Ketua DPRD Kota Metro Reses Tinjau Aspirasi Masyarakat

METRO, GSC. Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, menggelar agenda reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santun namun penuh semangat ini bertujuan, menampung berbagai keluhan warga yang nantinya akan diteruskan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai bahan penyusunan program prioritas.

Dalam reses tersebut, dua persoalan klasik kembali mendominasi keluhan masyarakat yakni, infrastruktur jalan yang rusak dan penanganan banjir yang belum maksimal. Warga menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan di lingkungan mereka masih dalam kondisi memprihatinkan, sementara sistem drainase yang buruk, dan kebiasaan membuang sampah sembarangan, kerap menyebabkan genangan air saat hujan deras.

“Semua yang disampaikan warga akan kami bawa ke pemerintah daerah. Ini menjadi masukan berharga untuk menyusun skala prioritas pembangunan ke depan,” ujar Ria Hartini. Selasa 12/5/2026.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal agar keluhan-keluhan tersebut tidak berhenti di meja rapat, tetapi benar-benar mendapat tindak lanjut yang nyata.

Meski optimistis, Ria Hartini juga secara blak-blakan menyampaikan kondisi riil keuangan daerah saat ini. Ia meminta masyarakat untuk bersabar karena Pemerintah Kota Metro tengah mengalami keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

“Kami mohon kesabaran masyarakat. Anggaran kita saat ini sangat terbatas karena adanya efisiensi dari pusat. Tapi kami akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengurai persoalan yang ada, sedikit demi sedikit,” jelasnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Ria Hartini berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD. Ia berharap, sinergi antara legislatif dan eksekutif tetap terjaga demi percepatan pembangunan Kota Metro.(ADV)

Dugaan Menghilangkan Jejak ke Luar Negeri, Korban Pemalsuan Dokumen Desak Polres Lampung Tengah Percepat Status Laporan Polisi

LAMPUNG TENGAH, GSC. Kasus dugaan pemalsuan dokumen yang telah diadukan melalui Dumas (Aduan Masyarakat) pada 21 Agustus 2025 kini memasuki babak krusial. Nurhasan, selaku pelapor, secara resmi menyatakan kekhawatirannya akan adanya upaya penghilangan jejak oleh saksi kunci/terlapor yang diduga akan berangkat ke Singapura pada Senin, 11 Mei.Dalam komunikasi terbaru dengan Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, Nurhasan menegaskan beberapa poin penting demi menjaga integritas proses hukum :Kepastian
Hukum (Pro-Justitia):
Pelapor mendesak percepatan peningkatan status Dumas menjadi Laporan Polisi (LP) Resmi.

Hal ini diperlukan sebagai dasar hukum yang kuat untuk mencegah keberangkatan saksi kunci ke luar negeri sebelum proses penyidikan tuntas.Objektivitas Profesi & Marwah Organisasi: Nurhasan secara tegas menolak permintaan untuk mendampingi penyidik dalam pengantaran surat ke kediaman Diana. Langkah ini diambil guna menjaga netralitas profesi Jurnalis dan marwah Forum Kader Bela Negara (FKBN), sesuai arahan Pembina di Kemenhan RI, Kolonel TNI Hendra Gunawan, SH, MH.Indikasi Keterangan Palsu: Berdasarkan hasil konfrontir terakhir, ditemukan ketidaksesuaian antara keterangan lisan dengan bukti fisik (struk transfer) yang dimiliki pelapor.Tuntutan Akuntabilitas: Pelapor menyoroti adanya pendampingan terhadap pihak lain dalam proses pemeriksaan yang tidak menyertakan administrasi/surat kuasa sah.”Kami mempercayai sepenuhnya integritas Polres Lampung Tengah. Namun, kami butuh langkah taktis sebelum saksi kunci berangkat ke luar Negri.

Jangan sampai keadilan bagi masyarakat kecil terhambat oleh celah administratif,”
tegas Nurhasan.

Divisi Media Bela Negara akan terus mengawal kasus ini hingga mencapai kepastian hukum yang adil dan transparan.
Hormat Kami,

Divisi Media Bela Negara
Tim INVESTIGASI PD Iwo Lampung Tengah

Tembusan :
•Kasi Humas
•Danunit Intel.
(Red)

Lembaga Pemasyarakatan Kelas llB Gunung Sugih Mengadakan Ikrar Pemasyarakatan Bersih Dari Handphone Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan

LAMPUNG TENGAH, GWC. Berdasarkan Instruksi Dari Bapak Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas ll
‎B Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Mengelar Acara Ikrar Pemasyarakatan Bersih Dari Handphone Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan Tanggal 8 mei 2026.

‎Turut Hadir Juga Beberapa Anggota Dari Instansi POLRI/TNI, Beberapa Ketua LSM, Dan Pimpinan Media Yang Ada Di Lampung Tengah.

‎Acara Dibuka Dengan Apel Bersama, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Pembacaan Doa, Pembacaan Ikrar Pemasyarakatan Bersih Dari Handphone Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan. Dilanjutkan Dengan Penandatanganan Komitmen Zero Handphone, Zero Penipuan, Zero Narkoba.

‎Kalapas Sastra Irawan, Amd.IP, S.Sos, Msi. Mengatakan Kepada Awak Media, “Ikrar Tersebut Merupakan Bentuk Pernyataan Sikap Dan Komitmen Bersama Seluruh Jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas llB Gunung Sugih Dalam Menjaga Marwah Institusi Serta Kepercayaan Masyarakat.

‎Ia Meminta Seluruh Petugas Terus Meningkatkan Pengawasan Dan Pengendalian Guna Memastikan Tidak Adanya Handphone Ilegal, Praktik Penipuan Dan Peredaran Narkoba Di Dalam Lingkungan Lapas”.

‎Menurutnya, Penguatan Pengawasan Harus Bibarengi Dengan Penegakan Disiplin Yang Tegas. Ia Menekankan Tidak Ada Toleransi Terhadap Penyalahgunaan Wewenang Maupun Keterlibatan Petugas Dalam Peredaran Handphone Ilegal, Penipuan, Dan Narkoba.

‎“Saya Tidak Akan Segan Menindak Tegas Apabila Masih Ada Petugas Yang Dengan Sengaja Melanggar. Tidak Ada Kompromi Terhadap Penyalahgunaan Wewenang Dan Keterlibatan Dalam Peredaran Handphone Ilegal, Narkoba, Maupun Penipuan,” Tegasnya.

‎Sebagai Informasi, Kegiatan Ikrar Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan juga Dilaksanakan Secara Serentak Oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

‎Kegiatan Tersebut Turut Dirangkaikan Dengan Razia Gabungan Bersama Aparat Penegak Hukum, Tes Urine Bagi Petugas, Warga Binaan Serta Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba.
‎(Red)

Penangguhan Penahanan Tersangka Dinilai Janggal, Kuasa Hukum Korban Minta Polisi Tahan Pelaku

LAMPUNG TENGAH, GSC. uasa hukum korban dari YLBH Unicorn, Dr. Ryan Maulana, S.E., S.H., M.H., mengungkapkan jika penangguhan penahanan terhadap MD dinilai janggal. Pasalnya, ada dugaan ketidaksesuaian informasi yang disampaikan dalam pengajuan penangguhan penahanan. Menurut Dr. Ryan Maulana, S.E., S.H., M.H., bahwa pihak tersangka sebelumnya mengajukan penangguhan penahanan terhadap MD dengan alasan harus mengurus seorang cucu yang memiliki kebutuhan khusus berinisial SL.

“Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa SL diketahui merupakan anak dari pasangan BN dan WY, yang secara mutlak SL bukan menjadi tanggung jawab tersangka MD. BN merupakan anak kandung dari SW dan MD yang tinggal tidak jauh dari rumah tersangka MD. Fakta tersebut memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian informasi yang disampaikan dalam pengajuan penangguhan penahanan. Meski informasi tersebut telah disampaikan kepada penyidik Satreskrim Polres Lampung Tengah, hingga saat ini belum terlihat adanya langkah tegas terhadap tersangka MD” terang Dr. Ryan Maulana, S.E., S.H., M.H.,

Dalam rilisnya, Dr. Ryan Maulana, S.E., S.H., M.H., menyampaikan desakan untuk penegakan hukum dan keadilan.

“Keluarga korban berharap aparat kepolisian dapat segera mengambil tindakan tegas demi menjamin rasa keadilan bagi korban” ujar Dr. Ryan Maulana, S.E., S.H., M.H.,

Selain itu, keluarga korban juga meminta perhatian dari Prabowo Subianto, Mabes Polri, Polda Lampung dan Kapolres Lampung Tengah agar turut mengawasi proses penegakan hukum dalam perkara ini.

“Kami berharap tersangka segera ditangkap agar rasa keadilan dan perikemanusiaan dapat dirasakan oleh pihak korban. Kami percaya Polri tetap menjaga marwah sebagai pelindung dan pengayom, pelayan masyarakat,” tegas Pengacara muda yang akrab di sapa Ryan ini.

Sekedar mengingatkan, jika korban berinisial AJ yang diduga menjadi korban pengeroyokan pada 8 Januari 2026 di area Tempat Pembuangan Sampah PT Great Giant Foods, Humas Jaya, Terbanggi Besar. Berdasarkan hasil visum, korban mengalami luka berupa goresan akibat cakaran di bagian wajah dan lengan. Keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian turut memperkuat dugaan terjadinya tindak pidana pengeroyokan.

Pihak Polres Lampung Tengah telah melakukan gelar perkara dan menetapkan dua tersangka, yakni SW dan MD yang diketahui merupakan pasangan suami istri. Namun, baru SW yang ditahan sejak 25 April 2026, sementara MD hingga kini masih belum ditahan sehingga hal ini menuai sorotan publik.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan dari pihak keluarga korban terkait profesionalisme dan konsistensi aparat penegak hukum dalam menangani perkara ini.

“Kami sangat menyayangkan kinerja Polres Lampung Tengah yang kami nilai kurang profesional dalam menangani kasus ini,” ujar kakak korban.

Dalam catatan redaksi, kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut konsistensi penegakan hukum serta transparansi dalam proses penyidikan. Media ini akan terus memantau perkembangan lebih lanjut dari penanganan perkara tersebut. (rilis YLBH Unicorn/Redaksi)

Hardiknas 2026 di Metro: 2.168 Guru Membatik Massal, Wali Kota Angkat “Iqro” dan “Nyeruit Jejamo”

METRO, GSC. Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Metro berlangsung meriah dan sarat makna. Bertempat di area terbuka yang dipadati ribuan pendidik, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, meluncurkan festival membatik shibori massal sekaligus mengenalkan tradisi makan bersama khas daerah, “Nyeruit Jejamo” .

Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, serta seluruh jajaran instansi vertikal ini menjadi simbol gerakan kolektif mewujudkan “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Momen paling spektakuler adalah ketika 2.168 guru se-Kota Metro serentak melakukan kegiatan membatik shibori. Ribuan tangan kreatif ini menorehkan warna di atas kain, menjadikannya sebagai bentuk dedikasi dan pengabdian tenaga pendidik.

Wali Kota Bambang Iman Santoso menekankan bahwa peringatan Hardiknas tidak boleh menjadi seremonial belaka. Ia mengajak seluruh guru untuk naik level: dari sekadar tenaga pengajar menjadi sosok penginspirasi.

“Festival membatik ini bukan sekadar membuat kain jadi indah. Ini simbol bahwa guru adalah ‘pewarna’ peradaban. Mereka membentuk karakter, menorehkan ilmu, dan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbudaya,” Kata Bambang.

Ia kemudian mengkaitkan dengan filosofi dalam Al-Qur’an, surat Al-Alaq ayat 1: Iqro bismirobbikalladzi kholaq. “Saya ingat ayat itu. Ini perpaduan antara membaca dan meyakini keyakinan kepada Sang Maha Kuasa. Ini sesuai dengan visi kita: Metro sebagai Kota Pendidikan, Kota Cerdas,” ujarnya.

Walikota memberikan perspektif menarik tentang makna “membaca”. Menurutnya, membaca tidak hanya terbatas pada teks buku, tetapi juga membaca alam semesta.

“Membaca bukan hanya membaca buku atau tulisan, tetapi juga membaca alam semesta. Itu membuat diri kita benar-benar bertambah pengetahuan,” paparnya.

Ia mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa moral hanya melahirkan keangkuhan, sementara kebaikan tanpa pengetahuan hanya melahirkan kebodohan. Maka, ia merumuskan cita-cita pendidikan: melahirkan generasi yang “pinter sing bener, bener sing pinter” (pintar yang benar, benar yang pintar).

“Yang kita harapkan adalah anak didik yang benar dan pintar. Bukan hanya benar tetapi tidak pintar, atau pintar tetapi tidak benar. Yang komplit: benar dan pintar, pintar dan benar,” tandasnya.

Uniknya, peringatan Hardiknas kali juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan tradisi “Nyeruit Jejamo” kepada khalayak luas. Tradisi makan bersama ini merupakan upaya membangun kebersamaan dan gotong royong, karakter yang ingin ditanamkan kepada peserta didik.

Peringatan Hardiknas di Metro menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dirayakan dalam warna, kebersamaan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. (ADV)

Puskesmas Surabaya Kecamatan Padang Ratu Memperkuat Peran Posyandu Sebagai Pelayanan Kesehatan Masyarakat

LAMPUNG TENGAH, GSC. Untuk memperkuat peran posyandu sebagai pelayanan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Seputih Surabaya mengadakan kegiatan Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Mendukung Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular(PTM) di posyandu.

Yang mana bertujuan untuk memperkuat kapasitas kader posyandu agar dapat melakukan deteksi dini kepada masyarakat terkait penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Melalui pelatihan ini, para kader mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai cara pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, serta pemahaman mengenai faktor risiko dan pencegahan PTM.

Kepala Puskesmas seputih Surabaya dr Indah Dwi Pratiwi pada sambutannya menyampaikan bahwa pemberdayaan kader kesehatan merupakan langkah strategis dalam mendukung upaya promotif dan preventif di tingkat masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kader kesehatan semakin berdaya dan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di wilayah masing-masing. Puskesmas seputih surabaya berkomitmen untuk terus mendampingi dan memperkuat jejaring posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas ungkapnya.
ADV.

dr Indah Dwi Pratiwi Bergerak Mengatasi Demam Berdarah Dengan Program Jumpa Besanmu

LAMPUNG TENGAH, GSC. Dalam rangka Pembinaan Kesehatannn dan Pengendalian Demam Berdarah (DBD), Kepala Puskesmas Surabaya, kecamatan Padang ratu, Kabupaten Lampung Tengah, dr Indah Dwi Pratiwi , bergerak mengatasi demam berdarah dengan program inovasi yang diberi nama Jumpa Besanmu.

Program InovasiJumpa Besanmu ini digagas dr Indah Dwi Pratiwi dengan tujuan memberikan pelayanan dan pengendalian penyakit menular, yang mana tujuan umumnya dapat menurunkan angka kesakitan penyakit demam berdarah diwilayah kerja puskesmas surabaya.

Disamping itu juga dr Indah Dwi Pratiwi, menegaskan bahayanya penyakit demam berdarah dapat menelan korban jiwa apa bila telat dalam penangananya, dr Indah juga mengatakan tujuann khusus program inovative Jumpa Besanmu ini mencakup 3 aspek.

A, Masyarakat membudayakan pemberantasan sarang nyamuk

B, Masyarakat bebas dari penyakit DBD.

C, Masyarakat aktiv dalam pencegahan penyakit DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk dilingkungan tempat tinggalnya.

Adapun sasaran kegiatan inovasi jumpa besan di atur pada hari jumat pagi melakukan pemberantasan sarang nyamuk yang mana meliputi semua kalangan masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas surabaya.

Penerapan dan pelaksanaan inovasi jumpa besanmu yang dilaksanakan meliputi,

1, Gotongroyong membersihkan lingkungan masing-masing atau lingkunngan sekitar.

2, Melaksanakan 3M ( Menguras, Menutup dan Mengubur)

3, Menaburkan bubuk abate pada genangan air yang sulit untuk dibersihkan atau dikuras.

Pada dasarnya dr Indah Dwi Pratiwi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit DBD di lingkungan kerja UPTD Puskesmas Surabaya.
ADV.

Wagub Jihan Nurlela Enggan Berkomentar Soal Jalan Pattimura Tidak Kunjung Dibenahi

METRO, GSC. Janji perbaikan Jalan Pattimura di Metro Utara yang sempat menggelora setelah Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meninjau langsung dan mengumumkan anggaran Rp10 miliar usai Lebaran, kini mulai dipertanyakan. Hingga pertengahan April 2026, belum ada tanda-tanda nyata dimulainya pembangunan jalan yang sudah sekian tahun menjadi momok bagi pengendara itu.

Padahal, saat peninjauan beberapa waktu lalu, Gubernur dengan tegas menyatakan bahwa perbaikan akan segera dilakukan. Anggaran puluhan miliar rupiah pun disebut sudah disiapkan untuk membangun jalan dengan konstruksi rigid beton yang lebih tahan lama.

Namun, setelah Lebaran berlalu, kabar tentang groundbreaking jalan penghubung vital antara Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah itu justru menghilang. Tak ada informasi resmi, tak ada papan proyek, dan yang paling mencolok: lubang-lubang di Jalan Pattimura masih setia menemani hari-hari warga.

Saat mencoba mengonfirmasi kepastian waktu perbaikan, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela tampak terburu-buru dan enggan memberikan pernyataan mendetail. Ketika ditanya kapan Jalan Pattimura akan mulai dikerjakan, ia hanya memberikan jawaban singkat sambil melangkah masuk ke dalam mobil.

“Aduh maaf, nanti kita rilis ya,” ucapnya sembari menutup pintu mobil. Senin

Jalan Pattimura bukan sekadar infrastruktur rusak biasa. Ruas ini adalah akses utama yang menghubungkan aktivitas ekonomi ribuan warga. Truk pengangkut hasil pertanian, mobil angkutan umum, hingga kendaraan pribadi setiap hari harus merayap di atas aspal yang mengelupas, lubang menganga, dan genangan air saat hujan.

Tak sedikit kecelakaan terjadi akibat kondisi jalan yang membahayakan ini. Pengendara motor jatuh, ban mobil pecah, hingga waktu tempuh yang membengkak dua kali lipat adalah pemandangan biasa di jalan ini.

Masyarakat Metro Utara dan sekitarnya mulai gerah. Janji perbaikan yang disampaikan dengan penuh semangat oleh Gubernur beberapa waktu lalu kini terasa seperti angin lalu.

“Kami sudah sering dengar janji. Tapi yang kami lihat sampai sekarang ya lubang itu-itu saja. Kalau benar ada anggaran Rp10 miliar, mana buktinya? Mana pengerjaannya?” ujar Tia seorang warga pengguna jalan.

Warga berharap pemerintah provinsi tidak hanya pandai berjanji di depan kamera, tetapi juga konsisten dalam eksekusi. Anggaran Rp10 miliar yang disebut-sebut harus segera diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, bukan sekadar menjadi judul berita.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung terkait jadwal pasti perbaikan Jalan Pattimura.
Yodi.

Plt) Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah, memimpin Rapat Pembahasan Program Kerja Tim Literasi Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026.

LAMPUNG TENGAH, GSC. Pelaksana Tugas (Plt) Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, memimpin Rapat Pembahasan Program Kerja Tim Literasi Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026 yang bertempat di Ruang Rapat Rumah Dinas Wakil Bupati Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (28/01/2026).

Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lampung Tengah sekaligus Pembina Literasi, Candra Puasati, Ketua Harian Bambang Setiawan, Wakil Ketua Harian Prima Astuti, Sekretaris Ina Murata, serta seluruh jajaran Pengurus Tim Literasi Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam sambutannya, Plt Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Tim Literasi yang telah hadir untuk bersama-sama membahas dan menyusun program kerja tahun 2026. Lebih lanjut, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri menegaskan bahwa keberadaan Tim Literasi diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam memotivasi serta meningkatkan minat baca siswa dan masyarakat secara luas.

Kita semua menginginkan dengan adanya Tim Literasi ini dapat memotivasi dan meningkatkan minat baca siswa serta minat baca masyarakat. Kita mengetahui bahwa membaca adalah jendela untuk melihat dunia. Dengan membaca, kita dapat menambah pengetahuan, wawasan, dan informasi, baik melalui media cetak maupun digital, sehingga literasi digital juga perlu terus kita tingkatkan,” tambahnya.

Ia juga berharap agar program kerja yang telah disusun nantinya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan budaya literasi di Kabupaten Lampung Tengah.

Saya berharap dengan tersusunnya program kerja Tim Literasi ini dapat kita laksanakan secara optimal sehingga tujuan dan harapan kita bersama dapat tercapai. Selain itu, saya juga mengajak seluruh Tim Literasi untuk senantiasa menjaga kekompakan dan kebersamaan. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam berorganisasi, namun komunikasi dan koordinasi harus tetap kita jaga,” pungkasnya.

Melalui rapat ini, diharapkan Tim Literasi Kabupaten Lampung Tengah dapat menjadi wadah yang bermanfaat dan berkelanjutan dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi di tengah masyarakat.
ADV.

Ketua Perwosi Lampung Tengah Pimpin Rapat Program Kerja 2026.

LAMPUNG TENGAH, GSC. Ketua Umum Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, memimpin Rapat Pembahasan Program Kerja Pengurus Perwosi Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Rumah Dinas Wakil Bupati Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (28/01/2026).

Rapat ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lampung Tengah yang juga Penasehat Perwosi Candra Puasati, Ketua Harian Perwosi Sri Nuryana, Sekretaris Perwosi Ari Puspa Dewi, serta seluruh jajaran Pengurus Perwosi Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Perwosi Kabupaten Lampung Tengah Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam pembahasan program kerja Perwosi Tahun 2026. Lebih lanjut, ia berharap setiap bidang di Perwosi mampu menyusun program-program unggulan yang dapat meningkatkan mutu olahraga wanita di Kabupaten Lampung Tengah. Menurutnya, keberadaan Perwosi diharapkan tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, tetapi juga mampu memotivasi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk hidup sehat dan aktif.

Kita semua menginginkan Perwosi ini dapat menjadi wadah yang memotivasi dan meningkatkan kesehatan serta kesegaran jasmani. Selain itu, Perwosi juga diharapkan memberikan manfaat yang luas dalam peningkatan kualitas SDM, prestasi olahraga, serta meningkatkan peran wanita dalam bidang olahraga,” tambahnya.

Ni Ketut Dewi Nadi juga menekankan pentingnya pelaksanaan program kerja yang telah disusun agar dapat berjalan secara optimal dan mencapai tujuan bersama. Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan, kebersamaan, serta menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dalam menjalankan roda organisasi.

Saya berharap dengan tersusunnya program kerja Perwosi ini dapat kita laksanakan sebaik-baiknya. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam berorganisasi, namun yang terpenting adalah bagaimana kita terus berkomunikasi dan berkoordinasi demi kemajuan Perwosi,” pungkasnya.

Melalui rapat ini, diharapkan Program Kerja Perwosi Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026 dapat menjadi landasan strategis dalam pengembangan olahraga wanita serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Lampung Tengah.
ADV.

Translate »