Bupati Lampung Tengah Mengatakan Pentingnya Peran Serta Dinas PKPPCK Dalam Mengurangi Rumah Tidak Layak Huni

LAMPUNG TENGAH, GSC. Tenaga Fasilitator Lapangan merupakan tenaga yang dipersiapkan secara khusus untuk menjadi fasilitator atau pendamping bagi masyarakat, dalam pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat seperti salah satunya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pentingnya ilmu yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Pelatihan Pembinaan Fasilitator Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) taman ceri glompong Bandarjaya, Kamis (27/07/2024).

Acara diawali dengan laporan penyelenggaraan kegiatan yang dilaporkan langsung oleh Kepala Bidang Perumahan Bu Novida Asri Dewi, ST., MT, dengan mengundang 39 Kampung/ Keluraha dan 21 Kecamatan, yang ada di Kabupaten Lampung Tengah.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab. Lampung Tengah Bapak Veni Libriyanto, S.T., M.T., yang dalam sambutannya diwakili oleh Sekertaris Dinas PKPPCK M. Abdi Hans, S.IP., M.H., mengatakan agar peserta pelatihan dapat mengerti dan memahami dengan seksama materi yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan RTLHL tahun 2024 agar dapat berjalan dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, untuk mendapatkan tenaga fasilitator yang berkualitas agar dapat melaksanakan tugas dengan baik untuk memverifikasi, identifikas keswadayaan, rembuk warga, pelaksanaan serta monitoring dan pengawasan.

Mengingat himbauan Bapak Bupati Lampung Tengah Hi, Musa Ahmad, S. Sos., M.M., pentingnya peran serta Pemerintah Daerah dalam mengurangi angka rumah tidak layak huni yang berada di Kabupaten Lampung Tengah ini.

Saya juga berharap peserta tenaga fasilitator mengikuti kegiatan dengan penuh atensi dan berperan aktif, dalam sesi diskusi maupun simulasi dan dapat mengaplikasikan dalam tugas dilapangan nanti,” kata M. Abdi Hans, S.IP., M.H.

Alokasi dana APBD Kabupaten Lampung Tengah tahun 2024 ini untuk kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni dengan luas 10 hektar sebesar Rp 2.625.000.000 dengan penerima sebanyak 150 penerima bantuan yang tersebar di kabupaten Lampung Tengah, telah terealisasi perbaikan RTLH.

“Masih perlu kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk menuntaskan penanganan program Peningkatan Kualitas (PK) RTLH di Kabupaten Lampung Tengah ini,” ucapnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2024, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Lampung Tengah dalam program penanganan PK RTLH, melaksanakan bantuan sebanyak 150 penerima bantuan.., Tutupnya.
Red.

Walikota Metro Mengatakan Dalam Mengatasi Permasalahan Banjir di Jalan Imam Bonjol Perlu Perencanaan Yang Matang

METRO, GSC. Walikota Metro, Wahdi Sirajuddin bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata ruang (DPUTR) yang di wakilkan oleh Sektetaris dan jajaran, serta kepala Dinas Kominfo meninjau perbaikan infrastruktur jalan dan drainase di Jalan Imam Bonjol, Jalan WR Supratman dan Jalan Kaca Piring.

“Kita tadi memantau ke Jalan Imam Bonjol melihat sistem drainase untuk mengatasi banjir yang sering terjadi. Kita melakukan pelebaran dulu karena sistem drainase sebelah satu sisi itu sudah tertutup, kemudian sebelah sisinya lagi kita lebarin,” kata Wahdi usai tinjauan, Senin (29/7).

Dikatakanya, dalam mengatasi permasalahan banjir di Jalan Imam Bonjol perlu perencanaan yang matang. Sebab, selama ini penyebab banjir di jalan tersebut akibat air tidak bisa masuk ke saluran pembuangan.

Untuk itu, perlu adanya perencanaan agar sistem drainase di jalan tersebut bisa terintegrasi dengan saluran pembuangan. Sehingga ketika hujan turun, air tersebut bisa langsung menuju saluran pembuangan.

“Untuk pembangunan drenase terintegrasi, tetapi untuk membangun tersebut tidak bisa cepat karena sistem drainase integrasi yaitu membangun sistem yang hulu hilir dari titik buangnya dimana,” paparnya.

Wahdi menjelaskan, dalam pembangunan infrastruktur, Pemkot Metro tidak hanya membangun jalan tetapi juga sistem drainase dan juga trotoarnya.

“Kalau kita membangun jalan notabenennya jika kualitasnnya tidak bagus percuma sia-sia, membangun jalan harus terintegrasi. Mulai dari trotoarnya, sistem drainasenya itu harus terintegrasi,” ungkapnya.

“Kalau masyakarat tidak bergotong-royong makanya banyak tadi sistem drainase tertutup, masyarakat harus kontrol jalan dari mulai proses perbaikan jalan dan yang melintasi jalan itu,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, pembangunan jalan juga harus disesuaikan dengan beban kendaraan yang melintas di jalan tersebut.

“Seperti di Jalan WR Supratman tadi kita membangun 27 cm ketebalan dengan lantai dasar 10 cm, karena yang lewat disitu kapasitas paling sekitar 40 ton,” ujar Wahdi.

Dia mencontohkan, pembangunan Jalan Kaca Piring di Kelurahan Ganjarasri, Metro Barat. Dimana, perbaikan jalan tersebut mempunyai sistem integrasi yang baik dan juga memperhitungkan mobilitas jalan yang tinggi dan kendaraan muatan besar.

“Karena disini kita lihat banyak sekali mobil-mobil truk muatan besar, saya lihat pengerjaan nya cukup baik dan saya berharap jalan jalan yg lain nya seperti ini.dan perlu di ketahui
Disini banyak gudang,” Ya jalan nya harus di Rigit. tandasnya.
ADV.

KPU Kota Metro Pastikan Sekitar 128 Ribu Telah Rampung Proses Coklit

METRO, GSC. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro pastikan sekira 128 ribu, dengan estimasi 100 persen pemilih di Bumi Sai Wawai telah rampung proses Coklit.

Angka tersebut mengacu pada daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) yang diterima KPU Kota Metro.

Dari data yang dihimpun tersebut, berikutnya akan menjadi gambaran jumlah daftar pemilih yang akan berpartisipasi dalam Pilkada serentak yang berlangsung pada 27 November 2024 mendatang di 234 TPS yang tersebar di Kota Metro.

“Tahapan Coklit dimulai sejak 24 Juni hingga 24 Juli 2024 lalu dan berhasil dihimpun sekira 128 ribu data pemilih yang tersebar di Kota Metro,” kata Nurris Septa Pratama saat wawancara, Senin, 29 Juli 2024.

Septa menuturkan, pasca proses Coklit selesai, berikutnya KPU akan melakukan tahapan rekapitulasi di kelurahan hingga tingkat kota yang dilakukan supervisi dan tim monitoring KPU Metro.

“Berikutnya akan ada proses pendataan, dimulai dari daftar pemilih sementara (DPS), masih panjang prosesnya. Belum lagi akan dilakukan dari DPS yang telah rampung, nantinya, hingga finalnya pada penetapan daftar pemilih tetap (DPT). DPT itu nantinya yang akan menjadi acuan pada Pilkada mendatang,” tuturnya.

Ada pun masalah yang kami temui di lapangan, yaitu saat petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) kesulitan mendata masyarakat, dan itu mengharuskan kami bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan pamong setempat.

“Kendala pasti ada, di antaranya petugas Pantarlih ada yang merasa kesulitan untuk menemui warga. Alhamdulillah masalah tersebut sudah teratasi,” pungkasnya. (Yodi)

Polda Lampung Terima Laporan Penggunaan Ijazah Palsu Pencalonan DPRD di Lampung Selatan

LAMPUNG SELATAN, GSC. Polda Lampung menerima laporan kasus dugaan penggunaan ijazah palsu yang digunakan oleh Supriyati (49), seorang warga Lampung Selatan, untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan.

Laporan ini diajukan oleh Wahyudi (50) seorang wiraswasta yang beralamat di Kedaton, Kota Bandar Lampung, setelah mendapat informasi dari masyarakat. Dengan nomor laporan polisi LP/B/310/V/IV/2024/SPKT/POLDA LAMPUNG.

Berdasarkan laporan tersebut kejadian ini terungkap pada tanggal 25 April 2024 di Suka Tani, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Wahyudi melaporkan bahwa Supriyati menggunakan ijazah palsu sebagai salah satu persyaratan pencalonannya.

Setelah dilakukan pengecekan oleh pelapor di website KPU dan Dapodik Kemendikbud, ditemukan bahwa Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) atas nama Supriyati tidak terdaftar.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kami membenarkan adanya laporan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh salah satu calon anggota DPRD di Lampung Selatan. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan kebenaran dan memproses hukum pihak yang terlibat,” ujar Kombes Umi Fadillah Astutik, Kabid Humas Polda Lampung.

Umi Fadillah Astutik juga menambahkan bahwa kepolisian akan terus berupaya menjaga integritas dan kejujuran dalam proses pencalonan anggota legislatif.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melaporkan apabila menemukan dugaan kecurangan atau tindakan ilegal yang dapat merugikan negara dan masyarakat,” tutupnya.

Barang bukti yang disertakan dalam laporan tersebut meliputi satu lembar surat berharga berupa ijazah yang diduga palsu, satu buah riwayat hidup terlapor dari website KPU, satu lembar akta kelahiran, dan satu buah riwayat pendidikan terlapor dari website KPU.

KABIDHUMAS POLDA LAMPUNG
Kombes Pol Umi Fadilah Astutik S.Sos.S.I.k.M.Si.,
Email: humaspoldalampung@gmail.com
Twitter: @humaspoldalpg
FB: humas_poldalampung
IG : @humas_poldalampung.
Red.

Aniaya Tetangga Hingga Meninggal Dunia, Pria di Pringsewu Ditangkap Polisi

LAMPUNG, GSC. Pria di Kabupaten Pringsewu meninggal dunia usia dianiaya oleh tetangganya menggunakan pisau. Korban meninggal dunia dengan banyak luka tusukan.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (26/7/2024) sore pukul 17.00 WIB di Dusun Sari Bumi, Pekon Wates Selatan, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Adapun identitas korban bernama Feri Handika berusia 34 tahun.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik mengatakan pelaku telah tertangkap usai peristiwa penganiayaan tersebut terjadi.

“Peristiwa penganiayaan berat yang menyebabkan seseorang meninggal dunia terjadi sore kemarin di Kabupaten Pringsewu. Korban atas nama Feri Handika,”katanya, Jumat (27/7/2024).

“Pelakunya berhasil ditangkap oleh Polsek Gadingrejo usai peristiwa itu terjadi, pelaku bernama Arfan Gunawan, dia ini tetangga korban,” lanjut Umi.

Dia menjelaskan, peristiwa ini terjadi berawal dari korban yang mengendarai sepeda motor kemudian ‘menggeber-geber’ kendaraannya didepan rumah korban.

“Awalnya ini korban mengendarai motor kemudian menggeber-geberkan knalpot motor didepan rumah pelaku yang menyebabkan pelaku ini tersulut emosinya sehingga langsung keluar rumah dan langsung menusukan pisau ketubuh korban,”ujarnya.

“Lalu selanjutnya korban berlari ke arah mushola kemudian dikejar oleh pelaku ini dan kembali menusukkan pisau berkali-kali hingga akhirnya nyawa korban tak tertolong meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit oleh masyarakat,”sambung Umi.

Saat ini kata Umi, pelaku Arfan Gunawan telah dilakukan penahanan di Mapolsek Gadingrejo Polres Pringsewu.

“Sudah ditahan, dari hasil pemeriksaan motifnya korban ini punya dendam dan sakit hati. Tapi itu masih akan kami dalami,” tandasnya.

KABIDHUMAS POLDA LAMPUNG
Kombes Pol Umi Fadilah Astutik S.Sos.S.I.k.M.Si.,
Email: humaspoldalampung@gmail.com
Twitter: @humaspoldalpg
FB: humas_poldalampung
IG : @humas_poldalampung.
Red.

Pendapatan Perkapita Kota Metro Tahun 2025-2045 di Targetkan Capai 72,05 Juta Pertahun

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menargetkan pada tahun 2025 sampai tahun 2045 pendapatan perkapita kota setempat naik dari 49,32 juta menjadi 72,05 juta pertahun.

Hal ini dikatakan Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin dalam jawabanya atas pandangan umum fraksi DPRD Metro saat rapat paripurna tentang Raperda RPJPD Kota Metro tahun 2025-2045, Jumat (26/7).

Wahdi mengatakan, peningkatan pendapatan per kapita tersebut terdiri dari produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Metro, produksi perikanan berjumlah 250,73 ton per tahun dan kontribusi PDRB industri pengolahan 15,54 persen.

“Peningkatan pendapatan per kapita itu akan dicapai melalui upaya pembangunan antara lain pembangunan infrastuktur, dukungan sektor UMKM, peningkatan investasi daerah, pembangunan SDM dan lainya,” katanya.

Dia menjelaskan, pada tahun 2023 ini bersarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pendapatan per kapita Kota Metro sebesar Rp.45.236.830. Nilai ini merupakan nilai PDRB Kota Metro yang dihitung atas dasar harga berlaku (ADHB) setiap tahun.

“Sedangkan nilai Rp.29.907.123 merupakan nilai PDRB yang dihitung atas dasar harga konstan (ADHK) serta faktor yang mempengaruhi perkembangan harga barang dan jasa,” jelasnya.

Selain itu, dalam pengentasan kemiskinan dan ketimpangan tahun 2025-2045, Pemkot Metro memproyeksikan tingkat kemiskinan di Bumi Sai Wawai juga turun menjadi 2 persen, lalu rasio gini (indeks) atau kesenjangan pendapatan antar penduduk sebesar 0,202 sampai 0,197.

“Kemudian kontribusi PDRB Kota Metro terhadap PDRB Provinsi Lampung sebesar 2,50 persen,” ucapnya.

Wahdi menuturkan, dalam RPJPD Kota Metro tahun 2005-2025 angka kemiskinan di Bumi Sai Wawai pada tahun 2025 yang ditargetkan sebesar 8,47 persen. Namun pada tahun 2023 ini persentase penduduk miskin telah mencapai angka 7,28 persen.

“Angka ini menunjukkan bahwa capaian pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemkot Metro sudah lebih rendah daripada pemerintah pusat maupun provinsi,” paparnya.

Tal hanya itu, kedepan Pemkot ingin agar kepemimpinan dan pengaruh di dunia internasional Kota Metro meningkat yang ditunjukkan dengan meningkatnya indeks daya saing daerah menjadi 4,940.

“Dan pada tahun 2045 indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Metro di kisaran 83,51 sampai 85,13. Selain itu kita juga ingin emisi gas rumah kaca (GRK) Metro pada tahun 2045 turun hingga 93,17 persen,” terangnya.
(ADV)

Paripurna DPRD Kota Metro Bahas Tiga Agenda, Ini Penjelasannya

METRO, GSC. Ketua DPRD Kota Metro, Tondi Muammar Gaddafi Nasution, S.T. memimpin rapat Paripurna di gedung Dewan setempat Senin, (13/5/2024), dalam sambutannya Ketua DPRD ini mengatakan bahwa rangkaian kegiatan rapat hari ini akan disampaikan oleh Wali Kota Metro dan ditanggapi oleh fraksi-fraksi DPRD Metro.
“Pada kesempatan ini terdapat 3 agenda yakni, pertama pandangan umum fraksi-fraksi atas penyampaian Raperda tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol. Kedua jawaban Wali Kota terhadap pandangan umum fraksi-fraksi atas Raperda tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, sekaligus pendapat Wali Kota Raperda tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan serta Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Untuk yang ketiga jawaban atau tanggapan fraksi-fraksi terhadap pendapat Wali Kota Metro,” jelas Tondi.

Sementara, Wali Kota Metro, Wahdi Sirajudjuddin mengatakan terdapat 2 Raperda Inisiatif DPRD Kota Metro dan satu Usul Pemerintah Daerah yang menjadi bahan utama rapat hari ini.

Dia mengatakan bahwa paripurna kali ini membahas tiga agenda, pertama Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Atas Penyampaian LKPJ Wali Kota Metro Tahun 2023, dan jawaban Wali Kota Metro Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi yang dilaksanakan di Ruang Sidang DPRD Kota Metro.

pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapat menumbuhkan usaha-usaha yang mampu mensejahterakan masyarakat Kota Metro.

Ditempat yang sama, Perwakilan fraksi-fraksi, Yulianto memberikan pandangan terhadap Raperda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, yang mana kewenangan pemerintah daerah ini merupakan upaya pengendalian dan pengawasan terhadap peredaran dan penjualan minuman beralkohol, serta pengawasan terhadap minuman beralkohol.

“Hal ini jangan hanya dibatasi dalam konteks distribusi di pasaran saja, melainkan harus bisa menyentuh sampai pada proses produksi,” katanya.

Selanjutnya, Yulianto memberikan tanggapan terhadap pendapat Wali Kota Metro terkait Raperda yang sudah disampaikan sebelumnya.

“Kami atas nama fraksi-fraksi DPRD Kota Metro menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota yang telah menyambut baik Raperda inisiatif tersebut. Tentunya hal tersebut menunjukkan keinginan dan pemahaman yang sama terkait Raperda yang dapat membawa kemajuan bagi Kota Metro,” tutupnya.

Paripurna kali ini diikuti Perwakilan fraksi-fraksi DPRD Kota Metro meliputi dari Partai Golkar, PDIP, PKS , Nasdem, Demokrat, dan Amanat Bangsa. (Adv)

Pemkot Metro Terus Berupaya Agar Tingkat Kemantapan Jalan di Bumi Sai Wawai

METRO, GSC. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Metro menyebut kemantapan jalan di Bumi Sai Wawai tahun 2024 ini mencapai 83,92 persen. Artinya, kondisi jalan di Kota Metro dalam kondisi baik.

“Dalam penilaian jalan itu 60 – 80 persen kondisi jalanya sedang, nah untuk 80 – 100 persen itu baik. Untuk angka kemantapan kita 83,92 persen, artinya kondisi jalan kita baik,” kata Kepala DPUTR Kota Metro, Robby K Saputra, Rabu (24/7).

Dia menjelaskan, tingkat kemantapan ini meningkat dari tahun sebelumnya. Dimana, sebelumnya tingkat kemantapan jalan di Metro sebesar 81 persen.

“Iya memang mengalami peningkatan. Dan untuk di Provinsi Lampung tingkat kemantapan jalan di Kota Metro ini sudah baik,” jelasnya.

Pemkot Metro, lanjut Robby, terus berupaya agar tingkat kemantapan jalan di Bumi Sai Wawai semakin baik. Salah satunya dengan mengebut pembangunan jalan yang akan dilaksanakan di APBD murni.

“Iya dari total 96 ruas jalan lingkungan yang akan dibangun, 62 titik sedang dalam proses. Sedangkan sisanya masih masih menunggu dari pihak ketiga untuk proses kontrak,” paparnya.

Dia menuturkan, selain jalan lingkungan 10 proyek strategis saat ini juga dalam proses pengerjaan. Proyek tersebut yaitu pembangunan Jalan Sutan Syahrir, WR Supratman, Jalan Diponegoro, FKKPI.

“Kemudian Jalan Kaca Piring, pemeliharaan Jalan Imam Bonjol, pelebaran jembatan Jalan Proklamasi serta gedung Kelurahan Iringmulyo dan Kelurahan Ganjarasri,” terangnya.

Robby menargetkan pembangunan tersebut selesai pada Agustus 2024 ini agar masyarakat di Kota Metro dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman.
(Yodi)

Ketua DPC GRIB JAYA LAMTENG Mengatakan Bahwa Aksi Yang Digelar Guna Menolak Transportasi Batu Bara Yang Melintas di Tiga Kabupaten

LAMPUNG TENGAH, GSC. Ribuan massa dari 15 Kabupaten seProvinsi Lampung, tumpah didepan Kantor Sekretariat DPC GRIB Jaya Lampung Tengah, menggelar aksi damai menolak transportasi armada batu bara.

Dari keterangan Ketua DPD GRIB Lampung, Dendi Albar mengatakan bahwa aksi yang digelar guna menolak transportasi batu bara yang melintas di tiga Kabupaten, Way Kanan , Lampura, dan Lamteng.

“Namun, kita masih menunggu arahan dari Kapolres, apakah aksi yang kita gelar bisa dilakukan di Terminal Betan Subing, Terbanggi Besar, atau bagaimana, kita masih menunggu arahan dari kapolres,” ujarnya, Rabu (24/7).

Sementara dari keterangan Ketua DPC GRIB Lamteng, Yunisa Putra menyebut soal adanya penolakan dari tokoh adat, dan masyarakat Terbanggi Besar, yang menolak aksi GRIB, bahwa pihaknya kemarin telah bertemu, dan berkomunikasi dengan tokoh adat dan masyarakat Terbanggi Besar.

“Artinya kita hanya miss komunikasi saja, dan tidak ada hal urgent, dan hubungan kita baik-baik saja, karena kita semua saudara,” jelas Yunisa.

Dimana lanjut Yunisa, aksi damai yang digelar GRIB Lampung, bertujuan mendesak Pemerintah Prov Lampung, bersama kita GRIB Jaya, dan 3 Kabupaten yang dilintasi armada batu bara itu untuk mengambil langkah tegas dalam menertibkan armada tersebut.

“Apabila hal itu tidak dilakukan Pemerintah, Ormas GRIB Jaya akan melakukan gerakan untuk memutar balik armada batu bara yang melintas.

Sementara dari pantauan dilapangan tapak kurang lebih ribuan massa gabungan dari 15 DPC GRIB Jaya seKab.Lampung masih berkumpul di depan Sekretariat DPC DRIB Jaya Lamteng, tepatnya didepan Taman Tugu Pepadun Gunung Sugih, menunggu arahan dari Ketua GRIB Lampung.
red.

Dispusarda Kota Metro Mengatakan Wali Kota Metro Wahdi Sirajuddin, Minat Budaya Baca di Bumi Sai Wawai Tertinggi di Provinsi Lampung

METRO, GSC. Dimasa Kepemimpinan pemerintahan Wali Kota Metro Wahdi Sirajuddin, minat budaya baca di Bumi Sai Wawai tertinggi di Provinsi Lampung. Hal tersebut diklaim lantaran terjadinya indeks literasi pembangunan masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) Kota Metro, Komaruddin mengatakan, capaian tersebut didapatkan dari 7 indikator penilaian yang membuat Metro sebagai kota dengan literasi tertinggi di Lampung.

“Alhamdulillah Metro ini tertinggi di Provinsi Lampung. Jadi, ada 7 indikator diantara pemerataan layanan perpustakaan, ketercukupan koleksi, ketercukupan tenaga perpustakaan, dan kunjungan masyarakat. Kemudian, penunjang lainnya seperti Perpustakaan liber SMP berstandar Nasional, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perpustakaan dan keanggunan perpustakaan,” kata dia, Selasa, 23 Juli 2024.

Dia menjelaskan, untuk di Dispusarda juga kini telah memiliki koleksi sebanyak 2.400 e-book dan 20.159 buku fisik.

“Ditambah lagi, setiap tahun kita ada peningkatan sebagai perputaran buku ya. Baik itu yang rusak dan buku yang harus di upgrade mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.

Selain ketersediaan buku yang memadai, pojok baca digital (Pocadi) juga termasuk proses pengembangan perpustakaan yang disediakan di outdoor atau luar ruangan.

“Memang, Pocadi ditempatkan diantara Taman Merdeka dan masjid Taqwa Metro sejak 2019 lalu. Ini bisa diakses seluruh masyarakat dengan fasilitas WiFi gratis,” ungkapnya.
(ADV)

Translate »