Empat Rumah Sakit Di Kota Metro Menjadi Perioritas Penanganan Kasus Berat Covid-19

METRO, GSC – Update Kota Metro,
Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin meninjau empat rumah sakit yakni RSUD A Yani, RS Mardi Waluyo, RS Muhammadiyah dan RS Islam Metro untuk melihat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit tersebut.

Wahdi mengatakan, berdasarkan hasil tinjauan, kondisi BOR di empat rumah sakit rujukan COVID-19 tersebut saat ini dibawah 50 persen.
"Iya kita ingin turunkan untuk kasus BOR. Kasus berat kritis di Kota Metro antara 30 sampai 40 persen sedangkan untuk kasus sedang itu paling banyak di angka 50 persen. Jadi masih aman," kata dia saat diwawancarai usai tinjauan, Sabtu.21/08/2021.

Ia menjelaskan, untuk penanganan kasus berat COVID-19 akan diperioritaskan di RSUD Ahmad Yani, sedangkan kasus sedang akan ditempatkan di RS Mardi Waluyo, RS Muhammadiyah dan RS Islam.

"RS Muhammadiyah dan Mardi Waluyo boleh menangani kasus berat kritis asal mampu kalau tidak mampu jangan. Khusus untuk RSUD A Yani yang menangani kasus berat kritis itu ada 113 tempat tidur," jelas Wahdi.
Wahdi lebih jauh menjelaskan pasien yang berobat di RS. Dimetro ini banyak dr luar daerah.

" Iya dari 17 orang pasien yg kita tanya tadi yang berobat di Rumah sakit Mardi Waluyo itu cuma ada 3 orang yang dari Kota Metro, lainnya dari luar kota metro . Bearti lebih kurang 80 persen dari luar kota metro .jelas wahdi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, drg. Erla Andrianti menuturkan, saat ini kondisi BOR di empat rumah sakit rujukan COVID-19 Kota Metro masih aman.
Dimana, RSUD Ahmad Yani yang dikhususkan untuk penanganan kasus berat saat ini tingkat keterisian tempat tidur sebanyak 32 persen.

"Hari ini menurun dari minggu kemarin. Paling banyak A Yani yang menangani kasus berat tingkat keterisian 32 persen. Jadi masih aman," ucapnya.
Erla menambahkan, saat ini total tempat tidur di empat rumah sakit rujukan tersebut sebanyak 268.
"Beberapa sudah ditambah untuk tempat tidur untuk mengantisipasi jika pasien membludak," tambahnya.
Gsc/ Ags

ASN Pemkot Bandar Lampung Kembali Gigit Jari Terkait Gajih ke-13

BANDARLAMPUNG, GSC – Update,
PNS Pemkot Bandarlampung sepertinya masih harus terus mengurut dada. Sebab, kepastian kapan gaji ke-13 mereka akan dibayarkan masih belum diketahui.

Padahal, PNS Provinsi, dan Kota serta Kabupaten lainnya di Lampung sudah mendapatkan hak mereka tersebut. Yang meliputi gaji pokok dan tunjangan melekat seperti tunjangan jabatan dan keluarga.

Pembayaran gaji ke-13 merujuk PP No. 63 Tahun 2021 tentang pemberian THR dan Gaji-13 kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun dan Penerima Tunjangan Pensiun Tahun 2021 yang dicairkan pada Juni 2021.

Pemerintah pusat juga telah mengalokasikan anggaran untuk gaji ke-13 dan pensiunan Rp16,3 triliun, dengan rincian kebutuhan gaji ke-13 sebesar Rp7,6 triliun dan sisanya Rp8,7 triliun untuk pensiunan.

Namun anehnya, saat dikonfirmasi perihal belum dibayanya gaji ke-13 Pemkot Bandarlampung, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bandarlampung Wilson mengatakan, pencairan belum dilakukan lantaran belum ada uangnya.

”Belum (dicairkan), duitnya belum ada,” ujarnya.
Wilson menjelaskan, jika diakumulasi, gaji ke-13 PNS di Pemkot Bandarlampung sekitar Rp45 miliar.

”Secepatnya (dibayar),” singkatnya.
Sementara, salah seorang guru SMP Negeri di Bandarlampung mengaku sangat berharap gaji ke-13 nya dicairkan.

”Iya, itu keluh kesah PNS di bawah. Banyak yang menantikan gaji ke-13 yang nggak ada kejelasan,” ujarnya, Rabu (18/8/2021).

Selain itu, dia juga bercerita insentif guru honorer tahun 2020 selama 6 bulan belum juga dibayarkan.

”Ini sudah 2021, sudah lewat setengah tahun. Kasihan kami yang mengharapkan hak tersebut,” ucapnya.(*)

Berikut besaran gaji ke-13 PNS sesuai PMK Nomor 42/PMK.05/2021:

1. Gaji ke-13 pimpinan lembaga, eselon, dan non-PNS Pimpinan dan Anggota Lembaga Struktural

-Ketua/Kepala atau dengan sebutan lain Rp 9.592.000
-Wakil Ketua/Wakil Kepala atau dengan sebutan lain Rp 8.793.000
-Sekretaris atau dengan sebutan lain Rp 7.993.000
-Anggota Rp 7.993.000

2. Gaji ke 13 setara Eselon

-Eselon I/Pejabat Pimpinan Tinggi Utama/Pejabat/Pimpinan Tinggi Madya Rp 9.592.000
-Eselon II/Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Rp 7.342.000
-Eselon III/Pejabat Administrator Rp 5.352.000
-Eselon IV/Jabatan Pengawas Rp 5.242.000

3. Pegawai non-PNS pada LNS atau pegawai lainnya non-PNS dengan jenjang pendidikan SD/SMP/sederajat:
-Masa kerja sampai 10 tahun Rp 2.235.000
-Masa kerja di atas 10-20 tahun Rp 2.569.000
-Masa kerja di atas 20 tahun Rp 2.971.000

4. Pegawai non-PNS pada LNS atau pegawai lainnya non-PNS dengan jenjang pendidikan DII/DIII/Sederajat:
-Masa kerja sampai 10 tahun Rp 2.963.000
-Masa kerja di atas 10-20 tahun Rp 3.411.000
-Masa kerja di atas 20 tahun Rp 4.046.000

5. Gaji ke-13 PNS Golongan I (lulusan SD dan SMP)

-Golongan Ia: Rp 1.560.800 – Rp 2.335.800
-Golongan Ib: Rp 1.704.500 – Rp 2.472.900
-Golongan Ic: Rp 1.776.600 – Rp 2.577.500
-Golongan Id: Rp 1.851.800 – Rp 2.686.500

6. Golongan II (lulusan SMA dan D-III)

-Golongan IIa: Rp 2.022.200 – Rp 3.373.600
-Golongan IIb: Rp 2.208.400 – Rp 3.516.300
-Golongan IIc: Rp 2.301.800 – Rp 3.665.000
-Golongan IId: Rp 2.399.200 – Rp 3.820.000

7. Golongan III (lulusan S1 atau S3)

-Golongan IIIa: Rp 2.579.400 – Rp 4.236.400
-Golongan IIIb: Rp 2.688.500 – Rp 4.415.600
-Golongan IIIc: Rp 2.802.300 – Rp 4.602.400
-Golongan IIId: Rp 2.920.800 – Rp 4.797.000

8. Golongan IV

-Golongan IVa: Rp 3.044.300 – Rp 5.000.000
-Golongan IVb: Rp 3.173.100 – Rp 5.211.500
-Golongan IVc: Rp 3.307.300 – Rp 5.431.900
-Golongan IVd: Rp 3.447.200 – Rp 5.661.700

-Golongan IVe: Rp 3.593.100 – Rp 5.901.200
Gsc/ Ags rls

Wali Kota Metro Tinjau Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

METRO, GSC – Update Pendidikan,
Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin meninjau simulasi pembelajaran tatap muka di UPTD SMPN 2 dan TK Pertiwi Kota Metro. Tinjauan ini untuk melihat sejauh mana persiapan sekolah dalam melakukan pembelajaran tatap muka.

“Iya kita ingin melihat sejauh mana persiapan pihak sekolah dalam pembelajaran tatap muka ini. Apakah sudah sesuai dengan SKB empat menteri tentang pembelajaran tatap muka,” kata Wahdi usai tinjauan, Jumat.

Wahdi mengatakan, berdasarkan hasil tinjauan, simulasi pembelajaran tatap muka di SMPN 2 maupun TK Pertiwi sudah cukup baik dan sesuai dengan SKB empat menteri.

Seperti sekolah wajib menyediakan tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh, maupun tenaga pendidik yang harus divaksin. Kemudian, pengaturan jarak, dan durasi pembalajaran tatap muka.

“Kemudian pengaturan jumlah siswa yang masuk per sesi dan orang tua wajib mengantar dan menjemput anaknya,” paparnya.

Kendati demikian, lanjut dia, hasil tinjauan tersebut masih akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu sembari menunggu keputusan pemerintah pusat terkait kapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut.

“Iya masih akan kita evaluasi terlebih dahulu. Sambil menunggu keputusan pemerintah pusat kapan tepatnya pembelajaran tatap muka ini akan dilaksanakan,” terangnya.

Kepala UPTD SMPN 2 Metro, Martati menjelaskan, pihaknya sudah mempersiapkan fasilitas untuk cuci tangan, pengukur suhu tubuh dan membentuk Satgas COVID-19 tingkat sekolah untuk persiapan pembelajaran tatap muka.

“Kemudian juga guru yang mengajar pada pembelajaran tatap muka juga sudah divaksin dua kali. Sedangkan yang baru sekali vaksin masih tetap melakukan pembelajaran daring. Nanti dalam proses pembelajaran tatap muka setiap kelas hanya diisi oleh delapan siswa,” jelasnya.

Pihak sekolah, tambah dia, juga sudah melakukan jajak pendapat kepada wali murid tentang pembelajaran tatap muka. Hasilnya, 70 persen wali murid setuju pembelajaran tatap muka dimulai.

“Persiapan kita sudah baik, tinggal menunggu keputusan Disdikbud. Kami juga sudah sosialisasikan kepada wali murid, sebagian besar setuju pembelajar tatap muka. Nanti ketika sudah dimulai wali murid wajib mengantar dan menjemput anaknya,” tandasnya.
Gsc/ Ags

Perkembangan Produk UMKM di Kota Metro Sangat Pesat

METRO, GSC – Update UMKM,
Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kota Metro mengujungi Sentra Kreatif Metro (Sekam), Jumat (20/8). Kunjungan ini, salah satu upaya untuk memajukan perekonomian dan UMKM kota setempat.

Sekretaris IIDI Kota Metro, Reni Andreas mengatakan, Sekam merupakan wadah yang digagas oleh Dekranasda Kota Metro untuk memajukan produk kerajinan hasil UMKM di Bumi Sai Wawai.

“Iya ini masih dalam rangka HUT ke-76 Republik Indonesia, jadi kami melakukan kunjungan kesini. Ini sebagai upaya untuk memajukan UMKM. Banyak hasil kerajinan masyarakat Metro, kami sekalian berbelanja,” katanya.

Di Sekam, lanjut dia, banyak kerajinan hasil masyarakat Metro seperti kain sulam tapis, batik ciprat, sulam usus, shibori, eco print, yang dikemas dalam produk pakian dan juga asesoris.

“Perkembangan produk UMKM di Kota Metro ini sangat pesat. Dan ternyata produk hasil masyarakat Metro kualitasnya tidak kalah dengan yang diluar sana dan sangat bagus. Karena itu kami kesini, sekaligus untuk memajukan dan mempromosikan UMKM Metro,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Metro, Siti Aisyah Djohan menjelaskan, adanya Sekam yang digagas oleh Dekranasda sangat membantu para pengrajin dan pelaku UMKM di Kota Metro.

“Sangat membantu baik untuk pengrajin maupun pelaku UMKM Metro ini. Karena mereka sebelumnya cukup terdampak Covid-19 ini sekarang sudah mulai bangkit kembali dengan adanya Sekam ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dekranasda Kota Metro sangat aktif dalam mempromosikan produk hasil pengrajin maupun UMKM Kota Metro. Salah satunya melakukan pelatihan maupun mengadakan berbagai kegiatan ditempat tersebut.

“Dekranasda banyak mengadakan pelatihan di Sekam untuk membangkitkan ekonomi untuk UMKM Kota Metro. Ini semua digagas Ketua Dekrasnda yang juga ibu wali. Kemudian banyak pelanggan yang sudah kesini mulai dari kejaksaan, maupun dari masyarakat dan ASN melalui gerakan Metro Bangga Beli,” tambahnya.
Gsc/ Red

AKLAMASI, Firmansyah Terpilih Sebagai Ketua Umum Pimpinan Cabang Lampung Utara Priode 2021-2022

LAMPURA, GSC – Update Kota Bumi,
Firmansyah terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Lampung Utara secara aklamasi yang digelar diaula B1 FHIS UMKO kamis (19/08/2021).

Di samping itu juga terpilih menjadi formatur guna melengkapi kepengurusan IMM satu tahun kedepan sebanyak 12 orang

Namun Musyawarah Cabang (Muscab) tahun ini di laksana dengan beberapa kali mengalami penundaan hal itu sesuai dengan pernyataan Ketua Pelaksana Muscab Iqbal Rafsanjani mengatakan “pelaksanaan muscab tertunda selama 1,5 bulan hal itu di karenakan beberapa calon belum memenuhi syarat administrasi, dan terpentur pula PPKM darurat” ujarnya.

Selanjutnya dalam sambutannya sesaat terpilih Firmansyah mengatakan,” bawasannya kami PC IMM perlu adanya dukungan dari semua pihak dikarena amanah yang di embannya merupakan amanah yang begitu berat dikarenakan harus menjaga infentaris yang telah di warisakan dari ketua umum sebelumnya” ujar Firman.

Tak hanya itu ketua umum terpilih juga merupakan sosok pemimpin yang baik dalam sambutannya beliau mengatakan pula, menjalankan roda organisasi itu ibarat seperti sapu lidi, jika hanya satu atau dua sapu maka tidak bisa digunakan dengan baik namun apabila ada banyak lidi dan diikat dengan kuat maka akan baik pula kerjanya” ungkapnya

Kemudian domisoner ketua umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Periode 2019-2020 Dedy Ariyanto mengatakan ”
saya mengucapkan permohonan maaf selama 1 tahun 6 bulan ini jika ada kesalahan selama menjabat pimpinan cabang ini, dan saya ucapakan selamat kepada badan pengurus harian yang sudah terpilih menjadi Pimpinan Cabang Lampung Utara, harapan saya kedepannya berkopotitif dieksternal mau pun internal dan bisa bekerjasama dengan Pemerintahaan Kabupaten Lampung Utara untuk membangun Lampung Utara lebih baik lagi” ungkapnya.

Ditempat yang sama Jerfi Ramdani sekaligus yang mewakili DPD IMM LAMPUNG mengatakan bahwa.”Lampung utara harus menjadi kiblat IMM selampung ataupun Nasional, arah gerakan harus dibangun koordinasi dengan DPD sampai dengan komisariat dan kita juga harus mengambil peran arah gerakan dan konsep kedepannya. Ujarnya.
Gsc/ Spr

Danrem 071/ Wijayakusuma Pimpin Acara Tradisi Dan Laporan Korps Penyerahan Jabatan Kasrem 071/ Wijayakusuma

BANYUMAS, GSC – Update Sertijab,
Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P., pimpin acara Tradisi dan Laporan Korps Penyerahan Jabatan Kepala Staf Korem 071/Wijayakusuma di Aula Jenderal Sudirman Makorem 071/Wijayakusuma, Rabu (18/8/2021).

Letkol Kav Kristiyanto, S.Sos., menyerahkan tugas dan tanggung jawab jabatan sebagai Kepala Staf Korem 071/Wijayakusuma kepada Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P. yang selanjutnya akan menjabat sebagai Kasiintelrem 172/Praja Wira Yakthi Kodam XVII/Cenderawasih.

“Mutasi dan pergantian pimpinan dalam sebuah organisasi militer merupakan hal yang biasa dilakukan, sebagai bagian dari kebutuhan suatu organisasi, yang bertujuan untuk pembinaan satuan dan karier bagi personel yang bersangkutan”, papar Danrem mengawali sambutannya.

Dikatakan dalam konteks pembinaan personel, alih tugas dan jabatan merupakan bagian dari upaya mengembangkan kemampuan personel baik manajerial dan profesionalisme keprajuritannya.

“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Letkol Kav Krustiyanto, S.Sos., beserta isteri yang telah melaksanakan tugas, tanggungjawab dan pengabdiannya selama ini sebagai Kepala Staf Korem 071/Wijayakusuma dengan baik. Semoga dengan bekal pengetahuan dan pengalaman tugas di Korem 071/Wijayakusuma selama ini saya yakin akan mampu, berhasil dan sukses dalam mengemban tugas disatuan yang baru”, pungkas Danrem 071/Wijayakusuma.
Gsc/ Zl

Putra Terbaik Asal Provinsi Lampung Ridho Hadfizar Armadhani Pengerek Bendera Pusaka HUT RI Ke-76 di Istana Merdeka

JAKARTA, GSC – Update HUT RI ke 76,
Hadfizar Armadhani anggota Paskibraka yang bertugas sebagai penggerek Bendera Pusaka di Istana Merdeka Jakarta.

Ridho Hadfizar Armadhani merupakan anggota Paskibraka yang terpilih dari berbagai proses ujian untuk menjadi pengerek Bendera Pusaka pada Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-76 di Istana.

Ridho Hadfizar Armadhani mewakili Provinsi Lampung bersama dengan rekannya Ardelia Muthia Zahwa diketahui berasal dari Sumatra Utara gadis kelahiran, Tebing Tinggi (6/12/2004) siswa SMA Harapan 1 Kota Medan. Selesai SMA Adelia Muthia Zahwa. Sebagai pembawa Bendera Pusaka Merah Putih, yang terpilih menjadi Paskibraka Nasional 2021, ini akan melanjutkan Sekolah Kedinasan Institut Kepemerintahan IPDN dikutif dari berbagai sumber.

Ridho Hadfizar Armadhani atau yang akrab disapa Ridho adalah Siswa dari SMA Negeri 1 Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah, Ridho diketahui masih berusia 16 tahun. Sedangkan Ridho Hadfizar Armadhani bercita-cita ingin menjadi AKPOL, Pria kelahiran Kalirejo Lampung Tengah ini pun gemar berolahraga.
Gsc/ Red

Kado Terindah Dari HUT RI-76 Untuk Mantan Bupati Lamteng

BANDARLAMPUNG, GSC – Update HUT RI,
Momen Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 76, Mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampoerna Jaya menghirup udara bebas bersyarat dari jeruji Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Rajabasa Bandar Lampung. Sebelumnya Andy Achmad menjalani masa pidana 12 tahun, dalam kasus korupsi APBD Lampung Tengah senilai Rp28 miliar.

Kepala Lapas Kelas IA Rajabasa Bandar Lampung Maizar mengatakan, Andy Achmad dinyatakan bebas bersyarat, karena sudah membayar denda dan uang pengganti senilai Rp500 juta. “Jadi alhamdulillah sesuai ketentuan berlaku, dibebaskan saat hari kemerdekaan. Mudah-mudahan beliau tetap sehat di rumah dan bisa beraktivitas kembali,” kata Maizar, Selasa (17/8/2021).

Sementara itu, Andy Achmad setelah resmi menghirup udara bebas mengaku sangat bersyukur, di hari kemerdekaan ini, dirinya bisa bebas bersyarat. Ia menilai selama mendekam di Lapas Rajabasa, perjalanan mulai hidup, mati, dan rezeki semuanya atas kehendak Allah.

“Jadi apabila saya berfikir negatif, maka saya tidak akan sehat seperti ini, saya jalani semua dan tiba waktunya bebas ini. Semua di Lapas ini sudah seperti dianggap rumah sendiri, mulai peraturan, banyak teman, sampai keluar saya semuanya akrab dengan narapidana,” ujar Andy Achmad.

Pasca bebas ini, Andy Achmad rencananya masih akan istirahat terlebih dahulu, dan belum ada rencana untuk kembali ke politik. Setelah keluar dari Lapas Rajabasa, Andy Achmad terlihat langsung bersujud syukur.
Gsc/ Red

Presiden Jokowi Pimpin Upacara di Istana Merdeka Mengenakan Pakaian Adat Lampung

JAKARTA, GSC – Update Upacara HUT RI 76,
Presiden Joko Widodo kerap mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia dalam upacara-upacara kenegaraan. Demikian juga pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2021 yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 17 Agustus 2021.

Pada kesempatan kali ini, Presiden memilih untuk mengenakan pakaian adat Pepadun dari Provinsi Lampung. Pakaian adat yang dipakai Presiden terdiri atas baju lengan panjang berwarna putih yang dipadukan dengan celana panjang berwarna putih juga.

Di luarnya, dibalut dengan sarung tumpal yaitu kain sarung khas Lampung yang dipakai Kepala Negara menutup celana dari pinggang hingga lutut. Penampilan Presiden dilengkapi dengan kain selendang, ikat pinggang, dan tutup kepala yang semuanya berwarna senada merah.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak anggun mengenakan busana nasional berwarna gading dilengkapi kain songket. Penampilan sederhana Ibu Iriana tampak dilengkapi dengan jilbab berwarna senada.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Ibu Wury Ma’ruf Amin tampak serasi mengenakan pakaian adat Sunda dari Sukabumi, Jawa Barat. Wapres terlihat cukup elegan dengan setelan jas tertutup (beskap) dan celana panjang warna biru yang dipadukan dengan kain samping batik yang diikatkan di pinggang.

Selaras dengan Wapres, Ibu Wury juga tampak anggun mengenakan kebaya bersulam warna biru polos dengan bawahan kain jarik putih bermotif batik khas Sunda yang biasa disebut sarung kebat atau sinjang bundel.

Pada Upacara Detik-Detik Proklamasi tahun-tahun sebelumnya, Presiden Jokowi memang kerap mengenakan busana adat dari berbagai daerah. Dalam HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 misalnya, Presiden memilih untuk mengenakan busana adat khas Klungkung asal Bali.

Sementara itu, pada HUT ke-75 Kemerdekaan RI tahun 2020, Presiden mengenakan busana adat dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Presiden, Indonesia memiliki kekayaan adat budaya yang sangat tinggi, termasuk dalam hal pakaian adat.

“Dulu pernah Aceh, Sumatera Barat, pernah juga Kalimantan Selatan, pernah Sunda, pernah Jawa, Betawi, kemudian ke sana Bali, Sasak, Bugis, pernah semua. Memang kekayaan budaya pakaian adat ini memang ribuan. Jumlahnya ribuan. Nanti sampai ke Maluku, Papua, semuanya nanti semuanya akan kita angkat,” ucap Presiden saat itu.

Sumber: Informasi Sekretariat Presiden.
Gsc/ Red

Artha Prima Finance Ambil Paksa Kendaran Konsumennya

LAMTENG, GSC – Update,
Dugaan penjualan 1 unit mobil konsumen Avanza silver dengan Nopol B 1279 BFG oleh perusahaan pembiayaan Artha Prima Finance terjadi pada bulan Februari tahun 2021 dengan mengambil paksa unit mobil dari rumah konsumen (N).Tiga hari setelah penarikan unit Konsumen mendatangi pihak perusahaan pembiayaan dan terjadi kesepakatan antara konsumen dan pihak perusahaan, bahwa (N) sebagai debitur akan melunasi sisa pembayaran unit mobil tersebut.

Lalu Seminggu setelah itu ( N ) mendatangi perusahaan pembiayaan Artha Prima Finance untuk melakukan pelunasan unit, Namun tidak disangka jawaban dari pihak perusahaan justru mengatakan bahwa unit sudah hilang, padahal konsumen sebagai debitur sudah ada kesepakatan dengan pihak kreditur ( Artha Prima Finance ) akan melakukan pelunasan untuk unit mobil tersebut.

Dikatakan penasehat Hukum konsumen Law Firm GENIUS AKBAR, S.H., M.H dan PARTNERS bahwasanya mereka sudah melakukan upaya persuasif dengan mendatangi cabang bandar jaya Artha Prima Finance dan tidak ada tanggapan yang jelas, bahkan tanggapan dari pihak perusahaan untuk langsung bertemu dengan pihak legal dari perusahaan yang berada di cabang bandar lampung, setelah terjadi pertemuan antara PH dari bapak (N) sebagai debitur dengan legal artha prima finance sebagai kreditur, untuk melakukan upaya secara persuasif terkait permasalahan hilangnya unit kendaraan milik (N) debitur, namun sangat disayangkan pihak Artha Prima tidak menanggapi sama sekali sampai pada saat ini. Ungkapnya kepada media reportase Senin 16/08/2021.

Masih dari penasehat Hukum (N) menegaskan bahwa pihak legal perusahaan pun sudah mengatakan bahwa unit saat ini hilang dan telah dijual oleh Oknum dari pembiayaan Artha Prima Finance,
” Bahkan ketika kami mendatangi legal perusahaan pun mengatakan bahwa unit mobil memang sudah dijual oleh Oknum dari perusahaan pembiayaan dan silahkan laporkan jika ada indikasi melawan hukum.

Dikatakan oleh Genius Akbar. S.H.,M.H.,C.M.,C.L.A Selaku penasehat hukum konsumen sekaligus pimpinan dari Law Firm GENIUS AKBAR dan PARTNERS mereka sedang mengupayakan untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang agar masalah ini bisa segera diselesaikan secara hukum yang berlaku,
“Artha Prima Finance harus bertanggung jawab atas hilangnya unit mobil konsumen tersebut, dan kami kesini untuk melakukan upaya hukum, nah nanti kita lihat perkembangannya setelah ini, yang jelas setelah kita laporkan pidananya terhadap pihak kepolisian kami akan menggugat secara perdata.” tegasnya kepada media reportase

GENIUS berharap agar pihak berwenang atau aparat penegak hukum bisa mengusut tuntas masalah ini agar bisa terang benderang,” dan kami berharap kepada pihak aparat penegak hukum bisa mengambil langkah langkah untuk klarifikasi dan pembuktian terkait masalah ini dikarena perbuatan tersebut tidak dibenarkan apapun bentuknya.”Tutupnya.
Gsc/ Red

Translate »