Sekda Kota Metro Pastikan Anggaran FPN Telah Tersedia dan Sepenuhnya Dikelola Oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Masing-Masing

METRO, GSC. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo membantah tidak teralokasinya anggaran Festival Putri Nuban (FPN) dalam rangka peringatan hari jadi Kota Metro ke-87.

Bangkit menjelaskan, anggaran FPN telah tersedia dan sepenuhnya dikelola oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Dia membenarkan bahwa kegiatan pesta rakyat di Samber Park sepenuhnya dikelola pihak ketiga.

“Anggarannya sudah disiapkan di masing-masing dinas yang melaksanakan kegiatan. Tapi untuk anggaran yang di lapangan samber itu tidak kita anggarkan dengan harapan ada warga atau pengusaha yang mampu untuk mengelola lapangan samber,” kata dia saat dikonfirmasi awak Media diruang kerjanya, Rabu (5/6).

Dikatakanya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran dalam setiap rangkaian kegiatan FPN yang dikelola oleh sejumlah OPD seperti contohnya di Disdikbud Kota Metro, Pemkot telah menggelontorkan anggaran untuk tradisi kesenian.

“Pemerintah Kota Metro menganggarkan dalam rangkaian acara festival putri Nuban. Nanti pada tanggal 8 sampai dengan tanggal 12 akan diakomodir oleh dinas pendidikan dan kebudayaan. Di sana ada Festival Putri Nuban dengan menampilkan tradisi kesenian berbagai macam etnis,” jelasnya

Selain Disdikbud, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) telah digelontorkan anggaran untuk sejumlah rangkaian kegiatan FPN.

“Kemudian nanti tanggal 22 Juni akan diadakan pawai festival budaya yang dilaksanakan pada malam minggu, dan ini kita coba malam hari di bawah penanganan Disporapar, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada di Kota Metro,” paparnya.

“Ada dari tokoh adat yang nantinya akan ditampilkan melalui majelis penyimbang adat lampung. Kemudian ada juga dari masing-masing kecamatan dan kelurahan yang akan tampil dengan bercorak masing-masing keunggulannya. Nantinya juga ada komunitas komunitas yang ikut pawai pada tanggal 22 Juni,” tambahnya.

Bangkit menuturkan, anggaran yang tidak disediakan oleh pemerintah ialah rangkaian kegiatan pesta rakyat di Samber Park. Sehingga Pemkot menunjuk Event Organizer (EO) CV Sapusodo untuk mengelolanya.

“Tentunya dengan mempersiapkan panggung berikut alat-alat keseniannya kemudian ada tenda dan kursi yang mana ini yang dibantu oleh pihak penyelenggara yang sudah ditunjuk beberapa waktu lalu, dan sekarang sudah dipersiapkan,” ungkapnya.

“Kita tidak ada anggaran dan tidak menganggarkan di lapangan samber, tetapi acaranya kita siapkan. Dan bantuan dari pihak penyelenggara adalah lampu, alat musik, tenda, kursi serta semua sarana dan prasarananya,” imbuhnya.

Dia menerangkan kembali peran EO dalam mensukseskan rangkaian event FPN di Samber Park. Sekda berharap kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.

“Jadi kita tegaskan bahwa pemerintah sudah mengalokasikan anggaran pelaksanaan rangkaian kegiatan Festival Putri Nuban melalui OPD masing-masing, untuk besaran anggarannya ada di masing-masing dinas. Kemudian EO hanya bertanggungjawab untuk memfasilitasi penyelenggaraan di samber park,” bebernya.

“Harapan pak wali kota melalui sekertaris daerah agar acara tersebut bisa berjalan kondusif dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Kota Metro. Kemarin sudah ada pemberitaan yang menyampaikan bahwa perputaran ekonomi di situ sudah banyak, dan itu mendukung perekonomian di Kota Metro,” tandasnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan FPN dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Kota Metro. Ia juga mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat dan dunia usaha cukup tinggi dalam event di samber park.

“Saya sampaikan terkait apa yang menjadi perbincangan hari ini yang intinya adalah pemerintah Kota Metro sesuai dengan arahan bapak Wali Kota Metro, agenda gelaran hari jadi Kota Metro bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ucapnya.

“Di situ masyarakat bisa terlibat semua, hari ini di lapangan sudah ada beberapa partisipan yang mengisi mulai dari perguruan tinggi, Bank dan OPD serta masyarakat yang tergabung dalam usaha kuliner. Harapan pak wali adalah bisa terorganisir dengan baik, kondusif dan bisa dinikmati oleh seluruh warga Kota Metro,” sambungnya.
(ADV)

Warga Kelurahan Rejomulyo Apresiasi Kinerja Pemkot Metro Terkait Rehabilitasi InfrastrukturJalan FKPPI

METRO, GSC. Rehabilitasi infrastruktur Jalan FKPPI, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro menuai apresiasi dari masyarakat dan tenaga pendidik.

Pasalnya, akses tersebut merupakan jalan utama menuju Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Kota Metro dan jalur alternatif menuju area persawahan.

Dari pantauan awak media di lokasi, perbaikan infrastruktur jalan dengan panjang sekitar 200 meter itu rampung dikerjakan pada akhir Mei 2024 lalu. Masyarakat di wilayah Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan dan warga SMA Negeri 6 Kota Metro menyebut kondisi jalan yang telah membaik, menunjang aktivitas pendidikan dan pertanian.

Plh Kepala SMA Negeri 6 Kota Metro, Joko Purwanto mengatakan, kondisi Jalan FKPPI yang sudah diperbaiki, berimbas positif terhadap minat belajar dan menjadi daya tarik bagi calon siswa.

“Alhamdulillah sekarang Jalan FKPPI sudah diperbaiki dan kami sangat merasakan kenyamanan dalam berlalu lintas menuju sekolah. Terima kasih kepada Pemkot Metro yang sudah turun tangan memperbaiki infrastruktur jalan tersebut, sehingga memudahkan bagi kami untuk beraktivitas, semoga hasil dari perbaikan itu bisa awet,” kata Joko, mewakili Kepala SMA Negeri 6 Kota Metro, Sunarti, Senin, 3/6/2024.

“Terima kasih Pak Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin. Tentu dengan kondisi sekarang ini, minat belajar bagi siswa itu menjadi tinggi dan bagi calon siswa, itu menambah daya tarik bagi mereka untuk mendaftar dan sekolah di SMA Negeri 6 Kota Metro,” sambungnya.

Senada dengan Joko. Salah seorang warga yang melintas, Robi, turut mengapresiasi perbaikan ruas jalan tersebut. Menurutnya, hal itu juga berdampak positif bagi masyarakat, mengingat akses itu juga merupakan jalur alternatif menuju area persawahan.

“Ya, tentunya terima kasih pada pemerintah. Karena, saya rasa bukan hanya warga sekolah yang merasakan manfaat dari perbaikan jalan itu, tapi warga dan masyarakat umum yang melintas di jalan itu, juga tentu merasa diakomodir dengan baik. Jalan itu kan merupakan akses menuju area persawahan,” tandas Robi.
(Yodi)

Tingkatkan Komoditas Bawang Merah Pemkot Metro Menanam bawang Merah di Areal Persawahan Kelurahan Margodadi

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro saat ini tengah melakukan pengembangan komoditas bawang merah di kota setempat. Dimana, pemkot sudah 7, Metro Selatan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Metro, Heri Wiratno mengatakan, penanaman bawang merah seluas satu hektare ini merupakan tindak lanjut kerjasama antar daerah (KAD) antara Pemkot Metro dan Kabupaten Brebes.

“Kerjasama kita dengan Kabupatan Brebes itukan tindak lajutnya kita dapat bantuan bibit dan alhamdulillah kita sudah panen. Kita juga dapat bantuan bibit bawang dari Bank Indonesia (BI) tapi belum ditanam karena menunggu masa dormansi,” kata dia saat dikonfirmasi, Jumat (31/5).

“Kemudian untuk dari pemkot sendiri kita sudah menanam bawang merah seluas satu hektare di areal sawah Kelurahan Margodadi. Untuk saat ini pertumbuhanya bagus dan nanti pada tanggal 2 Juni kita akan tanam lagi seluas seperempat hektare,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, pengembangan komoditas bawang ini merupakan salah satu program Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin yang ingin agar kebutuhan bahan pokok utamanya bawang bisa tercukupi.

Sebab, selama ini kebutuhan bawang di Kota Metro sebagian besar berasal dari Kabupaten Brebes. Jika pasokan berkurang, maka akan terjadi kelangkaan bawang di Bumi Sai Wawai yang mengakibatkan harga melambung.

“Melalui kerjasama ini semua ingin agar semua kebutuhan bahan pokok kita ini aman. Semua bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat bisa tersedia salah satu upayanya melalui kerja sama ini,” paparnya.

Apalagi, lanjut Heri, potensi pengembangan bawang merah di Kota Metro ini sangat baik. Dimana, dari beberapa kali penanaman bawang merah di Metro hasil panenya cukup bagus dan pemasaranya juga mudah.

“Kalau untuk budidaya sangat menjanjikan, apalagi saat inikan harganya tinggi. Jadi bagus untuk dikembangkan,” paparnya.

Heri menambahkan, pemerintah juga sudah menyiapkan beberapa titik untuk penanaman bawang merah yakni di Kecamatan Metro Utara, Metro Selatan dan juga di Kecamatan Metro Pusat.
(Adv)

Pemkot Metro Mengelar Perlombaan Tennis Non Prestasi Metro Cup 2024

METRO, GSC. Memeriahkan hari jadi ke-87, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengelar perlombaan tennis non prestasi Metro Cup 2024 yang diikuti semua klub tennis di Bumi Sai Wawai.

Turnamen yang dilaksanakan di Lapangan Tennis AB Jl. Teri kelurahan Yosodadi Kecamatan Metro Timur, Sabtu (1/5) ini dibuka oleh Wali Kota Metro yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Yerri Ehwan.

Wali kota dalam sambutanya yang dibacakan oleh Yerri menyambut baik perlombaan tennis ini, terlebih lagi turnamen tersebuti merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Metro ke-87.

“Terimakasih kepada segenap panitia atas terselenggara kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses,” katanya.

Dikatakanya, pembangunan keolahragaan bertujuan untuk menumbuhkan jiwa sportifitas, menanamkan disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan, termasuk di dalamnya untuk memperkokoh pertahanan dan ketahanan nasional.

“Melalui olahraga ini di harapkan dapat membina fisik dan mental serta mengembangkan budi pekerti yang luhur dan jiwa kesatria. Dengan memiliki prestasi yang baik di dalam bidang olahraga, maka kita akan mendapatkan kesempatan untuk peningkatan berbagai kapasitas di bidang lainnya, termasuk untuk meraih prestasi puncak,” katanya.

Menurut dia, setiap pertandingan akan mendapatkan pengalaman sehingga dengan sering diadakanya perlombaan akan mendapatkan level yang lebih tinggi.

“Saya mengingatkan bahwa setiap dalam perlombaan dan kejuaraan para peserta mengharapkan kemenangan, namun dalam faktanya tidak semua bisa keluar menjadi pemenang, hanya peserta terbaik lah yang menjadi pemenang,” ungkapnya.

Maka dengan itu, Yerri berharap para peserta dapat mengikuti lomba dengan sebaik-baiknya secara sportif.

“Bagi peserta yang kalah harus berlapang dada, jadikan moment ini sebagai pembelajar sehingga turnamen selanjut nya akan mencapai prestasi yang lebih baik lagi,” pesannya.

Ketua Pelti Kota Metro, Abdul Haris mengatakan, turnamen tennis Metro Cup 2024 ini diikuti 84 pemain yang berasal dari seluruh klub yang ada di Metro.

“Lomba ini akan berlangsung selama dua hari, yakni hari ini 1 Juni 2024 sampai dengan besok 2 Juni 2024. Alhamdulillah kemarin kita sudah technical meeting sudah kita berikan aturan mainnya. Kemudian kita drawing mencari pasangan, mencari lawan. Mudah mudahan hari ini sampai besok acara terlaksana dengan baik, sukses dan keadaan sehat wal’afiat,” harapnya.

Dia menegaskan, bahwa yang menjadi juara pasti yang terkuat, karena bermain enam kali sampai final.

“Pada tanggal 8 dan 9 akan diadakan pertandingan Intermediet bagi para ibu-ibu seluruh Lampung dan Atlet yang prestasi Se-Sumatera Bagian Selatan. Kita berdoa mudah – mudahan pelaksanaan turnamen tenis Metro Cup Tahun 2024 ini terlaksana dengan lancar semuanya sehat wal’afiat,” pungkasnya.
(ADV)

Walikota Metro Menargetkan Pembangunan 96 Titik Ruas Jalan Pada Tahun 2024

METRO, GSC. Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin menyebutkan pada tahun 2024 ini pemerintah akan membangun 96 titik ruas jalan di Bumi Sai Wawai. Dimana, pembangunanya ada yang sudah dimulai dan sudah selesai.

“Iya pada tahun ini kurang lebih 96 titik ruas jalan yang akan dibangun. Ada yang sudah berjalan pembangunanya dan ada yang sudah selesai,” kata dia saat diwawancarai, Jumat (31/5).

Wahdi menjelaskan, dari total 96 jalan yang akan dibangun tersebut, ada 10 jalan protokol yang masuk dalam proyek strategis pemerintah. Seperti Jalan Imam Bonjol, Sutan Syahrir, FKKPI dan lainya.

“Termasuk juga Jalan WR Supratman. Pada Minggu ini pembangunan Jalan Imam Bonjol dimulai dan di FKKPI sudah selesai,” paparnya.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut berdasarkan usulan dari masyarakat yang dipilih berdasarkan skala prioritas.

“Mohon dukungan masyarakat dengan keterbatasan anggaran yang ada tapi yakinlah pemerintah akan upayakan yang terbaik untuk masyarakat,” ucapnya.

Wahdi juga mengimbau masyarakat di Bumi Sai Wawai untuk ikut mengawasi jalanya pembangunan di Bumi Sai Wawai ini.

“Saya minta semua harus mengawasi, termasuk juga masyarakat harus ikut. Agar kedepan pembangunan di Kota Metro ini bisa lebih baik lagi,” tandasnya.
(ADV)

Disporapar Kembali Menggelar Metro Sport and Tourism (MST) di Lapangan Yosorejo, Metro Timur

METRO, GSC. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) kembali menggelar Metro Sport and Tourism (MST) di Lapangan Yosorejo, Metro Timur, Minggu (26/05).

Wali Kota Metro, Wahdi mengatakan, meski sudah beberapa kali dilaksanakan, masyarakat masih sangat antusias dalam mengikuti kegiatan MST ini.

“MST adalah satu kegiatan mengikut sertakan masyarakat dari semua komponen. Siapapun saja boleh bersama disini, kita jaga kota ini. Kerana kita sayang kota ini dan mari kita bangun Kota Metro,” kata Wahdi.

“Terimakasih kepada panitia dalam hal ini Disporapar Kota Metro, MST terus berlanjut sejak dicanangkan tahun 2023 sampai sekarang,” pungkasnya.

Kedepan, pihaknya juga meminta kepada Disporapar agar selain melibatkan masyarakat, juga melibatkan pihak swasta dan Forum Corporate social Responsibility (CSR).

“Semua harus terlibat dalam pembangunan, keterlibatan masyarakat sangat penting, begitu juga pembangun SDM. Kamarin kita mendapatkan juara Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah tahun 2024 dari sekian kabupaten kota oleh Kemendagri dan programJAMA-PAI proleh juara ke 3, kita harus optimis membangun Kota Metro,” jelas Wahdi.

Sementara itu, Kepala Disporapar Metro, Tri Hendriyanto mengatakan bahwa kegiatan MST sudah berlangsung di tahun 2023 sampai 2024 dan akan terus berlanjut.

“Harapanya dari kegiatan MST ini dapat menjadi terobosan ekonomi kreatif dalam menggerakkan sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Metro,” tandasnya.
(ADV)

Wahdi Sirajuddin Melepas 355 CJH Asal Metro Yang Tergabung Dalam Kloter 33

METRO, GSC. Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin melepas 355 calon jamaah haji (CJH) beserta tujuh petugas haji tahun 2024 asal Kota Metro di Masjid Taqwa kota setempat, Sabtu (25/5).

CJH Kota Metro akan tergabung bersama 29 CJH asal Kabupaten Lampung Timur di Kloter 33 dan akan berangkat ke Jeddah pada 27 Mei mendatang.

“Alhamdulillah hari ini saya melepas 355 CJH dan tujuh petugas haji untuk nantinya masuk ke asrama haji Bandarlampung sebelum nantinya berangkat ke Jeddah,” kata Wali Kota Metro, Wahdi usai pelepasan.

Dia menjelaskan, dari 355 CJH asal Metro tersebut terdiri dari 164 laki-laki dan 191 perempuan. Dengan calon haji paling tua berusia 86 tahun dan yang termuda berusia 19 tahun.

“Iya total 362 itu sudah include dengan tujuh petugas haji kita. Untuk calon haji yang tertua berusia 86 tahun dan termuda 19 tahun,” jelasnya.

Wahdi berpesan kepada jamaah haji untuk menjaga kesehatan agar selalu dalam kondisi prima, sehingga fokus dan khusyu dalam menjalankan ibadah di tanah suci.

“Pesan saya tetap jaga kesehatan dan semoga nantinya menjadi haji yang mabrur. Kemudian juga doakan Kota Metro yang tercinta ini,” tandasnya.
(ADV)

Tim Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024 Berkunjung ke kota Metro

METRO, GSC. Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur dikunjungi tim penilaian lomba kelurahan tingkat Provinsi Lampung tahun 2024.kunjungan pada hariRabu (22/4).

Kunjungan ini untuk klarifikasi dan pemaparan lapangan terkait lomba tersebut.

Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan SDM, sebagai Ketua Tim Penilai, Drs. Intizam mengatakan, klarifikasi lapangan ini merupakan salah satu tahapan penilaian dalam lomba kelurahan tingkat Provinsi Lampung.

“Setiap kabupaten dan kota itukan mempunyai pemenang dalam lomba ini untuk lanjut ke tingkat provinsi. Dan ini salah satu tahapan penilaian. Nah hari ini kita melihat-lihat item penilaianya,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam lomba kelurahan tingkat Provinsi Lampung ini ada 490 indikator yang dinilai. Hasil dari penilaian ini selanjutnya akan dilakukan paparan ditingkat provinsi.

“Setelah itu ditetapkan pemenangnya, kalau menang ya nanti kembali kesini lagi dan lanjut ke tingkat nasional. Metro ini yang kota ketiga yang kita nilai, sebelumnya di Lampung Selatan dan Lampung Tengah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi menuturkan, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur sebelumnya menjadi juara lomba kelurahan tingkat kota.

“Tahun lalu kita terbaik regional di lomba kelurahan tingkat nasional, tentu ini akan menjadi acuan kita. Pada tahun ini Kelurahan Yosodadi yang lanjut ke tingkat provinsi,” tuturnya.

“Tentu untuk persiapan sudah sebaik mungkin kita lakukan. Kita juga kan tidak sembarangan menetapkan Kelurahan Yosodadi ini sebagai pemenang,” imbuhnya.

Silfia menjelaskan, dalam lomba kelurahan tingkat provinsi ini, pihaknya sudah mempersiapkan inovasi tidak hanya pada pemerintahan kelurahan tetapi juga pada PKK, Karang Taruna, KWT, LKK dan lainya.

“Salah satu inovasi kita itu PKK melakukan kerjasama dengan Karang Taruna dalam mengelola sampah, kemudian ada arisan sedot tinja (Arseti), lalu tabungan subuh yang nantinya bisa digunakan untuk program home care,” paparnya.

Pihaknya mengaku optimis menang dalam lomba kelurahan tingkat Provinsi Lampung ini. Sebab, semua pihak ikut berpartisipasi dalam mempersiapkan lomba ini.
(ADV)

RUU Penyiaran Dinilai Bungkam Kebebasan Pers, IWO Kritik Pembentuk Undang-Undang

JAKARTA, GSC. Ikatan Wartawan Online (IWO) menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran karena beberapa alasan utama terkait dengan kebebasan pers dan keberlanjutan media online.

IWO mengkhawatirkan bahwa RUU Penyiaran *tersebut* akan membatasi kebebasan pers di Indonesia. IWO mencermati bahwa RUU ini bisa mengarah pada kontrol yang lebih ketat terhadap konten yang disiarkan oleh media penyiaran, termasuk platform media online.

Ini bertentangan dengan prinsip-prinsip kebebasan berekspresi dan kebebasan pers yang dijunjung tinggi oleh organisasi wartawan​ dan menjadi amanat UU Pers No.40 Tahun 1999.

“IWO berpendapat bahwa regulasi yang terlalu ketat dan birokratis dapat membebani media online berbasis penyiaran, terutama yang berskala kecil dan menengah,” kata Ketua Umum IWO Dwi Christianto.

Menurutnya, hal ini dapat menghambat perkembangan media online yang sedang tumbuh dan mengurangi keberagaman suara dalam lanskap media di tanah air.

“Salah satu kekhawatiran terbesar IWO adalah independensi media yang *berpotensi* terancam jika RUU Penyiaran diterapkan. Kami khawatir bahwa aturan baru ini dapat digunakan untuk mengendalikan atau mempengaruhi konten yang disiarkan oleh media online, mengurangi otonomi editorial yang penting bagi jurnalisme yang bebas dan independen​​,” paparnya.

IWO berharap agar kebijakan dan regulasi yang diterapkan di sektor penyiaran dapat mendukung dan melindungi kebebasan pers, bukan sebaliknya. *Semangat regulasi penyiaran tersebut juga harus* memastikan bahwa semua media, termasuk media online, dapat beroperasi tanpa tekanan yang tidak perlu dari pihak mana pun​​.

Ikatan Wartawan Online (IWO) mengkritik Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang melarang penayangan laporan investigasi karena kami menilai ini akan mengancam kebebasan pers.

“IWO menilai bahwa larangan ini bisa menjadi bentuk pembungkaman pers dan menghambat fungsi media dalam mengawasi penyelewengan kekuasaan serta mengungkap kebenaran kepada publik.” pungkas Dwi Christianto.

Larangan tersebut dinilai IWO bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan transparansi yang harus dijaga oleh media​​.

Seperti diketahui, Organisasi pers lain seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Dewan Pers juga menyuarakan kekhawatiran serupa, menekankan bahwa kebebasan pers adalah pilar penting dalam sistem demokrasi yang sehat​​.

“IWO mendukung pernyataan tegas Dewan Pers, atas RUU Penyiaran dengan mengedepankan ekosistem kebebasan pers dan peliputan wartawan yang tetap mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers, sebagai _lex spesialis_ bagi profesi wartawan,” tegas Dwi.

*Pasal-pasal Kontroversial RUU Penyiaran*
“IWO mencermati, terdapat dalam RUU Penyiaran Tahun 2024. Selain Pasal 25 ayat 1 dan Pasal 50 B ayat 2 huruf (c), masih ada beberapa pasal dalam RUU Penyiaran 2024 yang disorot karena dinilai bermasalah,” ungkap Dwi.

Berikut ini pasal-pasal dalam draf RUU Penyiaran 2024, yang dinilai IWO bermasalah:

1. Pasal 42 ayat 2

Pasal 42 ayat 2 menyebut bahwa sengketa jurnalistik diurusi oleh KPI.

Pasal ini tumpang tindih dengan UU Pers 40 Tahun 1999 yang menyebut bahwa penyelesaian sengketa jurnalistik dilakukan oleh Dewan pers.

Berikut bunyi pasal 42 ayat 2:

“Penyelesaian sengketa terkait dengan kegiatan jurnalistik Penyiaran dilakukan oleh KPI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”

2. Pasal 50 B ayat 2 huruf (c)

Pasal 50 B ayat 2 huruf (c) memuat aturan melarang adanya penyiaran eksklusif jurnalistik investigasi.

Berikut bunyi pasal 50 B ayat 2 huruf (c):

“Selain memuat panduan kelayakan Isi Siaran dan Konten Siaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), SIS memuat larangan mengenai:…(c.) penayangan eksklusif jurnalistik investigasi;”

3. Pasal 50B ayat 2 huruf (k)

Pasal 50B ayat 2 huruf (k) mengatur soal larangan konten siaran yang mengandung penghinaan dan pencemaran nama baik.

Seperti di UU ITE, pasal yang memuat istilah pencemaran nama baik dianggap sebagai “pasal karet” dan membatasi kebebasan pers.

Berikut bunyi Pasal 50B ayat 2 huruf (k):

“Penayangan Isi Siaran dan Konten Siaran yang mengandung berita bohong, fitnah, penghinaan, pencemaran nama baik, penodaan agama, kekerasan, dan radikalisme-terorisme.”

4. Pasal 51 huruf E

Pasal 51 huruf E juga kontroversial lantaran RUU Penyiaran 2024 mengatur bahwa penyelesaian sengketa jurnalistik dilakukan di pengadilan. Pasal ini juga tumpang tindih dengan UU Pers 1999.

Berikut bunyi pasal Pasal 51 huruf E:

“Sengketa yang timbul akibat dikeluarkannya keputusan KPI dapat diselesaikan melalui pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”

“IWO berharap kebebasan pers harus selalu dijunjung tinggi di Indonesia. Karena UUD 1945 tengah mengamanahkan hal tersebut, sebagai panduan untuk meningkatkan peradaban serta kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutup Dwi Christianto.
(Yodi)

Dinkes Kota Metro Mengimbau Masyarakat Setempat Untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan

METRO, GSC. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro mengimbau masyarakat setempat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menekan penyebaran penyakit demam beradarah dengue (DBD) di Bumi Sai Wawai.

Kepala Dinas Kesehatan Metro, Eko Hendro mengatakan, perubahan iklim pada tahun 2024 ini memang membuat angka DBD di Kota Metro meningkat. Karena itu, masyarakat diminta waspada dan menerapkan PHBS.

“Kita butuh deteksi, seperti yang pak Menteri Kesehatan bilang, yang menyebut tentang rapid test, karena ini perlu didistribusikan di fasilitas kesehatan dasar kita, karena Dengue memiliki (konsekuensi) yang parah apabila telat ditangani,” kata Kadiskes saat diwawancarai, Senin (20/5).

Dia menuturkan, kenaikan kasus DBD yang cukup drastis pada tahun ini disebabkan oleh multi faktor. Salah satunya adalah kesadaran untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di tingkat individu yang cenderung masih kurang.

“Pasti PSN-nya pada tingkat masyarakat dan individu atau keluarga perlu di tingkatkan. Selain itu, ini juga dipengaruhi fenomena el nino dan ada perubahan iklim sehingga ada perubahan musim,” tuturnya.

Eko meminta masyarakat Kota Metro tidak panik dan tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, masyarakat diminta melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus secara berkala dan menyeluruh.

“Mulai sekarang, cek kebersihan di rumah maupun lingkungan sekitar. Jangan sampai ada barang-barang yang berpotensi menimbulkan genangan air,” pungkasnya.
(Yodi)

Translate »