GITET 500 kV Ampel New / Boyolali Beroperasi, Direktur PLN Pastikan Sistem Kelistrikan di Jawa Semakin Kuat

Boyolali, GSC. 11 Oktober 2024 – Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto melaksanakan kunjungan kerja langsung ke Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilo Volt (kV) Ampel New / Boyolali. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memastikan langsung pengoperasian GITET tersebut yang akan memperkokoh sistem kelistrikan di pulau Jawa.

Wiluyo mengatakan bahwa GITET 500 kV Ampel New / Boyolali akan menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Posisinya yang berada di tengah Pulau Jawa akan meng-interkoneksi sistem kelistrikan di Utara dan Selatan Pulau Jawa. Lebih lanjut, dirinya memastikan GITET 500 kV Ampel New / Boyolali akan beroperasi secara aman karena telah berhasil memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada 8 Oktober 2024.

“Dengan beroperasinya GITET 500 kV Ampel New / Boyolali ini, sistem kelistrikan di Jawa ini akan jauh lebih kuat. Sistem kelistrikan di Utara dan Selatan Jawa akan saling terkoneksi sehingga bisa meminimalisir terjadinya gangguan,” kata Wiluyo.

Wiluyo lanjut menambahkan saat ini PLN juga terus berupaya menyelesaikan proyek-proyek lainnya di seluruh Indonesia dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan. Apalagi, saat ini katanya, komitmen PLN dan Pemerintah dalam mendukung transisi energi juga harus dibarengi dengan sistem kelistrikan yang andal agar listrik yang dikonsumsi oleh pelanggan adalah listrik yang berkualitas.

“Satu-satu kita selesaikan pekerjaan-pekerjaan serta proyek-proyek yang bertujuan menguatkan sistem kelistrikan di Indonesia ini. Komitmen kita dalam mendukung transisi energi harus kita wujudkan melalui penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan yang kuat dan andal,” tambah Wiluyo.

Executive Vice President Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua Dan Nusa Tenggara, Ratnasari Sjamsuddin menyebut bahwa saat ini pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Pulau Jawa memang masih tergolong massif. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan kebutuhan listrik di Pulau Jawa yang terus meningkat.

“Alhamdulillah GITET Ampel kini sudah selesai sehingga jalur selatan dan jalur utara sudah terhubung sehingga perkuatan untuk evakuasi daya dari pembangkit kita yang berkapasitas besar yang ada di utara Jawa itu Insya Allah bisa terevakuasi dengan baik,” kata Ratna.

Sementara itu di waktu yang sama, PLH General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah juga mengucapkan apresiasinya atas keberhasilan penyelesaian GITET 500 kV Ampel New / Boyolali Diameter 3 dan 4. Dirinya menyebut tanpa dukungan dari stakeholder di level pemerintah, swasta, PLN Group hingga masyarakat, proyek ini mustahil untuk selesai. Kunto menambahkan untuk proyek GITET 500 kV Ampel New / Boyolali ini masih menyisakan penyelesaian Diameter 1 dan 2 yang ditargetkan dapat rampung pada awal tahun 2025.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh pejuang kelistrikan yang telah berjuang keras menuntaskan GITET 500 kV serta Gardu Induk 150 kV Ampel New / Boyolali. Banyak tantangan yang kita hadapi, namun sinergi dan kolaborasi yang telah berjalan memampukan kita untuk menuntaskan proyek ini,” tutur Kunto.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4 (UPP JBT 4), Ainanto Nindyo lanjut menjelaskan Gardu induk ini sendiri didukung oleh dua trafo IBT yang masing-masing berkapasitas 500 Mega Volt Ampere (MVA) serta satu trafo berkapasitas 60 MVA di sistem 150 kV sehingga secara keseluruhan Gardu Induk ini memiliki kapasitas 1.060 MVA. Ainanto menambahkan kehadiran GITET 500 kV Ampel New / Boyolali akan mengurangi pembebanan pada Subsistem Ungaran, Pedan dan Tanjung Jati.

“Alhamdulillah kita berhasil memperoleh SLO untuk GITET 500 kV Ampel dan SUTET 500 kV Ampel New / Boyolali Incomer arah Pedan Sirkit 1 dan SUTET 500 kV Ampel New / Boyolali Incomer arah Ungaran Sirkit 1, dengan begitu maka GITET dan SUTET-nya telah resmi layak beroperasi dengan aman. Selain itu, kehadiran GITET 500 kV Ampel ini juga akan mengurangi beban di beberapa Subsistem kita seperti Subsistem Ungaran, Pedan dan Tanjung Jati,” jelas Ainanto.

Saat ini bagian GITET 500 kV Ampel New / Boyolali yang telah berhasil di-energize adalah diameter 3 arah GITET 500 kV Ungaran dan diameter 4 arah GITET 500 kV Pedan. Gardu induk ini sendiri didukung oleh dua trafo IBT yang masing-masing berkapasitas 500 Mega Volt Ampere (MVA) sehingga secara keseluruhan Gardu Induk ini memiliki kapasitas 1.000 MVA, serta 2 line bay SUTET 500 kV arah Boyolali – Ungaran dan Boyolali – Pedan.

Pembangunan GITET 500 kV Ampel New / Boyolali dan juga GI 150 kV Ampel New / Boyolali beserta dengan transmisinya ini juga telah memberikan dampak langsung bagi masyarakat dengan berhasil membuka lapangan pekerjaan baru. Terbukti, setidaknya lebih dari 470 tenaga kerja lokal berhasil terserap dalam proyek ini.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) juga mengunjungi proyek pembangunan gedung Disaster Recovery Center (DRC) yang berlokasi di Gedanganak, Ungaran-Semarang. Pembangunan proyek tersebut di supervisi oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat, Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 2.

DRC berfungsi sebagai pusat kendali yang memastikan pemulihan sistem listrik secara cepat dan efisien setelah terjadi gangguan atau bencana. DRC mengoordinasikan komunikasi antara operator jaringan listrik, tim teknis, dan pihak eksternal seperti penyedia energi serta pemerintah untuk memulihkan aliran listrik. Selain itu, DRC juga memantau status infrastruktur kelistrikan, mengelola distribusi daya darurat, serta memastikan keselamatan dan stabilitas sistem selama pemulihan, guna meminimalkan dampak gangguan pada masyarakat dan sektor industri yang bergantung pada pasokan listrik.
Yodi.

Iming-iming Surga, Oknum Pengasuh Ponpes di Blora Cabuli 3 Santri Dibawah Umur

BLORA JATENG, GSC. Masyarakat Blora kembali dihebohkan dengan adanya pemberitaan terkait pencabulan santri dibawah umur yang dilakukan oleh oknum Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) RQ yang berada di Dukuh Pesantren Desa Sembongin Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora.

Kasus tersebut mencuat berawal dari pengakuan orang tua dari salah satu korban pencabulan berinisial JS, bahkan dirinya menyampaikan bahwa korban bukan hanya anaknya saja, melainkan ada dua anak lagi yang menjadi korban pencabulan, dan ketiga korban tersebut masih kerabat.

“Yang saya ketahui saat ini mas, dari cerita anak saya, korbannya ada 3, anak saya sendiri, satunya keponakan, dan satunya lagi adik iparnya pelaku sendiri mas,” ucapnya, Selasa (19/09/2023).

Perbuatan keji tersebut dilakukan berulang-ulang selama 1,6 tahun, bahkan dalam satu minggu Pengasuh Ponpes tersebut bisa mencabuli santrinya 3 sampai 4 kali dan dilakukan dibeberapa tempat yang berbeda, yakni dirumah pelaku, dirumah panggung tempat mengaji, di gedung NU Mlangsen Blora, dan bahkan dilakukan di Masjid.

Orang tua korban menyampaikan jika, setelah melakukan aksi kejinya, oknum pengasuh mengatakan kepada para korban agar tidak menceritakan tindakan itu ke siapapun. Pelaku berdalih, pelecehan itu sebagai sarana agar ilmu yang diperoleh para korban barokah. Bahkan, jika korban ikhlas dengan tindakan itu, mereka bakal mendapat ganjaran surga.

JS selaku Orang tua korban juga sudah melaporkan dugaan pelecehan seksual tersebut ke polisi pada 28 Juli 2023 lalu. Namun hingga sekarang belum ada titik terang. Padahal, Polres Blora telah mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan bernomor: Sp.Lidik/163/VII/2023/Reskrim tertanggal 28 Juli 2023.

Atas perbuatan bejat yang dilakukan oleh Oknum Pengasuh Ponpes RQ tersebut, Orang tua korban berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya supaya tidak ada lagi korban-korban berikutnya.

“Semoga pelaku kejahatan seksual ini ditangkap serta dihukum yang seberat-beratnya,” harapnya.
(Red)

Kandaskan Pertamina Fastron, Jakarta BIN Siap Torehkan Prestasi Gemilang

YOGYAKARTA, GSC – Update Bola Voli, Kabar menggembirakan datang dari Tim Bola Voli Putri Jakarta BIN yang berhasil mengalahkan juara putaran pertama, Jakarta Pertamina Fastron, dengan skor 3-2 (25-21, 20-25, 16-25, 25-20, 15-9). Atas kemenangan ini, Jakarta BIN sukses melaju ke posisi ketiga dengan raihan 18 poin.

Pertandingan tersebut tersaji dalam laga Proliga 2023 putaran kedua di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejak awal set pertama, Tim Jakarta BIN mendominasi permainan dengan skor 25-21. Salah satu pemainnya yakni, Peiyan Chen berhasil menguasai permainan hingga Jakarta Pertamina Fastron kewalahan.

Di set kedua dan ketiga, giliran Jakarta BIN yang tidak bisa membendung serangan dari Jakarta Pertamina Fastron. Pasalnya, pergantian rotasi pemain di Jakarta BIN ternyata kurang membuahkan hasil sempurna hingga meninggalkan skor 20-25 dan 16-25.

Situasi berbalik di set keempat dan kelima, dimana Tim Jakarta BIN kembali menguasai permainan atas Jakarta Pertamina Fastron dengan skor 25-20 dan 15-9. Jakarta BIN dipastikan siap untuk berjuang di Final Four.

Terkait hal itu, Pelatih Jakarta BIN, Octavian menilai pertandingan hari ini dilihat untuk Final Four yang bertujuan mencari mental bertanding anak asuhnya. Walaupun pada beberapa set terjadi kesalahan yang meyebabkan kekalahan, namun Octavian optimis bisa mempersembahkan kemenangan di Final Four nanti.

“Ini kita lihat untuk Final Four, kita juga banyak rotasi, Alhamdulillah rotasi tadi berjalan walaupun ada kendala semoga pertandingan ini dijadikan kepercayaan diri untuk menghadapi Final Four,” kata Octavian, Jumat (17/2)

Lebih lanjut, Octavian memberikan penuh kepercayaannya kepada Jakarta BIN untuk mencatatkan sejarah kemenangan baru.

“Ini dijadikan acuan untuk kita tim baru, kita juga ingin punya target, punya prestasi, di Final Four anak-anak bisa on fire semua, dan kita sudah masuk final four,” ungkap Octavian.

Di tempat yang sama, Outside Hitter dari Jakarta BIN, Aulia Suci Nurfadila mengungkapkan, pertandingan melawan Jakarta Pertamina Fastron sempat mengalami sedikit kendala. Diistirahatkannya Peiyan Chen pada pertengahan set membuat timnya kewalahan, namun dengan begitu timnya bisa mengatasi segala kekurangan dengan cepat.

“Alhamdulillah baik walaupun ada kendala dikit, mungkin tadi Peiyan Chen dia lagi tidak enak badan, kurang fit juga jadi agak turun, kalau tekanan dari lawan tidak ada. Semoga kita bisa lebih baik lagi kedepannya dan Jakarta BIN juara,” tegas Aulia.

Sebagaimana diketahui, Tim Voli Putri Jakarta BIN merupakan bagian dari cabang olah raga profesional yang ada dibawah naungan Persatuan Olah Raga BIN atau PORBIN.

Terkait hal tersebut, Pembina Persatuan Olahraga Badan Intelijen Negara (PORBIN), Jend Pol (Purn) Budi Gunawan mengaku bahwa pihaknya sudah menghimpun para atlet dan pelatih terbaik nasional.

“Semua cabang yang dikembangkan di BIN tersebut telah memiliki atlet dan pelatih profesional. Kita menggalang potensi atlet dan pelatih terbaik di tingkat nasional untuk terlibat menciptakan ekosistem pengembangan olahraga prestasi di BIN. Sehingga potensi talenta-talenta terbaik di lembaga ini bisa dikembangkan, Alhamdulillah kita melihat peluang besar untuk mengharumkan nama Bangsa di kancah internasional melalui jalur olahraga ini,” jelas Kepala BIN Budi Gunawan.
Zul.

Ribuan Petani Bahagia, Gema Perhutanan Sosial Pastikan Berdiri dan Bersatu Di Belakang Presiden Jokowi

JAWA TENGAH, GSC – Update GEMA, Gerakan Masyarakat (Gema) Perhutanan Sosial Indonesia memastikan para petani akan berdiri dan bersatu atau Ndherek Nenggo Dawuh di belakang Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, di bawah kepemimpinan Jokowi, Pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakan yang sangat berpihak kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Gema Perhutanan Sosial Indonesia Siti Fikriyah Khuriyati dalam acara syukuran hasil bumi perhutanan sosial bersama Presiden Jokowi di Jawa Tengah, Rabu (8/6/2022).

“Kami berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan perhutanan sosial yang telah diinisiasi oleh Pak Jokowi. Kami berharap warisan atau legacy Pak Presiden Jokowi akan terus berkelanjutan dan memang perlu dilanjutkan. Oleh karena itu, kami petani kehutanan sosial ndherek…nenggo dawuh berdiri dan bersatu di belakang Bapak Presiden Jokowi,” kata Siti.

Bukan tanpa alasan, Siti memaparkan alasannya akan terus berkomitmen mengawal Presiden Jokowi. Mengingat, saat ini, kata Siti, para petani sangat merasa bahagia lantaran bisa menggarap lahan dan memanen dengan rasa tenang dan nyaman.

“Ribuan petani yang wajahnya terlihat bahagia, terlihat sumringah, gembira dan ceria. Karena petani sekarang sudah bisa tidur nyenyak. Petani sekarang sudah bisa nggarap lahan dan bertani tenang bahkan sudah bisa panen, alhamdulillah hasil-hasil panen dibawa juga ke sini,” ujar Siti.

Lebih dalam, Siti mengungkapkan bahwa, Jokowi menjadi Presiden yang pertama kalinya mengeluarkan kebijakan terkait perhutanan sosial yang dengan tegas membuktikan, bahwa negara tidak sekedar hadir, tapi juga mempercayakan hutan negara di tangan rakyat.

“Kita tidak bisa menyelamatkan hutan tanpa menyelamatkan petaninya. Bapak pasti sudah paham betul, bagaimana kehidupan dan kemiskinan rakyat yang tinggal di sekitar hutan. Kami sungguh merasa “batin dan roso” Bapak Presiden yang begitu dekat dengan rakyatnya menyatu dalam kebijakan yang Bapak putuskan untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat di sekitar hutan melalui program perhutanan sosial,” ucap Siti.

Dampak kebijakan konkret Presiden Jokowi soal perhutanan sosial, menurut Siti, untuk Pulau Jawa hal itu sangat berdampak positif langsung ke sekitar 3,2 juta Kepala Keluarga (KK).

Lebih dalam, Gema Perhutanan Sosial Indonesia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Jokowi terkait kebijakan penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan, terutama untuk permukiman rakyat.

“Adanya UUCK, dimungkinkan
penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan di 4 Propinsi di Jawa, Bali, dan Lampung. Prosesnya menjadi lebih cepat dan lebih murah melalui PPTPKH
(Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan),” tutur Siti.

Tak hanya itu, Siti menyatakan, pihaknya telah mengidentifikasi setidaknya 1.023 titik lokasi permukiman dalam kawasan atau sekitar 2 persen dari kawasan hutan negara. Menurutnya, luasnya mungkin memang tidak signifikan, namun, jumlah yang merasakan sentuhan perhatian dan tinggal di situ diperkirakan sekitar 7 juta jiwa. Dan semua itu bisa selesai di masa Pemerintahan Presiden Jokowi.

Bahkan pada tahun 2021 lalu, dikatakan Siti, terdapat tiga lokasi reforma agraria dan telah diserahkan sertifikatnya oleh Presiden Jokowi di Malang, Nganjuk dan Batu.

“Kami serta masyarakat ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi telah memenuhi harapan yang kami nantikan. Kami menyadari, perjuangan kami dan rakyat yang tinggal di sekitar hutan, tidak akan menghasilkan jika tidak ada dukungan pemerintah dan kebijakan yang tegas berpihak kepada rakyat. Bapak Presiden Jokowi lah yang telah meletakkan fondasi keberpihakan kepada rakyat. Meski kami sadari, masih banyak PR atau pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan,” papar Siti.

Disisi lain, Gema Perhutanan Sosial juga mengusulkan perlunya percepatan reforma agraria dan perhutanan sosial, yang benar-benar dapat segera mengeksekusi perintah Presiden.

“Pak Presiden, kami petani hutan sosial, baru kali ini merasakan langsung adanya kehadiran negara dan sungguh sungguh merasa menjadi warga negara yang diperhatikan langsung oleh Presidennya. Matur nuwun, Pak Presiden,” tutup Siti.
Rilis Zul

Ketum IWO Jodhi Yudono Pada Kunjungannya ke Tegal, Katakan IWO Harus Bisa Beri Manfaat

TEGAL, GSC – Update IWO, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Jhodi Yudono memberikan pesan khusus untuk IWO Tegal agar selalu kompak dan solid serta senantiasa mengedepankan kebersamaan. Hal ini di katakan Jhodi Yudono usai beranjak dari Kota Bahari, Minggu (29/5/2022).

Ketum IWO Jhodi Yudono, sebelumnya pada Sabtu 28 Mei 2022 bertandang ke Kota Tegal disambut hangat jajaran pengurus dan seluruh anggota IWO Tegal, Brebes dan Pemalang di salah satu rumah makan di Kota Tegal.

Dalam kesempatan tersebut Jhodi Yudono mengatakan wartawan wajib menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan UU 40/1999 Tentang Pers. “Sajikan karya tulis terbaiknya, berikan informasi yang benar sesuai fakta dan kejadian di lapangan sehingga informasi tersebut bisa sampai dan di terima dengan baik di masyarakat, tandas Jhodi”.

Terkait ide atau gagasan yang di sampaikan Dewan Kehormatan (DK) IWO Tegal M. Aksan, S.IP, M.P, bahwasannya program yang sudah lama digagas oleh IWO Tegal tentunya setelah berkoordinasi dengan seluruh pengurus, anggota, dan DK IWO Tegal perlu sekali diadakan pelatihan pendidikan jurnalistik bagi perangkat desa di seluruh Indonesia khususnya di Tegal. Tujuannya adalah selain memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang dunia jurnalistik, juga agar aparat desa dapat menyampaikan informasi dengan baik kegiatan-kegiatan atau program-program pembangunan baik infrastruktur dan non infrastruktur melalui web di masing-masing desa yang sudah ada, ujar Aksan” saat menyampaikan gagasan di depan Ketum IWO Jhodi Yudono, Sabtu (28/5/2022).

Menanggapi gagasan tersebut, Jhodi Yudono menyambut baik dan mendukung. Bahkan Ketum IWO mengatakan bukan hanya pelatihan untuk aparat desa saja, namun Ia berharap semuanya bisa mengikuti pelatihan jurnalistik baik pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum.
Intinya IWO harus bisa bermanfaat untuk masyarakat, tegas Ketum IWO”.

Jhodi beserta pengurus IWO Pusat siap akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait,” ujarnya

“Saya minta, agar teman-teman IWO Tegal secepatnya membuat formulanya untuk rencana kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut. Dan semoga IWO Tegal bisa menjadi percontohan untuk IWO di daerah di seluruh Indonesia,” pungkas Ketum IWO Jhodi Yudono.

Sementara, Ketua IWO Tegal Hartadi Setiawan disela-sela kunjungan Ketum IWO di Tegal menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginyi. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami (IWO Tegal) sudah di kunjungi langsung oleh Ketum IWO Jodhi Yudono.

HS sapaan akrab Ketua IWO Tegal menyampaikan, “Ini baru pertama kali dikunjungi Ketum Jhodi Yudono, pasca di lantiknya PW IWO Jateng, PD IWO Tegal dan Kendal, pada 25 Oktober 2019 lalu di Kendal.

“Kami merasa senang dan bangga mendapat kunjungan dari Ketum IWO. Semoga IWO Tegal semakin solid dan tetap bermanfaat bagi masyarakat, Salam IWO..IWO..IWO..Jaya!!!.
GSC/ YD

Translate »