Kepala Sekolah SMK MUHAMMADIYAH 1 Padang Ratu Dilaporkan Wali Murid ke Polsek Padang Ratu

PADANGRATU LAMTENG, GSC – Update PIP,
Berdasarkan surat laporan nomor : STPL / B / 130 / XI / 2021 / SPK. Unit Reskrim /Polsek Patu/Res Lamteng/Polda Lampung, kepala sekolah SMK Muhammadiyah 1 Padang ratu, Lampung tengah, Lampung di laporkan oleh wali murid ke Polsek Padang ratu.

Karna wali murid tidak terima dana program Indonesia pintar (PIP) tidak di berikan oleh kepala sekolah kepada anak nya pada tahun 2020 silam, saat di tanyakan kepada kepala sekolah, kepala sekolah berdalih dengan mengatakan tidak mengatahui uang dari peserta didik nya itu.

Tetapi setelah di cek wali murid di bank penyalur ternyata ia mendapati bahwa terdapat bukti transaksi penarikan uang tunai sebanyak 2 kali, merasa di bohongi oleh kepala sekolah, karna hak anak nya dari pemerintah yang di peruntukan untuk melengkapi perlengkapan anak nya sekolah, di gelapkan oleh kepala sekolah, wali murid melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib, semoga aparat penegak hukum dapat menghukum oknum-oknom praktik curang untuk keuntungan pribadi, dan tunggu berita selanjutnya.
Dilansir dari Fakta Jurnalis.com

Pemkab Lampung Selatan Perpanjang Masa Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

KALIANDA, GSC – Update Diskominfo, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali memperpanjang masa uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada satuan pendidikan ditingkat PAUD, SD, SMP, termasuk SMA/SMK dan Perguruan Tinggi.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor 26 Tahun 2021 tanggal 01 November 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Kriteria Level 2 di Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam Surat Edaran Bupati itu disebutkan, perpanjangan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas masa transisi dilaksanakan mulai 2 November 2021 hingga 30 November 2021.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Lampung Selatan, M. Sefri Masdian menuturkan, uji coba yang berlangsung sejak 4 hingga 30 Oktober 2021 berjalan lancar.

Sefri mengatakan, tidak ditemukan sekolah yang menjadi klaster penularan Covid-19, meski beberapa sekolah masih kedapatan belum menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Berdasarkan hasil rapat evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lampung Selatan pada hari Senin (1/11) kemarin, dihasilkan kesimpulan memperpanjang masa uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas di tengah pandemi COVID-19,” terang Sefri, Selasa (2/11/2021).

Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto saat meninjau pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas pada satuan pendidikan ditingkat SMP beberapa waktu lalu.
Sefri menambahkan, terkait teknis pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas tidak jauh berbeda dengan sebelumnya untuk perpanjangan lanjutan.

Terdapat sejumlah aturan yang harus dilaksanakan. Seperti, dalam proses belajar mengajar pada satuan pendidikan menggunakan Kurikulum Dalam Kondisi Khusus sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020.

Lalu, dalam proses belajar mengajar, pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang mengelar uji coba PTM terbatas minimal 80% telah divaksin COVID-19.

Selanjutnya, waktu pembelajaran tatap muka pada satuan pendidikan ditingkat SMA/SMK sederajat dalam kondisi khusus adalah 4 jam pelajaran tanpa istirahat.

Kemudian, waktu pembelajaran tatap muka pada satuan pendidikan ditingkat SD dan SMP sederajat dalam kondisi khusus adalah 3 jam pelajaran tanpa istirahat.

Sedangkan, waktu pembelajaran tatap muka pada satuan pendidikan ditingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam kondisi khusus dilaksanakan selama 2 jam pelajaran.

“Selesai pembelajaran siswa diwajibkan pulang. Sehingga tidak ada aktivitas lainnya di sekolah maupun sekitar sekolah. Kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler termasuk kantin di sekolah tidak diperbolehkan selama masa transisi dua bulan pertama,” tandasnya.

Adapun, uji coba pembeajaran tatap muka terbatas yang dilakukan tersebut, didasari tiga landasan hukum, yakni Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 03/KB/2021, Menteri Agama Nomor 384 Tahun 2021, Menteri Kesehatan Nomor HK.01.08/Menkes/4242/201, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-717 Tahun 2021.

Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level, 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19.

Serta, Instuksi Bupati Lampung Selatan Nomor 15 Tahun 2021 Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Lampung Selatan.
KMF/ RA

SMK Kesehatan WHM Mulya Jaya Gratis

Tulang Bawang Barat, GSC – Update SMKS,
SMK Kesehatan Wahid Husada Madani
(WHM).
Mulya Jaya merupakan sekolah kejuruan yang saat ini mulai berkembang pesat. Betapa tidak? Karena lulusannya terbukti diterima di bursa kerja baik negeri maupun swasta di dalam maupun di luar negeri.

SMK Kesehatan WHM yang beralamat di Desa / Tiyuh Mulya Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, membuka jurusan Asisten Keperawatan & Farmasi Klinis .

“Sekolah kami adalah kejuruan dan anak anak jika tidak melanjutkan kuliah bisa langsung kerja,” kata Kepala SMK WHM Hadiono,S.Pd. saat ditemui wartawan media ini, Sabtu (30/10/2021).

Menurut Hadiono sekolah yang ia kelola bertekad mencetak SDM unggul dan siap kerja. Dalam menjalankan kegiatannya, SMK KESEHATAN WAHID HUSADA MADANI berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, kini telah dilengkapi laboratorium praktik dan menjalin kerjasama dengan sejumlah rumah sakit di daerah ini.

“Tujuan SMK Kesehatan Wahid Husada Madani Tubaba adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut dengan memiliki keseimbangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terpadu dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Menurut pria ramah ini banyak dari kita yang sudah diajarkan pentingnya kesehatan sejak menginjak pendidikan sekolah dasar hingga bangku sekolah menengah atas. Sehingga ketika kita dewasa, kita bisa mengetahui mana yang berguna bagi kesehatan dan mana yang bisa menurunkan kesehata

“Saya harapkan para orangtua yang anaknya lulus SMP, MTs serta sederajat kiranya bisa sekolah di SMK WHM ini, karena mulai tahun ini gratis,” kata dia.

Selain itu, perlunya mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi agar menjadi warga negara yang berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab.

“Para peserta didik di SMK WHM kami ajarkan bagaimana mengembangkan potensi diri agar memiliki wawasan kebangsaan, memahami dan menghargai keanekaragaman Budaya Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, pentingnya menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif terutama dalam pengetahuan kesehatan agar nantinya mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilih.

SMK WHM optimis menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetisi, beradaptasi dilingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya, itu misi utama SMK. Kesehatan WHM.

Yang lebih menarik lagi adalah SMK WHM juga membuka BKK yaitu bursa kerja khusus bekerja sama dengan Indo Japan , jadi alumninya bisa cepat diterima di perusahaan.
Gsc/ Spryt

Disdikbud Kota Metro Adakan Kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)

METRO, GSC – Update Disdikbud,
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro mengadakan kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Capit Urang, Kota Metro 25-30 Oktober 2021.

Dalam penutupan kegiatan ini, Walikota Metro, dr.H.Wahdi,Sp.OG(K) berharap akan adanya peningkatan mutu dan kualitas tenaga pendidik di Kota Metro untuk terciptanya Gemilang (Generasi Emas Metro Cemerlang).

“Dengan adanya kegiatan ini tentunya semoga guru-guru yang ada di Kota Metro khususnya guru mata pelajaran dapat meningkat kompetensinya,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro, Suwandi, melalui Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan, Fatmawati,S.E,M.M. menjelaskan bahwa MGMP ini untuk memotivasi guru mata pelajaran sehingga terciptanya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna bagi siswa.

“Tentunya tujuannya untuk menciptakan tenaga pendidik yang berkompeten, sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya,” katanya.

Sebanyak 400 orang guru mata pelajaran mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari 8 mata pelajaran, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Mulok. Masing-masing pelajaran 50 guru.

Narasumber dari kegiatan ini, adalah LPMP Lampung, Universitas Lampung, Disdikbud Metro dan Pengawas MGMP Metro.
Gsc/ Yd

K3S Tulang Bawang Tengah Gelar Rakor Bulanan

TUBA BARAT, GSC – Update K3S,
Rapat rutin bulanan kelompok kerja kepala sekolah (K3S) Kecamatan Tulang Bawang Tengah berjalan lancar. Kegiatan berlangsung di SDN 9 Pulung Kencana , Sabtu ( 23/10/2021).

Dalam hal ini Ketua K3S Tulang Bawang Tengah Sunarto S.Pd mengatakan bahwa rapat tersebut untuk menyusun program kerja tahun 2021 mendatang.

“Di harapkan dengan terbentuknya kepengurusan K3S kecamatan Tulang Bawang Tengah ini dapat meningkatkan kinerja dalam mengelola satuan pendidikan melalui kordinasi dan kerja sama seluruh Kepsek SD Negeri maupun Swasta,” ujarnya.
Masih menurut Sunarto
diharapkan juga masing-masing kepala sekolah bisa berinovasi.“ Dalam peningkatan mutu pendidikan di masa pandemi Covid 19,”pungkasnya.

Pihaknya berharap dengan semangat kebersamaan semoga pendidikan di Tulang Bawang Barat khususnya di Tulang bawang tengah memiliki mutu yang lebih baik.

Sementara Korwas Tulang Bawang Tengah Suharno, S.Pd meminta kepada kepala sekolah agar selalu koordinasi agar semua berjalan lancar.” Kami harapkan semua dilakukan dengan selalu koordinasi dengan pihak dinas pendidikan, hal ini agar semua berjalan lancar,” pungkasnya.
Gsc/ Spryt

SMK Kesehatan Wahid Husada Madani Bertekat Cetak SDM Unggulan dan Siap Bekerja

TUBA BARAT, GSC – Update Pendidikan,
SMK KESEHATAN WAHID HUSADA MADANI adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang SMK di Mulya Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, bertekad mencetak SDM unggul dan siap kerja. Dalam menjalankan kegiatannya, SMK KESEHATAN WAHID HUSADA MADANI berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, kini telah dilengkapi laboratorium praktik dan menjalin kerjasama dengan sejumlah rumah sakit di daerah ini. Demikian diungkapkan kepala SMK WHM Tulangbawang Barat Hadiono, S.Pd. Selasa ( 19/10/2021).

Tujuan utama pendidikan kesehatan lanjut dia adalah agar orang mampu menerapkan masalah dan kebutuhan mereka sendiri, mampu memahami apa yang dapat mereka lakukan terhadap masalahnya, dengan sumber daya yg ada pada mereka ditambah dengan dukungan dari luar, dan mampu memutuskan kegiatan yang tepat guna untuk meningkatkan taraf hidup sehat dan kesejahteraan masyarakat (Mubarak, 2009).

“Tujuan SMK kesehatan Wahid Husada Madani Tubaba adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut dengan memiliki keseimbangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terpadu dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Menurut pria ramah ini banyak dari kita yang sudah diajarkan pentingnya kesehatan sejak menginjak pendidikan sekolah dasar hingga bangku sekolah menengah atas. Sehingga ketika kita dewasa, kita bisa mengetahui mana yang berguna bagi kesehatan dan mana yang bisa menurunkan kesehata

Selain itu, perlunya mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi agar menjadi warga negara yang berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab.

“Para peserta didik di SMK WHM kami ajarkan bagaimana mengembangkan potensi diri agar memiliki wawasan kebangsaan, memahami dan menghargai keanekaragaman Budaya Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, pentingnya menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif terutama dalam pengetahuan kesehatan agar nantinya mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilih.

“Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetisi, beradaptasi dilingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya, itu misi utama SMK. Kesehatan WHM,” pungkasnya.

Diketahui SMK Kesehatan WHM Tubaba selain telah meraih berbagai prestasi, para lulusannya juga telah memiliki ketrampilan yang handal dan profesional. Terbukti mereka diterima diberbagai dunia kerja, baik di Perusahaan Swasta, BUMN , hingga Negeri yang ada di dalam maupun luar Negeri.
Gsc/ Spryt

SMA 1 TERBANGGI BESAR LAMTENG Terpilih Sebagai Sekolah Penggerak

LAMTENG, GSC – Update Pendidikan,
Kegiatan in House Training (IHT) Sekolah Penggerak di SMA 1 Terbanggi Besar Lampung Tengah dilaksanakan untuk persiapan Program SKS pertama kali di SMA N 1 Terbanggi Besar 2021/2022. dengan menggunakn sistem Seleksi Khusus Anak yg terjaring berprestasi dan sanggup untuk melaksanakan di tahun ini. Acara yang diadakan di Gedung Aula SMA 1 Terbanggi Besar Rabu 6/10/2021.

Program SKS yang diadakan di SMAN 1 Terbanggi Besar dilaksanakan mulai tahun ajaran 2021/ 2022 dan diadakan dengan adanya penambahan ruang kelas dan pemilihan guru yg berprestasi, kegiatan disini untuk meningkatkan kompetensi Guru dan Visi Misi Sekolah mencetak generasi penerus masa depan bangsa Indonesia. Kata Kepsek SMAN 1 Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah,” Haryono(panggilan akrabnya) Rabu 6/10/21.

Ada 16 Sekolah di Propinsi Lampung angkatan pertama terkait Program Sekolah Penggerak dan di angkatan kedua ada penambahan Empat Kabupaten lagi, kita adakan sosialisasi biar semua stakeholder mengetahui semua akan program ini kata,” Diona Katharina Kabid SMA provinsi Lampung

Harapan Bu Diona ke depannya nanti titik fokus ke sekolah penggera jadi kita menghimbau kepada temen-temen, guru untuk jadi guru penggerak dan kepada bagi Kepala Sekolah di Kabupaten Lampung Tengah yang di tunjuk agar mendaftar sekolah menjadi sekolah penggerak tutup” Kabid SMA Propinsi Lampung.
Gsc/ Red

Kadisdikbud Kota Metro Katakan Walaupun PTM Sudah Dicanangkan Namun Belum 100 Persen Sarana dan Prasarana Sesuai Dengan Protokol Kesehatan

METRO, GSC Update Disdikbud,
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro akan mendorong seluruh sekolah di Bumi Sai Wawai untuk menyiapkan sarana dan prasarana menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) di era pandemi covid-19.

Kepala Disdikbud Kota Metro, Suwandi mengatakan, walaupun PTM sudah dicanangkan, namun belum 100 persen sarana dan prasarana sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kita perlu proses lebih mendalam, mengingat supaya berhati-hati walaupun sudah berzona kuning,” kata dia usai serah terima jabatan Kadisdikbud, Senin, 04 Oktober 2021.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap sekolah sekolah yang sudah mengajukan permohonan tatap muka.

“Setidaknya hampir keseluruhan sekolah sudah mengajukan, terlebih lagi para murid harus sudah divaksinasi covid-19. Nantinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam proses vaksinasi anak,” tambahnya.

Dia menjelaskan, jika mendapat sekolah yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka terlebih dahulu maka akan dilakukan asesmen turun kelapangan dan memastikan seperti apa mekanisme nya.

“Jika ada yang melakukan PTM akan kami evaluasi, apakah akan tetap dilaksanakan atau malah kami sarankan secara daring. Apalagi jika terjadi kluster baru di sekolah itu, kita ambil langkah untuk diubah lagi pola pembelajarannya,” ujarnya.

Pria yang baru di tunjuk sebagai Kadisdikbud ini mengaku akan menyukseskan visi misi Wali Kota Metro sesuai dengan RPJMD, menuju kualitas pendidikan yang berdaya saing nasional dan menjunjung nilai-nilai keagamaan.

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo mengatakan, kualitas pendidikan bisa ditingkatkan. Karena visi misi pak wali, metro berpendidikan, sehat, sejahtera dan berbudaya.

“Misinya pun yang pertama sumberdaya manusia, dengan harapan pak wandi belajar RPJMD, menyusun renstra, baru mereka bisa bekerja menyesuaikan diri. Makanya tadi saya minta dukungan semua untuk dapat membantu Pak Wandi sebagai Kepala Dinas, jangan dibuat malah menimbulkan masalah. Agar dunia pendidikan kita bisa meningkat lagi,” kata dia.

Dia menjelaskan, PTM di Kota Metro saat ini masih dalam proses simulasi, karena belum semua sekolah mengadakan simulasi.

“Kalau sudah mengadakan simulasi semua dan dapat rekomendasi dari pak Wandi, Gugus Tugas Kota dan Kecamatan, baru dilakukan PTM. Kalau sudah semua, dan ada sekolah yg menyatakan siap, baru diumumkan,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari ratusan sekolah baik swasta maupun negeri, sudah 80 sekolah yang mengajukan. Kemudian yang sudah simulasi sebanyak 65 sekolah.

“Yang penting simulasi dulu biar merasakan, agar ada pembiasaan sebelum melakukan PTN kembali. Yang wajib adalah surat izin orang tua juga” tambahnya.
Gsc/ Yd

Terkait Dugaan Tahan Ijazah Kepala Sekolah SMK N 1 Kalianda Membantah

LAMSEL, GSC – Update Kalianda,
Didalam dunia pendidikan setiap warga negara berhak mendapatkan Suatu pendidikan, sebab pemerintah pusat mewajibkan seluruh warga Indonesia wajib belajar selama 12 tahun dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA).
Namun Akhir-akhir ini SMK 1 kalianda Kabupaten Lampung Selatan tersorot dalam pemberitaan tentang penahanan ijazah.seperti yang dilansir dari Bongkar Selatan.com bahwa pihak Sekolah SMKN 1 Kalianda diduga telah menabrak aturan, dengan melakukan penahanan ijazah peserta didik yang sudah lulus karna belum melunasi iuran sekolah.” Tulisnya .

Awak media Garda Surya.com mencoba mengkonfirmasi Kepala Sekolah SMKN 1 Kalianda pada hari Minggu 26 September 2021 Harminto mengatakan, semua itu tidak benar.
Bahwa sekolah menahan ijazah gara-gara siswa miskin tidak benar, selama ini tidak ada siswa yang bemasalah ketika mengambil ijazah kalo ada siswa yg mana, orang tua yang mana ,jangan menyebar berita hoax, sekolah ini banyak membebaskan siswanya dari pembiayaan sekolah utk siswa miskin.” Ujar Harminto

Lanjut mengatakan,
1. Ada payung hukum Peraturan Pemerintah no 48/th 2008, yg mengatur tentang pungutan sekolah (SPP) dan ditegaskan melalui surat edaran Kemendikbud no 81954/A.A4/HK/2017, tertanggal 22 Desember 2017 yg mengatakan SMA/SMK/SLB dapat melakukan pungutan pendidikan dengan istilah SPL atau yg lain, semua itu krn anturan operasional sekolah dari pemerintah (BOS) belum cukup.
2. Pendanaan sekolah yang bersifat sumbangan berdasar dari Permendikbud no 75/2016, tentang dikomite.
3. Pendanaan sekolah juga mendasarkan dari Pergub 61/2020 tentang peran serta masyarakat dalam pendanaan sekolah. Semua pendanaan sekolah tersebut dikarenakan bantuan dari pemerintah belum cukup untuk menopang operasional sekolah.“ ucap harminto”.

Kedudukan hukum, surat edaran Kadis tentang pelarangan penarikan SPP karna dibawah Pergub, otomatis gugur mengikuti aturan hukum yang lebih tinggi yaitu Pergub, Permendikbud dan Peraturan Pemerintah serta Undang-Undang,
Insya Allah SMKN 1 Kalianda, mengacu pada aturan hukum baik prosedur penggalangan dana, pelaporan dan dasar hukumnya.untuk menjadikan SMKN 1 Kalianda tetap berjaya. “Pungkasnya”.
Penulis: rozi arians/ GSC

Pemkot Metro Pantau Kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka di Tingkat PAUD dan TK

METRO, GSC – Update PAUD,
Pemerintah Kota Metro pantau kesiapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), Kamis 23 September 2021.

Bunda Paud Kota Metro Silfia Naharani Wahdi mengatakan, pantauan tersebut dilakukan untuk memastikan KBM berjalan sesuai Prokes COVID-19.

“Pendampingan tersebut dilakukan guna memastikan kegiatan belajar mengajar nantinya berjalan sesuai Prokes,” kata Silfia.

Ia menambahkan, peninjauan tersebut dilakukan secara acak di PAUD dan TK di 22 Kelurahan, Kota Metro.

“Pemkot Metro telah melakukan skema simulasi sebagai persiapan menyambut KBM tatap muka di sekolah,” kata Silfia.

Terakhir, Silfia menekankan kepada tenaga pendidik agar selalu melakukan pendampingan kepada siswa sekolah agar tidak lepas dari Prokes.

“Saya tekankan agar tenaga pengajar untuk lebih ketat menerapkan Prokes dan melakukan pendampingan. Mengingat, anak usia dini lebih rentan terpapar COVID-19.

Dalam giat tersebut, Bunda Paud Kota Metro Silfia Naharani Wahdi didampingi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Metro beserta jajaran.
GSC/ yd

Translate »