Jalan Dakwah, ACM Kota Metro selenggarakan Sedekah Mobil Keliling Makan Gratis

METRO, GSC. Dalam bersedekah, seorang Muslim dapat menunaikan sedekahnya dengan berbagai cara, salah satunya sedekah makanan. Disebutkan dalam sebuah hadits, salah satu keutamaan dari sedekah makanan adalah dapat masuk surga melalui pintu khusus.

Hal ini juga yang dilakukan oleh Komunitas Ayo Cinta Masjid ( ACM ) Kota Metro, dengan melakukan Sedekah Makan Gratis yang berlangsung di Pasar Cendrawasih di depan pos security belakang exs Bioskop Nuban, Sabtu ( 02/11/2023).

Tommy Kurniawan selaku Koordinator ACM Kota Metro mengungkapkan, bahwa kegiatan ini sudah berlangsung kesekian kalinya pada setiap akhir pekan yang dilaksanakan diwilayah Kota Metro.

” Kegiatan ini adalah giat rutin dan sudah berjalan selama enam bulan dari komunitas Ayo Cinta Masjid (ACM) Kota Metro, yang di laksanakan setiap hari Sabtu setelah sholat Dzuhur. Alhamdulillah, kita mempunyai nama, yakni MOBIL KELILING MAKAN GRATIS. Adapun yang menjadi titik lokasi diseputaran Kota Metro dan pada hari ini berlokasi di depan pos security belakang exs bioskop nuban,” ungkap Tommy saat di temui awak media. Sabtu sore.

Ditambahkannya, bahwa program mobil keliling makan gratis ini dari ACM Kota Metro, merupakan upaya untuk jalan dakwah serta menebar keberkahan kepada umat disetiap minggunya.

” Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah berdonasi dalam program sedekah mobil keliling makan gratis ini. Untuk jumlah porsi makan di setiap minggunya berjumlah 350 – 400 porsi. Dana untuk kegiatan tersebut didapat dari beberapa donatur komunitas Ayo Cinta Masjid (ACM) serta kawan – kawan di instansi kantor yang ada di Kota Metro. Jikapun ada yang ingin berbagi dan menyisihkan sebagian rezekinya dapat menghubungi ACM Metro. Semoga keberkahan memberi makan sesama umat ini semakin berlipat pahala kebaikannya ,” tutupnya.
Pewarta : Red.

Komisi IV DPR RI Berikan Bantuan Alsintan Berupa 4 Unit Hand Traktor dan 10 Unit Hand Sprayer Kepada Kelompok Tani Di Bumi Sai wawai

METRO, GSC. Komisi IV DPR RI memberikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani yang ada di Bumi Sai Wawai.

Data yang dihimpun awak media, bantuan yang diberikan diantaranya, 4 unit hand traktor dan 10 unit hand sprayer.

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin mengatakan, bantuan ini merupakan usulan yang diminta langsung oleh para petani dan bersumber dari Kementerian Pertanian.

“Kami turun ke masyarakat untuk mendengarkan langsung apa yang dibutuhkan oleh petani. Melalui kelompok tani, membuat pengajuan proposal lalu kami ajukan ke Kementerian Pertanian,” kata dia, Selasa, 10 Oktober 2023.

Dia menambahkan, setelah adanya proposal dari masyarakat, nanti akan diverifikasi ke lapangan, dan pihaknya hanya membagikan langsung ke masyarakat.

“Ini merupakan usulan dari bawah. Kalau tidak ada yang jemput bola ke pusat maka alat mesin pertanian tidak akan sampai ke kampung atau ke daerah,” tambahnya.

Dia menyebut, meskipun saat ini yang di berikan masih terbilang sedikit. Dia berjanji akan memberikan bantuan lainnya dilain waktu.

“Hari ini kita berikan 4 unit hand traktor dan 10 unit hand sprayer. Sebelumnya di Metro juga saya telah memberikan bantuan 5 unit hand traktor di wilayah Metro Utara. Saya janji, jika nanti ada sisa akan saya berikan lagi untuk petani di Metro,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya akan menggiring bantuan perbaikan saluran irigasi yang dianggarkan dari kementerian.

“Nah, untuk perbaikan saluran irigasi itu nanti ada yang dibiayai oleh kementerian. Nanti, mekanisme nya akan dikerjakan langsung oleh kelompok tani dan nanti akan kami usulkan di 5 kecamatan akan menerima itu semua,” pungkasnya.
(Yodi)

Kadishub Kota Metro Menyampaikan Permohonan Maafnya Atas Miskoordinasi Antara Legislatif dan Dinas Teknis Terkait Atas Pemasangan 300 PJU

METRO, GSC. Tidak meratanya pemasangan 300 titik lampu dalam proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) yang menelan APBD senilai Rp 1,5 Miliar lebih menjadi polemik dan sorotan publik di Kota Metro.

Akibat kejadian tersebut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) menyampaikan permohonan maafnya atas miskoordinasi yang menyebabkan kegaduhan di Bumi Sai Wawai.

Bahkan, miskoordinasi antara legislatif dan Dinas teknis terkait hingga dugaan pelanggaran dalam rencana pemasangan ratusan titik PJU itu juga menjadi buah bibir di lingkungan pemerintahan.

Kepala Dishub Kota Metro, Helmy Zain menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang keliru kepada Komisi III DPRD Kota setempat.

“Ya namanya orang keliru ngomong kan bisa saja, maaf itu tidak rendah loh. Justru orang yang salah berani minta maaf itu lebih mulia daripada orang yang memaafkan. Responnya bagus kok dan kita sudah clear, tadi sudah salam-salaman,” kata dia, Selasa, 03 Oktober 2023.

Bahkan, Helmy mengakui bahwa koordinasi yang dilakukan sebanyak empat kali ke Komisi III DPRD itu bukan membahas soal titik pemasangan PJU.

“Jadi gini saya klarifikasi mungkin pernyataan saya sebelumnya ada yang keliru, namanya juga manusia kan. Masalah lampu 300 titik ini memang secara rinci kami Dishub belum pernah mengadakan koordinasi secara khusus, adapun empat kali ketemu itu bukan koordinasi tapi itu hearing,” ungkapnya.

Helmy juga mengaku baru kali pertama menangani proyek PJU senilai Rp 1,5 Miliar di Kota Metro tersebut. Yang mana proyek lampu jalan sebelumnya merupakan tanggungjawab Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Metro.

“Jadi memang pekerjaan lampu jalan ini kan bagi saya tahun pertama, lagi Dishub juga tahun pertama karena sebelumnya itu dikerjakan oleh dinas pemukiman,” terangnya.

“Di tahun pertama ini kami memang di samping diburu dengan waktu, harus mengerjakan sekian ratus titik itu kami juga mungkin ada sedikit lalai sehingga tidak mengkoordinasikan 300 titik itu ke Komisi III secara khusus,” imbuhnya.

Kepala Dishub Metro itu juga mengaku akan memperbaiki hubungan sebagai mitra kerja DPRD ke arah yang lebih baik. Ia juga berharap, seluruh legislator komisi III tersebut juga dapat membantu Dishub dalam setiap pekerjaan yang ditangani.

“Jadi ke depan kita akan perbaiki lah kemitraan ini karena memang Dishub ini mitranya di komisi III. Jadi segala sesuatu nanti akan dibicarakan dulu dan harapan saya, pada kesempatan ini kami bisa seiring sejalan dengan komisi III. Tidak hanya soal lampu jalan Tapi semua tugas-tugas di Dishub itu memang di bawah koordinasi Komisi III,” paparnya.

Meskipun begitu, Helmy mengaku akan tetap menjalankan proyek 300 titik PJU yang telah direncanakan tersebut tanpa melakukan penataan ulang alias pemerataan.

“Ya tidak dong, ini kan sudah jalan ya kita jalani dulu lah. Nanti kalau yang kurang ditambah tahun depan, ini kan tidak hanya ini saja tapi terus jalan ke depan. Jadi Sekali lagi kami ini berdasarkan usulan, kalau ada usulan ya kita tampung nanti akan kita survei,” pungkasnya.
(Yodi)

Ketua Komisi III DPRD Kota Metro Bantah Pernyataan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Setempat

METRO, GSC. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro membantah pernyataan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota setempat yang mengaku telah empat kali berkoordinasi dengan dewan terkait proyek Penerangan Jalan Umum (PJU).

Komisi III DPRD tersebut juga menyesalkan keputusan sepihak terkait dengan penentuan pemasangan 300 titik proyek JPU yang menelan APBD sebesar Rp 1,5 Miliar lebih itu.

Ketua Komisi III DPRD Kota Metro, Subhan melalui anggotanya, Kun Komaryati menegaskan bahwa DPRD tidak pernah dilibatkan dalam pemetaan pemasangan ratusan titik PJU tersebut.

“Saya mengatasnamakan Komisi III ya, yang berhubungan langsung dengan Dinas Perhubungan. Bahwa Komisi III tidak pernah diajak koordinasi dengan dinas terkait yaitu Dinas Perhubungan yang dalam hal ini terkait dengan 300 titik lampu tersebut,” cetus Kun Komaryati dalam keterangan persnya di ruang kerja Komisi III DPRD Kota Metro, Senin (2/10/2023).

Ia juga menyesalkan pemasangan PJU yang tidak merata tanpa mempertimbangkan aspek kepentingan masyarakat. Dirinya bahkan menduga terdapat oknum yang terlibat dalam penentuan titik PJU sehingga terjadi polemik di masyarakat.

“Kenapa sekarang Komisi III berbicara seperti ini, karena ada ketimpangan pemasangan di tiap-tiap kelurahan. Yang seharusnya kelurahan – kelurahan yang rawan karena masih gelap itu diberikan penerangan, ini justru tidak terakomodir,” bebernya.

“Ini justru Kelurahan yang sudah terang malah ditambah lagi titiknya, sehingga dengan ini Komisi III menyatakan bahwa pemasangan PJU tidak ada koordinasi dengan kita sebagai wakil rakyat,” imbuhnya.

Wanita tersebut juga mencontohkan sejumlah wilayah yang hingga kini kondisi jalannya masih gelap dan rawan tindak kejahatan.

“Seperti di kelurahan Ganjar Agung dan Mulyosari, seharusnya Metro ini kan terang-benderang bukan hanya di pusat kota saja,” singgungnya.

Kun Komaryati juga menegaskan bahwa pernyataan Kepala Dishub Kota Metro, Helmy Zain terkait pengakuannya yang telah berkoordinasi dengan DPRD prihal pemasangan PJU adalah tidak benar.

“Kalau koordinasinya masalah PJU itu tidak pernah ada, terkait dengan titiknya di mana saja justru kami baru tahu pada saat hearing terakhir kemarin, saat sudah diputuskan baru ada koordinasi,” ungkapnya.

Kini, Komisi III DPRD akan melakukan rapat pembahasan terlebih dahulu sebelum menyampaikan sejumlah solusi yang akan diberikan prihal polemik ketimpangan pemasangan PJU di Metro.

“Terkait dengan koordinasi inilah yang kita sesalkan. Kita sudah ngobrol dengan teman-teman di komisi III, yang kita garis bawahi soal itu dulu. Kita belum memikirkan soal solusi itu, karena ini Baru loh. Baru nanti kita rapatkan kembali untuk kita berikan solusinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Metro, Helmy Zain menyatakan bahwa dirinya telah empat kali berkoordinasi dengan DPRD Kota Metro terkait pemasangan 300 titik PJU yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai mencapai lebih dari Rp 1,5 Miliar.

Dirinya bahkan menyebut telah berkoordinasi dengan Ketua Komisi III DPRD Kota Metro, Subhan melalui sambungan WhatsApp pada April 2023 lalu

“Jadi hearing tentang PJU itu kan sudah 4 kali, ya memang dari pihak Komisi III mempermasalahkan distribusi titik-titik itu. Sebenarnya penentuan titik itu sudah dimulai sejak 2022, sebelum saya masuk sini barang itu sudah ada,” cetusnya saat dikonfirmasi awak media beberapa waktu lalu.

“Ya kalau saya dianggap tidak koordinasi, silahkan saja. Sebenarnya saya sudah pernah komunikasi waktu hearing pertama di bulan April kalau nggak salah itu. Bahkan pak Ketua Komisi itu pernah menanyakan ke saya lewat WhatsApp, dia minta data rencana pemasangan di Metro Timur dan sudah saya kirim,” imbuhnya.

Helmy juga menjelaskan bahwa pemasangan 300 titik PJU di Metro tersebut dilakukan berdasarkan hasil Pokok Pikiran (Pokir) dan reses anggota dewan.

“Artinya, data-data itu dari Pokir hasil reses anggota dewan tahun 2021. Aslinya kita itu dapat dari Bappeda jumlahnya 300 titik itu. Di dalam DPA kita juga sudah ditentukan, kecamatannya sekian-sekian. Semua sudah tertera jumlahnya, cuma titiknya yang belum,” kata dia.

“Dari dasar data Pokir atau reses dewan yang kita peroleh itu, kita lakukan survei kelapangan dan melibatkan konsultan. Saat kita tengok di lapangan, ada titik-titik lampu yang tiangnya tidak ada. Karena kita mau pasang lampu itu kan yang memang sudah ada tiangnya,” sambungnya.

Menurutnya, pemasangan ratusan lampu PJU yang berbeda jumlahnya pada masing-masing Kecamatan tersebut telah diatur berdasarkan usulan.

“Jadi berkembanglah usulan juga selain dari reses juga dari musrenbang, semua kita tampung. Kemudian munculah hasil survei itu di bulan Maret terus April dan muncullah 300 titik itu,” ujarnya.

“Kenapa tidak sama, karena memang usulan awalnya tidak ada. Kalau memang usulan awalnya tidak ada gimana kita mau isi, gitu loh. Kenapa kok Metro Pusat banyak, karena memang usulannya banyak,” tambahnya.

Helmy juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi atas Proyek tersebut. Dirinya juga menerangkan, perbedaan jumlah PJU yang dipasang di setiap Kecamatan tersebut berbeda lantaran usulan masyarakat yang berbeda.

“Saya selaku Kadis tidak menambah atau mengurangi, artinya tidak punya kepentingan pribadi untuk menambah maupun mengurangi lampu atau menentukan titik ini. Sama sekali Saya tidak ada kepentingan pribadi, tidak ada untung-untungnya saya. Saya bilang lampu ini dipasang di mana aja, selagi di wilayah Metro ya monggo. Kita hanya mengerjakan apa yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

“Prinsipnya kami di Dishub ini, lampu ini mau dipasang di mana saja itu sama saja karena itu masih di wilayah Kota Metro kok, kecuali kalau lampu ini dipasang di Lampung Timur misalkan atau Lampung Tengah, itu yang jadi masalah. Kenapa di Metro Pusat banyak, karena penduduk Metro Pusat lebih banyak dibandingkan penduduk di Metro Selatan dan Metro Barat,” sambungnya lagi.

Helmy juga menyampaikan bahwa proyek PJU tersebut menggunakan APBD tahun 2023 dengan metode pengadaan lewat e-katalog dan lelang pengerjaan proyek.

“Semua anggaran itu menggunakan APBD, anggaran itu dibagi dua. Ada namanya anggaran pengadaan lampu yang berdasarkan e-katalog, kemudian ada yang pemasangan, nah yang pemasangan inilah yang dilelang,” terangnya.

“Angka pastinya mau saya sebutkan tapi takut saya salah, kurang lebih untuk pengadaan itu kurang dari Rp 1 Miliar, sekitar Rp 900 Juta sekian yang saya ingat tapi angkanya Saya tidak hafal. Sementara yang untuk pemasangan itu Rp 600 Juta sekian, tapi karena lelang kan akhirnya ditawar kan jadi Rp 500 Juta sekian. Jadi totalnya itu kurang lebih Rp 1,5 miliar lebih sedikit, nilai pastinya Saya tidak hafal,” ungkapnya lagi.

Kedishub tersebut juga mengaku siap dipanggil oleh DPRD terkait dengan pemasangan titik-titik PJU di Metro. Dirinya juga menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat merubah titik yang telah ditetapkan.

“Saya ini siap dipanggil kapan saja Kalau masalah ini, saya sudah 4 kali koordinasi. Kalau untuk merubah titik tidak bisa lagi karena sudah hasil perencanaan, gitu kan. Kalau misalkan ada yang kurang ya kita tambahlah nanti di tahun depan, kok susah amat,” bebernya.

“Belanja 300 lampu ini pakai air katalog yang nilainya Rp 900 Juta sekian tadi, kemudian yang pemasangan ini ada pengadaan kabel sampai dia terpasang 300 titik itu, nilai kontraknya itu yang dilelang dengan nilai kontraknya hampir Rp 600 juta,” tandasnya.

Dari catatan awak Media ratusan PJU tersebut ditargetkan rampung dipasang pada Oktober 2023 mendatang. Sebanyak 300 PJU tersebut terbagi ke Lima Kecamatan di Bumi Sai Wawai.

Di Kecamatan Metro Pusat memperoleh 117 titik PJU, Kecamatan Metro Timur sebanyak 98 PJU, Metro Utara 32 PJU, Metro Barat hanya 31 PJU dan yang paling sedikit di Kecamatan Metro Selatan yang hanya mendapatkan 22 PJU.
(Yodi)

PJU Yang Ada di Bumi Sai Wawai Merupakan Usulan Musrenbang dan Reses Yang Telah Ditentukan

METRO, GSC. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Metro menyebut pemasangan penerangan jalan umum (PJU) yang ada di Bumi Sai Wawai merupakan usulan Musrenbang dan Reses yang telah ditentukan.

Kadishub Kota Metro, Helmy Zain mengatakan, sebelumnya pihaknya telah menghadiri rapat dengar pendapat (Hearing) sebanyak 4 kali untuk menetapkan titik lokasi pemasangan PJU yang ada.

“Sebenarnya penentuan titik itu sudah dimulai sejak 2022 lalu sebelum saya menjabat di sini. Artinya data itu sudah ada dari Musrenbang dan hasil Reses tahun 2021 lalu. Serta kami juga dapat data itu sudah dari Bappeda,” kata dia saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat, 29 September 2023.

Dia menambahkan, bahkan 300 titik PJU yang telah ditetapkan itu DPA nya sudah ditentukan besarannya. Sehingga, pihaknya juga mengaku tinggal melakukan survei lapangan sebagai pemantapan pemasangan PJU.

“Kita lakukan survei lapangan di bulan Maret dan April dan keluarlah 300 titik itu,” ungkapnya.

“Nah, kenapa di beberapa kelurahan itu ada yang kosong, karena usulan itu tidak ada. Kalau usulan nya tidak ada apa yang mau kita pasang. Begitu juga di Kecamatan Metro Pusat, disitu banyak usulan yang telah masuk di data,” tambahnya.

Dia menyebut, pihaknya tidak mengurangi ataupun menambah apa yang sudah ditetapkan oleh Kadis sebelumnya. Dia menekankan, semua itu sudah sesuai dengan usulan yang masuk.

“Prinsipnya kami di Dishub ini, lampu yang akan terpasang ini semua sama. Kecuali, lampu ini kita pasang di luar Metro ya. Baru saya yang salah. Yang lebih kita ikuti itu usulan awal yang di matangkan dengan survei di lapangan,” jelasnya.

Bahkan, untuk memasang PJU tersebut sesuai berdasarkan hasil perencanaan, karena pihaknya juga perlu memperhatikan panjang kabel, dan jarak dari tiang A dan B.

“Kalau saya di anggap tidak koordinasi, silahkan saja. Tapi saya sebenarnya sudah pernah komunikasi pada hearing di bulan April lalu,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk anggaran itu dibagi menjadi dua. Pertama pengadaan lampu jalan nya dan pemasangan PJU tersebut.

“Untuk anggaran pengadaan lampu berdasarkan e-katalog sebesar Rp 900 juta lebih, dan pemasangan yang melalui lelang itu sebesar Rp 600 jutaan. Total lebih dari Rp 1,5 miliar lebih untuk PJU,” pungkasnya.
(Yodi)

UTD PMI Kota Metro Telah Memiliki Sebanyak 131 Stok Kantung Darah Yang Siap Dipergunakan

METRO, GSC. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro akan memfokuskan penataan sistem pelayanan dalam menghimpun stok darah di Bumi Sai Wawai.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Metro, dr. Melly Kemerdasari mengatakan, perbaikan sistem pelayanan tersebut merupakan program perbaikan dalam menghimpun stok darah bagi masyarakat.

“Saat ini kami sedang melakukan perbaikan sistem. Artinya, jika ada peluang seperti ini kami segera melakukan perbaikan agar pendataan darah bisa maksimal,” kata dia usai kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke-78 di lapangan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Senin, 18 September 2023.

Dia menambahkan, untuk proses pengambilan darah di UTD PMI Kota Metro, masyarakat tidak lagi dibebankan. Melainkan, sudah tercover melalui BPJS kesehatan.

“Bagi yang memerlukan darah itu memang gratis tetapi hanya mengganti biaya pengelolaan darah saja, itu semua insya Allah di cover oleh BPJS untuk pengelolaannya. Apalagi di Kota Metro sudah UHC dan insya Allah tidak ada masalah,” tambahnya.

Dia menjelaskan, hingga saat ini, stok darah di UTD PMI Kota Metro telah memiliki sebanyak 131 stok kantung darah yang siap dipergunakan pasien.

“Alhamdulillah sampai dengan tadi pagi ketersediaan kantong darah semakin meningkat dari bulan ke bulan. Sampai dengan pagi tadi kita masih memiliki stok golongan darah A ada 34 kantong, golongan B ada 45 kantong, golongan O ada 35, dan golongan AB 17 kantong, Kemudian untuk trombosit insya Allah tidak pernah kosong,” jelasnya.

Dia menyebut, ketersediaan stok darah mengalami peningkatan setiap bulannya hingga 20 persen. Sehingga, setiap bulan UTD PMI Kota Metro bisa mengumpulkan pendonor mencapai 1.700 kantong perbulan.

“Sejak beberapa bulan ke belakang dari Januari sampai dengan sekarang alhamdulillah selalu ada peningkatan sekitar 10 sampai 20 persen daripada stok yang sebelumnya. Kami selalu mengusahakan dan mengupayakan jangan sampai kosong, insya Allah stok selalu siap dan selalu ada,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi mengatakan, kegiatan PMI bukan sekedar menghimpun darah untuk kebutuhan pasien. Lebih dari itu, PMI juga memaksimalkan perannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“PMI bukan identik hanya sekedar donor darah, tapi kita rutin menggelar kegiatan bakti sosial dan kita juga berharap untuk keluarga-keluarga tidak mampu. Kemudian mereka yang punya penyakit kronis yang membutuhkan bantuan akan kita bantu,” kata dia.

Selain itu, PMI Metro juga telah membentuk relawan-relawan yang siap mendonorkan darahnya ketika dibutuhkan.

“Kita juga sudah membentuk relawan-relawan sampai tingkat kecamatan dan kelurahan, penguatan-penguatan di bawah itu jangan sampai ada kekurangan darah. Jadi kita sudah menyiapkan juga Bank darah hidup ya, minimal data tersebut sudah memiliki,” pungkasnya.
(Yodi)

PT Salma Amanah Wisata Berangkatkan 245 Jamaah Umroh

METRO, GSC. Biro perjalanan haji dan umroh PT Salma Amanah Wisata memberangkatkan sebanyak 245 jamaah umroh di gelombang kedua tahun 2023.

Direktur PT Salma Amanah Wisata, Faishal Hafid Adi Wibowo mengatakan, dalam pelepasan jamaah umroh ini, pihaknya memberangkatkan 245 jamaah umroh.

“Jadi, dari 245 jamaah umroh yang berangkat ini terbagi dari seluruh Lampung,” kata dia saat diwawancarai, Rabu, 13 September 2023.

Dia menambahkan, nantinya para jamaah akan menjalani ibadah di tanah suci selama 11 hari.

“Untuk jadwalnya 11 hari, dan pemberangkatan kita di 13 September ini serta nantinya akan pulang pada 23 September mendatang,” tambahnya.

“Mudah-mudahan bisa mendongkrak agar masyarakat Lampung bisa semuanya untuk berangkat melaksanakan ibadah umroh dan haji,” lanjut nya.

Sementara itu, di tahun 2023 ini, pemberangkatan ini merupakan kali kedua setelah lebaran haji. Untuk tahun kemarin kita memberangkatkan 1.300 jamaah dan di tahun ini kita sudah memberangkatkan dua gelombang.

Pelepasan jamaah umroh tersebut mendapat apresiasi dari Pemkot Metro. Dalam hal ini, Asisten I Pemkot Metro, Supriyadi mengungkapkan, dengan peserta umroh dari seluruh Lampung ini bisa mengenalkan metro ke masyarakat luas.

“Tentu, kami sangat mengapresiasi atas hal ini. Secara otomatis kan masyarakat jadi tau Kota Metro karena mereka yang berangkat dari seluruh Lampung,” kata dia.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umroh dan haji agar tidak tertipu.

“Harus cerdas, jangan sampai niat baik nanti jika salah memilih malah terlantar di sana. Dijanjikan cepat malah tidak berangkat. Masyarakat jangan teriming-imingi oleh biaya murah. Serta tanyakan juga kepada kemenag dan yang jelas pasti terdaftar di Kemenag biro yang resmi ataupun tidak,” pungkasnya. (Red)

SMPN 2 Metro Merayakan Hari Ulang Tahun ke – 46 Tahun 2023

METRO, GSC. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Metro Merayakan Hari Ulang Tahun ke – 46 Tahun 2023 yang di gelar dihalaman Sekolahan setempat, Jum’at 25/08/2023.

Dengan mengusung tema, “Teruji Dalam Prestasi Terpuji Dalam Pekerti” acara Hari Ulang Tahun SMP Negeri 2 Metro tersebut menampilkan hasil prakarya kerajinan tangan dan kesenian tari tradisional adat Jawa yang di lakukan oleh siswa – siswi pada sekolahan tersebut.

Pada kesempatan tersebut Swandi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Metro Mengatakan, bahwa kegiatan kali ini adalah Gebyar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (Gebyar P5), yang telah diamanahkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan.

Dirinya juga menjelaskan bahwa pembelajaran sesuai kurikulum merdeka harus berbasis pada projek.

“Jadi dari seratus jam pembelajaran itu di alokasikan 20% sampai 30% penguatan karakter, sehingga harapannya nanti pelajar kita ini nanti benar – benar terbentuk jadi pelajar yang profilnya adalah Pancasila,” ujarnya.

Swandi juga mengatakan bahwa Profil Pelajar Pancasila itu yang pertama ialah harus kreatif, kemudian bernalar kritis, taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, gotong royong, mandiri, ber- Kebhinekaan global, harapannya untuk mendorong perbedaan yang ada.

“Bukan hanya anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi perbedaan dari latar belakang sosial, budaya, suku, agama, itu maksudnya ber- Kebhinekaan global, harapannya seperti itu sehingga anak-anaknya berkarakter dan ber- Ahlak mulia, itu tujuannya,” tutupnya.

Acara Hari Ulang Tahun SMP Negeri 2 Metro yang ke – 46 Tahun 2023 tersebut juga dihadiri oleh Ibu Walikota Metro, Lurah Iringmulyo, Kepala Sekolah, Para Guru, Alumni Sekolah dan para siswa – siswi Sekolahan SMP Negeri 2 Metro.
(YODI)

Robby Bantah Tudingan Setoran dan Pengondisian Proyek di Metro

METRO, GSC. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro, Robby K Saputra, membantah adanya setoran dan pengondisian proyek di satuan kerja yang dipimpinnya itu.

“Ga ada itu, itu ga ada. Sekarang interprestasi aja, kalau untuk penentuan pekerjaan ada aturannya. Dimana dokumen harus di upload. Bahkan, untuk setoran proyek tidak ada,” ungkapnya, usai Rakor di Sekretariat Pemkot Metro, Kamis (3-8-2023).

Dia menambahkan, terkait laporan Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI) ke Kejari Metro. Dia menyebut jika laporan tersebut adalah keingin yang kurang berdasar (Pretensi).

“Pengaduan itu seperti apa. Karena tidak ada pretensi. Bahkan, ternyata ada unsur objektif, ya tunggu saja. Intinya biar waktu yang menjawab,” tambahnya.

“Kalau saya, yang jelas bekerja dengan baik ya, saya di perintah dengan pimpinan untuk perbaikan infrastruktur,” lanjutnya.

untuk mekanisme pekerja proyek PL, Robby menyebut bisa dilihat langsung di Perka LKPP tahun 2021 yang sudah ditayangkan.

“Semua sudah di tayangkan. Engga’ ada hal-hal yang bikin gaduh dan jadi interpretasi berlebihan. Kan nanti di goreng orang,” ungkapnya.

“Kemudian, untuk pekerja lataston dan hotmix itu berbeda-beda. Tergantung dengan panjang ruas jalan. Tapi rata-rata ketebalan 3 centimeter,” pungkasnya.
(Yd)

Edi Arsadad Terpilih Secara Aklamasi Nakhodai PW-IWO Lampung Periode 2023-2027

METRO, GSC. Edi Arsadad terpilih secara aklamasi menakhodai bahtera organisasi Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Lampung periode 2022-2027. Hal itu ditetapkan berdasarkan putusan Musyawarah Bersama Wilayah Luar Biasa (Mubeswillub) IWO Lampung yang digelar di Dhapu Aceh, Jalan AH Nasution, Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Jumat, 21/7/2023.

Diketahui sebelumnya, Pengurus Pusat (PP) IWO telah memberi mandat kepada tiga Pengurus Daerah (PD) di wilayah Provinsi Lampung sebagai formatur, untuk dapat dengan segera mengisi kekosongan kursi Ketua PW IWO Lampung, pasca dicopotnya Riko Amir dari jabatan tersebut.

Tiga orang yang dimandatkan sebagai caretaker tersebut yakni, Edi Arsadad dari PD IWO Lampung Timur, Ade Setiawan dari PD IWO Tulang Bawang dan Zuli Ardiansyah dari PD IWO Kota Metro. Mandat PP IWO itu tertuang dalam Surat Keputusan Pemberian Mandat Nomor : 002/SMan/PP-IWO/VII/2023.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, jalannya Mubeswillub IWO berlangsung pada selama sekitar 1 jam 30 menit, sekitar pukul 13:00 sampai 14:30 WIB. Ditunjuknya Tim Formatur oleh PP IWO, dengan maksud menentukan siap bakal calon Ketua PW IWO Lampung yang kandidatnya adalah 3 anggota tim formatur.

Ketiganya kembali mengundang segenap pengurus PD IWO untuk bermusyawarah, kemudian menunjuk Ketua PD IWO Lampura, Mirza sebagai pimpinan sidang Mubeswillub, beranggotakan Ketua PD IWO Tulangbawang Barat, Sanjaya dan Ketua 1 PD IWO Lamtim, Reza guna melakukan teknis penunjukan Ketua PW IWO Lampung.

Pada akhirnya, pimpinan sidang Mubeswillub mengambil keputusan bersama dengan para peserta Mubeswillub untuk menyerahkan keputusan penunjukan Ketua PW IWO Lampung kepada tim formatur, hingga diputuskan, Edi Arsadad menjadi Ketua PW IWO Lampung terpilih.

“Putusan Ketua PW IWO Provinsi Lampung periode 2022-2027 menunjuk Edi Arsadad sebagai Ketua PW IWO Provinsi Lampung, selanjutnya akan dilaporkan kepada PP IWO, guna melakukan pelantikan secara sah,” kata Mirza.

Ketua PW IWO Lampung, Edi Arsadad mengatakan, ke depan, dia akan membawa perubahan pada tubuh organisasi untuk kemaslahatan anggota, serta kembali merajut tali silaturahmi untuk memperkuat persatuan, termasuk pengurus di daerah.

“Kita akan lakukan perubahan-perubahan yang seperti kata kawan-kawan tadi ya, yang mungkin selama ini ada blok di sana, blok di sini, maka itu nanti kita bersama-sama akan perbaiki. Insya Allah dengan dukungan teman-teman semua, ini akan berjalan dengan baik,” tuturnya.

Edi juga menjelaskan, ditunjuknya dia sebagai Ketua PW IWO Lampung terpilih, merupakan suatu keputusan yang diambil bersama, secara musyawarah oleh sebanyak 26 pengurus IWO di wilayah Provinsi Lampung.

“PP IWO sudah memberikan mandat kepada saya sendiri, Edi Arsadad, kemudian Zuli Ardiansyah dan Ade Setiawan untuk segera menyusun kepengurusan PW IWO Lampung yang saat ini kosong. Itu tertuang dalam Surat Mandat Nomor : 002/SMan/PP-IWO/VII/2023 tentang mandat formatur pengurus wilayah IWO Lampung. Pasca keluarnya surat PP IWO Nomor : 017/Kep/PP-IWO/VII/2023,” tukasnya.

Diketahui, musyawarah tersebut dihadiri oleh Ketua PP IWO, Jodhi Yudhono via video call WhatsApp, perwakilan LBH PW IWO Lampung, Reza Pahlevi dan sebanyak 26 KSB PD IWO se-Lampung. Dari 10 PD IWO di wilayah Provinsi Lampung, sebanyak 5 PD IWO hadir secara langsung, ditambah 2 PD IWO yang izin, yakni PD IWO Mesuji dan PD IWO Pesisir Barat dengan pernyataan bersedia mematuhi apapun hasil Mubeswillub IWO Provinsi Lampung tahun 2023.

Selanjutnya, hasil keputusan Mubeswillub IWO tersebut bakal disampaikan kepada PP IWO di Jakarta, dan mendorong PP IWO untuk segera melakukan pelantikan Edi Arsadad sebagai Ketua PW IWO Lampung.(Yodi)

Translate »