Apresiasi BEI Dalam Sinergi dan Kolaborasi Pasar Modal Untuk Negeri Tahun 2021

JAKARTA, GSC – Update BEI,
Dengan semakin pulihnya perekonomian nasional yang tercermin dari tren pertumbuhan
pasar modal Indonesia di sepanjang tahun ini dan dukungan seluruh stakeholders pasar modal, PT Bursa
Efek Indonesia (BEI) memberikan apresiasi kepada berbagai pihak, khususnya Anggota Bursa (AB)
dan Perguruan Tinggi di Indonesia.
Pada Rabu (15/12), BEI menyelenggarakan acara Sinergi dan Kolaborasi Pasar Modal untuk Negeri
yang merupakan rangkaian peluncuran pesan edukasi pasar modal: Paham, Punya, dan Pantau,
kemudian peluncuran InvestHub di situs web BEI www.idx.co.id, Pengumuman Pemenang GI-A-Thon
Full Period, serta Penghargaan Galeri Investasi (GI) BEI Terbaik 2021. Acara ini dihadiri oleh jajaran
Manajemen Self-Regulatory Organization (SRO), AB, Pengelola GI BEI, dan Wartawan Pasar Modal.
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan bahwa kemajuan teknologi dan informasi sangat
berperan terhadap perkembangan pasar modal Indonesia. Dengan adanya kemajuan teknologi sekaligus
informasi, peningkatan kesadaran, literasi dan inklusi pasar modal kepada masyarakat Indonesia
menjadi lebih mudah, murah serta transparan bahkan kredibel.
Berdasarkan data BEI dari Januari sampai November 2021, dari sisi edukasi, terdapat 6.571 aktivitas
edukasi yang telah dijalankan, dengan jumlah peserta lebih dari satu juta orang. “Dari total tersebut, 88
persen atau sekitar 5.000 aktivitas edukasi memanfaatkan sarana digital dengan jumah peserta lebih
dari 950 ribu orang,” ujar Inarno.
Data KSEI per 10 Desember 2021 mencatat sepanjang tahun ini jumlah investor pasar modal Indonesia
telah mencapai 7.279.980 single investor identification (SID) atau tumbuh 87,59 persen dibandingkan
pencapaian di akhir tahun 2020 sebesar 3.880.753 SID. Sedangkan jumlah investor saham telah
mencapai 3.375.221 SID atau naik 99,09 persen dari jumlah 1.695.268 SID pada akhir tahun lalu.
Paham, Punya, dan Pantau
Pada kesempatan yang sama, BEI mengenalkan pesan edukasi pasar modal “Paham, Punya, dan
Pantau” untuk mengedukasi masyarakat secara luas tentang cara investasi yang benar. Pesan ini
bertujuan untuk mengajak masyarakat tentang cara investasi yang benar seiring dengan peningkatan
signifikan dari jumlah investor baru pasar modal Indonesia.
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, pesan Paham, Punya, dan Pantau masing￾masing memiliki muatan cara-cara berinvestasi yang dapat menjadi pedoman bagi calon investor ketika
memulai berinvestasi di pasar modal Indonesia. “Paham dalam berinvestasi itu harus menggunakan
dana lebih, paham kesesuaian profil risiko produk investasi dengan profil risiko dari masing-masing
investor, dan paham tujuan investasinya,” ujar Hasan. 15/12/2021

Pesan Punya dimaksudkan bahwa, memiliki (punya) produk investasi saat ini sudah lebih mudah serta
murah, namun investor tetap perlu berlatih untuk melakukan diversifikasi agar pertumbuhan portofolio
investasinya dapat lebih stabil dan terjaga. Melalui pesan Pantau, lanjut Hasan, investor perlu untuk
memantau secara berkala portofolio investasinya, baik dari sisi pergerakan harganya maupun kinerja
perusahaannya, serta update dengan berita dan informasi terkait produk investasinya agar
meningkatkan pengetahuan sekaligus menambah pertimbangan dalam investasinya.
Selain itu, kata Hasan, demi semakin memudahkan investor pemula maupun calon investor memahami
berbagai hal terkait pasar modal Indonesia, maka BEI menyediakan wadah pembelajaran yang bernama
halaman InvestHub di situs web BEI www.idx.co.id. InvestHub memuat informasi, mulai dari tata cara
pembukaan rekening efek, definisi dari ragam instrumen investasi di pasar modal Indonesia, serta
informasi lain yang dapat menjadi bekal investor pemula maupun calon investor sebelum berinvestasi.
Penghargaan Galeri Investasi BEI
Sejak pertama kali diresmikan pada 2010 silam dengan nama awal adalah Pojok Bursa, per 3 Desember
2021, BEI telah memiliki 574 GI BEI yang tersebar di seluruh Indonesia. Peran GI BEI sebagai salah
satu ujung tombak pengembangan pasar modal membuat masyarakat menjadi lebih mudah, inklusif,
dan intens dalam mendapatkan informasi melalui sosialisasi serta edukasi yang dilaksanakan oleh BEI.
BEI rutin melakukan pemantauan terhadap keaktifan setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh masing￾masing GI BEI. Evaluasi ini menjadi poin krusial agar masyarakat memperoleh pelayanan optimal
ketika membutuhkan informasi pasar modal melalui GI BEI. Sebagai bentuk apresiasi bagi GI BEI
teraktif dan AB Mitra pendamping GI dengan kinerja terbaik, maka pada tahun ini diselenggarakan
kembali Penghargaan GI BEI yang merupakan tahun kesebelas penyelenggaraan acara ini.
Kategori pertama adalah Kategori GI BEI Teraktif berdasarkan Penambahan Jumlah Rekening Efek di
periode penilaian Oktober 2020 – September 2021, dimenangkan oleh Universitas Muhammadiyah
Purwokerto dengan jumlah pertumbuhan rekening efek baru sebanyak 2.330 SID. Disusul oleh UIN
Raden Mas Said Surakarta di posisi kedua dengan 1.115 SID, dan Universitas Islam Malang di posisi
ketiga dengan 877 SID baru.
Kategori kedua, yaitu GI BEI Teraktif berdasarkan Nilai Transaksi yang dimenangkan oleh Politeknik
Bisnis dan Pasar Modal (BCM College) dengan nilai transaksi Rp1.588.815.197.061,00. STIE Trisakti
(Trisakti School of Management) di posisi kedua dengan nilai transaksi Rp1.375.943.268.141,00, dan
Universitas Ciputra di posisi ketiga dengan nilai transaksi Rp515.892.333.099,00.
Kategori GI BEI Teraktif berdasarkan Aktivitas Edukasi dan Pemerataan Informasi merupakan kategori
ketiga dan dimenangkan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan total angka yang diraih
adalah 448,98 poin. Pemenang kedua adalah FEB Islam UIN Sunan Ampel Surabaya dengan total
angka sebesar 432,53 poin, dan Universitas Palangka Raya sebagai pemenang ketiga untuk kategori ini
dengan total angka sebesar 431,45 poin.
Kategori keempat, GI BEI Teraktif berdasarkan Pengembangan dan Inovasi Kegiatan yang
dimenangkan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan inovasi berupa Penciptaan Inklusi
Massal Melalui Program Vaksinasi Dosis 1 di Purwokerto, diikuti oleh 628 peserta. Pemenang kedua
adalah Universitas Ma Chung dan pemenang ketiga adalah Universitas Palangka Raya.

Di penghargaan GI BEI 2021, terdapat pula apresiasi kepada AB mitra GI BEI dengan kinerja terbaik,
yaitu PT Phintraco Sekuritas, PT MNC Sekuritas, dan PT Phillip Sekuritas Indonesia. BEI juga
memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 2 GI BEI non kampus, yakni GI BEI Desa Sidorejo
(Lampung) dengan AB Mitra PT Phintraco Sekuritas, dan GI BEI Kopi Tjoean dengan mitra AB
PT Phillip Sekuritas Indonesia.
BEI juga memberikan apresiasi kepada 9 GI BEI terbaik di wilayah Kantor Perwakilan BEI di seluruh
Indonesia. Apresiasi ini diberikan kepada kesembilan GI BEI karena telah berperan aktif dalam
peningkatan literasi untuk pengembangan pasar modal di daerah, walaupun belum masuk dalam kriteria
dasar pemilihan finalis Penghargaan GI BEI.
Tidak hanya itu, telah diumumkan juga pemenang program GI-A-Thon Full Period, sebuah tantangan
bagi seluruh GI BEI di Indonesia untuk meningkatkan aktivitas kegiatan edukasi, meningkatkan
pertumbuhan investor baru, meningkatkan aktivitas transaksi investor GI BEI, meningkatkan kesadaran
mengenai Acuan Kepemilikian Sekuritas (AKSes), dan pengoptimalan sistem Regional Development
Information System (RDIS) sebagai sistem pengelolaan kegiatan komunikasi berbasis web dengan AB
bersama BEI – monitoring – serta pelaporan.
BEI juga memberikan apresiasi kepada Pengurus GI BEI maupun perwakilan Kelompok Studi Pasar
Modal (KSPM) yang aktif dalam menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi di lingkungan GI BEI
dalam bentuk dukungan untuk mengikuti pelatihan maupun ujian sertifikasi di bidang pasar modal.
Tujuannya agar kompetensi Pengurus GI BEI maupun perwakilan KSPM dapat semakin bertambah,
sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah profesional di pasar modal Indonesia.
Gsc/ Red

341 Ribu Dosis Vaksin Dari Pasar Modal Indonesia Untuk Sumatera

PESAWARAN, GSC – Update BEI,
Pesawaran 7 Desember 2021 – Regulator pasar modal Indonesia yang terdiri dari PT Bursa Efek
Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI) atau disebut juga sebagai Self-Regulatory Organizations (SRO) menyelenggarakan
sentra vaksinasi di dua Provinsi di Sumatera, yakni Sumatera Selatan dan Lampung. Dosis vaksin yang
didistribusikan sejumlah 40 ribu dosis untuk 5 wilayah di kedua Provinsi tersebut.

Penyelenggara
sentra vaksinasi di Sumatera Selatan dan Lampung melengkapi sentra vaksinasi pasar modal Indonesia
yang sebelumnya diselenggarakan di Sumatera Utara. Total 506.016 dosis vaksin telah didistribusikan
oleh pasar modal Indonesia selama 5 bulan terakhir, dan 341 ribu dosis khusus Sumatera saja.
Penyelenggaraan sentra vaksinasi merupakan bagian dari rangkaian corporate social responsibility
(CSR) dalam rangka 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (HUT ke-44 Pasar Modal
Indonesia). Kegiatan CSR difokuskan pada berbagai kegiatan untuk mendukung program pemerintah
dalam pencegahan dan penanggulangan pandemi COVID-19. Kegiatan yang telah dilaksanakan sejak
bulan Juli 2021 ini telah dilakukan di 16 Provinsi yang meliputi 28 wilayah kabupaten dan kota baik di
Jawa maupun luar pulau Jawa, dengan jumlah alokasi vaksin lebih dari 500 ribu dosis.
Pesawaran menjadi wilayah ke-11 di Sumatera yang mendapatkan dukungan pelaksanaan vaksin dari
pasar modal Indonesia, menyusul Jambi, Pekanbaru, 5 wilayah di Sumatera Utara yaitu Kabupaten
Karo, Simalungun, Toba, Dairi dan Asahan, serta 3 wilayah di Sumatera Selatan, dengan jumlah 330
ribu dosis. Setelah Sumatera Selatan, pelaksanaan 10 ribu sentra vaksinasi di Lampung merupakan
kerjasama BEI, KPEI dan KSEI dengan Perkumpulan Perempuan Pertiwi Indonesia (Pertiwi
Indonesia).
Sentra vaksinasi Kabupaten Pesawaran, Lampung, kerjasama SRO dan Pertiwi Indonesia yang
diselenggarakan pada 7 sampai dengan 8 Desember 2021 di 28 titik dibuka hari ini (7/12) oleh Bupati
Pesawaran, H. Dendi Ramadhona K, S.T, M.Tr.I.P. Turut hadir pada acara tersebut, Deputi Direktur
Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung,
Aprianus John Risnad, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Lampung, Rudy
Siawal Sugiarto, Panitia HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia yang diwakilkan Direktur Keuangan dan
SDM BEI, Risa E. Rustam, Dewan Pengawas Pertiwi Indonesia Suci Kuswandani dan Hireka Vitaya.
Dalam acara tersebut, pasar modal Indonesia juga menyerahkan donasi berupa 1 unit ambulans untuk
Kabupaten Pesawaran
Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona K, S.T, M.Tr.I.P dalam sambutannya menyampaikan selamat
datang dan ucapan terima kasih atas donasi serta pelaksanaan sentra vaksinasi di Pesawaran kerja sama
antara pasar modal Indonesia dan Pertiwi Indonesia. “Pesawaran masih sedikit dalam jumlah vaksin,
tetapi kemungkinan banyak masyarakat yang mencari secara mandiri. Pelaksanaan sentra vaksinasi ini
akan sangat membantu pembentukan herd immunity masyarakat Kabupaten Pesawaran. Saat ini,
penyebaran virus COVID-19 di Pesawaran sudah cukup melandai. Terima kasih kepada seluruh pihak
yang membantu,” kata Dendi.

Panitia HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia yang diwakilkan oleh Direktur Keuangan dan SDM BEI
Risa E. Rustam selaku Wakil Ketua, dalam sambutannya menyampaikan “Kondisi kondusif saat ini
harus dimanfaatkan untuk memacu percepatan dan pemerataan vaksin sebagai antisipasi dan
pencegahan atas apa yang banyak dikhawatirkan orang sebagai gelombang ketiga, terutama setelah
masa libur natal dan tahun baru. Peran kami adalah membantu alokasi vaksin dan mendukung
pelaksanaannya. Namun, kami juga berharap peran dan dukungan pemerintah daerah serta kesadaran
dan partisipasi masyarakat untuk mengikuti kegiatan vaksinasi ini yang lebih penting sehingga herd
immunity dapat terwujud,” kata Risa.
Lebih lanjut Risa juga menyampaikan bahwa berdasarkan data vaksin.kemkes.go.id per 5 Desember
2021, jumlah penduduk Provinsi Lampung yang telah divaksin dosis pertama mencapai 65,20% dan
dosis kedua 36,16%. Dari jumlah tersebut, vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Pesawaran baru
mencapai 51,03% dan 22,82% untuk dosis kedua. Dengan adanya sentra vaksinasi yang
diselenggarakan pasar modal Indonesia bekerjasama dengan Pertiwi Indonesia, diharapkan dapat
mendukung percepatan vaksinasi di Sumatera Selatan sehingga dapat segera mencapai 100% dari target
vaksinasi Provinsi.
Risa juga menambahkan, secara keseluruhan penyelenggaraan sentra vaksinasi dalam rangka HUT ke￾44 pasar modal Indonesia telah dilaksanakan di 28 wilayah Kota dan Kabupaten, baik di pulau Jawa
seperti Jakarta, Surabaya, Cirebon, Purwokerto, Bantul, Lamongan, Gresik, dan Semarang, hingga di
luar Jawa seperti Jambi, Palangkaraya, Mataram, Makassar, Banjarmasin, Pekanbaru, Kabupaten
Manggarai Barat, 5 Kabupaten di Sumatera Utara yaitu Karo, Dairi, Toba, Simalungun dan Asahan
serta 3 wilayah di Sumatera Selatan yaitu Ogan Ilir, Muara Enim dan Lubuk Linggau. Penyelenggaraan
di Kabupaten Pesawaran, Lampung, merupakan pelaksanaan ke-28.
Kegiatan vaksinasi tersebut juga sejalan dengan program 10 juta vaksin OJK yang telah
diselenggarakan sejak Juni 2021. Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Kantor
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Aprianus John Risnad mengatakan, “OJK gencar
melaksanakan sosialisasi terkait dengan vaksinasi. Khusus Lampung, OJK dan Dinas Kesehatan telah
menyelenggarakan sentra vaksinasi dengan total dosis 89.990, kerjasama dengan Forum Industri Jasa
Keuangan dan beberapa asosiasi. Diharapkan bahwa penyelenggaraan ini dapat mendukung percepatan
pemulihan ekonomi nasional,” kata Aprianus.
Pertiwi Indonesia merupakan perkumpulan yang bergerak di bidang sosial, yang berupaya berperan
serta membantu pemerintah dalam mempercepat herd immunity. Penyelenggaraan sentra vaksinasi di
Pesawaran, Lampung merupakan kerjasama SRO dan Pertiwi Indonesia untuk yang keempat kalinya.
Sebelumnya, SRO dan Pertiwi Indonesia menyelenggarakan sentra 100 ribu dosis vaksin di Provinsi
Nusa Tenggara Timur, 40 ribu dosis vaksin di Kisaran, Sumatra Utara dan 30 ribu dosis vaksin di
Sumatera Selatan.
“Kami Pertiwi Indonesia sangat menghargai dan berterima kasih atas komitmen OJK dan pasar modal
Indonesia. Komitmen tersebut membantu pemerintah untuk percepatan vaksinasi agar merata ke seluruh
Indonesia, yang pada akhirnya membawa dampak pemulihan ekonomi pada umumnya dan pasar modal
pada khususnya,” imbuh Nirmala Dewi, Bidang Dana Pertiwi Indonesia.
Gsc/ Red

Tiga Juta Investor Saham Terlampaui pada Penyelenggaraan CMSE 2021

JAKARTA, GSC – Update BEI,
Pada pembukaan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021, Kamis (14/10/21), jumlah investor
saham di Indonesia sudah melampaui angka 3.000.000 atau tepatnya 3.008.318 single investor identification
(SID). Hal tersebut merupakan pencapaian menggembirakan dari pasar modal Indonesia di tengah peringatan
44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia serta dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi
nasional.

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengatakan bahwa tercapainya rekor
baru jumlah investor saham di BEI maupun rekor lain, seperti penciptaan lebih dari satu juta investor saham
baru di sepanjang tahun ini yang terjadi pada 31 Agustus 2021 lalu, tentunya tidak lepas dari dukungan serta
dominasi generasi muda. Dominasi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran dari investor lokal
yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia sehingga dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Saat ini jumlah investor pasar modal Indonesia baik saham, obligasi, maupun reksa dana, per 14 Oktober 2021
telah mencapai 6.597.100 SID. Pertumbuhan dan aktivitas investor pasar modal ini memberikan kontribusi
yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Salah satu upaya BEI dalam menarik minat generasi muda berinvestasi di pasar modal Indonesia adalah dengan
semakin gencar menggelar berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi yang memanfaatkan teknologi serta solusi
digital bersama seluruh pemangku kepentingan. “Kami yakin dengan edukasi dan pengetahuan yang baik
tentang pasar modal, akan membantu para calon investor, khususnya generasi muda dalam menentukan strategi
investasi untuk masa depan yang lebih baik,” kata Hasan, Sabtu (16/10).
Peran serta investor generasi muda dinilai Hasan akan menjadi salah satu aspek penting yang akan memperkuat
ketahanan pasar modal Indonesia, ketahanan ekonomi nasional serta mengakselerasi pemulihan ekonomi
nasional. Salah satu kegiatan edukasi serta sosialisasi yang dilakukan oleh BEI bersama PT Kliring Penjaminan
Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta didukung oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) adalah melalui penyelenggaraan CMSE 2021.

Sampai dengan hari terakhir penyelenggaraan CMSE 2021, pada Sabtu (16/10), antusiasme peserta terhadap
acara terlihat dari total peserta (booth visitor dan summit viewers) yang tercatat sebanyak 101.443 peserta,
didominasi oleh generasi milenial serta Gen Z dan berasal dari dalam dan luar negeri. Rekor tercatat pada
seremoni pembukaan CMSE 2021 yang dihadiri oleh total 4.353 viewers. Total viewers dari 9 event summit
yang telah berlangsung adalah 18.974 viewers, dengan rincian 16.292 viewers dari laman web cmse.id dan
2.682 viewers dari kanal YouTube Indonesia Stock Exchange.
Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A OJK Luthfy Zain Fuady menutup rangkaian acara CMSE
2021 yang berhasil diselenggarakan dengan sukses dan lancar. Direktur BEI Hasan Fawzi menyampaikan
Laporan Penyelenggaraan CMSE 2021 pada penutupan tersebut. Selain itu, penutupan CMSE 2021 dihadiri.

pula oleh Ketua Panitia Peringatan 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia sekaligus Direktur
KSEI Syafruddin dan Direktur BEI Risa E. Rustam. Turut hadir secara virtual pada Penutupan CMSE 2021,
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna, dan Direktur KPEI Iding Pardi.
Akselerasi Digitalisasi Sektor Keuangan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan dalam
sambutannya pada acara seminar utama CMSE 2021 mengatakan bahwa inisiatif dan akselerasi dalam
pengembangan sektor keuangan perlu untuk terus diupayakan, agar tingkat kedalaman pasar keuangan
Indonesia dapat terus ditingkatkan. Apalagi menurut Luhut, pasar modal memiliki peran yang sangat vital
dalam mendorong kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya terkait dengan peran adaptasi
dan potensi yang dimiliki dalam menghadapi berbagai kendala.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam sambutannya pada seremoni pembukaan CMSE 2021
berharap sesi-sesi diskusi ini akan memberikan keuntungan bagi seluruh pengunjung virtual dalam
mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Wimboh juga mengatakan ke depannya akselerasi digitalisasi
khususnya di sektor keuangan akan menjadi hal yang krusial sehingga pelaku industri dapat memberikan
layanan yang cepat, murah, dan berkualitas baik kepada seluruh pemangku kepentingan. Akselerasi digitalisasi
di sektor keuangan menurut Wimboh bukan hanya perlu dilakukan di industri perbankan namun juga di industri
pasar modal sehingga dapat memberikan potensi besar khususnya bagi perusahaan rintisan (start-up) untuk
mendapatkan pendanaan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Wimboh turut memberikan
apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi mendukung program pemulihan
ekonomi nasional melalui pertumbuhan pasar modal Indonesia dengan menerapkan prinsip tata kelola,
manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan bahwa pencapaian dan kinerja pasar modal Indonesia yang
membanggakan tidak terlepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan. Inarno berharap pasar modal
Indonesia dapat terus memberikan kinerja yang baik, sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional.
“Kami juga berharap rangkaian acara CMSE 2021 dapat membantu masyarakat untuk melihat bahwa investasi
pasar modal terbuka untuk semua orang dan dapat dipercaya, sehingga pada akhirnya diharapkan dapat
meningkatkan likuiditas pasar serta jumlah investor,” kata Inarno.
Gsc/ Red

Translate »