Dekranasda Kota Metro Gelar Pelatihan Konektor Masker

METRO, GSC – Update Dekranasda,
Dekranasda Kota Metro menggelar pelatihan konektor masker bagi para istri wartawan Kota Metro. Kegiatan berlangsung di Gedung Sekam Kota Metro, Jum’at (19/11/21).

Silfia Naharani Wahdi selaku Ketua Dekranasda Kota Metro menyampaikan, kegiatan hari ini adalah pelatihan konektor masker untuk istri wartawan.Kegiatan ini dalam rangka mewujudkan visi Kota Metro yaitu Kota berpendidikan, sehat, sejahtera dan berbudaya.

“Jadi, siapapun yang ada di Kota Metro ini, kita ajak semuanya senantiasa belajar. Di Sekam ini, kita sudah melatih beberapa elemen masyarakat, yaitu dari UMKM, masyarakat umum. Dan disini kita berfikir, kelihatannya istri wartawan belum tersentuh. Makannya pada hari ini, kita berikan kesempatan pada istri wartawan,” ujar Silfia.

Silfia juga menyampaikan, disini saya selaku istri Walikota Metro, kemudian ada istri Wakil Walikota Metro, istri Sekda Kota Metro, merencanakan kegiatan ini beserta pengurus Dekranasda.

“Tujuan kegiatan ini salah satunya adalah silaturahim, kemudian memberikan skill untuk para istri wartawan, dan untuk kecamatan dan kelurahan sasaran kita adalah masyarakat dan UMKM,” ujar Silfia

Silfia berharap, kepada istri wartawan juga dapat produktif, sehingga dapat membantu dan menambah ekonomi untuk keluarga. Selain itu, istri wartawan dapat lebih kreatif, dan mandiri.

“Apabila para istri wartawan sudah dapat membuat konektor, sekam siap untuk menjadi tempat ataupun etalase untuk menjualkan,” pungkas Silfia.
Gsc/ Yd

Ketua Dekranasda Kota Metro Siap Dukung Prodak Usaha Mikro Kecil Menengah

METRO, GSC – Update Dekranasda,
Ketua Dekranasda Kota Metro Silfia Naharani siap mendukung produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dapat ikut bersaing di penjualan melalui Alfamart dan Indomaret demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri Musyawarah Kota (Muskot) PMI Metro di Ballroom Hotel Grand Sekuntum Kota Metro, Rabu, 3/11/2021.

“Apa yang mendukung kesejahteraan masyarakat pasti kami dukung, tidak terkecuali produk UMKM lokal Metro agar dapat dipasarkan di minimarket seperti Alfamart dan Indomaret, agar kehadirannya dapat dirasakan warga,” kata Silfia Naharani.

Dia juga siap ikut berparan dan berkomunikasi dengan pihak terkait, selagi demi kepentingan masyarakat di Kota Metro.

“Dekranasda Kota Metro siap berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk itu. Namun pelaku UMKM juga harus dapat melengkapi dokumen perizinan, karena itu adalah salah satu pokok syarat penting. Kami siap mendukung agar perekonomian masyarakat tumbuh di masa pandemi Covid-19 ini,” tandasnya.
Gsc/ Yd

Dekranasda Metro Kenalkan Batik Lokal Hingga Seluruh Indonesia

METRO, GSC – Update Batik Nasional,
Dewan Kerajinan Nusantara Daerah (Dekranasda) Kota Metro menggelar aksi batik sedunia bersama Dekranas Pusat secara virtual, Sabtu, 02 Oktober 2021.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta dari masing-masing daerah yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga memecahkan rekor Membatik Sedunia.

Dikesempatan ini, Ketua Dekranasda Kota Metro, Silfia Wahdi Naharani mengatakan, pada 02 Oktober ini merupakan peringatan Hari Batik Nasional.

“Kita harus bangga dengan kain Warisan Nusantara (Wastra) berupa kain batik. Apalagi batik ini asli Made in Indonesia yang di wariskan oleh pendahulu kita,” kata dia.

Dia menambahkan, Bumi Sai Wawai pun saat ini telah memiliki batik unggulan yang telah dipatenkan sebagai batik lokal Kota Metro.

“Kita memiliki batik ciri khas yang telah di patenkan. Batik Ciprat Silabi adalah asli buatan dari masyarakat Kota Metro, khususnya saudara kita yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB),” tambahnya.

Dia menjelaskan, untuk mengenalkan batik ciprat silabi, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro telah membuat program Metro Bangga Beli (MB2) dimana sebagai ajang mempromosikan produk lokal ke seluruh Provinsi Lampung.

“Dalam program MB2 ini nantinya akan mengajak pada ASN, BUMN dan relasi lainnya untuk menggunakan prodak batik ciprat silabi. Perlu kita sadari, semakin banyak dan semakin luas kita mengenakan pakaian berbahan batik ciprat silabi maka akan cepat orang mengenalnya,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengapresiasi atas langkah Dekranasda Kota Metro dalam mempromosikan produk lokal hingga ke seluruh Indonesia.

“Tentu, kami akan mendukung penuh atas pengenalan Wastra hingga ke seluruh Indonesia. Dalam arti, setiap daerah memiliki ciri khas dan keterampilan masing-masing,” kata dia.

Menurutnya, dengan meningkatkan kualitas batik Ciprat Silabi dapat meningkatkan sumber daya UMKM agar lebih semangat lagi.
Gsc/ Yd

Silvia Naharani Wahdi Ketua Dekranasdaa Menghadiri Workshop Panduan Wastra di Aidia Hotel Kota Metro.

METRO, GSC – Update Bimtek,
Ketua Dekranasda menghadiri Workshop Paduan Wastra Dalam Desain Kegiatan Pelatihan, Bimbingan Teknis dan Pendampingan Ekonomi Kreatif di Hotel Aidia Kota Metro.

Menurut Ketua Dekranasda Silfia Naharani mengatakan, hari ini adalah pembinaan untuk ekonomi kreatif dalam hal wastra jadi dibantu oleh para narasumber dari Provinsi dan kawan-kawan, Rabu(22/09/2021).

Untuk memberikan ilmunya dalam hal ini wastra dan kainnya ini adalah berbasis tapis berharap para ekonomi creative yang rata-rata juga para UMKM lebih eksis lagi.

“Dan betul-betul dapat menjadi apa ya membantu dalam ekonomi keluarganya kemudian bermanfaat untuk masyarakat juga Kota Metro dan yang terpenting adalah kualitasnya semakin bagus dan berdaya saing tidak hanya tingkat Kota atau tingkat Provinsi di daerah tapi juga Nasional, “jelasnya.

Bersama ini saya berterima kasih kepada Pers untuk dipublikasi lebih aktif lagi Kota Metro untuk lebih baik dan beberapa OPD yang terkait UMKM ada Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Disporapar.

“Perusahaannya para Desainer dari Provinsi juga mau membesarkan, jadi apa salahnya Kota Metro lebih giat lagi karena orang lain pun sayang kepada Kota Metro, kenapa kita tidak sayang Kota kita sendiri. Tegas Silvia.
Gsc/ Yd

Kelompok UMKM Desa Tengkujuh Keluhkan Ketersediaan Bahan Utama Kain Tapis Khas Lampung dan Kesulitan Dalam Memasarkanya

LAMSEL, GSC – Update Tenun Tapis,
Demi menjaga khazanah kelestarian budaya Lampung dan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tengkujuh, tim penggerak PKK Desa Tengkujuh melakukan kegiatan kelompok UMKM Desa yaitu membuat tenun tapis khas Lampung berbagai macam banyak motif salah satunya motif sasak dll.
Rabu 15 September 2021.

Bila dikelola dengan baik selain melestarikan budaya Lampung serta bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, dan mengurangi angka pengangguran yang disebabkan oleh pandemi covid-19.

Maka dari itu Pemerintah Desa Tengkujuh akan selalu berupaya memonitoring kegiatan tersebut.
Namun masih banyak terkendala yang dirasakan oleh kelompok UMKM pengrajin tapis, salah satunya bahan kain tapis utama yang begitu susah didapatkan sekaligus sulitnya pemasaran suatu produk tapis.

Pj Ketua TP PKK Desa Tengkujuh Rosida mengatakan, dengan adanya kegiatan kelompok UMKM Desa membuat tenun tapis tersebut dengan tujuan melestarikan pakaian adat masyarakat Lampung, mudah-mudahan dengan kegiatan UMKM membuat tenun tapis khas Lampung bisa memberikan rangsangan suatu perekonomian untuk ibu-ibu masyarakat Desa Tengkujuh, apa lagi dimasa pandemi covid-19.

Selain itu bahan kain yang susah didapatkan, kelompok tersebut mengaku sulitnya pemasaran karna selama ini hanya mengandalkan APP Facebook untuk memasarkan produk tapis hasil tenunan tersebut. Ungkapnya.

Dengan harapan pemerintah Kabupaten bisa memberikan solusi kepada pengrajin tapis khususnya Desa Tengkujuh umum nya Lampung Selatan.

Ketika awak media Garda Surya.com mengkonfirmasi kepada Camat Kalianda Zidan S.E mengatakan, dengan adanya kegiatan Ibu TPPKK Desa Tengkujuh melakukan kegiatan sulam tapis, Pemerintah Kecamatan Kalianda akan berkordinasi dengan pihak dinas terkait dalam hal ini, dan akan menyampaikan apa yang di keluhan oleh pelaku UMKM termasuk sulitnya ketersediaan bahan baku kain tapis dan sulitnya pemasaran oleh pelaku UMKM. Dan mendukung penuh kepada pemerintah Desa Tengkujuh untuk memonitoring kegiatan pelaku UMKM Desa salah satunya pengrajin tapis dan pelaku UMKM lainya.” ujarnya

Dilain waktu awak media Garda Surya.com berkordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM I Ketut Sukerta menuturkan, untuk kegiatan pengrajin tapis masalah keterkaitan bahan baku kami baru mengetahui dan belum ada yang menyampaikan keluhan kepada kita, untuk kedepan pihak kami akan mencarikan informasi dan sistemnya seperti apa kami akan selalu mencarikan solusi. Ucapnya

Lanjut, untuk keterkaitan pemasaran kita baru siapkan secara khusus di dekranasda Kabupaten Lampung Selatan, selain itu Dinas Koprasi dan UMKM membuka Gerai UMKM di taman edukasi disitu bisa langsung menitipkan hasil karya pengrajin tapis dan karya lainya.

Kemudian Dinas Koprasi dan UMKM membentuk komunitas UMKM Kabupaten Lampung Selatan guna komunitas tersebut adalah suatu wadah untuk berkomunikasi dan lebih mudah bertransaksi dalam suatu pemasaran produk hasil karya UKM dengan misal hasil karya tersebut di publikasikan di Whatsapp group komunitas tersebut dengan otomatis banyak melihat hasil karya karya dari pada pengrajin tapis itu disitu kelompok UMKM Desa bisa bergabung dengan komunitas Kabupaten. “Ujarnya

Harapannya sesuai dengan pemerintah pusat, UMKM Lampung Selatan naik kelas, maksutnya dengan produksi yang cukup, serta penghasilan yang cukup, dan pemasaran lancar demi memajukan ekonomi masyarakat .
(Rozi arisns)/ Gsc

Ketua Dekranasda dan Ibu Wakil Wali Kota Metro Hadiri Kegiatan Photographer Loves Vintage

METRO, GSC – Update Kota Metro,
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Metro Silfia Naharani Wahdi hadiri kegiatan Photographer Loves Vintage di Rumah Dokter (dokterswoning) yang dibangun pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1939 di Kota Metro, Selasa 14/9/2021.

Kegiatan Photographer Loves Vintage diinisiasi oleh Tim Ahli Cafar Budaya Kota Metro dan komunitas Metro Prohogtaphy (MP).

Silfia mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari ajang promosi tempat bersejarah di Kota Metro.

“Kegiatan ini diikuti oleh photogtapher dari berbagai daerah yang ada di Lampung. Dari kegiatan ini, diharapkan cagar budaya di Kota Metro bisa lebih dikenal oleh khalayak luas,” kata Silfia.

Silfia menambahkan, bagi warga Kota Metro yang hendak berpartisipasi untuk menyumbang barang yang memiliki nilai sejarah, bisa langsung menghubungi pihak terkait.

“Untuk warga Kota Metro yang hendak berpartisipasi menyumbang benda dengan nilai sejarah, bisa langsung menghubungi pihak pengelola,” ujar Silfia.

Sementara, Dewan Pembina Metro Photography (MP) Rahmatul Ummah berharap, dengan terselenggaranya Photographer Loves Vintage, dapat membangun solidaritas sesama photographer.

“Dalam kegiatan ini, diharapkan bisa lebih mempererat silaturahmi antar anggota dan seluruh pelaku photography, terlebih, bisa mengangkat nilai-nilai yang ada di Kota lewat photography,” pungkas Rahmat.

Acara Photographer Loves Vintage dihadiri oleh Ibu Wakil Walikota Asih Kusminah Qomaru dan Ibu Sekda Kota Metro Yuliwati Bangkit. Selain itu, acara tersebut diikuti model-model cantik, diantaranya; Naomi, Indri, Melia dan Aulia yang turut menambah warna dalam kegiatan tersebut.
Gsc/ Yd

Translate »