Sekda Lampung Tengah Hadiri Pengajian Sambut Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Khoiri

LAMPUNG TENGAH, GSC. Sekretaris Daerah Lampung Tengah Welly Adiwantra mewakili Plt.Bupati I Komang Koheri menghadiri acara Pengajian dan Doa Bersama Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H bertempat di Masjid Al-Khoiri Komplek Nuwo Balak pada Rabu 4 Februari 2026. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Pimpinan Pondok pesantren serta tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut disi tausiyah agama yang disampaikan oleh Gus Abdurrohman dari Jawa Timur.

Dalam sambutan Plt.Bupati I Komang Koheri yang di sampaikan oleh Sekda Welly Adiwantra mengatakan penyelenggaran pengajian dan doa bersama merupakan bagian dari ikhtiar lahir dan batin Pemkab Lampung Tengah dalam menyongsong bulan suci Ramadhan, yang memiliki makna untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dalam momentum ini juga pada sambutannya Plt.Bupati menyampaikan untuk menjadikan Bulan Ramadhan sebagai sarana peningkatan kualitas pribadi dan organisasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa.

Sementara itu Tausiyah Agama yang di sampaikan oleh Gus Abdurrohman mengajak seluruh peserta untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dirinya juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, toleransi, dan semangat saling membantu, khususnya dalam lingkungan kerja dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai Ramadan harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, terutama bagi aparatur pemerintah yang memiliki tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat.
ADV.

Wali Kota Metro Serahkan 19 Traktor Roda Empat untuk Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

METRO, GSC. Pemerintah Kota Metro kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyerahkan 19 unit bantuan traktor roda empat tipe Maxxi WD 404 kepada sejumlah kelompok tani di lima kecamatan, Kamis (2/4/2026).

Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ini bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian. Penyerahan dilakukan di Jalan Rajawali, Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan, di hadapan para petani yang antusias menyambut alat berat modern ini.

Traktor roda empat yang disalurkan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan program swasembada pangan berkelanjutan. Kehadiran alat ini diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi waktu tanam, serta mendorong produktivitas pertanian di Kota Metro.

Wali Kota Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa, pertanian merupakan sektor strategis yang harus terus didukung.

“Alhamdulillah, hari ini kita serahkan 19 unit traktor roda empat. Ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah pusat kepada petani kita di Kota Metro. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para kelompok tani untuk menggarap lahan secara lebih maksimal,” Kata Bambang.

Bantuan traktor ini akan didistribusikan kepada kelompok tani yang tersebar di lima kecamatan se-Kota Metro. Setiap kelompok penerima diharapkan dapat mengelola alat secara bergilir, dan bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh petani di wilayah masing-masing.

Para petani yang hadir tampak antusias dan bersyukur atas bantuan tersebut. Mereka menilai traktor roda empat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengolahan lahan yang selama ini masih mengandalkan tenaga manual dan traktor roda dua yang terbatas.

“Penyaluran bantuan alsintan ini menjadi bukti sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan Kota Metro, dalam memajukan sektor pertanian. Dengan dukungan peralatan modern, petani diharapkan dapat meningkatkan hasil panen sekaligus mengurangi beban kerja di lapangan.” Ucapnya.

Melalui langkah ini, Kota Metro optimistis mampu berkontribusi nyata dalam pencapaian target swasembada pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

“Ke depan, Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus mendorong modernisasi pertanian melalui berbagai program bantuan dan pendampingan, guna mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.” Tandasnya.
ADV.

Sekda Lampung Tengah Hadiri Kunjungan Kerja Ketum PERIP di Poncowati.

LAMPUNG TENGAH, GSC. Sekretaris Daerah Lampung Tengah Welly Adiwantra mewakili Plt.Bupati I Komang Koheri menghadiri acara Kunjungan Kerja Ketua Umum Persatuan Istri Purnawirawan ( PERIP ) pada hari Rabu 4 Februari 2026 bertempat di TK.Perip Abri Kampung Poncowati, kunjungan tersebut merupakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kegiatan pendidikan, terut hadir dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Camat Terbanggi Besar beserta Forkopimcam, Rombongan Pengurus Perip Pusat, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya Sekda Welly mengucapkan selamat datang kepada Ketua Umum PERIP dan rombongan dalam kunjungan kerja di Kabupaten Lampung Tengah yang di pusatkan di TK.Perip Abri Kampung Poncowati, dirinya menyampaikan apresiasi atas peran PERIP dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini. Menurutnya, TK Perip Abri memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini. Untuk TK Perip Abri di Poncowati telah beridiri dari tahun 1965, untuk itu bentuk kepedulian Pemkab Lampung Tengah akan membantu merevitalisasi sehingga TK Perip Abri akan terus bisa berdiri dan mencetak generasi anak bangsa kedepannya dan menjadi barometer dunia pendidikan di Lampung Tengah.

Sekda Lampung Tengah Hadiri Kunjungan Kerja Ketum PERIP di Poncowati.
Dipost Oleh: Admin – 04 Februari 2026
Sekretaris Daerah Lampung Tengah Welly Adiwantra mewakili Plt.Bupati I Komang Koheri menghadiri acara Kunjungan Kerja Ketua Umum Persatuan Istri Purnawirawan ( PERIP ) pada hari Rabu 4 Februari 2026 bertempat di TK.Perip Abri Kampung Poncowati, kunjungan tersebut merupakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kegiatan pendidikan, terut hadir dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Camat Terbanggi Besar beserta Forkopimcam, Rombongan Pengurus Perip Pusat, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya Sekda Welly mengucapkan selamat datang kepada Ketua Umum PERIP dan rombongan dalam kunjungan kerja di Kabupaten Lampung Tengah yang di pusatkan di TK.Perip Abri Kampung Poncowati, dirinya menyampaikan apresiasi atas peran PERIP dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini. Menurutnya, TK Perip Abri memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini. Untuk TK Perip Abri di Poncowati telah beridiri dari tahun 1965, untuk itu bentuk kepedulian Pemkab Lampung Tengah akan membantu merevitalisasi sehingga TK Perip Abri akan terus bisa berdiri dan mencetak generasi anak bangsa kedepannya dan menjadi barometer dunia pendidikan di Lampung Tengah.

Sementara itu Ketua Umum Perip Ny.Endah Ade Supandi menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan akhlak generasi penerus bangsa. Menurutnya, TK Perip Abri memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral, disiplin, dan kebersamaan sejak usia dini. Dirinya mengapresiasi masih berdiri kokoh TK Perip Abri meskipun perlu adanya perbaikan yang perlunya bantuan dan support dari pemerintah daerah. Acara di lanjutkan dengan penanaman pohon dan peninjuan ke stand UMKM yang diinisasi oleh orang tua / Wali Murid TK Perip Abri.
ADV.

Plt. Ketua Dekranasda Lampung Tengah Hadiri Pembukaan INACRAFT 2026.

LAMPUNG TENGAH, GSC. Kabupaten Lampung Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan serta promosi produk kerajinan daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Komitmen tersebut ditandai dengan kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, pada acara pembukaan pameran kerajinan terbesar di Indonesia, INACRAFT 2026, yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Pameran INACRAFT 2026 akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 4 hingga 8 Februari 2026, dan menjadi ajang strategis dalam memperkenalkan serta memasarkan produk-produk kerajinan unggulan daerah ke pasar yang lebih luas.

INACRAFT 2026 yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) ini secara resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Hars. Pembukaan ditandai dengan proses tumbukan lesung bersama Ny. Selvi Gibran Rakabuming, istri Wakil Presiden Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dekranas Pusat. INACRAFT dikenal sebagai pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara yang mempertemukan para perajin, pelaku UMKM, desainer, serta pembeli dari dalam dan luar negeri.

Acara pembukaan INACRAFT 2026 juga dihadiri oleh Jajaran Pengurus Dekranas Pusat, para Ketua Dekranasda seluruh Indonesia, serta perwakilan kedutaan besar negara sahabat. Kehadiran para tokoh nasional dan internasional tersebut semakin membuktikan peran strategis sektor kerajinan dalam mendukung perekonomian nasional.

Selain itu, hadir pula Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Lampung Tengah I Komang Koheri, Wakil Ketua Dekranasda Lampung Tengah Indria Sudrajat, Wakil Ketua Harian Dwi Evayati, Kepala Dinas Kominfotik Dina Tyagita Vidya, Kepala Dinas Perindustrian Veny Libriyanto, serta jajaran Pengurus Dekranasda Kabupaten Lampung Tengah.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bukti kuatnya dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terhadap pengembangan industri kerajinan dan UMKM sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Pada ajang INACRAFT 2026 ini, Dekranasda Kabupaten Lampung Tengah menampilkan produk unggulan daerah berupa sulam jalin kepang dengan motif lawk handak dan ketakutana, yang mencerminkan kekayaan budaya lokal serta kreativitas perajin Lampung Tengah. Melalui keikutsertaan ini, diharapkan produk kerajinan Lampung Tengah semakin dikenal luas dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
ADV.

Ribuan Warga Padati Open House Mantan Wali Kota Metro Wahdi, Silaturahmi Lebaran Tetap Hangat

METRO, GSC. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti kediaman mantan Wali Kota Metro, Dr.Wahdi, di Jalan Pattimura, Metro Utara, pada hari ke tujuh Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Kamis (26/3/2026). Ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Metro dan sekitarnya tampak antusias memadati halaman rumah mantan orang nomor satu di kota tersebut.

Sejak pagi hari, aliran warga terus mengalir menuju kediaman Dr.Wahdi. Mereka datang bersama keluarga, sanak saudara, bahkan tak sedikit yang datang dengan mengenakan pakaian serba baru khas Lebaran. Antrean panjang tak menyurutkan semangat warga yang ingin bersilaturahmi sekaligus bermaaf-maafan di momen hari kemenangan.

Meski tak lagi menjabat sebagai pemimpin kota, Dr.Wahdi tetap menunjukkan bahwa hubungan emosional dengan masyarakat tak lekang oleh waktu. Ia dengan ramah menyambut satu per satu tamu yang datang, bersalaman, dan tak lupa menyapa hangat setiap warga yang hadir.

“Alhamdulillah, ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya sekeluarga. Masih banyak saudara-saudara kita yang menyempatkan datang bersilaturahmi di hari yang fitri ini. Terima kasih atas kehadiran dan doanya,” ujar H. Wahdi dengan mata berbinar penuh haru.

Open house ini menjadi tradisi yang terus dijaga oleh mantan Wali Kota Metro yang menjabat periode 2019-2024 tersebut. Baginya, momen Lebaran bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan waktu terbaik untuk mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin lama.

Salah seorang warga Metro Utara, Siti Aminah (52), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk bersilaturahmi sekaligus mengucapkan selamat Idul Fitri.

“Pak Wahdi ini orangnya baik, ramah. Meski sudah tidak menjabat, beliau tetap dekat dengan warga. Makanya kami datang, karena beliau selalu membuka pintu untuk siapa saja,” ujarnya dengan senyum sumringah.

Hal senada disampaikan oleh Ahmad Rifa’i (34), warga Metro Timur, yang rela datang jauh hanya untuk bersalaman dengan mantan Wali Kota Metro yang dikenal dekat dengan masyarakat.

“Ini bentuk penghormatan saya. Pak Wahdi pernah memimpin dengan baik, beliau juga sosok yang rendah hati. Lebaran seperti ini momen yang pas untuk tetap menjaga silaturahmi,” tuturnya.

Open house di kediaman Dr.Wahdi bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi ajang bertemunya berbagai elemen masyarakat. Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, mantan pejabat, hingga warga biasa semua duduk bersama dalam suasana penuh kebersamaan.

Hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, dan aneka kue disajikan dengan sederhana namun hangat, mencerminkan keramahan tuan rumah yang tak pernah berubah.

Hingga siang hari arus pengunjung masih terus berdatangan. Kebersamaan yang terjalin di hari kemenangan ini menjadi bukti bahwa meskipun masa jabatan telah usai, hubungan hati antara seorang pemimpin dan rakyatnya dapat terus bertahan selama silaturahmi tetap dijaga.

Di akhir acara, Dr.Wahdi berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk terus menjaga kerukunan dan kebersamaan di Kota Metro.

“Mari jadikan Lebaran ini sebagai momentum untuk saling memaafkan, mempererat ukhuwah, dan membangun Kota Metro yang lebih baik ke depannya,” pesannya.

Dengan semangat Idul Fitri, ribuan warga pulang dengan hati yang lapang, membawa pulang senyuman dan kebersamaan yang tak terlupakan.
Yodi.

Kasus Penganiayaan Oknum Guru di Lampung Tengah Disorot: Inspektorat Dinilai Lamban, Kepastian Sanksi Dipertanyakan

LAMPUNG TENGAH, GSC. Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum guru berinisial HA di Kabupaten Lampung Tengah menuai sorotan. Meski aparat kepolisian telah menetapkan HA sebagai tersangka, proses penanganan di lingkungan Inspektorat daerah dinilai berjalan lamban dan belum menunjukkan kejelasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan dugaan penganiayaan tersebut telah disampaikan ke Inspektorat Lampung Tengah sejak 6 Januari 2026. Proses klarifikasi terhadap pihak terkait disebut telah dilakukan pada awal Februari. Namun hingga pertengahan Maret 2026, belum ada kepastian mengenai hasil pemeriksaan maupun rekomendasi sanksi disiplin terhadap yang bersangkutan.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui Polsek Gunung Sugih, Polres Lampung Tengah, telah menetapkan HA sebagai tersangka berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tertanggal 3 Maret 2026.

Saat dikonfirmasi, Irbansus Inspektorat Lampung Tengah, Adit, menyatakan bahwa pihaknya berhati-hati dalam mengambil langkah. “Kami harus cermat. Ada kekhawatiran jika salah dalam menjatuhkan sanksi, bisa digugat ke PTUN,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memunculkan kritik dari sejumlah kalangan, yang menilai kehati-hatian tidak boleh menjadi alasan untuk menunda kepastian hukum administrasi, terlebih ketika proses pidana telah berjalan.
Ketua Lembaga Perempuan Pemerhati Pendidikan, Nelson Aruan, menjelaskan bahwa penanganan kasus disiplin aparatur sipil negara (ASN), termasuk guru, memang memiliki tahapan tersendiri. Namun demikian, proses tersebut tetap harus berjalan dalam koridor waktu yang wajar.
“Pemanggilan terhadap ASN yang diduga melanggar disiplin dilakukan paling lambat tujuh hari kerja sebelum pemeriksaan. Jika tidak hadir, dilakukan pemanggilan kedua dalam kurun waktu yang sama. Secara umum, proses investigasi dapat berlangsung beberapa minggu hingga satu atau dua bulan, tergantung kompleksitas kasus,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil akhir pemeriksaan berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) menjadi dasar penjatuhan sanksi disiplin, mulai dari ringan hingga berat, termasuk kemungkinan pemberhentian.
Regulasi Terkait Penanganan dan Sanksi ASN
Penanganan kasus disiplin ASN, termasuk dugaan penganiayaan oleh guru, mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya:
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS
Mengatur kewajiban dan larangan ASN.
Pelanggaran berat dapat berujung pada sanksi pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN
Menegaskan prinsip profesionalitas, integritas, dan akuntabilitas ASN.
ASN wajib menjaga perilaku agar tidak merusak citra institusi.
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
Dugaan penganiayaan dapat dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana penjara.
Sanksi bagi Inspektorat Jika Terbukti Lalai atau Lamban
Dalam konteks pengawasan internal, Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) juga memiliki tanggung jawab yang diatur dalam:
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
APIP wajib menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, independen, dan tepat waktu.
PermenPAN-RB Nomor 12 Tahun 2021 tentang Peran APIP
Menegaskan bahwa APIP harus responsif terhadap laporan masyarakat dan tidak menunda-nunda penanganan.
Jika terbukti terjadi kelalaian atau unsur pembiaran, maka konsekuensi yang dapat dikenakan antara lain:
Evaluasi kinerja dan penurunan jabatan bagi pejabat terkait.

Sanksi disiplin ASN sesuai PP 94/2021.
Rekomendasi pemeriksaan oleh lembaga pengawas eksternal seperti Ombudsman RI.
Dalam kondisi tertentu, dapat berimplikasi pada pemeriksaan etik atau administratif lebih lanjut.
Sorotan Publik dan Harapan Transparansi
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut integritas dunia pendidikan dan profesionalitas aparatur sipil negara. Publik berharap Inspektorat Lampung Tengah dapat segera menyelesaikan proses pemeriksaan secara transparan dan akuntabel.
Kepastian penanganan dinilai penting, tidak hanya untuk memberikan keadilan bagi korban, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Inspektorat Lampung Tengah belum memberikan keterangan lanjutan terkait perkembangan hasil pemeriksaan kasus tersebut.
(Tim)

Dr. Ryan Maulana Raih Gelar Doktor di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran

BANDUNG, GSC. Perjalanan panjang penuh ketekunan dan pengorbanan akhirnya mengantarkan Dr. Ryan Maulana, S.E., S.H., M.H. menuju puncak akademik. Ia menjalani Sidang Promosi Doktor di Gedung Komar Kantaatmadja, Ruang Auditorium Lantai 3, Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Jl. Banda No. 42 Bandung. (Senin, 23 Februari 2026)

Gelar doktor tersebut diraih setelah melalui proses akademik kurang lebih tiga tahun, sebuah perjalanan yang tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, tetapi juga kesabaran, konsistensi, serta pengorbanan waktu bersama keluarga.

Dalam disertasinya yang berjudul *“Konsep Pertanggungjawaban Hukum Penggunaan Kartu E-Toll sebagai Salah Satu Kegiatan Usaha dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Nasional”*, Ryan mengangkat isu strategis mengenai sistem pembayaran elektronik dan perlindungan konsumen dalam perspektif hukum perbankan. Topik ini menjadi relevan di tengah transformasi ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.

Namun di balik karya ilmiah tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang tidak sederhana. Ryan harus membagi waktu antara tanggung jawab profesional, aktivitas sosial, serta komitmen keluarga, sembari tetap menjaga ritme penelitian dan penyusunan disertasi. Proses bimbingan, revisi, penguatan teori, hingga pendalaman data lapangan menjadi bagian dari dinamika yang membentuk keteguhan mental dan kedewasaan intelektualnya.

Dalam sidang promosi tersebut, Ryan menyampaikan rasa syukur dan penghormatan yang mendalam kepada para pembimbing dan penguji yang telah membentuk perjalanan akademiknya.

“Saya belajar bahwa keberhasilan bukan semata diukur dari kecerdasan, tetapi dari bagaimana kita menjaga integritas, menghargai sesama, dan tidak menyerah dalam proses,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih secara khusus ia sampaikan kepada Tim Promotor yang telah membimbing dengan penuh dedikasi, serta para Oponen Ahli yang memberikan kritik dan masukan konstruktif demi penyempurnaan disertasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor dan jajaran pimpinan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, serta seluruh pegawai Program Pascasarjana yang membantu kelancaran studinya.

Momen paling emosional terasa ketika Ryan menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga tercinta.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari doa, dukungan, dan kesabaran istri dan anak-anak saya yang menjadi sumber kekuatan dalam setiap langkah. Setiap halaman disertasi ini adalah bagian dari doa dan pengorbanan keluarga,” tuturnya haru.

Ia juga mengenang doa dan restu orang tua, yang menjadi fondasi moral dan spiritual dalam setiap tahap kehidupannya.

Sidang promosi doktor ini bukan hanya pencapaian akademik, tetapi juga simbol keteguhan dan integritas dalam menuntut ilmu. Melalui karya ilmiahnya, Dr. Ryan Maulana diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan konsep pertanggungjawaban hukum dalam sistem pembayaran digital Indonesia, sehingga hukum benar-benar hadir untuk melindungi dan memberi kepastian bagi masyarakat.

Tiga tahun perjuangan itu kini bermuara pada satu gelar akademik tertinggi—namun lebih dari itu, ia menjadi penanda perjalanan intelektual yang ditempuh dengan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan yang tidak pernah padam. (Red)

Laporan Dugaan TPPO dan Pemalsuan Dokumen di Polres Lampung Tengah Disorot, Pelapor Minta Gelar Perkara Khusus

Lampung Tengah, GSC. Seorang warga bernama Nurhasan menyampaikan keluhan terbuka kepada Kapolda Lampung dan jajaran Polres Lampung Tengah terkait penanganan laporan dugaan tindak pidana yang ia ajukan sejak Agustus 2025.
Dalam keterangannya, Nurhasan mengaku telah melaporkan dugaan tindak pidana membawa lari istri, dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta pemalsuan dokumen sebagaimana diatur dalam Pasal 263 dan Pasal 332 KUHP. Namun hingga Februari 2026, laporan tersebut disebut masih berstatus pengaduan masyarakat (dumas) dan belum meningkat ke tahap laporan polisi (LP).

Nurhasan menyebutkan bahwa sejumlah bukti, termasuk tangkapan layar (screenshot) yang diduga berkaitan dengan aktivitas agensi tidak resmi, telah diserahkan kepada penyidik pembantu sejak awal pelaporan. Akan tetapi, menurut pengakuannya, respons yang diterima sejauh ini hanya berupa imbauan untuk bersabar.
“Saya sudah beberapa kali menanyakan perkembangan, termasuk melalui pesan WhatsApp kepada KBO Reskrim dan penyidik pembantu. Jawabannya masih diminta bersabar,” ujarnya.
Ia juga mengaku telah menghubungi bidang Humas Polres Lampung Tengah dan mendapat jawaban bahwa pengaduannya akan diteruskan kepada pihak terkait. Namun, hingga kini ia menilai belum ada gelar perkara untuk menentukan kelanjutan proses hukum atas laporannya.

Dalam penyampaiannya, Nurhasan menyatakan kekhawatiran bahwa apabila laporan tidak segera ditindaklanjuti secara prosedural, maka perkara tersebut tidak tercatat dalam sistem laporan resmi dan berpotensi menghambat proses hukum lebih lanjut. Ia juga mengaitkan laporannya dengan dugaan praktik TPPO yang menurutnya melibatkan jaringan lintas daerah.
Selain aspek hukum, Nurhasan menuturkan dampak sosial dan psikologis yang ia rasakan, termasuk kondisi anak-anaknya yang disebut terdampak akibat persoalan tersebut. Ia berharap ada perhatian dari pimpinan kepolisian untuk dilakukan gelar perkara khusus guna memastikan kepastian hukum.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, pihak Kepolisian Daerah Lampung dan Polres Lampung Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan laporan dengan nomor Dumas: B/1023/VIII/RES.1.24/2025/Reskrim tersebut.

Sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik, redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak kepolisian maupun pihak lain yang disebut dalam perkara ini.
Kasus ini menjadi perhatian publik seiring harapan masyarakat terhadap implementasi program Presisi Polri dalam memberikan pelayanan hukum yang transparan, profesional, dan berkeadilan.
Red.

Ketua DPD PDIP Lampung Winarti: Siapapun Pengurusnya Harus Didukung Dengan Baik

BANDAR LAMPUNG, GSC. Sikap politik PDIP sudah jelas. PDIP sebagai partai penyeimbang kebijakan pemerintah pusat. Sepanjang demi kemaslahatan rakyat, maka kebijakan pemerintah pusat dan daerah harus didukung.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD PDIP Lampung Winarti di dalam acara Musancab VI DPC PDIP Bandarlampung, Sabtu (14/2/2026).

Selain itu, Winarti mengatakan, Bandarlampung adalah aset PDIP yang harus dijaga. Oleh karena itu, lanjutnya, siapapun yang menjadi ketua PAC, harus didukung dengan baik. Berikan kesempatan karena regenerasi itu diperlukan.

“Semua harus menghormati dan menghargai. Politik itu merangkul bersama. Berpolitik itu dibuat senang dan bersuka cita. Itu sejatinya membangun bersama. Berdiri di atas kebenaran,” ujarnya.

Ketua DPC PDIP Bandarlampung Dedi Yuginta mengatakan, salah satu tujuan kegiatan ini yaitu untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kinerja.

Dedi Yuginta juga menyampaikan terimakasih atas kerjasama semua pihak sehingga terlaksana kegiatan Musancab VI DPC PDIP Bandarlampung dengan baik.

“Ini berkat dukungan semua pihak, baik dari semua kader maupun semua anggota Fraksi PDIP DPRD Bandarlampung,” ujarnya.
Yodi.

Ketua DPRD, Walikota dan Ratusan Relawan Beraksi Bersihkan Metro di Hari “Indonesia Asri Kurve”

METRO, GSC. Kota Metro tampak berbeda pagi ini. Bukannya lalu-lalur pembeli dan pedagang, pelataran Pasar Cendrawasih justru dipadati ratusan orang dengan sapu, cangkul, kantong sampah besar, dan semangat gotong royong. Mereka adalah gabungan dari pimpinan daerah, instansi vertikal, relawan, dan pelajar yang melaksanakan aksi bakti sosial kebersihan dalam momen “Indonesia Asri Kurve”, Senin 9/2/2026.

Kegiatan yang diprakarsai DPRD dan Pemerintah Kota Metro ini difokuskan pada tiga titik vital yang kerap menjadi sorotan masalah kebersihan: Pelataran Pasar Cendrawasih, Terminal Kota Metro, dan Area Saluran Irigasi Pasar Tradisional Metro. Aksi ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman penyakit, terutama di musim penghujan yang rentan menyebabkan genangan dan penyebaran penyakit.

Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, yang turun langsung memimpin aksi bersama Wali Kota Bambang Iman Santoso, terlihat antusias menyapu dan memungut sampah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar seremonial.

“Hari ini kita berasa di Pasar Cendrawasih melakukan bersih-bersih sampah dalam rangkaian Indonesia Asri Kurve. Kami bersama Pak Wali Kota, jajaran instansi vertikal, ratusan relawan, dan para pelajar ingin memberikan contoh langsung bahwa kebersihan kota adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Ria Hartini.

Ia menambahkan, titik-titik yang dibersihkan dipilih karena merupakan simpul aktivitas masyarakat yang membutuhkan perhatian ekstra. “Pasar dan terminal adalah wajah kota. Jika bersih dan sehat, maka warganya juga akan sehat. Saluran irigasi yang lancar juga mencegah banjir dan sarang nyamuk,” jelasnya.

Wali Kota Bambang Iman Santoso menekankan pentingnya membangun budaya bersih berkelanjutan. “Bakti sosial ini adalah pemicu. Harapannya, kesadaran ini terus tertanam. Mari jaga kebersihan dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat,” ajak Bambang sambil ikut serta mengangkut sampah yang telah terkumpul.

Aksi yang diikuti ratusan peserta ini berjalan lancar dan meriah. Sampah-sampah plastik, daun kering, serta limbah rumah tangga yang menyumbat saluran air berhasil dibersihkan. Selain membersihkan, para relawan juga memasang plang imbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Partisipasi aktif dari instansi vertikal, serta kelompok relawan seperti Karang Taruna dan Mahasiswa Pencinta Alam, menunjukkan adanya kolaborasi lintas sektor yang solid. Sementara itu, keikutsertaan pelajar dari berbagai sekolah diharapkan dapat menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini.

Kegiatan “Indonesia Asri Kurve” ini diharapkan tidak berhenti dalam satu hari. DPRD dan Pemkot berkomitmen untuk mendorong program kampanye kebersihan berkelanjutan dan penguatan peraturan daerah terkait pengelolaan sampah.

Gerakan ini menjadi simbol bahwa membangun kota yang sehat dimulai dari langkah konkret, kerjasama, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi panggilan bersama untuk menciptakan Metro yang lebih asri dan layak huni.
( ADV )

Translate »