Sistem Politik di Indonesia Memberikan Ruang Bagi Calon Independen Untuk Berkompetis

METRO, GSC. Sistem politik di Indonesia secara konstitusional memberikan ruang bagi calon independen, terutama dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), seperti bupati atau wali kota. Namun, meskipun jalur independen ini tersedia, partai politik tetap menjadi pilar utama dalam struktur perpolitikan Nusantara. Kepala daerah yang terpilih melalui jalur independen sering kali menghadapi tantangan besar ketika harus bekerja sama dengan pejabat lain yang berasal dari partai politik, baik di tingkat provinsi (gubernur) maupun nasional (menteri hingga presiden).

Kepala daerah yang berasal dari jalur independen kerap kali berada dalam posisi dilematis. Mereka harus berhadapan dengan ekosistem politik yang didominasi oleh kepentingan partai politik. Hal ini dapat memengaruhi kebijakan dan pengambilan keputusan, terutama jika ada perbedaan pandangan politik atau prioritas antara kepala daerah independen dengan pejabat partai di atasnya. Misalnya, seorang bupati atau wali kota independen mungkin menghadapi kesulitan dalam mengakses dukungan anggaran dari provinsi atau pusat jika kepentingan politiknya tidak sejalan dengan gubernur atau menteri yang berasal dari partai politik.

Selain itu, kepala daerah independen sering kali harus berjibaku dengan tekanan politik dari DPRD yang anggotanya adalah kader partai. Seringkali, kebijakan atau program yang diajukan oleh kepala daerah independen bisa terhambat jika tidak mendapat dukungan dari anggota DPRD, yang biasanya mempertimbangkan kepentingan partainya masing-masing, paling tidak perbedaan persepsi.

Partai politik di Indonesia memiliki peran penting dalam proses legislasi, penganggaran, dan pengambilan keputusan di berbagai level. Mereka tidak hanya mengendalikan jalur kekuasaan melalui jabatan-jabatan penting seperti gubernur, menteri, atau presiden, tetapi juga menguasai mayoritas kursi di parlemen. Ini membuat partai politik tetap sangat berpengaruh dalam pembuatan kebijakan dan distribusi kekuasaan, bahkan ketika jalur independen diperbolehkan secara hukum.

Meskipun sistem politik Indonesia memungkinkan adanya calon independen, partai politik tetap memegang peranan sentral dalam perpolitikan nasional. Kepala daerah yang terpilih melalui jalur independen sering kali menghadapi dilema karena harus berinteraksi dengan sistem politik yang didominasi oleh partai, dan sulit untuk bergerak bebas tanpa dukungan atau persetujuan dari aktor-aktor politik partai.
Yodi.

Cipta Kondisi, Sat Samapta Polres Lampung Tengah Tingkatkan Patroli KRYD

LAMPUN TENGAH, GSC. Jajaran Polres Lampung Tengah, Polda Lampung terus berkontribusi dalam menciptakan keamanan di wilayahnya.

Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah dengan meningkatkan kegiatan preventif seperti Patroli KRYD di lokasi lokasi yang dianggap rawan aksi kriminalitas. Senin (16/9/24) siang.

Mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Andik Purnomo Sigit, S.H., S.I.K., M.M, Kasat Samapta AKP Joni Maputra, S.H menjelaskan bahwa patroli tersebut sebagai langkah antisipatif, upaya pencegahan secara dini terjadinya gangguan Kamtibmas maupun aksi kejahatan jalanan lainnya seperti premanisme, Curat, Curas dan Curanmor.

“Ya benar, kami terus meningkatkan patroli rutin, baik pagi, siang maupun malam hari, di sepanjang Jalan Lintas guna mencegah adanya aksi kejahatan jalanan, terutama pada hari libur atau weekend,” kata Kasat Samapta.

Pihaknya berharap, dengan adanya kehadiran Polisi ditengah masyarakat, seluruh pengguna jalan khususnya, yang melintasi Kabupaten Lampung Tengah merasa aman dan nyaman saat melakukan aktivitas.

“Tentunya, harapan kita, seluruh elemen masyarakat juga dapat turut serta membantu pihak Kepolisian dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang tetap aman, nyaman dan kondusif, diwilkum Polres Lampung Tengah,” demikian pungkasnya. (Humas LT).
Red.

Warga RT 14 RW 04 Kelurahan Rejomulyo, Bantah Isu Pengrusakan Drainase

METRO, GSC. Warga RT 14 RW 04 Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan menyebut kabar pengrusakan drainase yang baru saja dibangun dilingkungan tersebut tidak benar.

Sebab, warga justru sangat antusias dengan pembangunan drainase tersebut. Warga bergotong royong membantu pembangunan drainase tersebut agar cepat selesai.

Salah satu warga setempat, Suroso (63) mengaku pihaknya bersama warga lainya justru senang drainase di jalan tersebut dibangun. Beberapa warga juga menyumbang material seperti semen dan juga pasir.

“Kayak saya ini mas, saya kan bekerja sebagai sopir ya jadi tidak bisa bantu tenaga sehari-hari. Jadi karena itu saya menyumbang pasir supaya pembangunan drainasenya makin bagus,” kata dia, Kamis (5/9).

“Warga lainya ada juga yang menyumbang semen. Iya itu tadi warga disini itu seneng dengan adanya pembangunan drainase ini. Tidak ada rusak merusak,” imbuhnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, selain material, beberapa warga juga menyumbang tenaga atau makanan untuk para pekerja yang tengah membangun drianase tersebut.

“Banyak kalau yang menyumbang tenaga mas, ada juga yang ngasih kopi lalu gorengan atau makanan. Ya memang ini gotong royong bareng-bareng warga hitunganya,” paparnya.

Warga lainnya, Suraji mengatakan, masyarakat di lingkungan setempat seharusnya mendapat apresiasi, bukan malah hal yang sebaliknya. Sebab, antusiasme, kepekaan sosial dan silaturahmi yang terjalin antarwarga selama ini, justru sangat mendukung program pembangunan pemerintah.

“Setahu saya, warga sini itu kompak dan rela berkorban kok, apalagi kalau memang kegiatannya itu adalah untuk pembangunan,” bebernya.

Sementara itu, Camat Metro Selatan, Fajar Riatama mengapresiasi semangat dan antusias masyarakat yang ikut swasembada dalam pengerjaan rehabilitasi infrastruktur tersebut.

“Ya benar. Saya sangat berterima kasih untuk masyarakat Metro Selatan. Bisa kita lihat semisal ketika ada pawai budaya, warga justru tidak sayang untuk mengeluarkan modal sendiri. Apalagi dengan pembangunan kan, ya justru mereka ikut berpartisipasi, bahkan menyumbang material,” tukas Fajar.

Menyikapi kabar miring soal pengerjaan rehabilitasi drainase tersebut, Kecamatan Metro Selatan segera turun ke lapangan dengan menggandeng konsultan pembangunan, untuk melakukan pemeriksaan yang disaksikan secara langsung oleh masyarakat, hingga LSM.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur panjang bangunan, kedalaman tanggul, hingga memastikan kualitas konstruksi yang dinilai kokoh dan akan mampu bertahan lama. Sehingga disimpulkan, tidak ada suatu hal yang berpotensi merugikan pemerintah, pun masyarakat.

“Jadi, setelah kita ukur kembali, Alhamdulillah tidak ada hal yang mungkin mengakibatkan kerugian negara ya. Tadi juga konsultan sudah memastikan kualitas dan volumenya, dan Alhamdulillah juga bisa kita terima hasilnya,’’ tandasnya.
Yodi.

Tim Gabungan Karhutla Disiagakan, Kabid Humas: Kebakaran di TNWK Akibat Perburuan Liar

LAMPUNG, GSC. Kepolisian Daerah Lampung telah membentuk tim gabungan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta perburuan liar di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Pembentukan tim ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kasus karhutla dan perburuan liar yang mengancam kelestarian lingkungan di kawasan tersebut.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah menyatakan bahwa tim gabungan tersebut akan ditempatkan di Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Bungur, Resort Toto Projo.

“Hari ini, telah dilaksanakan apel tim gabungan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan perburuan liar yang kian meningkat,” ujar Umi di Mapolda Lampung, Rabu (4/9/2024).

Tim gabungan ini melibatkan anggota Polsek Way Bungur, Polres Lampung Timur, Polisi Hutan (Polhut), petugas TNWK, serta anggota TNI.

Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, kebakaran di kawasan TNWK sering kali dipicu oleh aktivitas perburuan liar.

Para pemburu biasanya membakar savana untuk merangsang pertumbuhan tanaman baru, yang kemudian menarik satwa seperti rusa untuk datang ke lokasi tersebut.

Kapolsek Way Bungur, AKP Putu Hartha Jaya Utama, menambahkan bahwa kebakaran di dalam kawasan TNWK tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga mengancam kehidupan satwa liar yang ada di sana.

“Beberapa langkah strategis telah disiapkan oleh tim gabungan, termasuk meningkatkan patroli di area rawan kebakaran dan perburuan,” jelas Putu.

Putu juga mengajak masyarakat sekitar hutan untuk berperan aktif dalam pencegahan karhutla dan perburuan liar.

KABIDHUMAS POLDA LAMPUNG
Kombes Pol Umi Fadilah Astutik S.Sos.S.I.k.M.Si.,
Email: humaspoldalampung@gmail.com
Twitter: @humaspoldalpg
FB: humas_poldalampung
IG : @humas_poldalampung.
Red.

16 Parpol Pastikan Mengusung Wahdi Sirajuddin dan Qomaru Zaman Sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Metro Priode 2024 – 2029

METRO, GSC. Sebanyak 16 partai politik (Parpol) di Kota Metro sah mengusung pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro petahana Wahdi Siradjuddin dan Qomaru Zaman (Waru) jilid II pada Pilwalkot Metro tahun 2024.

Parpol tersebut terdiri dari PDIP, NasDem, Golkar, PKS, Gerindra dan 11 partai non parlemen yaitu PSI, Garuda, Gelora, Perindo, PPP, PBB, PAN, Hanura, PKN, Partai Ummat serta Partai Buruh.

Kepastian dukungan ini setelah 16 parpol tersebut melakukan konsolidasi pemenangan bersama pasangan Waru di TMII, Rabu (28/8).

“Saya bersama pak Qomaru berterima kasih tentunya dengan adanya dukungan dari 16 parpol. Dukungan ini sangat berarti, harapan kami tentu kita bisa berkoordinasi dengan baik dan berjuang bersama-sama membangun Metro berkelanjutan,” kata Wahdi usai konsolidasi.

Dikatakannya, Waru jilid II ini tentunya berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum selesai pada masa jabatan Waru jilid I dan juga membawa Kota Metro lebih baik lagi.

“Tentu kami berdua ingin berkolaborasi dengan masyarakat membawa Metro agar lebih baik lagi kedepanya,” ucapnya.

Wahdi menjelaskan, konsolidasi ini dilakukan untuk membentuk tim pemenangan sekaligus sebagai persiapan untuk pendaftaran ke KPU Metro yang rencananya akan dilaksanakan pada besok (Kamis, 29/8) siang.

“Tim pemenangan sudah dibentuk, tapi tadi fokusnya untuk persiapan pendaftaran yang akan kita lakukan besok,” jelasnya.

Ketua Tim Pemenangan Waru jilid II, Deswan mengatakan, sampai saat ini persyaratan administrasi Balon Wali Kota Wahdi maupun Wakil Wali Kota Metro Qomaru sudah selesai untuk nantinya dibawa ke KPU Metro.

“Iya untuk persyaratan administrasi calon baik itu Pak Wahdi maupun Pak Qomaru sudah selesai 100 persen. Dan besok kita sudah siap untuk mendaftar di KPU Metro,” kata dia.

Dia menjelaskan, usai mendaftar ke KPU, tim pemenangan Waru jilid II baru akan melakukan pertemuan untuk membahas terkait dengan strategi pemenangan.

“Pertama kita selesaikan syarat pendaftaran ini, karena inikan ada beberapa parpol yang baru gabung. Jadi masih perlu beberapan penyesuaian lagi, nanti setelah ini baru kita bahas strategi pemenangan,” jelasnya.

Deswan mengaku optimis dengan dukungan banyak Parpol dan masyarakat, pasangan Waru jilid II akan kembali menang pada Pilwalkot Metro tahun 2024 ini.

“Insha Allah, kalau lihat dari prosentase suara kita sudah 80 persen hasil Pileg 2024. Ini bukan kita jumawa atau sombong tapi kita optimis dan percaya dengan dukungan besar ini kita akan kembali menang,” ucapnya.

Sekretaris DPC PDIP Metro, Ria Hartini mengaku seluruh kader DPC PDIP Metro akan all out untuk memenangkan pasangan Waru jilid II pada kontestasi Pilwalkot Metro tahun 2024 ini.

“Beliau Pak Wahdi dan Pak Qomaru itu membangun Kota Metro dengan sangat baik. Dan sebagai partai yang mencintai Metro tentu kita mendukung comeback pasangan Waru pada Pilkada ini,” ucapnya.

“Dan tentu ketika ketua umum (Ketum) sudah mengumumkan mengusung Waru, kita para kader akan all out 100 persen mendukung dan berupaya memenangkan Waru jilid II,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PAN Metro, Hairuddin Rustam mengatakan, pembangunan Kota Metro yang dilakukan Waru jilid I sudah sangat baik. Untuk itu, PAN mendukung Waru jilid II agar kedepan Kota Metro bisa lebih baik lagi.

“Apa yang dilakukan Waru jilid I ini sudah sangat baik, para kader PAN mengusulkan untuk kembali mengusung Waru jilid II. Dan setelah kita koordinasi dengan DPP, ternyata sangat menyetujui untuk mendukung Waru,” tandasnya.
ADV.

Walikota Metro Menyerahkan Bantuan Sosial Perbaikan RTLH Kepada Arum Setya Ningsih

METRO, GSC. Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddini menyerahkan bantuan sosial perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Arum Setya Ningsih warga Jalan Mayjend, S. Parman RT.11/RW.03 Kel. Rejomulyo, Metro Selatan, Selasa (27/08).

Wahdi mengatakan, RTLH merupakan langkah nyata Pemkot Metro dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di rumah tidak layak huni.

“Hari ini kita berada di Rejomulyo, salah satu lokasi program Pemerintah Kota Metro untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni. Untuk tahun ini ada tujuh penerima bantuan yang akan mendapatkan bantuan perbaikan rumah,” katanya.

Dia menjelaskan, bantuan RTLH yang diberikan kepada Arum merupakan bagian dari program yang dianggarkan melalui APBD.

“Kedepan kami berharap bantuan ini bukan hanya dari pemerintah saja, tetapi juga dari pihak swasta seperti bank dan perusahaan. Tentunta dengan mekanisme kerjasama yang jelas dengan pemerintah,” terangnya.

Wahdi menuturkan, pentingnya kolaborasi dengan pihak swasta dan masyarakat dalam pembangunan Kota Metro dengan membentuk forum CSR dan mengajak para pelaku ekonomi untuk berpartisipasi aktif.

“Kami ingin selalu mendorong partisipasi aktif di forum CSR, yang merupakan tanggung jawab bersama, khususnya bagi pihak swasta. Maka kami telah membentuk forum CSR yang melibatkan kurang lebih 56 perusahaan,” terangnya.

Menurutnya, Pembentukan forum CSR ini merupakan langkah strategis Pemkot Metro untuk mengoptimalkan peran sektor swasta dalam pembangunan di kota setempat dengan membagi forum-forum tersebut.

“Karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri kerjasama dengan sektor swasta sangat penting untuk mencapai tujuan bersama,” paparnya.

Terlebih, Kota Metro memiliki potensi untuk menjadi kota jasa, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Karena itu, diperlukan pergerakan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk di bidang perdagangan dan infrastruktur.

“Bukan hanya infrastruktur, tapi juga rumah-rumah masyarakat juga harus kita perhatikan kesejahteraannya. Salah satu indikator kesejahteraan adalah kesehatan, pendidikan, dan perumahan,” bebernya.

Wali kota menambahkan, jika masih ada perumahan kumuh menunjukkan bahwa pemerintah belum mencapai tujuan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jika masih ada rumah yang kumuh, berarti kita belum mencapai tujuan kita dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lingkungan yang kumuh tidak mencerminkan masyarakat yang sejahtera,” tandasnya.

Sementara itu , Asisten II Sekda Kota Metro, Yerri Ehwan, menyampaikan bahwa program RTLH di Kota Metro tersebar di tujuh kelurahan yaitu Kelurahan Rejomulyo, Kelurahan Metro, Yosorejo, Yosomulyo, Ganjar Agung, Karangrejo, dan Mulyojati.

Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai yang ditransfer ke rekening penerima, dengan total Rp.20.000.000 per penerima. Sebanyak Rp.17.500.000 dialokasikan untuk pembelian material dan Rp2.500.000 untuk upah kerja atau tukang.

“Program ini sudah berjalan sejak tahun lalu dan tahun ini kita alokasikan untuk tujuh rumah. Ke depannya, kita akan terus berupaya untuk membantu lebih banyak lagi warga yang membutuhkan,” terang dia.

Yerri menyebutkan ada tiga kriteria yang harus dipenuhi oleh masyarakat yang ingin mengajukan bantuan ini. Pertama, RTLah dilihat dari keselamatan bangunan, kekuatan bangunan, kesehatan penghuni, dan ukuran minimal luas bangunan.

Kedua, rumah tersebut harus milik warga yang kurang mampu atau masyarakat berpenghasilan rendah. Terakhir lokasi tanah dan bangunan harus milik penghuni yang mengajukan permohonan.

“Untuk pengajuan permohonan bantuan RTLH dapat dilakukan melalui Musrenbang atau media lainnya. Setelah itu, tim kami akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan penerima bantuan,” ungkapnya.

Dia berharap, melalui program RTLH ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Metro dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.
ADV.

Silfia Naharani Kunjungi Warga Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan Yang Terjatuh Saat Gotong-Royong.

METRO, GSC. Staf Ahli Wali Kota Metro, Silfia Naharani didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) setempat Eko Hendro S mengunjungi warga Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan yang terjatuh saat gotong-royong.

“Keberadaan pemerintah harus dekat dengan masyarakat. Ini ada warga yang habis gotong-royong jatuh, makanya perlu kita tilik supaya kita dapat melihat status kesehatannya,” kata Kadiskes usai tinjauan, Selasa (27/08).

Dia menjelaskan, kondisi warga yang terjatuh tersebut sudah membaik dan sudah dibawa ke rumah sakit. Namun, pihaknya menyarankan agar warga tersebut tetap melakukan kontrol ke rumah sakit.

“Nanti kita arahkan juga untuk kontrol pulang ke rumah sakit supaya sehatnya sempurna. Ini fungsi pemerintah mendekatkan diri dengan masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, program home care atau tilik warga yang dicanangkan oleh Wali Kota Metro dan Ketua TP. PKK merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

“Pak Wali benar-benar sangat perhatian sama masyarakatnya. Jadi, kita tenaga kesehatan harus benar-benar respon dan dekat dengan masyarakat,” paparnya.

Menurutnya, program unggulan Wali Kota mendorong tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan yang baik dan cepat bagi masyarakat dengan melakukan jemput bola.

“Jangan sampai ada warga yang tidak ditangani kesehatannya. Kita yang turun, karena tidak semua masyarakat mampu mengakses pelayanan, jadi kita yang mengakses masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, tambah dia, dengan turun langsung ke lapangan juga menjadi bukti nyata komitmen Dinas Kesehatan Kota Metro untuk memastikan kesehatan masyarakat terpenuhi dan tidak ada warga yang tertinggal dalam akses pelayanan kesehatan.
ADV.

Peringati HUT RI ke- 79 Perwosi Kota Metro Menggelar Turnamen Bola Voli Wanita

METRO, GSC. Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kota Metro menggelar turnamen bola voli wanita dalam rangka memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Volly Baskoro Yosomulyo, Metro Pusat, Senin (26/8).

“Selain memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, turnamen bola voli ini salah satu program kerja Perwosi sekaligus pemberdayaan wanita,” kata Ketua Perwosi Metro, Silfia Naharani.

Dia menjelaskan, turnamen ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya Perwosi dalam mendukung atlet voli utamanya wanita di Kota Metro untuk mengasah kemampuan agar terus berkembang.

“Ini bulan Agustus yang penuh semangat, tentunya kita harus menjaga persatuan satu hati untuk membangun Kota Metro dengan rasa sportivitas yang tinggi dan meningkatkan mutu olahraga,” ucapnya.

“Turnamen ini juga bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Dan alhamdulillah masyarakat sangat antusias sekali ikut lomba ini,” imbuunya.

Silfia menambahkan, tunamen voli ini diikuti oleh 10 tim dari masing-masing kecamatan yang ada di Bumi Sai Wawai dan perwakilan dari SMA dan SMK di Kota Metro.

“Turnamen ini berlangsung dua hari ya, hari ini dan besok. Jadi total peserta ada 10 tim, yang berasal dari masing-masing Perwosi kecamatan di Metro dan perwakilan SMA dan SMK,” paparnya.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Metro yang terus mensupport olahraga yang digemari oleh masyarakat. Kemudian, saya juga menyampaikan permohonan maaf, apabila dalam pelaksanaan kegiatan ada kekurangan,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutanya Wali Kota Metro yang diwakili Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Tri Hendriyanto mengapresiasi turnamen voli yang dilaksanakan Perwosi ini.

“Atas nama Pemerintah Kota Metro, kami memberikan apresiasi atas terselenggaranya Tournament Volleyball Perwosi. Kemudian, kami juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak panitia yang telah berpartisipasi dalam pembangunan Bidang Olahraga di Bumi Sai Wawai,” ujarnya.

Dia mengatakan, melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat bagi masyarakat, agar semakin giat berolahraga dan menjaga kebugaran.

“Kami berharap, pada Tournament Volleyball Perwosi Kota Metro, bukan hanya sebuah ajang olahraga saja. Tetapi juga merupakan wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan menjalin kerjasama antar masyarakat,” katanya.

Hendri menambahkan, melalui olahraga dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, kesehatan, serta mempererat rasa nasionalisme.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan tournament ini. Semoga tournament ini dapat berjalan dengan lancar, adil, dan menghasilkan pertandingan-pertandingan yang berkualitas dan penuh sportivitas,” ucapnya.
ADV.

Polsek Seputih Banyak Tingkatkan Patroli Cooling System Jelang Pilkada Serentak 2024

LAMPUNG TENGAH, GSC. Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2024, Polres Lampung Tengah dan Polsek jajaran terus berkontribusi dalam menciptakan keamanan di wilayahnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan patroli sambang ke tokoh masyarakat (Tomas).

Seperti yang dilakukan oleh Kanit Binmas Polsek Seputih Banyak yakni Aiptu A. Fathoni, S.H.

Dengan didampingi Kanit Intelkam Aiptu I Gede Resdiana dan anggota Bhabinkamtibmas Bripka Nyoman Dana Sastrawan, ia rutin melaksanakan patroli cooling system untuk menyampaikan pesan pesan Kamtibmas kepada para tokoh masyarakat, salah satunya Bpk. Made Rimbawan Putra selaku tokoh adat sekaligus lurah Kampung Swastika Buana Kec. Seputih Banyak Kab. Lampung Tengah. Minggu (24/8/24) pagi.

Mewakili Kapolres Lampung Tengah, Polda Lampung, AKBP Andik Purnomo Sigit, S.H., S.I.K., M.M, Kapolsek Seputih Banyak AKP Chandra Dinata, S.H., M.H menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan suatu agenda rutinitas yang terus digencarkan oleh Polsek Seputih Banyak.

“Kegiatan silaturahmi Kamtibmas ini merupakan agenda rutin yang akan terus kami gencarkan ke seluruh lapisan masyarakat,” kata Kapolsek saat di konfirmasi.

Selain itu, sambung Kapolsek, kegiatan tersebut merupakan atensi dan penekanan daripada pimpinan yakni Bpk. Kapolres Lampung Tengah yang menekankan bahwa seluruh personel, khususnya anggota Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan patroli cooling system ke seluruh lapisan masyarakat, di Kampung binaannya masing masing.

“Hal ini bertujuan untuk mencegah polarisasi politik ditengah masyarakat sekaligus memberikan edukasi dan pemahaman tentang pentingnya kesadaran serta partisipasi masyarakat, dalam mewujudkan Pilkada serentak 2024 yang aman, damai dan sejuk di wilayah Kabupaten Lampung Tengah,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama sama menjaga dan menciptakan Pilkada serentak 2024 yang aman, damai dan sejuk, khususnya diwilkum Polres Lampung Tengah dengan menjaga persatuan, kerukunan antar warga. (Humas LT).
Red.

Ini Dasar Pelaku Penggelapan Ditahan Polres Lampung Tengah

LAMPUNG TENGAH, GSC. Satuan Kriminalitas (Sat Reskrim) Polres Lampung Tengah, Polda Lampung, menahan seorang kakek berusia 72 Tahun, yang diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan satu unit gensert senilai Rp 350 juta, Kamis (25/7/24).

Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim AKP Nikolas Bahas Yudhi Kurnia S.I.K., M.H. M.Si, didampingi dengan Kasi Humas Kompol Sayidina Ali dan Kanit Tipikor Iptu Pande Putu Yoga S.Tr. K, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Andik Purnomo Sigit, S.H., S.I.K., M.Si saat di konfirmasi, Sabtu (24/8/24).

Menurut Kasat Reskrim, ditahannya MS (72), Warga Villa Citra, Kelurahan Jagabaya III, Kecamatan Suka Bumi Bandar Lampung, karena diduga telah melakukan penggelapan satu unit genset merk Catepillar 500 KVA , pada Bulan September 2021 lalu.

Genset tersebut merupakan milik Pabrik Singkong Tri Karya Manunggal, yang berada di Kampung Sri Kencono Kecamatan Bumi Nabung Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Pabrik yang bergerak dibidang pengolahan singkon tersebut merupakan milik 3 orang, yakni TKF, WJH dan MS.

“Pabrik Tri Karya Manunggal tersebut berproduksi sejak tahun 1997 sampai dengan akhir 2019. Diakhir tahun 2019, pabrik tersebut sudah tidak berproduksi karena ada alat pabriknya meledak dan rusak sehingga pabrik sudah tidak bisa beroprasi atau tutup,” jelasnya.

AKP Nikolas memaparkan, di tahun 2021, TKF mendapat informasi bahwa beberapa alat yang ada di pabrik tersebut sudah tidak ada ditempat alias hilang.

Merasa aset perusahaan ada yang hilang, TKF warga Jalan Martadinata Blok 55 No. 6 Cipedes Kota Tasikmalaya Jawa Barat itu melaporkan peristiwa tersebut ke Sat Reskrim Polres Lampung Tengah.

“Berbekal laporan dari pelapor, kami melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dan dari lokasi tersebut, anggota menghimpun berbagai keterangan,” imbuhnya.

Dari hasil olah TKP, kata AKP Nikolas, Polisi mendapatkan petunjuk, bahwa genset tersebut diduga digelapkan oleh MS.

Terhadap Sdr. MS telah ditetapkan sebagai Tersangka dan terhadap Tersangka telah dilakukan panggilan sebanyak 2 kali.

Dalam panggilan pertama Tersangka dijadwalkan untuk diambil keterangannya pada Tanggal 8 April 2024 namun tidak hadir dengan alasan sakit dan sedang berobat ke Malaysia, kemudian melalui Penasihat Hukum tersangka melampirkan surat Berobat ke Penang Malaysia serta PH mengirimkan permohonan penjadwalan ulang untuk pemeriksaan serta berjanji akan datang di akhir bulan Mei 2024.

Namun kembali lagi Tersangka tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Atas hal tersebut maka dilakukan panggilan yang ke 2 terhadap tersangka dan dijadwalkan untuk pemeriksaan kembali Tanggal 30 Mei 2024 dan kembali lagi Tersangka tidak hadir dengan alasan kembali lagi berobat ke Malaysia.

Selanjutnya melalui Penasihat Hukum bahwa berjanji sepulang dari Malaysia akan mengantar Tersangka Ke Polres Lampung Tengah.

Penyidik/ Penyidik Pembantu kembali berkoordinasi dengan Penasihat Hukum Tersangka dan melalui PH bahwa Tersangka siap untuk diambil keterangannya pada Tanggal 27 Juni 2024, namun kembali lagi Tersangka beralasan sedang sakit dan di rawat di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung.

Berdasarkan keterangan tersebut maka penyidik/ penyidik pembantu melakukan pengecekan ke RS. Advent Bandar Lampung dan ternyata Tersangka MS tidak berobat di Rumah sakit tersebut di Tanggal tersebut.

Kemudian pada Tanggal 29 Juni 2024 melalui Penasihat Hukum Tersangka bahwa Tersangka dibawa ke Jakarta dan kembali lagi direncanakan akan berobat kembali ke Malaysia.

Saat itu kembali lagi Penyidik/ Penyidik Pembantu menanyakan Surat Keterangan berobat Tersangka namun Tersangka tidak juga pernah mengirimkan surat Keterangan berobat dan foto Timestamp pada saat berobat sebagaimana yang telah Tersangka sampaikan.

Terindikasi bahwa Tersangka hanya menjadikan alasan untuk tidak hadir untuk memenuhi panggilan, maka Penyidik/ Penyidik Pembantu melakukan upaya paksa berupa menetapkan Tersangka MS dalam Daftar Pencarian Orang dan melakukan pencekalan terhadap Tersangka melalui Imigrasi.

“Alhasil, MS kami amankan di Bandara Radin Intan, setelah turun dari pesawat, pada 25 juli bulan lalu,” ungkapnya.

Saat ini, MS dan barang-bukti diamankan di Mapolres Lamteng, guna pengembangan lebih lanjut.

“Selama diamankan, MS mendapatkan hak-haknya sebagai tersangka, pengecekan medis terus dilakukan secara berkala, dan hasil rekam medisnya MS diterangkan sehat dan cenderung stabil saat diperiksa oleh Dokkes, ” pungkasnya.

Dalam perkara dugaan penggelapan genset senilai Rp 350 juta itu, MS dijerat dengan Pasal 372 KUHPidana. (Humas LT).
Red.

Translate »