Kru Even Organizer Eleanor Dinilai Halang-Halangi Tugas Jurnalis

METRO, GSC – Update Even Organizer. Sejumlah tokoh wartawan di Kota Metro menyayangkan tindakan dari salah seorang kru dari Even Organizer (EO) Eleanor yang dinilai menghalangi tugas jurnalis dalam menangkap momen kegiatan pejabat publik di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Metro.

Dalam sebuah even launching toko produk kecantikan yang digelar di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur dan dihadiri sejumlah pejabat di lingkup Pemkot Metro seperti Kepala Dinas Perdagangan dan Staf Ahli 1 Wali Kota Metro itu, sebanyak tiga belas orang wartawan dari berbagai macam media yang bermaksud mengambil foto pejabat, justru dihalang-halangi untuk memasuki titik pusat berjalannya kegiatan, dengan alasan pembatasan jumlah pengunjung yang tidak jelas penyebabnya.

“Gantian pak. Tadi kan sudah ada perwakilannya satu. Masuknya satu-satu aja, jadi nggak bole rame,” celetuk salah satu kru bernama Amarose kepada awak media di depan akses masuk menuju titik pusat kegiatan, Kamis, 9/3/2023.

“Yang kami undang selebgram, bukan wartawan,” timpalnya lagi.

Alih-alih melakukan pembatasan peserta, tiga orang kru dari EO Eleanor bernama Amarose, Febry dan Bianca itu justru dinilai telah menghalang-halangi tugas seorang wartawan.

Tokoh jurnalis Kota Metro, Yodi Effendi menyayangkan ketidak pahaman para kru atas tugas seorang wartawan. Padahal, menurut Yodi tugas melakukan pemberitaan bagi seorang jurnalis itu merupakan hak yang dilindungi oleh undang-undang. Terlebih, dalam kegiatan launching itu turut dilibatkan juga sejumlah pejabat publik sebagai tamu undangan.

“Ya kru-kru itu mungkin tidak paham dengan tugas wartawan. Kenapa wartawan dibatasi masuk dengan alasan pembatasan jumlah pengunjung?
Apa urgensinya? Padahal di sana tidak begitu padat orang yang hadir. Lagi pula, kenapa pula seolah-olah wartawan dibanding-bandingkan dengan selebgram?
Ya jelas beda. Kami punya hak dan tidak boleh dihalang-halangi dengan alasan tidak logis begitu,” justru para awak media itu yang akan mempublikasikan louncing produk kecantikan itu,sehingga masyarakat akan tahu di situ ada toko produk kecantikan ujar Yodi geram

Terpisah, seorang pewarta dari media massa online di Metro, Ferdi Genta juga menyayangkan sikap kru EO tersebut. Genta menyebut tidak sepantasnya kru itu melarang wartawan mengabadikan foto untuk keperluan publikasi kegiatan pejabat publik.

“Saya selaku media sangat kecewa. Saya datang dengan maksud meliput kegiatan pejabat, kok malah dihalang-halangi. Kan aneh. Menurut saya, sikap mereka itu seperti tidak paham, mungkin kurang edukasi dan tidak profesional,” ucapnya.

“Padahal kan tadi kami sudah komunikasi untuk liputan acara launching. Tapi ya apa daya, even tersebut ada salah seorang crew yang sikapnya tidak kooperatif,” tandasnya.

Mengenai fungsi seorang wartawan, hak-haknya, pembredelan, penyensoran, asas dan kewajiban perusahaan pers, termasuk juga tentang Dewan Pers sendiri telah diatur dan dilindungi Undang-Undang (UU) nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, atau UU Pokok Pers yang mengandung 10 bab dan 21 pasal.

Sesuai aturan tersebut, pada Pasal 18 ayat (1) UU Pers telah dinyatakan, bahwa setiap orang yang secara sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000.
Yd.

IWO Organisasi Pers Yang Berbeda Dengan IWOI

BANDAR LAMPUNG, GSC – Update IWO. Menyikapi banyaknya pertanyaan dari masyarakat Provinsi Lampung yang mempertanyakan apakan Ikatan wartawan Online (IWO) sama dengan IWOI (Ikatan wartawan online Indonesia).

Ketua Pengurus wilayah (PW) IWO Lampung,Riko Amir menjelaskan bahwa IWO dan IWOI adalah organisasi yang berbeda, IWO Lampung adalah organisasi pers yang hadir di Lampung sejak tahun 2017 dan saat ini telah memiliki susunan Pengurus Daerah (PD) hampir di seluruh 15 Kabupaten/ kota di Lampung.

“Masyarakat harus tahu biar tidak bingung jadi saya jelaskan bahwa Ikatan Wartawan Online (IWO) adalah organisasi pers yang berbeda dengan IWOI (Ikatan Wartawan Online Indonesia). IWO Lampung adalah organisasi pers yang hadir di Lampung sejak tahun 2017 dan saat ini telah memiliki Pengurus Daerah (PD) di 15 Kabupaten/ kota di Lampung dan setiap PD dipimpin oleh Ketua dengan anggotanya adalah wartawan-wartawan yang saat ini masih aktif dengan SK yang langsung ditandatangai Pimpimpinan Pengurus Pusat (PP) IWO yang berdomisili di Jakarta serta bersandar pada AD/ART IWO. Mungkin karena namanya mirip saja terkadang memang membuat masyarakat yang tidak tahu agak bingung”,Jelas Riko.

Pimpinan media online LIPUTANGLOBAL-NEWS.COM ini juga menjelaskan bahwa IWO saat ini khususnya di Lampung terus bergerak dengan fokus membekali seluruh anggotanya dengan berbagai Pelatihan Jurnalistik.

“ Kami fokus pada penguatan stuktur IWO di Lampung serta penguatan SDM dengan membekali berbagai pelatihan-pelatihan jurnalistik dan peningkatan Kompetensi anggota dengan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) setiap tahunnya yang berkerja sama dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta sebagai Lembaga penguji resmi UKW yang di tunjuk oleh Dewan Pers,”terangnya,

Riko juga berharap kedepan dengan penjelasan ini masyarakat khususnya di Lampung tidak lagi bingung dan bertanya lagi terkait apa itu IWO dan apa itu IWOI.

“ Kami pengurus IWO di Lampung ini terbuka dan siap bekerjasama dengan oraganisasi pers lainnya untuk selalu menjaga kode etik pers dan marwah pers,”Tutupnya.
Rilis YD.

PD IWO Kota Metro Sambut Hangat Kunjungan DPC GWI Metro

METRO, GSC – Update GWI. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kota Metro, silaturahmi ke Kantor Sekretariat Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Metro, Rabu 01/03/2023.

Hadir dalam silaturahmi tersebut Sekretaris Ari Setiawan, Bendahara Chandra dan Divisi Humas Ferry Erica, mewakili Ketua DPC – GWI Kota Metro Susanto AS. Silaturahmi tersebut disambut langsung oleh Ketua PD – IWO Kota Metro Zuliansyah S.T., dan Sekretaris PD IWO Kota Metro Yodi beserta jajaran.

Dalam sesi silaturahmi DPC – GWI Kota Metro ke Kantor Sekretariat PD IWO Kota Metro tersebut, membahas Program Kerja Organisasi Pers dan menyatukan Visi dan Misi dalam kinerja Jurnalis serta mengedepankan Kode Etik dalam menjalankan fungsi-fungsi Jurnalistik, serta bersama-sama saling bersinergi untuk mendukung Program kerja Pemerintah, khususnya di Kota Metro.

Dalam kesempatan silahturahmi ini Zuliansyah, S.T., Ketua PD IWO Kota Metro, mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPC – GWI Kota Metro Susanto AS, yang di wakili oleh jajarannya, serta telah meluangkan waktu berkunjung ke Kantor Sekretariat PD IWO Kota Metro, untuk menjalin hubungan silahturahmi yang baik, bukan hanya kepada PD IWO Kota Metro saja namun kepada setiap Organisasi Jurnalis maupun Ormas dan Lembaga Suwadaya Masyarakat yang ada di Kota Metro, Pemerintah dan juga legeslatif tentunya.

“Jika semua terjalin dengan baik Insya Allah Kita semua, sudah turut serta aktif mendukung kinerja pemerintah Kota Metro, Yang tentunya berdasarkan tugas dan tanggung jawab, serta Profesi kita masing-masing,” papar Zuliansyah.

Senada dikatakan Sekretaris DPC – GWI Kota Metro Ari Setiawan, dirinya mewakili Ketua DPC – GWI Kota Metro sangat berterima kasih atas sambutan baik PD IWO Kota Metro, yang sudah memberikan kesempatan untuk bersilahturahmi.

“Dengan harapan yang sama, semoga kita untuk berperan aktif, dalam pembangunan di Kota Sai Wawai ini, dan kami siap menjalin kerja sama kepada siapa saja guna terwujudnya Kota Metro yang maju,” tutupnya.
(Yodi)

Ketua PD IWO Kab. Wajo Korban Penganiayaan Laporkan Tetangganya Ke APH

MAKASSAR, GSC – Update IWO. Peristiwa penganiayaan dan pengancaman yang dialami Ketua PD IWO Ikatan Wartawan Online Kab. Wajo Titin Heriyani pada selasa kemarin (21/2/23) sekira pukul 15.30 wita di kediamannya BTN Assorajang Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo membuat Titin sapaan akrabnya mengalami cedera memar dan pembengkakan serta nyeri sakit di kepala.

Diketahui pelaku adalah tetangga Titin yang saat peristiwa mendatangi rumah Ketua PD IWO Wajo dalam keadaan mabuk dan langsung melakukan pemukulan.

Atas kekerasan yang menimpa Titin membuat Ketua PW IWO Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir geram dan segera meminta aparat penegak hukum Polres Wajo untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku penganiayaan.

“Ironis sekaligus miris dan geram kepada pelaku ini, bukan karena Ibu Titin adalah seorang pewarta dan Ketua PD IWO Wajo tapi dia ini perempuan dan seorang Ibu jadi untuk itu kami pengurus wilayah IWO Sulsel meminta kepada aparat hukum agar segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap kemudian menindak tegas para pelakunya”, pinta Zulkifli Thahir, rabu (22/2/23).

Ketua PW IWO Sulsel ini sangat menyayangkan peristiwa ini karena jikalau ada masalah atau perselisihan semuanya bisa ditemukan solusinya dengan komunikasi yang baik jangan langsung emosional dan melakukan tindakan yang berujung pada pidana.

“Apa yang dialami Ibu Titin adalah pelajaran bagi kita semua dan kepada para pelaku jika ada masalah jangan langsung melakukan tindakan yang bisa membuat penyesalan dibelakang, upaya hukum yang kami lakukan dengan melaporkan peristiwa ini ke pihak berwajib salah satu tujuannya adalah membuat efek jera bagi siapapun yang selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan”, jelas Abang Cule sapaan akrab Ketua PW IWO Sulsel.

Ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Wajo AKP Theodorus Echeal Setiyawan mengatakan pihaknyaMAKASSAR, GSC – Update IWO. Peristiwa penganiayaan dan pengancaman yang dialami Ketua PD IWO Ikatan Wartawan Online Kab. Wajo Titin Heriyani pada selasa kemarin (21/2/23) sekira pukul 15.30 wita di kediamannya BTN Assorajang Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo membuat Titin sapaan akrabnya mengalami cedera memar dan pembengkakan serta nyeri sakit di kepala.

Diketahui pelaku adalah tetangga Titin yang saat peristiwa mendatangi rumah Ketua PD IWO Wajo dalam keadaan mabuk dan langsung melakukan pemukulan.

Atas kekerasan yang menimpa Titin membuat Ketua PW IWO Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir geram dan segera meminta aparat penegak hukum Polres Wajo untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku penganiayaan.

“Ironis sekaligus miris dan geram kepada pelaku ini, bukan karena Ibu Titin adalah seorang pewarta dan Ketua PD IWO Wajo tapi dia ini perempuan dan seorang Ibu jadi untuk itu kami pengurus wilayah IWO Sulsel meminta kepada aparat hukum agar segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap kemudian menindak tegas para pelakunya”, pinta Zulkifli Thahir, rabu (22/2/23).

Ketua PW IWO Sulsel ini sangat menyayangkan peristiwa ini karena jikalau ada masalah atau perselisihan semuanya bisa ditemukan solusinya dengan komunikasi yang baik jangan langsung emosional dan melakukan tindakan yang berujung pada pidana.

“Apa yang dialami Ibu Titin adalah pelajaran bagi kita semua dan kepada para pelaku jika ada masalah jangan langsung melakukan tindakan yang bisa membuat penyesalan dibelakang, upaya hukum yang kami lakukan dengan melaporkan peristiwa ini ke pihak berwajib salah satu tujuannya adalah membuat efek jera bagi siapapun yang selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan”, jelas Abang Cule sapaan akrab Ketua PW IWO Sulsel.

Ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Wajo AKP Theodorus Echeal Setiyawan mengatakan pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk segera memproses kasus pemukulan terhadap Titin Heriyani jurnalis yang juga Ketua PD IWO Wajo.

AKP Theodorus Echeal Setiyawan membenarkan kejadian tersebut dengan masuknya laporan di mapolres Wajo nomor LP/B/21/II/ 2023/SPKT/POLRES WAJO/ POLDA SULAWESI SELATAN, atas nama Titin Heriyani.

“Kami baru menerima laporan tersebut hari ini, saudari Titin baru melapor kejadian kemarin dan hari ini segera didistribusikan ke unit PPA untuk sementara diproses dan akan segera kita periksa saksi saksinya, tukas AKP Theodorus Echeal.
YD.

UPTD Terminal dan Perparkiran Dishub Kota Metro Berencana Adakan Sosialisasi Tupoksi Jukir Setempat

METRO, GSC – Update Dishub. Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Metro berencana melakukan edukasi, pembinaan dan sosialisasi terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) juru parkir (jukir) di kota setempat.

Kepala UPTD Terminal dan Perparkiran Dishub Kota Metro, Badri Kotib berencana untuk mengumpulkan rekan-rekan jukir di Bumi Sai Wawai yang berjumlah ratusan orang, untuk dilakukan pembinaan. Menurutnya, soal pengadaan perlengkapan dan atribut jukir merupakan hal yang penting, guna mendukung layanan kepada masyarakat agar terkesan baik.

“Ya itu pasti lah. Nah ini misalnya kalau kita lihat dari penampilannya saja, kalau berantakan kan kesannya gak enak juga, gak baik, gak rapi. Maka itu perlu lah. Ya minimal pakai rompi atau topi jukir, itu perlu. Malah saya itu sebenarnya maunya, jukir itu pakai sepatu boot juga, punya jas hujan juga,” paparnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu, (22/02/2023).

“Dan bukan cuma penampilannya saja. Makanya itu saya juga ingin melakukan pembinaan massal juga. Kita kasih edukasi untuk para jukir itu terkait dengan peraturan atau regulasi, mekanisme pelayanannya dan juga tanggung jawab seorang jukir. Tupoksi lah kira-kira,” lanjutnya.

Selain itu, Badri juga mengaku pihaknya sedang melakukan pendekatan secara persuasif kepada jukir. Hal itu dalam rangka menyosialisasikan tupoksi kepada sejumlah jukir, khususnya mereka yang belum memiliki SK resmi. Alhasil dalam tempo satu bulan, jumlah jukir yang mengantongi SK resmi telah bertambah sebanyak 12 orang.

“Kan sebelumnya itu memang sudah ada sebanyak 129 rekan-rekan juru parkir yang punya SK resmi. Sebulan kemudian setelah saya menjabat jadi Kepala UPTD di sini, alhamdulillah sudah ada pertambahan lagi sebayak 12 orang. Dari total 12 itu, 9 orang yang sudah pasti dan ditetapkan bakal di-SK-kan,” bebernya.

Sementara itu, guna mengejar target PAD sebesar Rp1,4 miliar, Badri bakal melakukan penyisiran lokasi parkir yang disebutnya berpotensi bisa mengembangkan pendapatan daerah.

“Jadi, sebenarnya saya kira lokasi parkir yang bagus dan punya potensi itu, kalau dikelola dengan baik, pasti bisa memberi kontribusi yang juga baik,” pungkasnya.
Yd

Pemkot Metro Upayakan Menekan Angka Stunting di Tahun 2024 Dibawah Persentase Nasional

METRO, GSC – Update Diskominfo, Jumlah penderita stunting di Kota Metro Tahun 2022 berada di 8,7 persen. Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menargetkan persentase keterlambatan tumbuh kembang bakal menurun di angka 6,4 persen pada 2024 mendatang.

Pemkot Metro menargetkan sasaran penurunan persentase angka stunting di bawah persentase nasional di tahun 2024. Pemerintah bakal melakukan deteksi dini, sebagai langkah dalam menangani balita yang terindikasi mengalami keterlambatan tumbuh kembang.

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin menargetkan penurunan kasus stunting, menerbitkan penurunan angka dengan persentase 6,4 persen. Dia menjelaskan target tersebut, disebabkan karena sebelumnya di Bumi Sai Wawai telah mengalami penurunan angka kasus keterlambatan tumbuh kembang sebesar 8,7 persen.

“Di 2020 itu 19,8 persen menurut SSGI (Survey Status Gizi Indonesia). Sekarang kita sudah turun 8,7 persen. Nah harapan kita di 2024 itu bisa turun lagi 6,4 persen, untuk apa? Apa yang disampaikan presiden kita harus turun 14 persen di 2024,” kata Wahdi saat diwawancarai, Kamis, 9/2/2023.

Diketahui, bedasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2020, persentase kasus stunting Kota Metro berada di angka 19,8 persen. Sementara rekap per akhir tahun 2022 menyebutkan bahwa terdapat 49 balita mengalami stunting di Kota Metro. Jumlah tersebut persentasenya sekitar 8,7 persen dan jika goals Pemkot Metro berhasil dengan target 6,4 persen, maka artinya Bumi Sai Wawai berhasil dengan menurunkan persentase stunting dengan jumlah total sebesar 15,1 persen, di atas persentase nasional, yakni 14 persen.

Pemerintah berencana secara intensif melakukan pendataan pengawasan, hingga observasi untuk mengetahui tumbuh kembang balita melalui posyandu.

“Jadi, pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan sendiri, semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) harus terlibat, bagaimana menggerakkan OPD, Dinas Kesehatan, kemudian membawa Bappeda lah untuk konsentrasi juga,” bebernya.

“Kemudian di Dinas P3AP2KB (Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana), kekuatannya adalah membangun isu-isu strategis mengenai stunting,” tandasnya.
(ADV)

Kolaborasi Kecamatan Metro Timur dan BPBD, Bantu Siapkan Sekretariat IWO Metro

METRO, GSC Update Baksos, Sejumlah pegawai Kecamatan Metro Timur, tim petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan segenap anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Metro bergotong-royong merapikan bangunan terbengkalai yang merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Metro. Bangunan itu nantinya bakal difungsikan kembali, digunakan sebagai sekretariat IWO Kota Metro.

Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Kecamatan Metro Timur, Novi Andi mengungkapkan pihaknya antusias membantu para jurnalis merapikan bangunan yang terletak berjajar dengan Kecamatan Metro Timur itu. Menurut dia, kegiatan yang dilakukan merupakan bentuk sinergitas dan merawat silaturahmi.

“Iya, jadi kita dapat perintah dari Pak Camat untuk bawa tim dan bantu-bantu di sini. Ya, hitung-hitung juga kan silaturahmi dengan teman-teman media,” kata Novi Andi mewakili Camat Metro Timur, Ferry Handono, Senin, 16/1/2023.

Dia mengungkapkan, kegiatan itu juga dilakukan dalam rangka merawat aset milik negara, mengingat bangunan itu memang telah lama tidak difungsikan. Novi Andi merasa senang apabila lokasi itu dijadikan sebagai kantor wartawan.

“Ya. Ini kan bangunan milik pemerintah. Jadi, boleh disebut kegiatan ini juga dalam rangka merawat aset milik negara,” sebutnya.

“Tentu senang kalau ini jadi kantor wartawan. Setidaknya kan kawasan Metro Timur ini bisa jadi tambah ramai dan silaturahmi kita bisa lebih terawat karena memang kantornya berdekatan,” tutupnya.

Tempat yang sama, Ketua IWO Kota Metro, Zuli Ardiansyah menuturkan syukur atas kolaborasi tersebut. Menurut dia, penggunaan bangunan itu telah mendapat persetujuan dari pemkot setempat.

“Ya, Alhamdulillah IWO Metro punya kantor baru. Setidaknya, bangunan mangkrak ini kan bisa difungsikan untuk melakukan hal-hal yang positif, bisa memberi kontribusi yang baik,” ucapnya singkat.
Yd.

Pemkot Metro Terkesan Lamban dan Kurang Tegas Menyikapi Bangunan Yang di Duga Melanggar DAS

METRO, GSC – Update Diskominfo, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan berkoordinasi dengan Hotel Aidia Grande dan rumah Kost Lintang terkait pengentasan banjir di rumah warga sekitar penginapan itu.

Asisten II Setda Kota Metro, Yerri Ehwan mengatakan, pemerintah akan menyurati Hotel Aidia untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan banji tersebut.

“Kita sedang proses surat untuk langsung ke sana, nanti diantar langsung ke sana, ya kita komunikasi lah. Ya mereka juga kan ada nama baik, kita belum duduk bareng, tapi informasinya seperti itu,” kata dia saat diwawancarai awak media usai menghadiri soft launching Metro Creative Hub 2022 di Sentra Kreatif (Sekam), Rabu (28/12).

Menurut dia, salah satu solusi yang bisa diambil yakni pihak Hotel Aidia dan rumah Kost Lintang memperlebar saluran irigasi agar ketika hujan turun air tidak menggenangi rumah warga.

“Solusi untuk Hotel Aidea, kita meminta itu supaya diperlebar saluran air, drainase, Anak Sungai Way Batanghari ya. Itu bisa diperlebar juga, termasuk ketinggiannya. Bangunannya untuk sementara ini yang kita lihat di Aidia itu berupa salurannya saja. Tetapi kalau yang di Kost Lintang, memang di atasnya itu sudah ada Kost-kostan nya itu,” bebernya.

“Saya kira, itu nanti bisa konfirmasi ke pihak Hotel Aidia, kalau dari sisi kita, Pemda, kita akan proses juga administrasinya, misalkan hibah dan lain-lainnya itu administrasi harus clear juga, supaya di lain hari sudah gak ada lagi permasalahan,” tandasnya.

Diketahui, dugaan pelanggaran pendirian bangunan di DAS yang dilakukan oleh Hotel Aidia dan rumah Kost Lintang sudah cukup lama menjadi keluhan warga, karena memicu genangan air dalam jumlah besar saat hujan, di rumah warga sekitar. Kemudian, dugaan itu juga sudah ditinjau langsung oleh Satpol PP Kota Metro. Namun, sampai saat ini, Pemkot setempat masih menunggu itikad baik dari Hotel Aidia Grande.

Sementara itu, pemilik Kost Lintang, Ibu Bambang mengaku pihaknya sudah berlapang dada dan menerima jika bangunan rumah kost miliknya dibongkar. Hal ini, agar permasalahan banjir akibat saluran irigasi yang tertutup bisa teratasi.

“Iya kami tidak apa-apa jika bangunan rumah kost ini dibongkar oleh pemerintah. Ini untuk kemaslahatan masyarakat. Karena rumah kost kami juga sering kena banjir,” tukasnya.

Sedangkan pemilik Hotel Aidia, hingga saat ini belum pernah bisa ditemukan untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sederet regulasi yang mengatur tentang pendirian bangunan di DAS. Seperti tertuang di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2011 Tentang Sungai, telah diatur jarak bangunan yang harus berjarak setidaknya 10 sampai 20 meter dari bibir sungai dan ada larangan tegas untuk mendirikan bangunan di sekitar sungai, anak sungai, drainase atau irigasi.

Dalam Pasal 5 Permen PUPR RI Nomor 28/Prt/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau dan UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Pengairan, terdapat penetapan lebar garis sempadan sungai, irigasi dan saluran drainase.

Kemudian juga di UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, terdapat ketegasan berupa ancaman pidana bagi pelanggar pembangunan di DAS. Disebutkan dalam Pasal 25 Huruf b dan d, serta pada Pasal 36, bahwa bagi orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan kerusakan air dan prasarananya dan pencemaran air, diancam pidana paling lambat 3 tahun, paling lama 9 tahun, dengan denda paling sedikit Rp 5 miliar dan paling banyak Rp 15 miliar. Kemudian, pada Pasal 40 Ayat 3, dikatakan apabila sengaja melakukan kegiatan konstruksi prasarana sumber daya untuk kebutuhan usaha tanpa izin, dapat dipidanakan 3 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar hingga Rp5 miliar.
Yd.

Satpol PP Kota Metro Ajak Masyarakat Berperan Aktif Selenggarakan JBM

METRO, GSC – Update Satpol PP, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Metro mengajak seluruh masyarakat di kota setempat untuk ikut berperan aktif dalam penyelenggaraan jam belajar masyarakat (JBM) melalui gerakan 1921.

Plt Kepala Satpol PP Metro, Jose Sarmento mengatakan, program JBM ini dilaksanakan untuk mewujudkan program generasi emas Metro cemerlang (Gemerlang). Dimana, peran orang tua sangat penting dalam mensukseskan program ini.

“Karena itu kami rutin berkeliling dan woro-woro untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam penyenggaraan program ini. Karena peran orang tua sangat penting demi mensukseskan JBM,” kata dia, Jumat (23/12).

Dikatakanya, masyarakat bisa berperan aktif dalam program ini melalui gerakan 1921 yaitu melaksanakan dan melakukan pendampingan proses belajar anak yang dilaksanakan paling sedikit dua jam setiap hari antara
pukul 19.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.

“Kemudian juga ikut berperan dalam melakukan pengawasan terhadap siswa maupun siswi di
lingkungannya masing-masing pada saat jam belajar efektif, yaitu pada jam
belajar di sekolah,” paparnya.

Tak hanya orang tua, tambah Jose, pihaknya juga mengimbau siswa dan siswi Kota Metro agar membaca
kitab suci sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing selama 15 menit sebelum proses belajar mengajar dimulai.

“Semua gerakan ini kita lakukan tentu untuk mewujudkan Gemerlang sesuai program Kota Metro,” tambahnya.
Yd

Sinopsis Film Kulak Kukut 2022

LAMPUNG, GSC – Update Film, Film berjudul Kulak Kukut garapan Jejamo Media Production ini menjadikan Gulai Kulak Kukut sebagai gagasan primer. Penulis Skenario, Arman AZ menempatkan masakan khas dari Lampung Tengah itu menjadi objek sentra pada film.

Sebagai ide cerita, Kulak Kukut menguatkan keterkaitan antar tokoh dalam film yang bernama Ainun (Rebecca Ginting), Rozali (Gilbran Ibrahim), dan Raden Harun (Humaidi Abas). Film bergenre fiksi drama ini menjadi film pertama yang mengangkat isu budaya pangan di Lampung.

“Film ini adalah puncak ketersinggungan batin, betapa sebagai penghasil rempah terbaik dunia justru Lampung tenggelam dalam peta kuliner Nasional” ungkap produser film, Arif Surakhman.

Sebagai film Lampung dengan isu kuliner pertama, tak kepalang tanggung Dede Wijaya meminta Humaidi Abas, yang memerankan Kiai Zainal pada Hayya 2: Hope Dream & Reality berperan sebagi Raden Harun di Film Kulak Kukut.

Film yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah ini menceritakan Ainun, putri tunggal Yusuf Pangeran (Muadin Efuari), membuka rumah makan dengan konsep menu masakan khas daerah. Salah satunya Gulai Kulak Kukut.

Lantaran terkenal menjual masakan khas Lampung, Ainun menjadi mentor Chef Restoran Hotel bernama Rozali. Tetapi, seiring waktu Rozali justru memiliki ketertarikan dengan Ainun.

Sementara Ibrahim (Fauzi Subing), Anak lelaki tertua Raden Harun juga sejak dulu menyukai Ainun. Tetapi Raden Harun, orang tua Ibrahim tidak menyukai latarbelakang Ainun.

Yusuf Pangeran memperhatikan kedekatan putrinya dengan Rozali. Ia gundah, jika Ainun menikah dengan pria luar daerah. Tetapi satu sisi ia juga tidak menyukai Ibrahim.

Melalui film yang menjalani proses shoting di Lampung Tengah ini penonton disajikan tradisi kuliner bernama Nganjar, keindahan destinasi wisata Curup Tujuh di Selagai Lingga, dan penampakan udara Monumen Kopiah Mas.

Puncaknya Film pendek berdurasi 35 menit ini berhasil menampilkan Gulai Kulak Kukut dalam konsep plating yang menarik. Sejauh ini secara konsep presentasi sajian, masakan tradisional Lampung belum mampu ambil bagian dalam gala dinner even wisata nasional. Meskipun sebatas Festival Krakatau.

“Kami berharap setidaknya film ini menginspirasi Pemprov. Lampung untuk menyajikan masakan tradisional semisal Kulak Kukut kepada Duta Besar perwakilan negara sahabat, di Gala Dinner seperti Festival Krakatau. Sebagai masakan, gulai Kulak Kukut merupakan masakan dengan kompleksitas rasa yang mewah. Sejauh ini hanya Gulai Kulak Kukut yang dapat memadukan rasa tanah dari jamur dan aroma asap menjadi satu kesatuan sempurna pada gurihnya santan kelapa” jelas Arif.

Musik pengiring adegan film serta penghubung antara scene satu dan lainnya dikomposisikan dengan melibatkan kombinasi alat musik tradisional Lampung. Sebagai komposer, Oktavian Aditya terbilang sukses mengombinasikan Talo Balak, Gambus dan Serdam. Selain ritme gitar tunggal, sastra lisan seperti Dadi juga dikomposisikan dengan apik.
Yd

Translate »