Wali Kota Metro Jelaskan Dokter Spesialis Keluarga Primer Harus Memiliki Peran

METRO, GSC – Update Kesehatan,
Walikota Metro Wahdi Siradjuddin meminta Dokter Spesalis keluarga primer memiliki peran besar di bidang kesehatan. Minggu (7/11/2021).

Dijelaskan Walikota Metro Wahdi Siradjuddin, Dokter Spesalis Keluarga primer sendiri harus memiliki peran.

“Semua manusia memilik peran bukan hanya dokter saja, namun tinggal dimana peran yang mau di ambil oleh orang tersebut,” kata dia usai membuka Musda Vl PDKI.

Lebih lanjut, peran Dokter spesalis keluarga sangat besar juga, tidak bisa disamakan dengan yang spesalis lainya. Dikarenakan ada tempat dan peran masing-masing di bidangnya.

Ditempat yang sama dijelaskan Dr. Hilda Fitri, hari ini dilakukan Musyawara Daerah (Musda) anggota PDKI yang ke Vl, yang setiap tiga tahun sekali di adakan untuk mengambil keputusan tertinggi.

“Nanti kita akan melakukan pembahasan kinerja kepengurusan yang lalu dan sekaligus mempersiapkan program kerja tahun 2021 dan 2024 mendatang,”pungkasnya.
Gsc/ Yd

Wali Kota Metro Canangkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

METRO, GSC – Update Kanker Indonesia,
Walikota Metro, Wahdi Sirradjudin mencanangkan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular dan kanker leher rahim di sekertariat Yayasan Kanker Indonesia Kota Metro, Senin(11/10).

Wahdi menjelasnya pentingnya deteksi dini untuk para ibu agar Kota Metro dapat mencegah dan memperhatikan gejala kanker leher rahim.

“Upaya deteksi dini dilakukan untuk memperhatikan dan mencegah terjadinya kanker serviks pada ibu-ibu, karena jika sudah terkena maka biaya pengobatannya sangat mahal. Oleh sebab itu lebih baik mencegahnya dari pada mengobati,” tegasnya.

Lebih lanjut, “Dengan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Metro, BPJS, IBI, Prodia dan dinas Provinsi semoga Kota Metro dapat menjadi kota prakonsepsi dengan pilar JAMAPAI (Jaringan Masyarakat Peduli Anak Ibu),” jelas wahdi.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla mengatakan pemerintah siap mendukung dan memfasilitasi Yayasan Kanker Indonesia untuk melakukan deteksi dini kanker serviks.

“Kami bekerjasama dengan YKI, secara teknis dinkes hanya memfasilitasi dengan menyediakan dokter dan tenaga medis, namun pemerintah selalu mendukung dan siap ikut serta dalam melakukan deteksi dini kanker leher rahim ini”. Tutupnya.
Gsc/ Yd

Di HUT KE-49 RSUD A Yani Metro, Wali Kota Metro Minta RSUD A Yani Tingkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat

METRO, GSC – Update RSUD,
Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal ini agar RS A Yani menjadi rumah sakit unggulan di Provinsi Lampung.

“Hari ini RSUD Jenderal Ahmad Yani berulang tahun yang ke-49 tahun. Harapan kita tentu RS A Yani menjadi rumah sakit unggulan dan. Karena itu dilakukakan beberapa kegiatan untuk meningkatkan pelayanan,” kata Wahdi usai menghadiri peringatan HUT RSUD A Yani ke-49, Sabtu (25/9).

Dikatakanya, RSUD Jenderal Ahmad Yani merupakan RS rujukan regional dua yang menampung dari beberapa daerah. Dimana, persentase pasien Covid-19 di rumah sakit ini mayoritas berasal dari daerah lain.

“Persentase untuk pasien Covid-19 di RS A Yani sekitar 40 persen dari Lampung Tengah, 12 persen dari Mesuji, dan juga dari Lampung Timur. Ini menunjukkan kedepan orang akan lebih tau Kota Metro,” ucapnya.

Kemudian, lanjut Wahdi, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), RSUD A Yani juga bekerjasama dengan fakultas kedokteran untuk menjadi pengajar di rumah sakit tersebut.

“Fakultas kedokteran ini ada di 28 provinsi. Dan ini bisa menjadi potensi dan sudah dilakukan kerjasama. Jadi akan banyak orang dari luar daerah yang datang ke Metro. Tentu ini bisa meningkatkan perekonomian warga, karena dia tinggal dan mencari makan disini,” ucapnya.

Ia berharap kedepan Direktur RSUD A Yani beserta jajaran terus meningkatkan kualitas SDM, sarana dan prasarana serta pelayanan agar rumah sakit kebanggaan Metro ini bisa semakin baik.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Ahmad Yani, dr. Fitri Agustina menuturkan, kedepan pihaknya akan meningkatkan pelayanan baik itu pelayanan dokter, perawat, penunjang maupun dari sarprasnya.

“Sesuai harapan pak Wali Kota tentu kedepan kita upayakan pelayanan akan kita tingkatkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk kerjasama dengan fakultas kedokteran dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM rumah sakit.

“Iya kita bekerjasama dengan universitas kedokteran supaya menjadi pengajar disini sebagai upaya untuk meningkatkan SDM rumah sakit. Sehingga dokter kita lengkap dan pasien tidak perlu menunggu dan pelayanan bisa berjalan maksimal,” tambahnya.

Usai kegiatan, Wali Kota Wahdi bersama Wakil Wali Kota Qomaru Zaman, Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, Ketua PKK Metro Silfia Naharani Wahdi dan Ketua Himpaudi Asih Qomaru, Ketua GOW Ace Bangkit didampingi Direktur RSUD A Yani, dr. Fitri memberikan semangat kepada pasien HD di rumah sakit tersebut.
Gsc/ Yd

UPTD Puskesmas Bakauheni Giat Lakukan Penyuluhan Kesehatan Kader Posyandu Lansia

LAMSEL, GSC – Update Bakauheni,
Masa pandemi Covid-19 salah satu golongan masyarakat yang layak mendapatkan perhatian lebih adalah golongan lanjut usia (lansia). Sebab dari segi kesehatan pertambahan usia akan menyebabkan menurunnya imunitas tubuh. Karna lanjut usia (lansia) dan sangat rentan sekali terserang dari macam segala penyakit.
Oleh karna itu Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Bakauheni mengadakan penyuluhan bagi kader posyandu lansia se Kecamatan Bakauheni yang di selenggarakan di Auala Unit Pelayanan Teknis (UPTD) Puskesmas Bakauheni pada hari Jumat 24 September 2021.

Maksud dan tujuan melakukan penyuluhan bagi ibu-ibu kader posyandu lanjut usia (lansia) Zimer Fernando Marpaung selaku Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (Ka. UPTD) Puskesmas Bakauheni mengatakan untuk meningkatkan pengetahuan untuk ibu kader posyandu lansia yaitu membuat program kerja kegiatan kedepan mengenai lansia serta berkaitan masalah pandemi covid 19. Ujarnya.

Lanjut untuk melakukan refreshing bagi ibu kader lansia, untuk mengetahui tugas pokok dan fungsi (tupoksi) bagi kader lansia dan bagai mana langkah-langkah yang dilakukan oleh ibu-ibu kader posyandu lanjut usia ( lansia ), supaya pelayanan terhadap lanjut usia atau golongan umur harus diperhatikan secara khusus dan lebih ditingkatkan lagi pelayanan, karna ibu-ibu kader lansia adalah perpanjangan tangan dan bekerja sama dengan puskesmas bakauheni untuk melayani kelompok lanjut usia (lansia). “Kata dia”.

Sampai sejauh ini unit pelayanan teknis daerah puskesmas bakauheni, masih bekerja sama dengan di desa melakukan giat posyandu bagi lansia dan pemeriksaan serta memberikan obat vitamin bagi lansia untuk menjaga kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, puskesmas bakauheni melakukan penyuluhan serta memberikan pemahaman terhadap ibu kader lansia, karna bagaimana tanggapannya ketika kelompok lansia tersebut mempunyai penyakit dan apa yang harus dilakukan dan pemahaman bagi ibu kader posyandu lansia serta memberikan obat-obatan terhadap kelompok lansia, apa yang dirasakan oleh lansia tersebut dengan tujuan, bagai mana lansia hidup nya lebih nyaman sebab kelompok lansia tersebut sebagian lansia banyak keluhan terhadap penyakit yang diderita, tungkasnya.

Dengan harapan kedepan dimasa pandemi covid-19 kesehatan warga seluruh Kecamatan Bakauheni khususnya lanjut usia daya tahan tubuh lebih meningkat dan terhindar dari virus covid-19.
(Rozi arians)/ Gsc

Peranan Bidan Nailul Dalam Melayani Masyarakat Desa di Tengah Pandemi Covid-19

PESAWARAN, GSC – Update Layanan Kesehatan,
Para bidan mempunyai sejumlah peranan penting dalam sistem kesehatan ibu dan bayi termasuk menurunkan angka kematian hingga upaya penyelamatan ibu dan bayi, kata Plt Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Kesehatan dr Kirana Pritasari.

“Tujuan pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan sasaran utama salah satunya meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta meningkatkan kesehatan reproduksi. Di sini peran bidan sangat besar,” ujar dr Kirana dalam UNFPA Web Series: Kesehatan Ibu dalam rangka Peringatan Hari Bidan Internasional 2021, Selasa.

Hal itu juga yang disampaikan oleh salah Seorang Bidan Nailul Khoiriyah, S.Tr.Keb yang bertugas di desa Bangun Sari, kecamatan negeri Katon, kabupaten pesawaran,
Sangat Penting untuk melayani masyarakat dan memberi pemahaman tentang kesehatan ” Dalam Melayani Masyarakat saya harus benar benar ekstra sabar, karena tidak semua masyarakat mengerti tentang kesehatan, banyak mas suka duka yang dirasakan kalau jadi bidan di desa, terutama di masa pandemi sekarang ini mas,” Ungkap Nailul, Senin 16/08/2021.

Peran bidan tidak hanya memberikan pelayanan kebidanan tetapi juga mengelola pelayanan, menjadi penyuluh dan konselor, pendidik, pembimbing dan fasilitator klinik, penggerak peran serta masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dan peneliti.

Pada masa pandemi seperti sekarang ini tentu jadi lebih was-was saat membantu persalinan penduduk desa, pernah kejadian ternyata suami dari perempuan yang saya bantu persalinannya merupakan pelaku perjalanan dari luar kota yang belum genap 14 hari melakukan karantina mandiri, tentu saya cemas,” katanya.

Namun sekarang semuanya sudah terlewati dan dia bersyukur masih diberi kesehatan dan bisa bertugas dengan penuh rasa tanggung jawab, pandemi tidak lantas membuat dia kehilangan semangat untuk membantu sesama.

Ia juga merasa selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa. Baginya pandemi COVID-19 membuatnya makin dekat dan makin mengenal seluruh warga desa, terutama yang selama ini merantau di luar kota, dan itu membuatnya bahagia.
“Saya terus berharap pandemi dapat segera berlalu, saya ingin seluruh warga Bangun Sari tetap sehat dan tidak terpapar COVID-19,” katanya.
Gsc/ Herman

Translate »