Kemendagri Turun Langsung ke Kota Bandar Lampung, Percepat Realisasi APBD Sejak Awal Tahun dan Dorong Penanganan Inflasi

BANDAR LAMPUNG, GSC – Update Kemendagri. Tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengambil langkah awal dalam mendorong percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sejak awal tahun dan penanganan inflasi. Upaya ini dilakukan melalui monitoring dan evaluasi (monev) asistensi percepatan realisasi (APBD), penanganan inflasi, serta peningkatan kapasitas aparatur pengelolaan keuangan daerah Kota Bandar Lampung.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Agus Fatoni mengatakan, langkah tersebut bertujuan mendorong percepatan realisasi APBD Tahun Anggaran 2023 sejak awal tahun. Selain itu, dilakukan asistensi penganggaran penanganan inflasi dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kami juga melakukan sosialisasi peraturan perundangan dan kebijakan pengelolaan keuangan, serta peningkatan kapasitas SDM,” ujar Fatoni dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan gelaran bertajuk “Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dalam Pengelolaan Keuangan Tahun Anggaran 2023 Kota Bandar Lampung” tersebut. Agenda ini digelar di Aula Gedung Semergou Pemerintah Kota Bandar Lampung, Kamis (23/2/2023).

Fatoni mengungkapkan, menurut data Kemendagri, realisasi belanja Kota Bandar Lampung masih tergolong rendah. Bahkan Kota Bandar Lampung berada pada peringkat tiga terbawah secara nasional dalam kategori realisasi pendapatan APBD Tahun Anggaran 2022, dengan capaian angka 82,08 persen. Sementara itu, dalam realisasi belanja, Bandar Lampung menempati peringkat terbawah secara nasional yakni sebesar 68,81 persen.

“Daerah perlu menggenjot realisasi APBD sejak awal tahun agar kinerja pemerintah daerah meningkat. Pembangunan bisa dilakukan sejak awal tahun, pelayanan publik diperbaiki sepanjang tahun, dan daya saing daerah meningkat. Semua itu akan berdampak meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” terang Fatoni.
Dia menyampaikan, realisasi APBD sejak awal tahun juga akan memacu peredaran perekonomian di masyarakat. Dengan demikian, hal ini bakal meningkatkan daya beli masyarakat, memacu belanja pihak swasta, menggairahkan perekonomian daerah, serta mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Fatoni menyebutkan, setidaknya ada lima cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah, khususnya pada pajak dan retribusi daerah. Lima hal itu yakni intensifikasi, ekstensifikasi, digitalisasi, peningkatan SDM, dan inovasi.

“Peningkatan pendapatan yang bersumber dari dana transfer dilakukan dengan update data dan melakukan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait,” kata Fatoni.

Menurut Fatoni ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab lambatnya realisasi belanja APBD. Di antaranya, pelaksanaan lelang terlambat umumnya karena prosesnya baru dimulai pada bulan April dan bahkan ada yang baru dimulai pada bulan Agustus atau September. Berikutnya, perencanaan Detail Enginering Design (DED) dilakukan pada tahun anggaran yang sama dengan kegiatan fisik, sehingga apabila pelaksanaan DED terlambat menyebabkan kegiatan fisik menjadi terlambat.

Selain itu, faktor lainnya yakni keterlambatan penetapan pejabat pengelola keuangan dan pejabat pengadaan barang/jasa, serta terlambatnya penetapan petunjuk teknis (Juknis) Dana Alokasi Khusus (DAK) dari kementerian/lembaga.

“Hambatan lainnya adalah kegiatan dengan penunjukan langsung terlambat dilaksanakan karena sering terjadi perubahan lokasi kegiatan; Penagihan kegiatan dilakukan pada akhir tahun anggaran, tidak per termin sesuai dengan kemajuan kegiatan; Ketakutan dan kekhawatiran ASN berurusan dengan Aparat Penegak Hukum (APH) ,dan keterlambatan dalam penyelesaian administrasi dan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan,” sambung Fatoni.

Di lain sisi, dia mengatakan, penyebab lainnya dipicu oleh keterbatasan kapasitas dan kualitas SDM di bidang pengelolaan keuangan serta pengadaan barang/jasa. Di samping itu, juga karena kurangnya monev dari pimpinan daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), serta satuan kerja daerah. Faktor selanjutnya yaitu pada beberapa daerah, setiap akan melaksanakan kegiatan kepala OPD diwajibkan meminta izin dan menunggu persetujuan dari kepala daerah.

Dalam kesempatan itu, Fatoni menyampaikan sejumlah solusi dan strategi percepatan relisasi APBD Tahun Anggaran 2023. Pertama, melakukan pengadaan dini dimulai akhir bulan Agustus tahun sebelumnya setelah nota kesepakatan KUA-PPAS ditandatangani Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD.

“Kedua, melakukan percepatan petunjuk teknis (juknis) Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian/Lembaga. Ketiga, percepatan belanja melalui e-katalog, e-katalog lokal, toko daring serta penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Keempat, penetapan pejabat pengelola keuangan dan pejabat pengadaan barang/jasa tanpa menggunakan tahun anggaran,” jelas Fatoni.

Solusi kelima, tambah Fatoni, percepatan pelaksanaan DED pada awal tahun diikuti dengan pelaksanaan pekerjaan fisik. Keenam, pembayaran tagihan pihak ketiga berdasarkan termin sesuai dengan kemajuan kegiatan. Ketujuh, peningkatan kapasitas aparatur pengelola keuangan daerah dan pengelola barang/jasa.

“Kedelapan, membentuk tim monitoring dan evaluasi, baik di pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota melaksanakan rapat secara periodik. Kesembilan, pemberian reward dan punishment terhadap realisasi serapan anggaran. Kesepuluh, percepatan penyelesaian administrasi dan laporan pertanggungjawaban kegiatan,” terang Fatoni.

Di samping upaya tersebut, juga perlu melakukan penyederhanaan bentuk kontrak dan bukti pertanggungjawaban pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan tetap mempedomani peraturan perundang-undangan. Kemudian, mendorong peran Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dalam melakukan reviu terhadap dokumen perencanaan dan keuangan. Terakhir, meminta pendampingan dan asistensi Aparat Penegak Hukum (APH) dan Korsupgah KPK apabila masih ragu dalam rencana pelaksanaan kegiatan .
Yodi.

Ketua DPRD Lampung Tengah Pimpin Rapat Paripurna Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD Masa Jabatan 2023-2024

LAMPUNG TENGAH, GSC – Update DPRD. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah, Sumarsono memimpin rapat paripurna peresmian pengucapan sumpah dan janji, Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD setempat, masa jabatan tahun 2023-2024, Jum’at (24/02/2023).

Hadir dalam paripurna yang digelar diruang rapat paripurna DPRD setempat, Wakil Bupati Lamteng, Dr. Ardito Wijata, Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kepala Kesbangpol Prov.Lampung, Drs. M. Firdasa, M.Si, Staf Ahli Bupati, para asisten, Kepala OPD, Kabag, dan para tamu undangan.

Dalam pidato penyampaian yang disampaikan Wabup Lamteng, Dr. Ardito Wijaya memberikan ucapan selamat, dan mengajak langsung semua untuk berjuang demi kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Lampung Tengah, lebih baik kedepan.

“Mari kita bersama-sama ikut membangun Kabupaten Lampung Tengah lebih baik lagi kedepan. Tanpa adanya andil kita semua, termasuk pihak legiatif tentunya hal itu tidak mungkin bisa terwujud,” ujar Ardito.

Begitu juga dalam sambutan Ketua DPRD Lampung Tengah, Sumarsono yang mengajak semua anggota Legislatif untuk ikut serta mensejahterakan masyarakat Lampung Tengah. Dimana sebagai pengawas, dan perpanjangan tangan masyarakat legislatif perlu ikut mewujudkan pemulihan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berpesan untuk anggota yang baru saja di lantik, untuk segera mengambil langkah kinerja kedepan, demi terciptanya kesejahteraan masyarakat Lampung Tengah,” ajak Ketua DPRD Lampung Tengah, Advetorial.
(ADV)

KPK Panggil Ulang Mahfud Santoso

BANDAR LAMPUNG, GSC – Update KPK. Pemilik RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung, Mahfud Santoso diduga tilap uang sejumlah Rp50 juta. Uang tersebut diketahui merupakan bagian dari uang pemberian Kabid Yankes Dinkes Lampung Tengah, M Anton Wibowo seusai anaknya yang dititipkan dinyatakan lulus dalam PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) Unila Tahun 2022.

Hal ini terungkap saat M Anton Wibowo diperiksa pada 21 Februari 2023 sebagai saksi di PN Tipikor Tanjungkarang oleh Jaksa KPK yang menangani proses penuntutan perkara korupsi Unila.

M.Anton Wibowo mengaku menitipkan anaknya yang bernama Azzahra Fadhilla Amelia untuk dapat diluluskan menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran Unila kepada Pemilik RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung Mahfud Santoso.

M Anton Wibowo menitipkan anaknya kepada Mahfud Santoso karena meyakini Mahfud Santoso memiliki kedekatan dengan mantan Rektor Unila, Karomani sehingga dinilainya mampu membantunya meluluskan anaknya menjadi mahasiswa Unila.

Faktor kedekatan antara Mahfud Santoso dengan Karomani yang dipahami M Anton Wibowo ialah sesama warga NU.

Pasca anaknya dinyatakan lulus menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran Unila, M Anton Wibowo mengaku memberikan uang Rp250 juta kepada Mahfud Santoso.

Mahfud Santoso yang saat itu mengaku sedang berada di luar daerah, meminta M Anton Wibowo menitipkan uang Rp250 juta itu kepada pegawai RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung bernama Hanan.
Rilis/ Red.

Keluarga Besar Kodim 0503/JB Hadiri Pelepasan Dandim Kolonel Kav I Made Maha Yhudiksa S.Sos.MM

JAARTA, GSC – Update Kodam Jaya. Keluarga Besar Kodim 0503/JB mengiringi langkah dan mengantar Kolonel Kav.I.Made Maha Yhudiksa.S.sos.MM serta istri menuju pintu gerbang Makodim 0503/JB di Jalan S.Parman III Kelurahan Tomang Kecamatan Gropet Jakarta Barat.Jumat (24/2/2023)

Prosesi Pelepasan Dandim 0503/JB Kolonel Kav.I.Made Maha Yhudiksa.S.sos.MM dihadiri Kasdim 0503/JB Letkol Inf. Dwi Tantomo.S.i.p, Para perwira staf Makodim, Para Danramil Jajaran Makodim, Para Anggota Jajaran Makodim dan PNS serta Ibu Persit jajaran Makodim.

Adapun rangkaian giat pelepasan Dandim
-Pukul 17 : 30 WIB Kolonel Kav.I.Made Maha Yhudiksa.S.sos.MM. mengambil pengarahan
-Pukul 17:35 WIB Kolonel Kav.I.Made Maha Yhudiksa.S.sos.MM mengambil pengarahan seluruh perwira staf dan Danramil Jajaran Makodim
-Pukul 17: 40 WIB Kolonel Kav.I.Made Maha Yhudiksa.S.sos.MM menerima hormat Jajaran dari jaga plngton
-Pukul 17: 42 WIB Kolonel Kav.I.Made Maha Yhudiksa.S.sos.MM Meninggalkan Makodim 0503/JB dalam keadaan aman.

Dalam kata pamitannya Kolonel Kav I Made Maha Yhudiksa.S.sos.MM.,
memohon maaf apabila selama menjabat atau memimpin tersirat kesalahan ataupun kekhilafan baik yang disengaja ataupun tidak. Namun semuanya itu tidak terlepas sebagai upaya melakukan yang terbaik untuk Satuan.

Kami ucapkan terimakasih atas support dan dukungannya selama ini. Kemudian, atas nama pribadi, keluarga dan kedinasan, kami memohon maaf kepada seluruh Prajurit dan lbu – lbu Persit manakala ada kekhilafan dan kesalahan,”Tutup Kolonel Kav I Made Maha Yhudiksa.(Pendim 0503/JB)

Pemkot Metro Mengapresiasi Gelaran Festival Kuliner Bertajuk Sudirman Street Food Kelas II

METRO, GSC – Update Diskominfo. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengapresiasi gelaran festival kuliner bertajuk “Sudirman Street Food Kelas II”. Even tersebut menyediakan puluhan macam jajanan kuliner menarik dengan melibatkan sebanyak 43 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kegiatan yang diinisiasi Lampung Culinary Community tersebut akan berlangsung di kompleks pertokoan Jalan Sudirman, Kota Metro selama 17 hari, mulai tanggal 24 Februari sampai 12 Maret 2023.

Sekertaris Kota (Sekkot) Metro, Bangkit Haryo Utomo menyebut sistem pembayaran yang diterapkan di even itu merupakan langkah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Bayar pakai QRis ini kan suatu inovasi juga ya. Tentu kami apresiasi. Karena juga sasarannya ini adalah untuk pemberdayaan UMKM Kota Metro, maka kami kira juga baik, agar pelaku UMKM bisa lebih maju. Yang tadinya tidak mengenal pembayaran non tunai, sekarang kan jadi mengenal,” kata Bangkit, Jumat, 24/2/2023.

“Yang mana sebelumnya mungkin pelaku UMKM belum mampu untuk ikut, tapi setelah belajar dan belajar, akhirnya sekarang jadi mampu ikut even ini. Artinya di sini juga kan ada peningkatan SDM-nya. Ada peningkatan mutu juga bagi mereka. Jadi kan, membuat UMKM ini juga jadi menyadari, bahwa penting dan memang harus mengikuti aturan-aturan dan perkembangan zaman agar bisa bertambah maju,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Bangkit, belanja dengan menggunakan pembayaran non tunai via QRis, menurut Bangkit juga mendukung upaya penekanan peredaran uang palsu di Bumi Sai Wawai.

“Jadi kan, beberapa waktu lalu kan kita mendapat informasi dari Kepala BI Provinsi Lampung soal maraknya peredaran uang palsu. Maka, even kuliner yang menerapkan sistem pembayaran via QRis ini tentu kami apresiasi,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Penggagas even Festival Sudirman Street Food Kelas II, Steven mengatakan pihaknya menyediakan puluhan stand kuliner yang terdiri dari 22 stand pedagang lokal asli Metro dan 21 stand dari Bandar Lampung.

“Ini yang ke dua kalinya. Kami biasanya cuma 10 hari untuk roadshow, kali ini kami jadi 17 hari dari tanggal 24 Februari sampai 12 Maret nanti. Kali ini untuk UMKM yang diberdayakan di sini, itu ada 43 totalnya, yang 22 dari Metro dan yang 21 itu dari Bandar Lampung,” bebernya.

Sementara mengenai alasan dipilihnya kompleks pertokoan Jalan Sudirman sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, disebut Steven hal itu lantaran pihaknya menilai lokasi itu cukup strategis sebagai jantung kota dan pusat keramaian.

“Pemilihan lokasinya, karena kan di sini adalah titik yang ramai, paling center kalau menurut saya. Selain itu juga kan, ini juga merupakan pusat kota, mengingat ini adalah jalur utama. Harapan kita, ya supaya semua orang bisa lihat dan akhirnya menjadi tertarik untuk datang,” tandasnya.
ADV.

Ketua PD IWO Kab. Wajo Korban Penganiayaan Laporkan Tetangganya Ke APH

MAKASSAR, GSC – Update IWO. Peristiwa penganiayaan dan pengancaman yang dialami Ketua PD IWO Ikatan Wartawan Online Kab. Wajo Titin Heriyani pada selasa kemarin (21/2/23) sekira pukul 15.30 wita di kediamannya BTN Assorajang Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo membuat Titin sapaan akrabnya mengalami cedera memar dan pembengkakan serta nyeri sakit di kepala.

Diketahui pelaku adalah tetangga Titin yang saat peristiwa mendatangi rumah Ketua PD IWO Wajo dalam keadaan mabuk dan langsung melakukan pemukulan.

Atas kekerasan yang menimpa Titin membuat Ketua PW IWO Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir geram dan segera meminta aparat penegak hukum Polres Wajo untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku penganiayaan.

“Ironis sekaligus miris dan geram kepada pelaku ini, bukan karena Ibu Titin adalah seorang pewarta dan Ketua PD IWO Wajo tapi dia ini perempuan dan seorang Ibu jadi untuk itu kami pengurus wilayah IWO Sulsel meminta kepada aparat hukum agar segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap kemudian menindak tegas para pelakunya”, pinta Zulkifli Thahir, rabu (22/2/23).

Ketua PW IWO Sulsel ini sangat menyayangkan peristiwa ini karena jikalau ada masalah atau perselisihan semuanya bisa ditemukan solusinya dengan komunikasi yang baik jangan langsung emosional dan melakukan tindakan yang berujung pada pidana.

“Apa yang dialami Ibu Titin adalah pelajaran bagi kita semua dan kepada para pelaku jika ada masalah jangan langsung melakukan tindakan yang bisa membuat penyesalan dibelakang, upaya hukum yang kami lakukan dengan melaporkan peristiwa ini ke pihak berwajib salah satu tujuannya adalah membuat efek jera bagi siapapun yang selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan”, jelas Abang Cule sapaan akrab Ketua PW IWO Sulsel.

Ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Wajo AKP Theodorus Echeal Setiyawan mengatakan pihaknyaMAKASSAR, GSC – Update IWO. Peristiwa penganiayaan dan pengancaman yang dialami Ketua PD IWO Ikatan Wartawan Online Kab. Wajo Titin Heriyani pada selasa kemarin (21/2/23) sekira pukul 15.30 wita di kediamannya BTN Assorajang Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo membuat Titin sapaan akrabnya mengalami cedera memar dan pembengkakan serta nyeri sakit di kepala.

Diketahui pelaku adalah tetangga Titin yang saat peristiwa mendatangi rumah Ketua PD IWO Wajo dalam keadaan mabuk dan langsung melakukan pemukulan.

Atas kekerasan yang menimpa Titin membuat Ketua PW IWO Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir geram dan segera meminta aparat penegak hukum Polres Wajo untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku penganiayaan.

“Ironis sekaligus miris dan geram kepada pelaku ini, bukan karena Ibu Titin adalah seorang pewarta dan Ketua PD IWO Wajo tapi dia ini perempuan dan seorang Ibu jadi untuk itu kami pengurus wilayah IWO Sulsel meminta kepada aparat hukum agar segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap kemudian menindak tegas para pelakunya”, pinta Zulkifli Thahir, rabu (22/2/23).

Ketua PW IWO Sulsel ini sangat menyayangkan peristiwa ini karena jikalau ada masalah atau perselisihan semuanya bisa ditemukan solusinya dengan komunikasi yang baik jangan langsung emosional dan melakukan tindakan yang berujung pada pidana.

“Apa yang dialami Ibu Titin adalah pelajaran bagi kita semua dan kepada para pelaku jika ada masalah jangan langsung melakukan tindakan yang bisa membuat penyesalan dibelakang, upaya hukum yang kami lakukan dengan melaporkan peristiwa ini ke pihak berwajib salah satu tujuannya adalah membuat efek jera bagi siapapun yang selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan”, jelas Abang Cule sapaan akrab Ketua PW IWO Sulsel.

Ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Wajo AKP Theodorus Echeal Setiyawan mengatakan pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk segera memproses kasus pemukulan terhadap Titin Heriyani jurnalis yang juga Ketua PD IWO Wajo.

AKP Theodorus Echeal Setiyawan membenarkan kejadian tersebut dengan masuknya laporan di mapolres Wajo nomor LP/B/21/II/ 2023/SPKT/POLRES WAJO/ POLDA SULAWESI SELATAN, atas nama Titin Heriyani.

“Kami baru menerima laporan tersebut hari ini, saudari Titin baru melapor kejadian kemarin dan hari ini segera didistribusikan ke unit PPA untuk sementara diproses dan akan segera kita periksa saksi saksinya, tukas AKP Theodorus Echeal.
YD.

UPTD Terminal dan Perparkiran Dishub Kota Metro Berencana Adakan Sosialisasi Tupoksi Jukir Setempat

METRO, GSC – Update Dishub. Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Metro berencana melakukan edukasi, pembinaan dan sosialisasi terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) juru parkir (jukir) di kota setempat.

Kepala UPTD Terminal dan Perparkiran Dishub Kota Metro, Badri Kotib berencana untuk mengumpulkan rekan-rekan jukir di Bumi Sai Wawai yang berjumlah ratusan orang, untuk dilakukan pembinaan. Menurutnya, soal pengadaan perlengkapan dan atribut jukir merupakan hal yang penting, guna mendukung layanan kepada masyarakat agar terkesan baik.

“Ya itu pasti lah. Nah ini misalnya kalau kita lihat dari penampilannya saja, kalau berantakan kan kesannya gak enak juga, gak baik, gak rapi. Maka itu perlu lah. Ya minimal pakai rompi atau topi jukir, itu perlu. Malah saya itu sebenarnya maunya, jukir itu pakai sepatu boot juga, punya jas hujan juga,” paparnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu, (22/02/2023).

“Dan bukan cuma penampilannya saja. Makanya itu saya juga ingin melakukan pembinaan massal juga. Kita kasih edukasi untuk para jukir itu terkait dengan peraturan atau regulasi, mekanisme pelayanannya dan juga tanggung jawab seorang jukir. Tupoksi lah kira-kira,” lanjutnya.

Selain itu, Badri juga mengaku pihaknya sedang melakukan pendekatan secara persuasif kepada jukir. Hal itu dalam rangka menyosialisasikan tupoksi kepada sejumlah jukir, khususnya mereka yang belum memiliki SK resmi. Alhasil dalam tempo satu bulan, jumlah jukir yang mengantongi SK resmi telah bertambah sebanyak 12 orang.

“Kan sebelumnya itu memang sudah ada sebanyak 129 rekan-rekan juru parkir yang punya SK resmi. Sebulan kemudian setelah saya menjabat jadi Kepala UPTD di sini, alhamdulillah sudah ada pertambahan lagi sebayak 12 orang. Dari total 12 itu, 9 orang yang sudah pasti dan ditetapkan bakal di-SK-kan,” bebernya.

Sementara itu, guna mengejar target PAD sebesar Rp1,4 miliar, Badri bakal melakukan penyisiran lokasi parkir yang disebutnya berpotensi bisa mengembangkan pendapatan daerah.

“Jadi, sebenarnya saya kira lokasi parkir yang bagus dan punya potensi itu, kalau dikelola dengan baik, pasti bisa memberi kontribusi yang juga baik,” pungkasnya.
Yd

Kota Metro Terima Sertifikasi Bebas Frambusia Dari Kemenkes RI

JAKARTA, GSC – Update Frambusia, Kota Metro menjadi salah satu kota di Indonesia yang dinyatakan bebas penyakit Frambusia. Hal ini ditandai dengan penyerahan sertifikat bebas frambusia dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam rangka peringatan Hari Neglected Tropical Disease (NTDs) sedunia.

Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin kepada Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (21/2).

Penyakit frambusia adalah suatu infeksi bakteri jangka panjang (kronis) yang paling sering mengenai kulit, tulang, dan sendi. Kemenkes telah menetapkan Indonesia bebas Frambusia tahun 2024.

Sertifikat ini diserahkan kepada kabupaten atau kota di Indonesia yang telah berhasil mengeliminasi penyakit tersebut.

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin mengatakan, diraihnya sertifikat bebas penyakit Frambusia ini merupakan hasil kerja keras pemerintah bersama stakeholder terkait dalam pencegahan penyakit tersebut.

“Ini berkat kerja keras kita. Prestasi ini harus dipertahankan. Kita berkomitmen agar kedepan tidak ada penyakit Frambusia di Bumi Sai Wawai,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemkot Metro saat ini terus berupaya dalam rangka pemenuhan sarana dan prasarana hidup bersih dan sehat di kota setempat. Contohnya, dengan peningkatan kualitas sanitasi.

“Kesehatan adalah hak dasar masyarakat, dan pemerintah menyediakan sarana serta prasaranya. Karena itu saat ini Pemkot Metro berupaya untuk meningkatkan kualitas sanitasi,” jelasnya.

Wahdi juga mengajak masyarakat Kota Metro untuk terus melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara terus menerus dan konsisten.

“Iya ini perlu peran serta masyarakat agar kedepan penyakit ini tidak ada di Kota Metro. Pemerintah melalui dinas kesehatan akan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tetap menjaga PHBS,” tandasnya.
ADV.

Satker Korem 051/Wkt Kembali Raih 3 Penghargaan Sekaligus pada KPPN Bekasi Award Semester II TA 2022

BEKASI, GSC – Update Korem 051, Satuan Kerja (Satker) Korem 051/Wijayakarta di bawah kepemimpinan Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, SE., M.Si. kembali menorehkan prestasinya dalam pelaksanaan anggaran pada kurun waktu Semester II Tahun Anggaran 2022. Prestasi yang diraih tersebut berupa penghargaan dalam ajang KPPN Bekasi Award Semester II TA. 2022. Pada acara penganugerahan penghargaan tersebut Satker Korem 051/Wkt meraih 3 penghargaan sekaligus dalam 3 kategori. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala KPPN Bekasi kepada Danrem 051/Wkt yang diwakili oleh Kasiren Korem 051/Wkt Kolonel Inf Kohir pada hari Selasa, 21 Februari 2023 di KPPN Bekasi.

Adapun kategori yang diraih adalah Terbaik III Satker dengan nilai IKPA Terbaik III kategori Pengelola Dana DIPA lebih dari 100 Miliar Rupiah, Terbaik III Satker dengan kategori Penggunaan _Cash Management System (CMS)_ dan terbaik I Satker dengan Kinerja Pelaksanaan Anggaran kategori Penyampaian Saldo Rekening Pemerintah.

Penghargaan yang diraih tersebut merupakan wujud dari kerja keras Satker Korem 051/Wkt dalam mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pelaksanaan anggaran yang optimal dan tertib administrasi.
Zul.

Walikota Metro Menyambut Baik Acara Say Waway Metro Marfosa 2023

METRO, GSC – Update Kompasion, Walikota Metro menghadiri Acara Say Waway Metro Morfosa 2023, Kompasion (Komunitas Penggiat Fashion) Metro, yang diselenggarakan Bumi Perkemahan Sumbersari, Sabtu (18/02/2023).

Acara ini bertujuan guna menjalin ikatan dan kerjasama antara para desainer yang ada di Kota Metro, dengan Pemerintah Kota Metro. Bahkan bukan hanya dari Kota Metro itu sendiri melainkan luar wilayah Metro, giat ini juga sekaligus mengkampanyekan kebersihan lingkungan.

Dalam kesempatan ini, Walikota Wahdi Siradjuddin, juga memberikan sambutan sekaligus membuka acara Say Wa Way Metro Morfosa 2023.

“Ini adalah momentum dimana Kota Metro dapat menyelenggarakan acara Say Wa Way Metro Morfosa 2023, yang dimana menjadi bukti bahwa masyarakat Metro, khususnya para pengiat fashion dapat mengeluarkan karyanya. Bukan hanya dari Metro saja tapi juga dari luar Kota Metro,” kata Wahdi.

Lanjutnya, ia juga berharap acara seperti akan di adakan setiap tahunnya, bahkan menjadi agenda rutin. Hal ini juga menjadi bukti bahwa SDM Kota Metro dapat bersaing dalam negeri, bahkan Internasional.

“Saya apresiasi setinggi tingginya, walaupun gerimis, para model peraga busana tetap menunjukkan profesionalisme mereka dengan memberikan yang terbaik. Acara ini sangat luar biasa dengan masyarakat sangat antusias. Semoga acara seperti dapat menjadi penyemangat para desainer muda dan dapat menuangkan ide-idenya,” ucap Wahdi.

Diakhir acara, Peraga Busana, Anjar Novitasari, berharap kedepannya dengan dukungan Pemerintah Kota Metro, acara ini dapat menjadi acara Nasional bahkan Internasional.
ADV.

Translate »