ini diberikan secara simbolis saat Jambore Kader Posyandu Kota Metro di Taman Metro Indonesia Indah (TMII), Selasa (23/7)

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin mengatakan, pemberian asuransi dan literasi keuangan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan pemberdayaan dari Pemkot Metro pada kader Posyandu di Bumi Sai Wawai.

“Kader Posyandu ini adalah ujung tombak dalam pelayanan primer sesuai enam pilar transformasi bidang kesehatan. Peran mereka sangat penting, untuk itu kita berikan edukasi tentang pengelolaan keuangan sekaligus asuransi mikro ini,” kata Wahdi usai kegiatan.

Dikatakanya, kedepan Pemkot Metro akan merevitalisasi semua Posyandu dan meningkatkan kader kapasitas sumber daya manusia (SDM) para kader. Selain itu, pemerintah juga akan upayakan agar fasilitas di Posyandu bisa lebih lengkap.

“Posyandu kita ini ada 158 kita akan upayakan untuk lakukan revitalisasi, tapi SDM-nya juga kita tingkatkan. Karena sama saja kalau bangunanya bagus, tapi SDM-nya tidak bagus,” katanya lagi.

“Salah satunya kegiatan yang kita laksanakan ini, kita berikan mereka edukasi bagaimana pengelolaan keuangan yang baik supaya mereka nanti bisa juga memberikanya edukasi pada masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, tambah dia, Pemkot Metro juga memberikan hadiah umroh kepada satu kader Posyandu asal Metro Utara dan hadiah sepeda kepada beberapa kader.

“Iya itu sebagai reward kepada para kader Posyandu yang sudah bekerja dengan baik, tentu kita berikan apresiasi. Tahun ini memang baru satu, kedepan kita upayakan hadiah umrohnya lebih banyak,” tambahnya.

Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy menuturkan, industri jasa keuangan bukan hanya memikirkan terkait bisnis, tetapi juga ingin melakukan penetrasi terhadap pemerintah utamanya kader posyandu dalam penurunan stunting dan sekaligus memberikan edukasi bagaimana mengelola keuangan yang baik.

“Jadi kita ingin para kader Posyandu bukan hanya memberikan edukasi terkait gizi, tetapi juga bagaimana mengelola keuangan yang baik. Tujuanya tentu kita ingin mendukung kesejahteraan masyarakat khususnya di Metro ini,” ucapnya.

“Kita semata-mata bukan hanya soal bisnis, ini contohnya dari PT Astra memberikan asuransi mikro kepada semua kader. Begitupun dengan dari Bank Lampung juga ada,” paparnya.

Dia menambahkan, para kader Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pemerintah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Untuk itu, peran kader juga sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang baik.

“Daya jangkau kader Posyandu itu sampai kebawah karena bersentuahn langsung dengan masarakat. Jadi mereka bisa menjadi agen literasi, agar bisa mendukung kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
(ADV)

Kota Metro Meraih Empat Besar GNRMKota Terbaik Implementas

METRO, GSC. Kota Metro meraih empat besar kota terbaik Implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) se-Indonesia. Ini, berdasarkan indeks penilaian dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI).

Hal tersebut diungkapkan, Menko PMK RI, Muhadjir Effendy saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kota Metro, Provinsi Lampung, Minggu (14/7).

“Dalam kaitannya dengan indeks revolusi mental, Kota Metro ini memang adalah empat besar kota yang indeksnya tertinggi. Oleh karena itu, wajar kalau tadi kegiatannya sangat bagus, dan saya mengapresiasi,” katanya.

“Artinya cocok lah kalau di sini mendapatkan indeks nomer empat besar itu. Karena memang kegiatan-kegiatannya berkaitan dengan gerakan revolusi,” tambahnya.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Menko PMK menjelaskan, pihaknya juga ingin melihat program-program gerakan revolusi mental yang dilakukan secara kerjasama antara Kemenko PMK dengan Pemerintah Kota Metro.

“Jadi gerakan revolusi mental itu adalah menekankan kepada pembentukan mental masyarakat yang lebih berintegritas, pekerja keras, etos kerja, dan bergotong royong,” jelasnya.

Dia menyampaikan, Kota Metro mempunyai pasar yang memberdayakan UMKM berbagai macam kuliner, kemudian pelayanan dan penanganan anak-anak difabel. Serta, yang tidak kalah penting yaitu kumpulan daripada youtuber dan influencer yang ada di Kota Metro.

“Sehingga youtuber dan influencer tersebut dapat memperbanyak, membanjiri dunia maya, dunia virtual kita dengan konten-konten yang positif, optimis, dah yang lebih mencerahkan. Dalam rangka untuk menghambat melaju dan berkembang biaknya konten negatif yang ada di dunia maya kita,” tambahnya.

Pihaknya juga mendorong para generasi milenial untuk memanfaatkan teknologi dan media sosial digunakan untuk menyebarkan hal-hal positif dan kreatif.

“Dan ini sangat memprihatinkan, tentu merubah jagad maya kita yang seperti itu dengan konten yang positif. Tapi ini tanggung jawab kita bersama, utamanya para milenial itu sendiri. Karena mereka banyak yang menggunakan media sosial,” ujarnya.

“Untuk itu melalui gerakan Gen Digital Revolusi mental kita ingin mendorong para generasi milenial untuk membanjiri dunia virtual kita dengan konten positif dan juga kreatif,” imbuhnya.

Gen Digital Revolusi Mental juga merupakan wadah bertemunya para local champion, educator/influencer, dan generasi muda penggiat media di daerah yang mewakili lima aksi nyata dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Gen Digital Revolusi Mental adalah mereka yang terlibat aktif mempublikasi konten di media sosial untuk berbagi praktik baik, mengamplifikasi, menstimulasi, serta memperluas gerakan aksi bagi masyarakat luas.

Sementara, Wali Kota Metro, Wahdi mengucapkan terimakasih kepada Menteri Kemenko PMK RI yang telah melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Metro.

“Mudah-mudahan dengan kunjungan kerja dari bapak Menteri Kemenko PMK RI tadi, banyak ilmu yang bisa kami petik dari yang disampaikan oleh beliau tadi. Sehingga ke depan pembangunan di Kota Metro bisa bertambah lebih baik lagi,” ucapnya.

“Tentunya capaian yang telah kita raih ini adalah berkat kerjasama kita semua. Yaitu, antara Pemerintah Kota Metro, masyarakat dan instansi terkait lainnya,” tambahnya.

Dia menambahkan, untuk pemberdayaan penyandang difabel, Kota Metro kota inklusi yang merupakan kota pusat kegiatan wilayah (PKW) yang salah satunya adalah pusat autis.

“Disini ada 32 sekolah khusus. Dan untuk mewujudkan kota inklusif ini perlu dukungan dari semua pihak tidak hanya pemerintah saja,” tandasnya.
(ADV)

Hj. Mardiana Musa Ahmad Hadiri Rakor FKWT Kecamatan Bandar Mataram

LAMPUNG TENGAH, GSC. Hj. Mardiana Musa Ahmad Hadiri Rakor FKWT Kecamatan Bandar Mataram
Dipost Oleh: Admin – 25 Juni 2024
Ketua FKWT Berjaya Kabupaten Lampung Tengah Hj. Mardiana Musa Ahmad menghadiri Rakor FKWT Kecamatan Bandar Mataram bertempat di Kampung Sumber Rejeki Selasa 25 Juni 2024. Hj. Mardiana Musa ahmad hadir dengan didampingi Ketua harian FKWT Lampung Tengah Jumilatun dan pengurus Kabupaten, Pembina FKWT kecamatan dalam kesempatan tersebut juga hadir Kepala Kampung Sumber Rezeki Burhanudin, PPlL dan pembina FKWT Kampung Se-Kecamatan Bandar Mataram.

Dalam sambutan yang Ketua FKWT berjaya Mardiana Musa mengatakan setiap rapat harus menunjukkan kemajuan. Oleh karena itu, saya ingin menanyakan kepada Mas Yoga, selaku PPL di Sumber Rejeki, terkait progres di Kampung Sumber Rejeki, terutama SDM-nya. Apakah mereka memiliki semangat untuk maju? Semangat ini dapat dilihat dari kegiatan mereka sehari-hari.

Kegiatan FKWT ini dapat berkolaborasi dengan berbagai kegiatan lain, seperti pengajian, senam, dan lain sebagainya. Semua kegiatan ini akan menjadi lebih menarik jika dilakukan bersama. Contohnya, senam yang seharusnya diadakan hari ini, namun dibatalkan karena hujan. Setiap kegiatan memiliki tujuan dan akhir yang jelas. Dari 5 kampung yang hadir hari ini, saya mendengar dari ibu pembina kampung bahwa kegiatan KWT di daerah masing-masing masih standar.

Padahal, dengan potensi yang dimiliki Bandar Mataram, seperti wilayah yang subur, seharusnya ada progres yang lebih signifikan. Contohnya, praktik membuat gula dari singkong yang sudah dilakukan, namun tidak dilanjutkan. Alasan dibalik terhentinya praktik tersebut perlu diketahui. Setiap pertemuan harus menunjukkan kemajuan, dan kita perlu memiliki target yang jelas. Tujuan kelompok KWT adalah untuk menggerakkan semua keluarga di Lampung Tengah, khususnya di Kampung Sumber Rejeki, Kecamatan Bandar Mataram.

Saya harap setiap kampung di Bandar Mataram ini dapat bergerak bersama. Setiap keluarga memiliki kebun di rumah, dan sasaran kita adalah membantu keluarga memanfaatkan pekarangannya dengan baik. Setiap kampung memiliki PPL yang siap dipanggil dan diajak berdiskusi. Dalam KWT, terdapat 3K yang penting: komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi. Hal ini harus diterapkan dalam setiap kegiatan.
(ADV)

Translate »