DANA BOS SDN 1 GIRIKLOPO MULYO SEKAMPUNG DIDUGA TERINDIKASI DIKORUPSI.

LAMTIM, GSC – Update Sekampung,
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SDN 1 GIRIKLOPO MULYO SEKAMPUNG tahun 2020 sebesar Rp 464.130.000,. Diduga dikorupsi dengan cara mark-up anggaran belanja di beberapa Komponen.

Menurut informasi sumber data yang dapat dipercaya, penggunaan dana pada tahap 1 (satu) sebeaar Rp 137.700.000,.ada 3 (tiga) komponen yang tidak diyakini kebenarannya seperti.
Komponen Nomor 3 yaitu, kegiatan pembelajaran dan ekstrakulikuler, sebesar Rp 20.300.000,.
Komponen Nomor 4 yaitu, kegiatan asesmen/ pembelajaran, sebesar Rp 11.621.500,.
Komponen Nomor 8 seperti, perawatan sarana dan Prasarana Sekolah, sebesar Rp 21.686.500,.

Pada tahap 2 (dua) sebesar Rp 183.600.000,. Seperti.
Komponen Nomor 3 sebesar Rp 22.107.000,.
Komponen Nomor 4 sebesar Rp 6.502.000,.
Komponen Nomor 8 sebesar Rp 19.225.000,.

Pada tahap 3 (tiga) sebesar Rp 142.830.000,. Seperti.
Komponen Nomor 3 sebesar Rp 21.359.000,.
Komponen Nomor 4 sebesar Rp 23.174.000,.
Komponen Nomor 8 sebesar Rp 8.560.000,.

Penggunaan Dana bos di 3 (tiga) komponen tersebut Diduga hanya modus Kepala SDN 1 giriklopo mulyo sekampung yang berinisial (SJ) bersama beberapa stafnya, untuk mengelabui Pemerintah dan masyarakat terutama wali murid, agar mendapatkan keuntungan besar guna untuk memperkaya diri.

Pada saat dimintai keterangan, (SJ) tidak merespon.
Kepada Dinas terkait dan kepada Penegak Hukum, agar dapat segera menindaklanjuti terkait Dugaan Korupsi Dana Bos di SDN 1 Giriklopo mulyo sekampung tahun 2020 yang rugikan negara hingga ratusan juta, agar Virus serupa tidak menular kesekolah lain.

(Tim)

PWRI Kutuk Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Wartawan di Medan

JAKARTA, GSC – Update,
Dunia pers tanah air kembali berduka. Peristiwa kekerasan dialami Pemimpin Redaksi Jelajah Perkara.com, Persada Bhayangkara Sembiring. Dia disiram air keras oleh dua pria tak dikenal, Minggu (25/7/2021) sekira pukul 22.00 WIB, di kawasan Simpang Selayang, Medan, Sumatera Utara, tepatnya di depan rumah makan (RM) Tesalonika. Kini korban dirawat intensif di RS Adam Malik Medan karena luka bakar di bagian wajahnya.

Penyiraman air keras ini, diduga terkait dengan pemberitaan.

Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPP PWRI) mengutuk keras pelaku biadab tak berperikemanusiaan yang telah menyiram air keras terhadap wartawan Jelajah Perkara.com, Persada Bhayangkara Sembiring.

“ Ini perilaku bar-bar dan biadab. Apapun alasannya, tindakan kekerasan yang bisa mengancam keselamatan jiwa seseorang tidak dibenarkan. Saya berharap pihak kepolisian memburu para pelaku. Apalagi tindakan tersebut diduga ada kaitannya dengan pemberitaan soal perjudian yang selama ini sering dilakukan oleh korban. Sangat ironis, ” kata Ketua Umum PWRI Dr. Suriyanto PD, SH, MH, M.Kn, melalui keterangan resmi yang diterima redaksi strateginews.co, Senin (26/72021) siang.

Suriyanto mengungkapkan, bahwa negara menjamin kemerdekaan pers dan melindungi profesi wartawan sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“ Kekerasan terhadap wartawan tidak boleh lagi terjadi. Dan kita berharap para pelaku segera tertangkap dan mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” harap Suriyanto.

Sebelumnya diperoleh keterangan bahwa korban pada malam itu akan bertemu seseorang berinisial HST di depan RM Tesalonika Simpang Selayang. Saat menunggu HST, tiba-tiba datang dua pria bersepeda motor jenis Vixion dan langsung menyiramkan air keras ke bagian wajah korban.

Korban saat di RS mengaku bahwa yang menyiramkan air keras ke wajahnya diduga orang suruhan HST. “Mereka naik kereta Vixion, Bang. Yang menyiram saya temannya HST,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada rekannya sesama wartawan di RS Adam Malik.
Keterangan lain diperoleh, orang pertama yang memberikan pertolongan setelah ditelepon korban adalah Boni T Manullang, rekannya sesama wartawan. Kejadiannya di daerah Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, dekat RM Tesalonika pada pukul 21:40 WIB. Sekitar pukul 22:30 WIB korban dilarikan ke RS Adam Malik oleh Boni.

Menurut Boni, pada pukul 22:00 WIB dia ditelepon korban agar tolong datang ke lokasi kejadian karena ada dua pria menyiramkan air keras ke wajahnya.
(red)

Translate »